CHOIRIYAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertugas di Desa Turirejo menggelar kegiatan seminar di SMA Plus Darussalam pada Jumat, 9 Januari 2026. Seminar ini mengangkat tema "Membangun Sikap Moderat dan Etika Sosial dalam Kehidupan Remaja." Kegiatan seminar tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya perilaku bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan edukasi kepada para siswa agar mampu bersikap saling menghargai, toleran, dan beretika dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKM menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap tengah yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Selain itu, isu bullying juga menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan sosial remaja. Para siswa SMA Plus Darussalam tampak antusias mengikuti seminar tersebut. Mereka diajak untuk berdiskusi, memahami contoh-contoh perilaku moderat, serta mengenali bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Diharapkan, melalui seminar ini para siswa mampu menerapkan sikap moderat, menjunjung etika sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
NAJMA FADIYAH
WENING PRAJA – Suara tawa anak-anak memecah pagi di halaman SDN 1 Tamansari. Ratusan siswa berbaris rapi, memegang kupon hadiah, bersiap mengikuti jalan sehat bersama kakak-kakak mahasiswa. Pemandangan hangat itu menjadi penutup rangkaian pengabdian Kelompok KKM Wening Praja 166 yang selama beberapa pekan terakhir hadir memberi warna baru bagi masyarakat Desa Tamansari. Kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun hubungan emosional dengan warga. Setiap kegiatan dirancang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan karakter, kesehatan, ekonomi digital, hingga pembinaan keagamaan. Jalan sehat menjadi momen paling dinanti siswa. Mereka berjalan mengelilingi desa sambil bernyanyi dan bercanda. Bagi anak-anak, ini bukan hanya olahraga, tetapi pengalaman menyenangkan bersama kakak mahasiswa. Guru-guru menyebut kegiatan ini berhasil meningkatkan semangat kebersamaan sekaligus menanamkan pola hidup sehat. Tak berhenti di sana, mahasiswa juga menghadirkan sosialisasi bullying dan kenakalan remaja. Dengan bahasa sederhana dan permainan interaktif, siswa diajak memahami dampak perundungan. Diskusi berlangsung hangat, bahkan beberapa siswa berani berbagi pengalaman pribadi. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman. Di sisi lain, mahasiswa turut menyentuh sektor ekonomi melalui pendampingan pembuatan QRIS pada toko kelontong. Pedagang yang sebelumnya hanya menerima uang tunai kini dapat melayani pembayaran digital. Langkah kecil ini membuka pintu modernisasi usaha mikro desa. Sore hari, pengabdian berlanjut di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Mahasiswa membantu mengajar mengaji, hafalan doa, serta membimbing akhlak santri. Anak-anak terlihat akrab dan senang belajar bersama “kakak KKM”. Tak hanya fokus pada program kerja utama, mahasiswa Wening Praja 166 juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat. Mereka ikut kerja bakti bersama warga di Dusun Tanah Los dan Sumberwatu, membersihkan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan. Kehadiran mahasiswa di tengah warga menjadikan suasana gotong royong terasa lebih hidup. Mahasiswa juga turut membantu proses penyerahan bantuan sapi perah dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kepada kelompok ternak di Dusun Ampelgading. Mereka membantu koordinasi dan dokumentasi kegiatan, sekaligus belajar langsung tentang pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan. Dalam kegiatan sosial desa, mahasiswa ikut membantu penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga Tamansari agar proses berjalan tertib dan lancar. Selain itu, mereka juga berbaur dalam kegiatan keagamaan warga seperti tahlil serta rutinan santunan bagi janda dan anak yatim, menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya soal program, tetapi juga kehadiran dan kepedulian. Ketua kelompok menegaskan bahwa tujuan utama KKM adalah meninggalkan dampak nyata. “Kami ingin kehadiran kami dirasakan manfaatnya, sekecil apa pun itu,” ujarnya. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif. Wening Praja 166 tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat desa yang tumbuh bersama masyarakat. editor : Najma Fadiyah
MARSYANDA ADRAMI NAFITRI
https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi
INDRIA FAJRI
Pendidikan karakter serta penanaman nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya relevan bagi orang dewasa, tetapi justru sangat penting ditanamkan sejak masa kanak-kanak atau usia emas (golden age). Berangkat dari kesadaran tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 “ARKADIAKARSA” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Aku Anak Sholeh yang Toleran” di KB-TK Dirgantara pada Kamis (29/01/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini dirancang dengan konsep pembelajaran menyenangkan (fun learning) yang disesuaikan dengan karakteristik psikologis anak usia dini. Para mahasiswa KKM menghindari penggunaan istilah teoritis yang rumit, dan lebih memilih metode storytelling (bercerita) serta analogi sederhana agar materi mudah dipahami oleh para siswa. Suasana kelas tampak aktif namun tetap tertib. Para siswa duduk melingkar di atas karpet sambil menyimak dengan penuh perhatian penjelasan yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa. Di sekitar ruang kelas, terpampang poster-poster edukatif seperti “Stop Bullying” dan “Komunikasi” yang selaras dengan pesan moderasi beragama, khususnya dalam membangun sikap damai, saling menghargai, dan menolak kekerasan sejak dini. Menariknya, sosialisasi ini diintegrasikan secara harmonis dengan tema pembelajaran harian yang sedang dipelajari siswa. Berdasarkan materi di papan tulis, tema pelajaran saat itu adalah “Kendaraan Udara” seperti roket, helikopter, dan pesawat jet. Mahasiswa KKM memanfaatkan tema tersebut untuk menyisipkan nilai-nilai karakter dan budi pekerti. Salah satunya dengan memberikan ilustrasi bahwa meskipun terdapat berbagai jenis pesawat yang terbang di langit yang sama, semuanya dapat berjalan berdampingan tanpa saling bertabrakan. Hal tersebut dianalogikan dengan kehidupan manusia yang diciptakan beragam namun harus tetap hidup rukun dan saling menghormati. “Melalui pendekatan visual dan cerita, kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan. Nilai-nilai ini diharapkan dapat tertanam sejak dini dan terus melekat hingga mereka tumbuh menjadi generasi yang moderat serta berakhlak mulia,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKM setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen KKM Arkadiakarsa dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di lingkungan KB-TK Dirgantara, sehingga perkembangan kognitif dan afektif siswa dapat berjalan secara seimbang. Dalam sesi tersebut, tampak antusiasme tinggi dari para siswa yang mengenakan seragam olahraga bernuansa merah muda. Seorang mahasiswa KKM terlihat duduk berhadapan langsung dengan para siswa, berinteraksi secara aktif sambil menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya menyayangi teman, menghormati orang tua, serta tidak membeda-bedakan sesam
FIKA ZIYADATUL AUNILLAH
Pelaksanaan Program Edukasi Pencegahan Bullying dan Pelecehan Seksual di SDN 2 Sumberpetung SDN 2 Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, melaksanakan program edukasi pencegahan bullying dan edukasi pelecehan seksual pada Jumat, 10 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya preventif dan edukatif guna meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar sejak dini terkait perilaku bullying serta pemahaman mengenai batasan tubuh dan interaksi yang aman. Program edukasi ini disampaikan oleh tim edukator dengan Fika Ziyadatul Aunillah sebagai pemateri pertama dan Olivia Syahrani sebagai pemateri kedua. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh Aqila Ruhi, Siti Najma, Tri Nurrizkan, Farih Nawalillah, Ananda Citra, dan Ahmad Daffa, yang berperan dalam pendampingan siswa, pengelolaan aktivitas pembelajaran, serta menjaga kelancaran dan ketertiban kegiatan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh-contoh konkret serta pendekatan interaktif, seperti diskusi ringan, sesi tanya jawab, dan simulasi situasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pada materi edukasi bullying, siswa diberikan pemahaman mengenai definisi bullying, bentuk-bentuk bullying yang meliputi verbal, fisik, dan sosial, serta dampak psikologis yang dapat ditimbulkan. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan tentang sikap yang tepat ketika menghadapi atau menyaksikan perilaku bullying. Adapun edukasi pelecehan seksual disampaikan dalam kerangka perlindungan diri, dengan menekankan pemahaman mengenai bagian tubuh pribadi, hak anak untuk merasa aman, serta pentingnya keberanian untuk melaporkan kepada orang dewasa tepercaya apabila mengalami atau mengetahui adanya perlakuan yang tidak pantas. Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan kesadaran diri, sikap empatik, serta keterampilan proteksi diri. Program edukasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, serta mendukung terbentuknya budaya sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak.
FATIMATUS SYAHRO
Babadan, Ngajum — Pada Kamis, 15 Januari 2026, Mahasiswa KKM 127 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kegiatan pelatihan hidroponik yang berkolaborasi dengan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan ini bertempat di Posko KKM dan dimulai pukul 14.15 WIB hingga selesai. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan sempit dengan metode hidroponik sebagai salah satu bentuk pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Shinta, M.Si (Dosen Biologi UIN Malang) sebagai pemateri dan dipandu oleh Fatimatus Syahro (salah satu anggota KKM) selaku moderator. Rangkaian acara diawali dengan persiapan tempat dan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Selanjutnya, pemateri langsung menyampaikan materi pengenalan hidroponik yang meliputi pengertian, jenis, manfaat hidroponik bagi masyarakat, perbandingan metode tanam konvensional dengan metode hidroponik, serta hal yang paling penting agar hidroponik dapat berkembang sukses. Usai penyampaian materi, para warga dan ibu-ibu KWT mengikuti sesi praktik hidroponik secara langsung yang meliputi penyemaian benih, peracikan nutrisi, penanaman bibit ke media tanam, serta penjelasan mengenai perawatan harian tanaman hidroponik. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari ibu-ibu yang aktif bertanya, berdiskusi dan terlibat langsung dalam praktik. Terakhir, acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan foto bersama dan pembagian souvenir kepada peserta hidroponik. Dengan terlaksananya kegiatan Pelatihan Hidroponik ini, diharapkan masyarakat Dusun Babadan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.