MUHAMMAD ILHAM ALI FIKRI
Pada hari Jumat, 30 Januari 2026, Kelompok 179 Artana melaksanakan kegiatan KKM Day 38 berupa pendampingan lanjutan program kerja digitalisasi UMKM melalui metode kunjungan langsung secara door to doordi wilayah Kelurahan Talun. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi sebelumnya, mengingat masih terdapat satu pelaku usaha yang belum sempat didampingi, yaitu UMKM rumahan yang bergerak di bidang produksi keripik pisang. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKM memberikan edukasi secara langsung mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional usaha. Pendampingan difokuskan pada penggunaan WhatsApp Businesssebagai sarana komunikasi dan promosi produk kepada pelanggan, serta pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alternatif sistem pembayaran non-tunai. Penyampaian dilakukan secara sederhana dan disertai praktik langsung agar pelaku usaha dapat memahami serta mencoba fitur-fitur yang diperkenalkan. Melalui pendekatan personal ini, diharapkan pelaku UMKM mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan transaksi digital secara bertahap. Setelah kegiatan pendampingan selesai, Kelompok Artana melanjutkan agenda dengan melakukan dokumentasi bersama Ibu kos, Bapak RT, dan keluargasebagai bentuk kebersamaan sekaligus apresiasi atas dukungan yang telah diberikan selama pelaksanaan KKM. Suasana hangat dan akrab terasa dalam momen tersebut, mencerminkan hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat sekitar. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa melakukan pengambilan video konten di area persawahan desa untuk keperluan dokumentasi dan publikasi program kerja. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk menampilkan potensi lingkungan Kelurahan Talun secara positif. Melalui rangkaian kegiatan hari itu, Kelompok Artana tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga berusaha membangun kedekatan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan UMKM dan masyarakat setempat. KKM Artana — Hadir, Bergerak, dan Tumbuh Bersama Masyarakat.
BILQIS NAILA AZZAHRO
Desa Ngadas yang terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dikenal sebagai salah satu desa adat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Berada di wilayah pegunungan dengan udara sejuk dan panorama alam yang indah, Desa Ngadas tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang masih terjaga hingga kini. Salah satu tradisi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adalah upacara khitanan. Sebelum proses khitan dilakukan secara medis oleh tenaga kesehatan, masyarakat Desa Ngadas terlebih dahulu melaksanakan rangkaian ritual adat yang dikenal sebagai khitan adat. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam upacara khitanan karena mengandung nilai spiritual dan adat yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu ritual utama sebelum khitan adat adalah banten manten. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu masyarakat Desa, banten manten merupakan ritual persiapan adat yang dilakukan sebelum anak menjalani khitan. Ritual ini bertujuan untuk memohon keselamatan, kelancaran, serta perlindungan bagi anak yang akan memasuki fase baru dalam kehidupannya. Pelaksanaan banten manten dipimpin oleh romo dukun, yaitu tokoh adat yang memiliki peran penting dalam menjaga dan menjalankan tradisi masyarakat Desa Ngadas. Dalam ritual ini, romo dukun memimpin doa-doa adat dan mengatur tata cara pelaksanaan sesuai dengan aturan leluhur. Kehadiran romo dukun menandai bahwa prosesi yang dijalankan telah sah secara adat. Setelah banten manten selesai dilaksanakan, barulah prosesi khitan adat dilakukan. Khitan adat menjadi simbol kesiapan anak, baik secara lahir maupun batin, sebelum menjalani khitan secara medis. Pada proses ini dilakukan oleh dukun khitan, yang mana beliau juga memberikan doa dan nasihat adat kepada anak dan keluarga, sebagai pengingat akan tanggung jawab serta nilai-nilai kehidupan yang harus dijalani setelah di khitan. Usai rangkaian khitan adat, barulah anak menjalani proses khitan oleh dokter. Meskipun dilakukan secara modern dan medis, masyarakat Desa Ngadas tetap memandang bahwa prosesi adat yang mendahuluinya memiliki peran yang tidak kalah penting. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman dalam kehidupan masyarakat desa. Setelah seluruh rangkaian selesai, keluarga biasanya mengadakan hajatan sebagai ungkapan rasa syukur. Warga sekitar diundang untuk berdoa bersama dan menikmati hidangan yang disiapkan. Momen ini menjadi penutup rangkaian upacara sekaligus wujud kebersamaan dan solidaritas sosial masyarakat Desa Ngadas.
AHMAD ZHAFA AMBIYA
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali dengan meet perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM melaksanakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengenal kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.
NAUFAL NABIH HISYAM
Malang - Sebagai bentuk kontribusi nyata di bidang pendidikan, Kelompok KKM 25 Sevanagara UIN Malang menggelar program kerja bimbingan belajar (bimbel) untuk anak SD/MI sederajat di Kelurahan Kauman, khususnya di sekitar Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan bimbel ini resmi dimulai pada Senin, 5 Januari 2026 dan mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Sejak hari pertama, antusiasme terlihat jelas dari banyaknya anak-anak yang hadir untuk mengikuti belajar bareng bersama para mahasiswa/i KKM. Program ini pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga karena dinilai sangat membantu, terutama bagi orang tua yang membutuhkan pendampingan tambahan saat anak belajar maupun mengerjakan PR. Pada pelaksanaan perdana, suasana belajar berlangsung menyenangkan dan penuh keakraban. Interaksi langsung selama kegiatan membuat kedekatan antara anggota KKM dan anak-anak semakin terbangun. Anak-anak terlihat gembira dengan adanya bimbel ini, sementara para mahasiswa/i pun disambut ramah dan penuh semangat oleh mereka. Program bimbingan belajar ini dirancang rutin dilaksanakan setiap Senin hingga Jumat pada waktu ba’da Isya hingga pukul 20.30 WIB. Di akhir sesi pembelajaran, kegiatan ditutup dengan membaca kafaratul majlis sebagai penutup majelis ilmu. Melalui program ini, KKM 25 Sevanagara UIN Malang berharap dapat membantu meningkatkan semangat belajar anak-anak di lingkungan Kelurahan Kauman sekaligus memperkuat budaya belajar yang positif di masyarakat.
HARUN YAKHYA MOSSA
Hari ke-30 pelaksanaan KKM, kelompok Artana melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Posyandu Balita dan Lansia yang bertempat di posko 8 Pagak. Pada kegiatan ini, fokus utama diarahkan pada penyuluhan gizi bagi lansia, yang kemudian dilanjutkan dengan pelayanan posyandu. Kegiatan diawali dengan penyuluhan gizi khusus lansia yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat dan seimbang di usia lanjut. Penyuluhan disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh para lansia. Dalam kegiatan ini, kelompok Artana bersama ibu-ibu kader posyandu turut mendampingi peserta sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan nyaman. Setelah sesi penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan posyandu seperti biasa, meliputi penimbangan dan pencatatan data balita serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Anggota kelompok Artana ikut membantu jalannya pelayanan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir. Melalui kegiatan penyuluhan gizi lansia dan pelayanan posyandu ini, Kelompok Artana berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat, khususnya para lansia. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen kelompok Artana dalam menjalankan pengabdian selama pelaksanaan KKM di tengah masyarakat. KKM Artana — Konsisten Mengabdi, Tumbuh Bersama Masyarakat.
MUHAMAD ZAINUS SHOLIKHIN
Hari ke-32 pelaksanaan KKM menjadi tindak lanjut dari kegiatan koordinasi yang telah dilakukan pada Day 27 bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pada hari ini, Kelompok Artana melaksanakan sosialisasi anti bullying di sekolah sebagai bentuk realisasi dari persiapan yang telah direncanakan sebelumnya. Sosialisasi disampaikan langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, contoh perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Siswa juga diarahkan untuk berani berbicara dan melapor kepada guru apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Untuk menambah partisipasi siswa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan doorprize bagi siswa yang berani dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar, sehingga suasana sosialisasi menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Kelompok Artana turut mendampingi jalannya kegiatan, membantu mengondisikan siswa, serta memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. KKM Artana — Dari Perencanaan hingga Aksi Nyata untuk Generasi Muda.