NAJWA FELAHA SALSABILA
UIN Malang meresmikan "Family Corner" dan menyelenggarakan seminar parenting bagi KKM Kelompok 19 dengan tema "Membangun Komunikasi Efektif dalam Keluarga untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Keluarga". Kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan akses layanan konsultasi keluarga bagi masyarakat sekitar kampus dan wilayah kerja KKM. Dalam acara tersebut, terdapat paparan tentang pentingnya komunikasi yang baik antar anggota keluarga serta penyuluhan terkait permasalahan keluarga yang sering terjadi. Selain itu, Family Corner akan menjadi tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan konsultasi keluarga secara berkala dari pihak terkait di UIN Malang. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu memperkuat ikatan keluarga dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah tersebut. https://tugumalang.id/resmikan-family-corner-dan-seminar-parenting-kkm-kelompok-19-uin-malang-permudah-akses-layanan-konsultasi-keluarga/
ALYA FARIKA
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan akademik, tetapi juga memperoleh pembelajaran sosial yang bersumber dari interaksi nyata dengan lingkungan sekitar. Pengalaman tersebut saya rasakan selama mengikuti KKM di Masjid Nailun Hamam, Kelurahan Polehan, Kota Malang. Masjid Nailun Hamam berada di kawasan Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma, sebuah lingkungan yang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan pembelajaran Al-Qur’an berbasis masyarakat. Selama pelaksanaan KKM, saya mengikuti berbagai aktivitas keagamaan yang berlangsung di masjid, khususnya berpartisipasi dan melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang rutin diikuti oleh warga sekitar. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dewasa, baik ibu-ibu maupun bapak-bapak, dengan latar belakang kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam. Proses pembelajaran berlangsung dalam suasana nonformal dan kekeluargaan. Warga berkumpul secara rutin, membaca Al-Qur’an secara bergiliran, saling menyimak bacaan, serta menerima bimbingan dari ustadz dan ustadzah. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Masjid, dalam konteks ini, berperan sebagai pusat pembelajaran sekaligus ruang kebersamaan masyarakat. Melalui keterlibatan sebagai peserta dan pengamat, saya memperoleh banyak pembelajaran sosial yang tidak saya temukan di ruang kelas formal. Semangat belajar warga, khususnya mereka yang telah lanjut usia, menunjukkan bahwa proses menuntut ilmu tidak dibatasi oleh usia. Kesabaran dan ketekunan yang ditunjukkan para peserta dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an menjadi pelajaran berharga tentang kerendahan hati dan komitmen dalam belajar. KKM juga memberikan pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui program besar dan kompleks. Kehadiran, keterlibatan yang proporsional, serta kemampuan untuk memahami ritme kehidupan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran sosial. Dalam hal ini, mahasiswa berperan sebagai pembelajar yang menyerap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Melalui pengalaman KKM di Kampoeng Qur’an Polehan, dapat disimpulkan bahwa KKN merupakan media pembelajaran sosial yang efektif bagi mahasiswa. Interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kehidupan sosial dan nilai-nilai kemasyarakatan. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam membentuk kepekaan sosial serta sikap tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat di masa mendatang.
RANI MARRETA
Mahasiswa KKM Aksiloka Kelompok 11 secara resmi menutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di lingkungan Masjid Nailun Hamam melalui acara penutupan yang berlangsung dengan penuh kebersamaan dan rasa syukur. Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program KKM sejak awal hingga akhir. Acara dimulai dengan persiapan bersama oleh mahasiswa KKM yang menata tempat serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Setelah seluruh peserta dan tamu undangan hadir, kegiatan resmi dibuka dan dilanjutkan dengan berbagai sambutan dari para tokoh yang selama ini berperan penting dalam mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Sambutan disampaikan oleh pihak takmir Masjid Nailun Hamam, Ibu Mardianah selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perwakilan dari TK, TPQ, serta tokoh masyarakat yang diwakili oleh Ketua RT. Selain itu, perwakilan dari Rumah Qur'an juga turut memberikan pesan dan kesan terhadap kehadiran mahasiswa selama kegiatan KKM berlangsung. Ketua KKM Aksiloka Kelompok 11 juga menyampaikan rasa terima kasih serta harapan agar hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang
SAYYIDA NAVIRA FAZA
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena Dukung Layanan KIA dan Sosialisasi Stunting Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi stunting serta pendampingan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Posyandu Teratai Putih, Dusun Jambangan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Antusiasme warga terlihat dari jumlah kehadiran, yaitu sekitar 45 anak balita beserta orang tua yang mengikuti rangkaian kegiatan posyandu dengan tertib dan penuh semangat. Pelayanan posyandu dibagi ke dalam beberapa meja sesuai dengan alur pelayanan kesehatan, yaitu: Meja 1: Pendaftaran dan registrasi peserta Meja 2: Pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar kepala (LK), dan lingkar lengan (LILA) Meja 3: Pencatatan hasil pengukuran ke dalam buku KIA Meja 4: Konsultasi kesehatan dengan bidan Meja 5: Sosialisasi mengenai pengertian stunting, penyebab, dan cara pencegahannya Meja 6: Pemberian makanan tambahan bagi balita Mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena turut membantu di setiap meja pelayanan, mulai dari membantu proses pendaftaran, pengukuran balita, pencatatan data, hingga mendampingi kader posyandu dan bidan dalam memberikan edukasi kepada para orang tua. Pada meja sosialisasi stunting, mahasiswa memberikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat, terutama terkait pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan rutin. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Jambangan semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini dan semakin aktif dalam memanfaatkan layanan posyandu. Bagi mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan tenaga kesehatan setempat. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
ALFIAN AYUNA JUNAIDA
Kuliah Kerja Mahasiswa(KKM) bukan hanya sekadar rangkaian program kerja, namun juga sebuah perjalanan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan realita dalam kehidupan masyarakat secara langsung. Di tengah interaksi, kebersamaan, dan proses pengabdian yang dijalani, KKM menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar memahami, mendengar, dan tumbuh bersama masyarakat desa. Setiap langkah yang ditempuh tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga memberikan pengalaman yang bermakna dan membentuk cara pandang dan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar. Melalui tema "The Journey of KKM Wirasenabadra: Menapaki Kaki Langit Desa Taji-Sebuah Perjalanan Profilisasi dan Harapan", Kelompok Wirasenabadra (Kelompok 167) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang melaksanakan KKM pada periode 28 Desember -4 Februari, mendokumentasikan perjalanan selama pelaksanaan KKM di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program profilisasi desa dipilih sebagai fokus utama untuk mengenalkan, mengangkat, dan mengembangkan potensi desa, melalui kegiatan pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan. https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan
FITRI ANNABILAH
PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan Gelar Bimbingan Teknis Konseling Keluarga MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Sehati Kelurahan Jodipan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Konseling Keluarga di Kantor Kelurahan Jodipan, Jalan Ir. H. Juanda No.11, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan dan pendampingan keluarga di tingkat kelurahan. Bimbingan teknis tersebut merupakan hasil kerja sama antara KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan dan keharmonisan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk membina para kader dan petugas PUSPAGA agar lebih peka, responsif, serta memiliki empati terhadap berbagai permasalahan keluarga yang terjadi di lingkungan sekitar. Selain itu, para kader juga dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah pertolongan pertama dalam menangani permasalahan keluarga sebelum dilakukan pendampingan lanjutan. Bimbingan teknis diikuti oleh Ketua PUSPAGA Jodipan, Retno Susanti, bersama para kader PUSPAGA. Hadir sebagai pemateri, Rika Fuaturrosida, M.A., dosen Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang menyampaikan materi terkait konseling keluarga, kepekaan sosial, perspektif gender dan anak, serta pentingnya komunikasi empatik dalam menangani persoalan keluarga. Ketua PUSPAGA Jodipan, Retno Susanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para kader. “Kami mendapatkan wawasan baru, terutama kiat-kiat dalam penyelesaian masalah keluarga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kelurahan Jodipan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aprilia Mega Rosdiana, menegaskan pentingnya pelaksanaan bimbingan teknis konseling keluarga sebagai bekal awal bagi para kader PUSPAGA dalam menjalankan peran pelayanan kepada masyarakat. “Bimbingan teknis ini menjadi penguatan kapasitas kader agar siap melayani dan membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan serta layanan dari PUSPAGA,” ungkapnya. Di sisi lain, pemateri Rika Fuaturrosida, M.A. berharap para kader dapat semakin meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sikap empati menjadi kunci utama dalam proses pendampingan keluarga. “Dalam membantu permasalahan keluarga, para kader diharapkan lebih banyak mendengar daripada berbicara agar dapat memahami permasalahan secara utuh,” jelasnya. Di tempat terpisah, DPL KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama antara PSGA UIN Malang dan PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan dapat terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kerja sama ini diharapkan mampu semakin mengoptimalkan pelayanan PUSPAGA, khususnya dalam pendampingan keluarga, serta kegiatan yang dilakukan dapat berkelanjutan,” tuturnya. Melalui kolaborasi ini, PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan bersama KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kader dalam mendampingi masyarakat, guna mewujudkan ketahanan dan keharmonisan keluarga di lingkungan Kelurahan Jodipan. ANS