Thumbnail
3 months ago
Langkah Awal Pengabdian: KKM kelompok 102 Ethora Resmi dibuka di Desa Sumberngepoh

ITA SARI SANGADJI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 102 resmi dibuka pada hari Selasa (6/1/2026) di Balai Desa Sumberngepoh. Kegiatan pembukaan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang dipimpin langsung oleh Bapak Sutirsak selaku Kepala Desa Sumberngepoh. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dari Master of Ceremony, Nurkhalifah dan Priyandika. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Urvina Nafa. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Aisyah Eka sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Memasuki sesi sambutan, Mochamad Luqman Hakim selaku Koordinator Desa (KorDes) KKM menyampaikan gambaran umum pelaksanaan KKM serta memaparkan beberapa program kerja yang telah disusun oleh mahasiswa. Program-program tersebut disusun berdasarkan dari hasil pengamatan awal terhadap kondisi sosial, kebutuhan masyarakat, serta potensi yang dimiliki Desa Sumberngepoh. Dengan perencanaan program kerja tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan kegiatan KKM dengan baik, terarah serta memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat desa. Sementara itu, Bagus Achmad Syahputra, juga memaparkan lebih lanjut mengenai website desa yang menjadi salah satu program kerja mahasiswa. Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efektivitas pelayanan informasi serta keteraturan administrasi Desa Sumberngepoh. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Sutirsak, selaku Kepala Desa Sumberngepoh yang menyampaikan apresiasi atas pelaksaan KKM di Desa Sumberngepoh. Dalam sambutannya beliau berharap dengan kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa, terutama melalui ide, pengetahuan, dan inovasi yang mendukung kemajuan desa. Sebagai simbol peresmian kegiatan KKM, prosesi pengalungan lanyard dilakukan kepada Mochamad Luqman Hakim dan Ani Safitri oleh Kepala Desa Sumberngepoh. Acara selanjutnya diisi dengan pembacaan doa yang dipandu oleh Ahmad Nur Wahid, kemudian rangkaian pembukaan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai momen dokumentasi awal pelaksanaan KKM di Desa Sumberngepoh. Pembukaan ini menjadi titik awal terbangunnya kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sumberngepoh dalam pelaksanaan pengabdian mahasiswa.

Thumbnail
3 months ago
Tahlilan Rutin Bersama KKM Paramitayasa Kelompok 32, Pererat Silaturahmi dengan Warga

DINA FITRIANA BAHRI

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Paramitayasa Kelompok 32 di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada upaya membangun kedekatan dan menjalin silaturahmi dengan warga. Salah satu kegiatan yang rutin diikuti adalah tahlilan bersama masyarakat setempat, baik untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.Tahlilan jamaah laki-laki dilaksanakan setiap Kamis malam, dimulai setelah salat Isya hingga pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di rumah warga yang telah dijadwalkan secara bergilir. Sementara itu, tahlilan jamaah perempuan dilaksanakan setiap Jumat sore, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, juga bertempat di rumah warga secara bergantian. Sistem bergilir ini menjadi bentuk pemerataan sekaligus mempererat hubungan antarwarga karena setiap keluarga memiliki kesempatan menjadi tuan rumah.     Dalam setiap pelaksanaannya, rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta dzikir yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Suasana terasa hangat dan penuh kekhusyukan. Mahasiswa KKM Paramitayasa Kelompok 32 turut serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal.     Melalui kegiatan tahlilan rutin ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami kehidupan sosial dan religius masyarakat desa. Interaksi yang terjalin sebelum dan sesudah acara menjadi momen penting untuk saling mengenal lebih dekat. Tidak jarang, setelah kegiatan selesai, warga dan mahasiswa berbincang santai, bertukar cerita, serta mempererat rasa kekeluargaan. Bagi masyarakat, partisipasi mahasiswa KKM dalam tahlilan rutin menjadi bentuk dukungan moral sekaligus wujud nyata pembauran dengan lingkungan sekitar. Tradisi tahlilan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini pun tetap terjaga keberlangsungannya dengan semangat kebersamaan lintas generasi.     Kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus melalui program besar. Dengan ikut serta dalam tradisi keagamaan seperti tahlilan rutin, mahasiswa KKM Paramitayasa Kelompok 32 mampu menumbuhkan rasa empati, memperkuat silaturahmi, serta belajar langsung tentang nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Luncurkan Program Penyebaran Bibit Ikan di Desa Waworada

FERI SUSWANDI

Waworada, 5 Januari 2026 - Mahasiswa KKM UIN Malang bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah Desa Waworada, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bima, melaksanakan program penyebaran bibit ikan di Bendungan Desa Waworada pada Kamis (5/1/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sumber daya alam..   Bibit ikan nila disebarkan di Bendungan Desa Waworada dengan harapan dapat tumbuh dengan baik dan menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Waworada, karena ikan nila memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan warga.   Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Waworada, perangkat desa, dan beberapa warga masyarakat, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. "Penyebaran ini bibit ikan merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Waworada dan meningkatkan ketersediaan stok ikan bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga dan menjadi penyeimbang ekosistem di Bendungan Desa Waworada," ujar Kepala Desa Waworada.   Salah satu mahasiswa KKM UIN Malang, Rosa, mengatakan, "Semoga program ini bisa menjadi program inovatif dan bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Waworada. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik dan menjaga lingkungan sekitar agar program ini dapat terus berlanjut." Mahasiswa KKM UIN Malang berharap program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga stabilitas pangan untuk generasi mendatang. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pelestarian sumber daya alam.    

Thumbnail
3 months ago
Kontribusi KKM Narawastra dalam Mendukung Pelayanan Posyandu di Desa Gondowangi

ALIFIYAH NUR HABIBAH

Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Gondowangi merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang rutin dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya balita dan usia lanjut. Posyandu menjadi wadah pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting karena berfungsi sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini serta pemantauan kondisi kesehatan warga lanjut usia secara berkala. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.   Pada bulan Januari, kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dilaksanakan di beberapa titik dusun agar seluruh lapisan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Pelaksanaan pertama berlangsung pada tanggal 5 Januari bertempat di Posyandu Dusun Wiloso. Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dengan dihadiri oleh para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang terdiri dari balita, orang tua, dan para lansia. Sejak awal kegiatan, suasana Posyandu Dusun Wiloso berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari warga yang hadir. Rangkaian kegiatan Posyandu di Dusun Wiloso diawali dengan proses pendaftaran peserta, baik balita maupun lansia. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Balita mendapatkan pelayanan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala sebagai indikator penting untuk memadukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Sementara itu, para lansia mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dasar serta pendataan kondisi kesehatan yang dicatat dalam kertas kesehatan lansia. Seluruh proses pelayanan berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pihak-pihak yang terlibat. Kegiatan Posyandu selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 6 Januari bertempat di Posyandu Dusun Pohbener. Pelaksanaan Posyandu di dusun ini juga mendapatkan sambutan baik dari masyarakat setempat. Kehadiran balita dan lansia menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kesehatan diri dan keluarga. Kegiatan berlangsung secara sistematis, dimulai dari pendaftaran, penimbangan, pengukuran, hingga pencatatan hasil pemeriksaan. Di Posyandu Dusun Pohbener, balita kembali mendapatkan layanan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala guna memastikan pertumbuhan anak sesuai dengan usianya. Para lansia pun mendapatkan pendampingan dalam pemeriksaan kesehatan serta bantuan pengisian kertas kesehatan untuk mendokumentasikan kondisi kesehatan mereka. Data yang diperoleh dari kegiatan ini sangat penting sebagai bahan evaluasi dan pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Rangkaian kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi selanjutnya di Dusun Gedangan pada tanggal 10 Januari. Sejak pagi hari, warga sudah mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Posyandu. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, nyaman, dan penuh kebersamaan antara petugas kesehatan, kader Posyandu, mahasiswa KKM, serta masyarakat. Dalam seluruh rangkaian kegiatan Posyandu tersebut, mahasiswa KKM Narawastra ikut berperan aktif membantu kelancaran kegiatannya. Mahasiswa KKM Narawastra terlibat langsung dalam membantu proses pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala balita. Selain itu, mahasiswa juga membantu mengirimkan data serta mengisi kertas kesehatan bagi para lansia. Partisipasi mahasiswa KKM Narawastra ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana pembelajaran langsung dalam bidang sosial dan kesehatan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa KKM Narawastra memberikan dampak positif terhadap kelancaran kegiatan Posyandu. Dengan adanya bantuan dari mahasiswa, proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan tertib, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan terlayani dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Gondowangi. Secara keseluruhan, kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di Dusun Wiloso, Dusun Pohbener, dan Dusun Gedangan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Melalui kegiatan ini, kondisi kesehatan balita dan lansia dapat terpantau dengan baik, serta data kesehatan masyarakat dapat terdokumentasi secara rapi. Diharapkan kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dapat terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli, dan sejahtera.

Thumbnail
3 months ago
Dari Ruang Kelas hingga Kenangan, KKM 102 Ethora UIN Malang Tutup Pengabdian Mengajar

AISYAH EKA YURIANINGSIH

Kegiatan pengabdian mengajar mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 102 Ethora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) di SDN 01 dan SDN 02 Sumberngepoh telah resmi berakhir. Penutupan ini menjadi penanda selesainya rangkaian aktivitas mahasiswa dalam melaksanakan praktik kependidikan secara langsung di sekolah dasar sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan penutupan dilakukan pada hari yang berbeda di masing-masing sekolah.   Penutupan program pengabdian mengajar di SDN 02 Sumberngepoh berlangsung pada Senin, 20 Januari 2026, bertempat di ruang kelas 1 dan 2. Sementara itu, kegiatan penutupan di SDN 01 Sumberngepoh dilaksanakan pada Selasa, 21 Januari 2026, yang bertempat di lapangan sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Seluruh rangkaian acara di kedua sekolah berjalan dengan tertib dan penuh kekhidmatan.   Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, Kak Alex dan Kak Ani. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Bu Sofi selaku Kepala Sekolah SDN 02 Sumberngepoh serta Bu Yuyun selaku Kepala Sekolah SDN 01 Sumberngepoh. Dalam sambutannya, kedua kepala sekolah mengucapkan terima kasih sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa KKM 102 Ethora atas kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Mereka juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam membantu proses pembelajaran serta memberikan dampak positif bagi para siswa.   Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter yang menampilkan perjalanan KKM 102 Ethora selama melaksanakan program mengajar di kedua sekolah. Suasana menjadi semakin haru saat para mahasiswa menyampaikan pesan perpisahan kepada siswa-siswi. Momen tersebut dipenuhi rasa kebersamaan dan emosi, hingga banyak mahasiswa maupun siswa yang meneteskan air mata sebagai wujud kedekatan yang telah terjalin.   Beberapa perwakilan siswa juga turut menyampaikan rasa sedih dan ucapan perpisahan atas berakhirnya kegiatan pengabdian mengajar tersebut. Acara selanjutnya diisi dengan pembacaan kesan dan pesan dari siswa-siswi yang sebelumnya dituliskan pada sticky notes sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan bagi kakak-kakak mahasiswa KKM 102 Ethora.   Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan bernyanyi bersama serta sesi dokumentasi berupa pengambilan foto dan pembuatan konten bersama. Penutupan pengabdian mengajar ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat nilai kekeluargaan. Meski program KKM 102 Ethora telah selesai, pengalaman serta kesan positif selama kegiatan di SDN 01 dan SDN 02 Sumberngepoh diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa UIN Malang di masa mendatang.

Thumbnail
3 months ago
Kerja Bakti Mahasiswa KKM PARAMITA YASA 32 UIN MALANG Bersama Warga Di Wisata Umbulan Desa Ngadireso

WILDALIA FARAH RAHMADANI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 32 Paramita Yasa Kecamatan Poncokusumo, melaksanakan kegiatan kerja bakti di lokasi Wisata Umbulan Desa Ngadireso pada Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan melibatkan partisipasi aktif warga dan remaja setempat.Kerja bakti ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan kawasan wisata Umbulan sebagai salah satu potensi desa yang perlu terus dairawat bersama. Mahasiswa KKM bersama warga dan para remaja bergotong royong membersihkan area sekitar sumber mata air, jalan setapak, serta fasilitas umum yang ada di lokasi wisata tersebut.Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Kolaborasi antara mahasiswa, warga, dan remaja desa mencerminkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan. Selain sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Ngadireso. Melalui kegiatan kerja bakti ini, diharapkan kawasan wisata Umbulan dapat semakin nyaman dikunjungi serta menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan dan potensi wisata desa secara berkelanjutan. Kegiatan kerja bakti diawali dengan pembagian area pembersihan agar pekerjaan dapat berjalan efektif. Mahasiswa KKM Paramita Yasa UIN Malang bersama warga dan remaja desa menyisir berbagai titik di kawasan Umbulan, mulai dari area sumber mata air, semak-semak di sekitar lokasi, hingga jalur akses pengunjung. Suasana kerja bakti berlangsung akrab dan penuh semangat kebersamaan. Selalain membersihkan lingkungan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi ringan tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata. Mahasiswa dan warga saling bertukar ide mengenai upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kebersihan Umbulan, termasuk pengelolaan sampah dan perawatan fasilitas umum. Dengan adanya kerja bakti ini, diharapkan kawasan wisata Umbulan semakin tertata dan mampu menarik minat pengunjung. Kolaborasi antara mahasiswa KKM Paramita Yasa UIN Malang, warga, dan remaja setempat menjadi contoh nyata sinergi dalam mendukung pengembangan potensi wisata desa secara berkelanjutan.