Thumbnail
3 months ago
KKM 112 UIN Malang Menyelenggarakan Sosialisasi Ketahanan Mental bersama Anak Yatim

MUHAMMAD GILANG ADITYACHANDRA

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan, baik dari segi fisik, kemampuan berpikir, maupun aspek psikososial. Perubahan-perubahan tersebut menuntut kesiapan mental yang baik agar remaja mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berkembang. Tanpa kesiapan tersebut, proses adaptasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi remaja, terutama dalam menghadapi tekanan sosial dan perubahan peran. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terarah untuk membekali remaja dengan kemampuan psikologis yang memadai. Merespon kebutuhan tersebut, Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 112 meyelenggarakan sebuah program sosialisasi strategis pada tanggal 24 januari 2026 dengan judul "Tumbuh Kuat Menjadi HERO di Tengah Perubahan". Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan mental dan psikologis, khususnya bagi anak-anak yatim usia remaja, agar mereka mampu tumbuh menjadi individu yang lebih kuat, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep HERO, yang merupakan akronim dari empat elemen kunci ketahanan mental: Hope (Harapan), Efficacy (Keyakinan Diri), Resilience (Ketangguhan), dan Optimism (Optimisme).   Bapak Muh. Anwar Fu'ady menjelaskan, "Perubahan yang dialami anak pada masa remaja, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial, menuntut kesiapan mental yang kuat agar dapat dihadapi secara positif. Oleh karena itu, penanaman karakter HERO yang mencakup Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan." Dalam sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Bapak Muh. Anwar Fu'ady, S.Psi., M.A peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui pembagian worksheet yang berisi sejumlah pertanyaan terkait evaluasi diri. Lembar kerja tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan kondisi diri, potensi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengisi worksheet tersebut dengan cermat dan penuh perhatian. Setelah sesi pengisian selesai, beberapa perwakilan peserta secara sukarela maju ke depan untuk menyampaikan hasil refleksi dan jawaban mereka, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif.    Penyerahan Sertifikat dari Ketua KKM 112 kepada Pemateri: Selain pemberian materi psikoedukatif, kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar peserta. Para peserta menerima paket gizi gratis yang disalurkan oleh Lembaga Yatim Mandiri serta paket RendangMU yang diberikan oleh Lembaga Lazismu. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan yang diberikan oleh Masjid Al-Falah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Pemberian bantuan tersebut menjadi wujud perhatian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yatim, sekaligus memperkuat tujuan kegiatan dalam mendukung tumbuh kembang remaja secara holistik, baik dari aspek psikologis maupun fisik.

Thumbnail
3 months ago
Seminar Parenting bersama Mahasiswa KKM UIN Malang

AHMAD TIO WIBISANA

Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 124 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar parenting bersama masyarakat Bantaran pada 25 Januari 2026 di Masjid Tawakkal, Jalan Bantaran, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh warga setempat, khususnya para orang tua. Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola asuh anak yang tepat sejak usia dini hingga dewasa. Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKM dalam mendukung peningkatan kualitas keluarga dan pendidikan anak di lingkungan masyarakat. Seminar menghadirkan dua narasumber. Pemateri pertama, Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd., C.Ht., dosen UIN Malang, menyampaikan materi tentang parenting dari perspektif umum. Ia menekankan pentingnya perhatian orang tua pada setiap tahap perkembangan anak untuk mengenali potensi serta kelemahan anak sejak dini. “Dalam setiap perkembangan anak, sepatutnya semua orang tua selalu memberikan perhatian pada setiap masa perkembangan untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan pada anak kita,” paparnya. Pemateri kedua, Ir. Zainal Arifin, M.M., membahas pola asuh anak dalam perspektif Islam. Penyampaian materi berlangsung komunikatif dan disertai pengenalan Family Corner, yaitu ruang layanan dan pendampingan keluarga yang menyediakan edukasi, konsultasi, serta penguatan ketahanan keluarga. Di wilayah Malang, Family Corner menjadi wadah kolaboratif antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan instansi terkait dalam membangun keluarga yang harmonis dan berkarakter Islami. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak aktif bertanya dan berbagi pengalaman mengenai pengasuhan anak. Melalui seminar ini, mahasiswa KKM 124 UIN Malang berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong terwujudnya pola parenting yang lebih baik di lingkungan keluarga Bantaran.

Thumbnail
3 months ago
Jauh dekat sama saja

MUHAMMAD HAIDAR AMRIAL AZRA

Ini merupakan pengalaman yang cukup unik, dikarenakan kami bertiga harus menempuh jarak puluhan kilometer agar bisa melakukan kunjungan pertama.   Kami bertiga berkunjung dirumah beliau di kepanjen, hal ini dikarenakan ibu beliau sedang sakit, jadi mau tidak mau kamipun harus ikut agar bisa melakukan kunjungan, jauh dan hujan kita lewati tanpa ragu, sekalipun melewati hutan di malam yang kelam, kami tetap jalani, ini merupakan momen yang tak terlupakan untuk kami.

Thumbnail
3 months ago
rutinan mingguan pembacaan maulid diba’

MOHAMMAD ARSYIS TAWA

kita khususnya saya melakukan kegiatan rutinan mingguan yakni berupa pembacaan maulid diba'. yang di laksanakan di masjid tempat kita kkm. dan alhamdulillah masyarakat sekitar masjid ikut serta dalam acara rutinan tersebut. masyarakat juga sangat antusias dengan adanya kegiatan tersebut karena selain meramaikan masjid juga baru pertama kali mengadakan kegiatan seperti maulid diba' itu . ya alhamdulillah selama masa kkm kita kegitan tersebut berjalan dengan sangat lancar dan banyak mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Seminar Moderasi Beragama dan Anti Bullying di SMA Plus Darussalam

NAFISA AMALINA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertugas di Desa Turirejo menggelar kegiatan seminar di SMA Plus Darussalam pada Jumat, 9 Januari 2026. Seminar ini mengangkat tema "Membangun Sikap Moderat dan Etika Sosial dalam Kehidupan Remaja."   Kegiatan seminar tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya perilaku bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan edukasi kepada para siswa agar mampu saling menghargai, toleran, dan beretika dalam kehidupan sosial sehari-hari.   Dalam pemaparannya, mahasiswa KKM menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap tengah yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Selain itu, isu bullying juga menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan sosial remaja.   Para siswa SMA Plus Darussalam tampak antusias mengikuti seminar tersebut. Mereka diajak untuk berdiskusi, memahami contoh-contoh perilaku moderat, serta mengenali bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.   Kegiatan seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Diharapkan, melalui seminar ini para siswa mampu menerapkan sikap moderat, menjunjung etika sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Thumbnail
3 months ago
penanaman bawang merah dari biji

MUHAMMAD FEBRY ADISTIYANSYAH

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Ngenep mendapatkan wawasan baru mengenai teknik pembibitan bawang merah menggunakan biji yang masih jarang diterapkan di desa tersebut. Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dalam skala rumah tangga maupun skala yang lebih luas. Harapannya, kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung pertanian yang lebih inovatif dan berdaya guna bagi masyarakat Desa Ngenep