NUR ALVI AIDA NISA
Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan pawai yang diselenggarakan oleh SDN 1 Gading Kembar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan. Pawai berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Antusiasme para siswa terlihat jelas dari semangat mereka mengikuti rangkaian kegiatan, membawa atribut peringatan, serta mengikuti arahan guru dengan penuh keceriaan. Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa menyatu dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mahasiswa KKN dalam pawai ini tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu menjaga ketertiban serta memberikan dukungan moral kepada siswa. Kehadiran mahasiswa di tengah kegiatan sekolah diharapkan dapat mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan pawai peringatan Isra’ Mi’raj ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nilai religius, kebersamaan, dan disiplin bagi siswa sejak usia dini.
MUHAMMAD FIKRI HAIKAL
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
FIIMARATUS SHOLIHAH
Desa Dengkol, 6 Januari 2026 --- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kegiatan pembelajaran bersama anak-anak usia pra-PAUD di Taman Posyandu Desa Dengkol. Aktivitas ini menjadi kesempatan pertama bagi mahasiswa untuk berkenalan dengan anak-anak dan para pendidik yang biasa disapa dengan panggilan 'Bunda'. Aktivitas hari itu dimulai dengan sesi pengenalan antara mahasiswa KKM, anak-anak, dan para ibu pendamping. Suasana yang hangat dan ceria langsung terasa saat satu demi satu mahasiswa memperkenalkan diri, dan anak-anak merespons dengan antusias serta penuh rasa ingin tahu. Setelah sesi perkenalan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan belajar mewarnai. Anak-anak tampak antusias saat mengeluarkan kreativitas mereka dengan menggunakan berbagai warna pada gambar yang sudah disiapkan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM tidak hanya membantu anak-anak mewarnai gambar, tetapi juga mengajak mereka menghitung berapa banyak objek yang ada di dalam gambar, seperti jumlah hewan atau benda-benda lain yang sedang mereka warnai. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak belajar mengenali warna dan melatih kemampuan menghitung jumlah secara dasar. Tidak hanya itu, suasana semakin hidup karena ada kegiatan bernyanyi bersama. Lagu-lagu anak yang ringan dan ceria dinyanyikan bersama, membuat suasana terasa akrab dan menyenangkan. Anak-anak terlihat semangat mengikuti tarian dan nyanyian lagu, sehingga belajar terasa seperti bermain. Kegiatan ini bukan hanya ajang belajar, tapi juga cara untuk merapatkan hubungan hati antara mahasiswa KKM dengan para anak dan ibu-ibu yang mengasuh mereka. Dengan melakukan kegiatan yang sederhana tetapi bermakna ini, diharapkan anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat. Kegiatan di Taman Posyandu ini adalah bagian dari program pengabdian KKM 42 Narakarya yang bertujuan memberikan pendidikan dan pengembangan karakter anak sejak usia dini dalam bidang parenting.
NISAUL KHOTIMAH DZIL MILLATI
Kegiatan edukasi dan aktivitas fisik Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dilaksanakan bersama Puskesmas Kepanjen pada Senin, 12 Januari 2026 di Kantor Balai Desa Ngadilangkung. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 20 orang lansia, kader kesehatan, pihak Puskesmas Kepanjen, serta perwakilan anggota kelompok KKM 81 Abhinaya Bhakti yang turut membantu jalannya kegiatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh kader kesehatan sebagai bentuk aktivitas fisik ringan untuk menjaga kebugaran peserta Prolanis. Setelah senam, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian daftar hadir serta pemeriksaan kesehatan dasar. Pemeriksaan tersebut meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut, serta pengecekan tekanan darah (tensi) yang dilakukan oleh kader kesehatan dengan bantuan perwakilan peserta kelompok KKM 81 Abhinaya Bhakti. Selain pemeriksaan dasar, setiap para lansia juga menjalani pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh, karena gula darah yang terlalu tinggi dapat berdampak pada kesehatan. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi kesehatan lansia dapat dipantau lebih baik sehingga risiko masalah kesehatan dapat dicegah sejak dini. Kegiatan ditutup dengan sesi konsultasi kesehatan bersama pihak Puskesmas Kepanjen. Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta edukasi terkait pengelolaan penyakit kronis dan penerapan pola hidup sehat. Melalui kegiatan Prolanis ini, diharapkan peserta lansia semakin memahami kondisi kesehatannya dan termotivasi untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.
R FADYA NURHANEYSA
Kegiatan Posyandu di Dusun Lesti kembali diselenggarakan dengan melibatkan mahasiswa KKM Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan. Sejak pagi, para ibu mulai berdatangan ke lokasi Posyandu sambil mengajak anak-anak mereka. Interaksi akrab antarwarga terlihat jelas melalui sapaan dan percakapan ringan, mencerminkan bahwa Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan interaksi sosial masyarakat. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan tahap pendaftaran peserta. Para ibu mengunjungi meja registrasi secara teratur untuk mencatat kehadiran serta mengisi data kesehatan ibu dan anak. Petugas Posyandu melayani setiap peserta dengan penuh kesabaran, melakukan pencatatan data secara teliti, serta memastikan seluruh informasi yang dicatat dengan baik. Suasana di area pendaftaran berlangsung kondusif dan santai, diselingi percakapan ringan mengenai jadwal kegiatan, kondisi kesehatan, maupun perkembangan anak. Tahap registrasi menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan Posyandu karena berperan dalam mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak secara berkesinambungan. Keterlibatan mahasiswa KKM turut memberikan kontribusi positif dalam kelancaran kegiatan, baik dalam mengarahkan peserta maupun membantu proses administrasi sederhana, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
ANINDIA DITA CAHYANI
Desa Dengkol, 1 Februari 2026 - Mahasiswa KKM Narakarya dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggandeng Malang Utara Running Club (MALTARA Runners) dan Cafe Embung, sebuah usaha milik desa, untuk menggelar acara lari bersama edisi kedua. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari event serupa yang telah diselenggarakan sebelumnya. Event lari Vol.2 ini dirancang untuk melanjutkan kolaborasi antara komunitas lari dan usaha milik desa. Keterlibatan KKM Narakarya diharapkan mampu menarik lebih banyak partisipan serta memberi manfaat nyata bagi warga setempat. Acara tidak hanya berisi kegiatan lari, tetapi juga diwarnai dengan berbagai permainan. Antusiasme peserta semakin tinggi berkat hadiah-hadiah menarik yang sudah disiapkan panitia. Hal ini menciptakan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan Cafe Embung kepada masyarakat lebih luas. Dengan menjadikan cafe tersebut sebagai titik sentral acara, diharapkan tempat ini semakin dikenal sebagai ruang publik desa yang mendukung kegiatan olahraga dan komunitas.