Thumbnail
8 months ago
KKM Reguler 114 UIN Malang Gelar Future Talk, Bangun Kesadaran Remaja tentang Pendidikan dan Pernikahan Dini

MUHAMAD TAUFIK HIDAYAT

Malang, 29 Januari 2026 – Siswa-siswi kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari, Malang, dipenuhi semangat saat mengikuti acara Future Talk bertema "Aku, Mimpiku, dan Masa Depanku". Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari realitas bahwa banyak remaja SMP masih berada pada fase pencarian jati diri dan belum memiliki orientasi masa depan yang jelas. Di tengah pengaruh lingkungan dan tekanan sosial, remaja kerap dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup yang berisiko, salah satunya pernikahan dini. Kurangnya pemahaman mengenai dampak psikologis, pendidikan, dan kesehatan membuat isu ini masih relevan untuk dibahas. Oleh karena itu, Future Talk menjadi ruang edukatif yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran remaja agar lebih bijak dalam merencanakan hidupnya. Kegiatan Future Talk dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari. Acara dibuka oleh MC dengan suasana santai namun penuh semangat, sehingga mampu mencairkan atmosfer sebelum peserta memasuki sesi inti. Selanjutnya, dosen pendamping lapangan memberikan sambutan singkat dengan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peserta. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan guru SMP Islam Sultan Agung yang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut serta menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat dan motivasi belajar para siswa. Setelah rangkaian sambutan, moderator mengambil alih jalannya acara dan memperkenalkan pemateri. Kak Norma Hasanatul Magfiroh, alumni Program Fast Track Magister Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian dipersilakan untuk menyampaikan materi utama dalam kegiatan Future Talk. Sejak awal pemaparan, Kak Norma berhasil menarik perhatian peserta melalui gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan dunia remaja. Ia membuka materi dengan pertanyaan reflektif tentang mimpi dan masa depan, mengajak siswa untuk mulai berani bertanya pada diri sendiri: “Apa yang ingin aku capai dan bagaimana langkah kecilku hari ini?” Dalam sesi materi, Kak Norma menekankan bahwa setiap remaja berhak memiliki mimpi. Ia menjelaskan konsep perencanaan hidup sebagai sebuah “tangga”, di mana siswa SMP berada pada anak tangga awal. Remaja tidak harus langsung mengetahui akan menjadi apa di masa depan, tetapi perlu mulai dari hal sederhana seperti belajar dengan sungguh-sungguh, membangun kebiasaan baik, dan mengasah keterampilan diri. Kak Norma juga mengajak peserta mengenali potensi diri. Ia menegaskan bahwa potensi tidak selalu identik dengan nilai akademik atau peringkat kelas. Kemampuan berbicara, kepemimpinan, kreativitas, hingga kepekaan sosial merupakan bentuk potensi yang sama berharganya. Menurutnya, minat dan bakat bukan untuk ditunggu, melainkan dilatih melalui keberanian mencoba dan konsistensi. Selain itu, materi juga membahas pentingnya menjaga diri dalam pergaulan. Kak Norma memperkenalkan konsep batas diri dan keberanian berkata “tidak” terhadap hal-hal yang membuat tidak nyaman. Ia mengingatkan bahwa remaja berhak atas tubuh, waktu, dan masa depannya sendiri. Pada bagian ini, peserta diajak memahami bahwa menjaga diri adalah bentuk tanggung jawab terhadap mimpi dan masa depan yang ingin diraih. Topik pernikahan dini disampaikan dengan bahasa yang ringan namun bermakna. Kak Norma menjelaskan bahwa pernikahan dini kerap berdampak pada terhentinya pendidikan, ketidaksiapan mental, serta risiko kesehatan ibu dan anak. Menunda pernikahan, menurutnya, bukan berarti menolak cinta, melainkan bentuk ikhtiar untuk menjaga masa depan agar tetap terbuka luas. Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi melalui aktivitas Pohon Harapan. Para siswa diminta menuliskan satu mimpi tentang diri mereka di masa depan serta satu sikap positif yang akan mulai dilakukan dari sekarang. Kertas-kertas harapan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon simbolik yang telah disiapkan panitia. Pada sesi ini, antusiasme peserta terlihat jelas. Siswa menuliskan cita-cita mereka dengan serius, mulai dari ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, membanggakan orang tua, hingga menjadi pribadi yang lebih disiplin dan percaya diri. Aktivitas ini menjadi momen hening namun bermakna, di mana setiap peserta diajak merefleksikan arah hidupnya secara personal. Kegiatan Future Talk ditutup dengan pesan afirmatif dari pemateri yang mengajak peserta untuk percaya pada proses pertumbuhan diri. Kak Norma menegaskan bahwa masa depan tidak dimulai ketika seseorang sudah dewasa, melainkan sejak hari ini, ketika remaja berani bermimpi, menjaga diri, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Melalui kegiatan ini, KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap siswa SMP memiliki kesadaran lebih kuat tentang pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, dan sikap preventif terhadap pernikahan dini. Future Talk tidak hanya menjadi ruang berbagi materi, tetapi juga ruang refleksi yang menanamkan harapan dan komitmen baru bagi generasi muda.

Thumbnail
8 months ago
Talkshow Ekosistem Halal Dorong Penguatan UMKM di Kecamatan Wagir

ARIFAH AZWA MAQFIROH

Malang – Kelompok KKM Unggulan Halal Center 04 DarmaWidya menyelenggarakan Talkshow Ekosistem Halal bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang dan Pemerintah Kecamatan Wagir, pada Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo Kantor Kecamatan Wagir dan diikuti oleh sekitar 40 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) se-Kecamatan Wagir. Mengusung tema “Penguatan UMKM Menuju Daya Saing Unggul melalui Ekosistem Halal”, talkshow ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya penerapan ekosistem halal sebagai strategi penguatan daya saing usaha, khususnya di tingkat lokal. Acara ini dihadiri oleh Camat Wagir, Ketua dan Sekretaris Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sekretaris LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 4, serta para pelaku UMK yang menjadi peserta utama kegiatan. Dalam sambutannya, Camat Wagir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem halal merupakan peluang besar bagi UMKM di Kecamatan Wagir untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan standar konsumen yang semakin berkembang. Sementara itu, perwakilan Halal Center UIN Malang menjelaskan bahwa ekosistem halal tidak hanya terbatas pada sertifikasi halal, tetapi juga mencakup proses produksi, pengemasan, pemasaran, hingga pengelolaan usaha yang sesuai dengan prinsip halal dan thayyib. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat memperoleh wawasan dan motivasi untuk meningkatkan profesionalitas usahanya. Perwakilan dari KPw Bank Indonesia Cabang Malang turut memberikan pemaparan terkait dukungan dan peran Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM, khususnya melalui penguatan ekosistem halal sebagai salah satu pilar pengembangan ekonomi daerah. Melalui talkshow ini, Kelompok KKM Unggulan Halal Center 04 DarmaWidya berharap dapat menjadi jembatan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM dalam mendorong terwujudnya UMKM yang berdaya saing unggul dan berkelanjutan di Kecamatan Wagir.  

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM Perkuat Pemahaman Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan

NANDA FITRIYAH

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

Thumbnail
8 months ago
Anti Bullying

DRAJAT SALSABIL SYIFA` UNNAJWA

Dusun Sukamade, yang terletak di wilayah Kabupaten Banyuwangi dan termasuk dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri, mencerminkan realitas pendidikan di daerah terpencil dengan berbagai dimensi keterbatasan. Terletak di lingkungan yang dikelilingi ekosistem hutan dan memiliki aksesibilitas jalan yang terbatas, upaya untuk memelihara motivasi belajar pada peserta didik menjadi tantangan yang kompleks. Pada tanggal 5 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi yang fokus pada dua tema utama: motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta pencegahan kenakalan remaja dan bullying di SMPN 3 Pesanggaran (sekolah satu atap). Penyerahan dan Respon Pihak Sekolah Kegiatan tersebut diresmikan dengan penerimaan langsung oleh Kepala Sekolah SMPN 3 Pesanggaran, Supiyanto (dikenal sebagai Pak Pi), pada pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Pihak sekolah menyambut kehadiran tim KKM dengan sikap yang terbuka dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan. Menurut Supiyanto (2026), kehadiran mahasiswa memberikan kontribusi yang signifikan karena peserta didik di wilayah tersebut memerlukan dorongan yang berkelanjutan terkait kelanjutan pendidikan. Ia juga mengemukakan harapan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan dengan durasi yang lebih panjang untuk meningkatkan dampak yang dihasilkan. Selain itu, Kepala Sekolah menekankan pentingnya menyampaikan pesan terkait urgensi pendidikan lanjutan kepada siswa. Data yang diungkapkannya menunjukkan bahwa proporsi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Dusun Sukamade yang melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) masih sangat rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berkaitan, dengan rendahnya motivasi dari kalangan orang tua sebagai faktor utama. Sebagian besar orang tua beranggapan bahwa pendidikan sampai jenjang SMP sudah mencukupi dan lebih mengutamakan agar anak membantu pekerjaan keluarga atau terlibat dalam aktivitas ekonomi lokal seperti bekerja di kebun (Supiyanto, 2026). Selain faktor keluarga, lingkungan sosial juga berperan dalam membentuk persepsi siswa terkait orientasi pendidikan mereka. Faktor Geografis dan Infrastruktur sebagai Hambatan Tantangan lain yang tidak kalah signifikan berasal dari faktor geografis. Sebagai bagian dari kawasan taman nasional, akses jalan menuju Dusun Sukamade sangat terbatas, terutama pada musim hujan di mana sungai yang menjadi jalur utama sering mengalami luapan air. Kondisi ini menyebabkan siswa tidak dapat melakukan perjalanan ke sekolah, seperti yang terjadi pada hari pelaksanaan kegiatan di mana 10 dari total 27 siswa kelas VII dan VIII tidak dapat hadir akibat banjir yang terjadi pada malam sebelumnya (Supiyanto, 2026). Selain aksesibilitas yang terbatas, ketiadaan lembaga pendidikan SMA di wilayah Sukamade menjadi masalah struktural yang krusial. SMA terdekat berlokasi di Desa Sarongan dengan jarak sekitar 10 kilometer, namun perjalanan membutuhkan waktu hampir tiga jam melalui jalan berbatu dan kawasan hutan. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar orang tua merasa tidak nyaman untuk menyekolahkan anaknya di lokasi yang jauh dari rumah. Implementasi Kegiatan Sosialisasi Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, tim mahasiswa KKM UIN Malang mengimplementasikan kegiatan sosialisasi dengan pendekatan dialogis yang disesuaikan dengan konteks dan kondisi siswa. Materi yang disampaikan mencakup dua komponen utama: 1. Motivasi melanjutkan pendidikan: Mahasiswa berbagi pengalaman perjalanan pendidikan mereka, termasuk tantangan yang pernah dihadapi, dengan tujuan untuk memperluas wawasan siswa bahwa pendidikan tinggi merupakan hal yang dapat diraih meskipun berasal dari daerah terpencil. 2. Pencegahan kenakalan remaja dan bullying: Siswa diajak untuk memahami berbagai bentuk bullying serta dampaknya terhadap individu korban dan lingkungan sekolah secara keseluruhan. Sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa tujuan utama dari sosialisasi adalah untuk membangun kesadaran pada siswa agar berani memiliki impian dan memahami bahwa pendidikan dapat menjadi instrumen perubahan kehidupan (Anggota Tim KKM, 2026). Refleksi terhadap Dampak Kegiatan Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa permasalahan pendidikan di daerah terpencil tidak dapat dipisahkan dari kompleksitas faktor aksesibilitas, lingkungan sosial, dan dukungan keluarga. Meskipun kehadiran tim KKM tidak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan dalam jangka pendek, kegiatan tersebut berperan sebagai wadah untuk membangun dialog, meningkatkan kesadaran, dan memperkuat motivasi pada peserta didik serta pihak sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi pendidikan di daerah terpencil membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif antara berbagai pihak terkait

Thumbnail
8 months ago
Langkah Awal Pengabdian Pembukaan KKM Kelompok 64 Ganiswara Desa Arjosari

DWI ANDINA PUTRI

Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 64 Ganiswara telah resmi dilaksanakan di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi blog pertama yang kami tulis sebagai salah satu tugas sekaligus syarat dari rangkaian kegiatan KKM. Momen ini juga menjadi penanda dimulainya pengabdian kami secara resmi di tengah masyarakat Desa Arjosari. Meskipun pembukaan merupakan kegiatan formal pertama, sebelumnya kami telah melaksanakan beberapa program kerja awal sebagai bentuk adaptasi dan pengenalan lingkungan. Program tersebut meliputi mengajar TPQ, berjamaah di masjid, kegiatan One Day One Juz, serta melakukan soan ke beberapa perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Kegiatan awal ini menjadi langkah penting dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sebelum pelaksanaan pembukaan secara resmi. Berdasarkan arahan dari perangkat desa, pembukaan KKM dianjurkan untuk dilaksanakan setelah cuti bersama, yaitu pada tanggal 2 Januari 2026, agar persiapan lebih matang serta memungkinkan perangkat desa dan masyarakat hadir secara maksimal. Oleh karena itu, kami memanfaatkan waktu sebelumnya untuk mempersiapkan segala kebutuhan kegiatan dengan sebaik mungkin agar acara dapat berjalan dengan lancar. Seluruh keperluan acara seperti sound system dan proyektor disediakan oleh pihak desa, yang sangat membantu kelancaran kegiatan. Selain itu, kami juga melaksanakan gladi kotor dan gladi bersih H-1 sebagai bentuk kesiapan teknis. Tidak hanya itu, kegiatan persiapan juga diiringi dengan kerja bakti di Balai Desa Arjosari yang dilakukan bersama-sama untuk membersihkan dan menata lokasi acara pembukaan. Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan dosen pembimbing yang menghampiri kami di posko. Sekitar pukul 08.20 WIB, kami bersama dosen pembimbing menuju lokasi pembukaan, yaitu Balai Desa Arjosari. Tidak lama kemudian, Kepala Desa Arjosari tiba sekitar pukul 08.30 WIB, disusul dengan persiapan akhir sebelum acara dimulai. Acara pembukaan KKM dimulai pada pukul 08.50 WIB dan berakhir pada pukul 10.40 WIB. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari ketua kelompok KKM 64 Ganiswara, dilanjutkan sambutan dari dosen pembimbing, dan kemudian sambutan dari kepala desa. Setelah sambutan, dilakukan pembukaan simbolis oleh kepala desa sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Kelompok 64 di Desa Arjosari. Setelah rangkaian acara selesai, kami diajak untuk makan bersama oleh pihak desa dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Kebersamaan ini menjadi penutup yang berkesan bagi kegiatan pembukaan KKM. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menjalankan seluruh program kerja dengan lancar serta memberikan kontribusi positif dan bermanfaat bagi masyarakat Desa Arjosari selama masa pengabdian berlangsung.

Thumbnail
8 months ago
Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor

DEWI MASRUROH

https://arkanasvara.blogspot.com/2026/01/kelompok-kkm-arkanasvara-26.html?m=1 Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor 4 Januari 2026 Masjid Noor menggelar Shalawat dan Tabligh Akbar pada Selasa, 31 Desember 2025, yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Acara keagamaan ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar yang memadati kawasan masjid sejak sore hari.   Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam rangka memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Suasana religius terasa kental sejak awal acara hingga penutupan.   Lantunan shalawat yang dibawakan oleh Tim Hadrah Ar-Ridwan menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini. Alunan rebana dan shalawat yang menggema di dalam Masjid Noor berhasil mengajak jamaah untuk ikut bershalawat bersama dengan penuh kekhusyukan dan semangat. Penampilan Tim Hadrah Ar-Ridwan mendapat sambutan hangat dari para jamaah yang tampak larut dalam suasana penuh keberkahan.   Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya memperbanyak shalawat, menjaga akhlak, serta mempererat persaudaraan sesama umat Islam. Tausiyah tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah. Dalam mendukung lancarnya kegiatan, Kelompok KKM Arkanasvara 26 turut berkontribusi aktif sebagai bagian dari tim pendukung acara. Kelompok KKM ini bertugas melakukan packing makanan ringan serta membagikan konsumsi kepada jamaah yang hadir. Meski hujan turun cukup deras di sela-sela acara, para anggota KKM tetap menjalankannya dengan penuh tanggung jawab, kekompakan, dan koordinasi yang baik antaranggota.   Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, anggota KKM Arkanasvara 26 terlihat sigap dan pantang menyerah dalam menyiapkan serta membagikan makanan kepada jamaah. Dengan tetap menjaga kenyamanan dan kenyamanan, mereka memastikan seluruh jamaah menerima konsumsi secara merata. Peran tersebut sangat membantu panitia utama, terutama dalam mengatur kebutuhan konsumsi bagi jamaah yang jumlahnya cukup banyak.   Kondisi hujan yang merusak kawasan masjid tidak menyurutkan semangat seluruh pihak yang terlibat. Jamaah tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sementara panitia dan relawan terus bekerja memastikan kegiatan berjalan lancar. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas di tengah suasana hujan yang menambah kesan khidmat dan haru.   Pengurus Masjid Noor menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Tim Hadrah Ar-Ridwan, Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil, serta Kelompok KKM Arkanasvara 26, yang telah memberikan kontribusi besar dalam menyukseskan acara Shalawat dan Tabligh Akbar yang bertahan dalam tantangan cuaca.   Dengan adanya kerja sama yang solid antara panitia, pengurus masjid, mahasiswa KKM, dan masyarakat, acara Shalawat dan Tabligh Akbar di Masjid Noor tetap dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Suasana hujan justru menambah nilai spiritual dan memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan keagamaan tersebut. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai Islam di lingkungan masyarakat.