ADIRA NAURIA FITRI RAMADANI
https://arkanasvara.blogspot.com/2026/01/kelompok-kkm-arkanasvara-26.html Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor Januari 04, 2026 Masjid Noor menggelar Shalawat dan Tabligh Akbar pada Selasa, 31 Desember 2025, yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Acara keagamaan ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar yang memadati area masjid sejak sore hari. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam rangka memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Suasana religius terasa kental sejak awal acara hingga penutupan. Lantunan shalawat yang dibawakan oleh Tim Hadrah Ar-Ridwan menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara ini. Alunan rebana dan shalawat yang menggema di dalam Masjid Noor berhasil mengajak jamaah untuk ikut bershalawat bersama dengan penuh kekhusyukan dan semangat. Penampilan Tim Hadrah Ar-Ridwan mendapat sambutan hangat dari para jamaah yang tampak larut dalam suasana penuh keberkahan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengajian dan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya memperbanyak shalawat, menjaga akhlak, serta mempererat persaudaraan sesama umat Islam. Tausiyah tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah. Dalam mendukung kelancaran kegiatan, Kelompok KKM Arkanasvara 26 turut berkontribusi aktif sebagai bagian dari tim pendukung acara. Kelompok KKM ini bertugas melakukan packing makanan ringan serta membagikan konsumsi kepada jamaah yang hadir. Meski hujan turun cukup deras di sela-sela acara, para anggota KKM tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, kekompakan, dan koordinasi yang baik antaranggota. Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, anggota KKM Arkanasvara 26 terlihat sigap dan pantang menyerah dalam menyiapkan serta mendistribusikan makanan kepada jamaah. Dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan, mereka memastikan seluruh jamaah menerima konsumsi secara merata. Peran tersebut sangat membantu panitia utama, terutama dalam mengatur kebutuhan konsumsi bagi jamaah yang jumlahnya cukup banyak. Kondisi hujan yang menyelimuti area masjid tidak menyurutkan semangat seluruh pihak yang terlibat. Jamaah tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sementara panitia dan relawan terus bekerja memastikan kegiatan berjalan lancar. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas di tengah suasana hujan yang menambah kesan khidmat dan haru. Pengurus Masjid Noor menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Tim Hadrah Ar-Ridwan, Habib Achmad Jamal bin Thoha Baagil, serta Kelompok KKM Arkanasvara 26, yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan acara Shalawat dan Tabligh Akbar tersebut meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca. Dengan adanya kerja sama yang solid antara panitia, pengurus masjid, mahasiswa KKM, dan masyarakat, acara Shalawat dan Tabligh Akbar di Masjid Noor tetap dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh keberkahan. Suasana hujan justru menambah nilai spiritual dan memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan keagamaan tersebut. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan umat dan penguatan nilai-nilai Islam di lingkungan masyarakat.
AHMAD MUHAMMAD MOZA ZANJABILA AKMAR
https://arkanasvara.blogspot.com/2026/01/kkm-arkanasvara-jalin-kerja-sama-dengan.html?m=1 Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arkanasvara mengadakan pertemuan dengan organisasi Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Malang pada Selasa, 6 Januari 2026. Pertemuan ini dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus koordinasi awal terkait rencana program pengabdian masyarakat di bidang pendidikan keagamaan. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKM Arkanasvara menyampaikan rencana mereka untuk berpartisipasi aktif sebagai tenaga pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Program ini bertujuan membantu proses pembelajaran membaca dan memahami Al-Qur’an bagi anak-anak, serta mendukung kegiatan pendidikan keagamaan yang telah berjalan di lingkungan masyarakat. Kelompok KKM Arkanasvara merencanakan kegiatan mengajar ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Sabtu, dan mulai dilaksanakan pada 7 Januari 2026. Para mahasiswa akan berperan sebagai guru pendamping yang membantu proses belajar mengajar di TPQ sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama. Pihak Fatayat NU Malang menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Menurut perwakilan Fatayat NU Malang, keterlibatan mahasiswa KKM diharapkan dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta menambah semangat dan motivasi belajar anak-anak di TPQ. Selain itu, kerja sama ini dinilai mampu mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga turut berkontribusi langsung dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan keagamaan. Dengan adanya program mengajar di TPQ ini, kelompok KKM Arkanasvara berharap dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
IDA KUMALA
Upaya pencegahan stunting terus dilakukan melalui berbagai pendekatan edukatif yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Workshop Mochi Stunting yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 32 pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Ngadireso. Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh warga desa dengan antusias.Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia KKM yang menjelaskan latar belakang serta tujuan kegiatan. Workshop ini dirancang sebagai sarana edukasi gizi bagi masyarakat, khususnya dalam memahami pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau dan bernilai gizi tinggi. Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan penyampaian materi mengenai stunting, mulai dari pengertian, dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan anak, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara komunikatif dan sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demo memasak pembuatan mochi sehat berbahan dasar singkong. Dalam sesi ini, mahasiswa KKM mempraktikkan langsung proses pengolahan singkong menjadi kudapan bergizi, sekaligus menjelaskan manfaat singkong sebagai sumber karbohidrat alternatif yang baik untuk menunjang asupan gizi keluarga. Melalui workshop ini, diharapkan masyarakat Desa Ngadireso dapat memperoleh wawasan baru mengenai pencegahan stunting serta terinspirasi untuk mengolah pangan lokal menjadi kudapan sehat dan bergizi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung peningkatan kesadaran gizi dan kesehatan masyarakat desa.
MUHAMMAD ALFIN NURULLAH
MALANG, 16 JANUARI 2026 - Dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan sejak dini, TPQ Al-Basyirah menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an, Imtihan, dan Peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan Launching TPQ Al-Basyirah, bertempat di Masjid Al – Basyirah, Bumiayu, Kedungkandang, Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at ,16 Januari 2026 , dan diikuti oleh santri TPQ Al-Basyirah, wali santri, pengurus TPQ, tokoh masyarakat, serta didampingi oleh mahasiswa KKN Luminara. Acara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Rangkaian kegiatan dimulai dengan acara pembukaan, dilanjutkan dengan Khotmil Qur’an sebagai bentuk rasa syukur atas proses pembelajaran Al-Qur’an yang telah dilalui oleh para santri. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan Imtihan santri, yang bertujuan untuk mengukur kemampuan dan pemahaman santri dalam membaca serta menghafal Al-Qur’an. Memasuki agenda berikutnya, acara diisi dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan melalui tausiyah keagamaan. Peringatan ini dimaksudkan untuk meneladani perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.Sebagai puncak acara, dilaksanakan Launching TPQ Al-Basyirah sebagai simbol peresmian dan komitmen bersama dalam mengembangkan pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda di lingkungan sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan TPQ Al-Basyirah dapat menjadi wadah pembinaan keagamaan yang berkelanjutan serta mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan cinta Al-Qur’an. Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk digunakan sebagaimana mestinya.
MILLA`IZZATI PUTRI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
ENA NADHIFAH HAFIDH
Mahasiswa KKM Unggulan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan Fatayat yang dilaksanakan bersama ibu-ibu di Dusun Bendo, Desa Sukolilo tepatnya di RT 30. Acara ini tepatnya diselenggarakan di Musholla Babussalam. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan nilai keagamaan dan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. Acara diawali dengan pembacaan istighosah yang diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta. Suasana berlangsung tenang dan penuh kekhusyukan sebagai bentuk doa bersama untuk kebaikan dan keberkahan bagi seluruh jamaah serta masyarakat sekitar. Setelah istighosah, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai wujud cinta tanah air. Kemudian peserta bersama-sama menyanyikan Mars NU dan Hymne Fatayat yang menambah semangat kebersamaan serta meneguhkan identitas organisasi keagamaan. Mahasiswa KKM UIN Malang turut mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan sikap hormat. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan hangat dari ibu-ibu Fatayat, sehingga tercipta suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan makan camilan bersama yang semakin mempererat hubungan antar warga. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas kebersamaan yang telah terjalin. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara mahasiswa KKM UIN Malang dan ibu-ibu Fatayat, serta dapat memperkuat nilai kebersamaan, keagamaan, dan sosial di tengah masyarakat.