SALMAN MA`RUF HIDAYAT
Pagi itu, suasana di dalam ruangan berdinding putih terasa hangat, bukan hanya karena cahaya lampu yang berpijar dari langit-langit, tetapi karena semangat yang terpancar dari wajah-wajah yang hadir. Di atas hamparan karpet hijau, dua generasi duduk bersimpuh, meleburkan jarak dalam satu tujuan besar: melawan stunting. Di barisan depan, para pemuda dengan rompi krem dan almamater biru tampak bersemangat. Mereka adalah pembawa pesan, anak-anak muda yang membawa data dan ilmu tentang pentingnya gizi di zaman yang serba cepat ini. Di belakang mereka, barisan ibu-ibu dengan kerudung warna-warni tersenyum tulus. Ada sorot mata penuh harap di sana sebuah keinginan sederhana agar anak-cucu mereka tumbuh lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih kuat dari generasi sebelumnya. Percakapannya mengalir santai namun berisi. Di sela-sela sosialisasi, mereka berbagi cerita tentang tantangan pola asuh di masa kini. Ruangan itu menjadi saksi bahwa masalah stunting bukan sekadar teori di buku kesehatan, melainkan perjuangan nyata yang harus dimulai dari dapur dan pola asuh di rumah. Momen kebersamaan yang diabadikan dalam foto ini adalah bukti bahwa perubahan besar selalu dimulai dari ruang-ruang sederhana. Melalui edukasi dan sinergi, mereka tidak hanya sekedar berfoto bersama, namun juga menyediakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi yang akan datang
KHAILLA ZULVA AZAHRA
Mengingat perjalanan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kami yang akan segera berakhir pada tanggal 3 Februari 2026, kami memutuskan untuk melaksanakan penutupan program pendidikan lebih awal. Langkah ini diambil agar proses transisi dan pamitan kepada adik-adik serta warga dapat berjalan dengan khidmat dan terencana. Dua agenda utama, yakni Bimbingan Belajar (Bimbel) dan TPQ, menjadi fokus penutupan kami karena kedua kegiatan inilah yang paling intens menghubungkan kami dengan denyut nadi pendidikan generasi muda di desa ini. Momen haru pertama terjadi pada tanggal 29 Januari 2026, saat kami secara resmi menutup kegiatan Bimbel. Karena program ini merupakan inisiatif khusus dari kelompok KKM kami dan kemungkinan besar tidak berlanjut setelah kami pergi, kami ingin memberikan kesan yang mendalam. Pertemuan terakhir diisi dengan pemberian hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar mereka yang luar biasa. Kami juga menyisipkan pesan-pesan motivasi agar adik-adik tetap rajin belajar dan berani mengejar cita-cita, meski tidak lagi didampingi oleh kakak-kakak mahasiswa di malam hari. Berlanjut pada tanggal 30 Januari 2026, suasana berbeda menyelimuti penutupan pengajaran kami di TPQ. Berbeda dengan bimbel, kegiatan mengaji di TPQ akan tetap berjalan seperti biasa di bawah asuhan ustadz dan ustadzah setempat. Tugas kami di sini hanyalah berpamitan sebagai pengajar tamu. Namun, momen ini menjadi sangat spesial karena dikemas dalam format "Pertemuan Wali Santri". Kehadiran penanggung jawab serta pendiri TPQ memberikan bobot lebih pada pertemuan ini, menandai pentingnya sinergi antara pengajar dan orang tua dalam mendidik karakter anak. Dalam pertemuan tersebut, pendiri TPQ menyampaikan poin krusial mengenai peran orang tua sebagai pengawas utama anak. Beliau menekankan bahwa orang tua harus benar-benar memastikan anak-anak mereka sampai ke masjid untuk mengaji, bukan justru berbelok untuk bermain di lapangan desa. Pesan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan agama membutuhkan kedisiplinan yang dimulai dari rumah. Selain itu, dibahas pula mengenai transparansi administrasi terkait setoran keuangan bulanan TPQ yang sangat diperlukan untuk menunjang fasilitas dan kelancaran kegiatan belajar mengajar ke depannya. Acara semakin dinamis saat memasuki sesi tanya jawab antara wali santri dan pengurus TPQ. Di sini, para orang tua mendapatkan ruang untuk mengekspresikan keluh kesah serta kebingungan mereka dalam mendampingi proses belajar anak di rumah. Pihak pengurus menyambut setiap pertanyaan dengan terbuka, memberikan solusi, dan penjelasan yang mencerahkan. Dialog dua arah ini membuktikan bahwa kepedulian warga terhadap kualitas pendidikan Al-Quran di desa ini sangatlah tinggi, sebuah hal yang sangat melegakan bagi kami sebelum meninggalkan posko. Rangkaian kegiatan perpisahan ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi kelompok KKM kami. Ada rasa bangga melihat bibit-bibit semangat yang tumbuh di kelas bimbel dan keteguhan sistem di TPQ. Kami menyadari bahwa meskipun pengabdian kami bersifat sementara, hubungan emosional dan ilmu yang sempat terbagi akan tetap menetap. Kami berharap, Masjid Nuurul Jadiid dan rumah-rumah warga akan terus menjadi saksi bisu tumbuh kembangnya generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah, jauh setelah kami kembali ke kampus.
AZWIN SYAHWADI MUSTAJAB
Grand Opening dan Pemaparan Program Kerja KKM Desa Batujai Dalam rangka menandai dimulainya kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Batujai, telah dilaksanakan acara Grand Opening dan Pemaparan Program Kerja KKM Desa Batujai yang bertempat di Kantor Desa Batujai. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, serta dihadiri oleh perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, mahasiswa KKM, dan tamu undangan lainnya. Persiapan dan Registrasi Peserta Kegiatan diawali pada pukul 08.00–09.00 WITA dengan persiapan panitia yang dikoordinasikan langsung oleh anggota KKM Desa Batujai. Selanjutnya, pada pukul 09.00–09.30 WITA, dilakukan registrasi peserta dan konsumsi, yang ditangani oleh panitia guna memastikan kelancaran acara sejak awal. Grand Opening Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WITA dengan rangkaian Grand Opening. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah yang di bacakan oleh saudara M. Rizal Fahmi, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang di pandu oleh saudari Lily Annisa Fitri sebagai bentuk penghormatan dan penanaman nilai nasionalisme. Sesi ini dipandu oleh MC Dwi Silviana Putri dengan petugas tilawah dan pendukung acara lainnya. Sambutan-Sambutan Memasuki acara inti, pada pukul 09.35–10.15 WITA, disampaikan beberapa sambutan penting sebagai bentuk dukungan dan arahan terhadap pelaksanaan KKM, antara lain: Sambutan dari Ketua KKM, Sambutan dari Kepala Desa Batujai, Sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) secara online, Sambutan-sambutan ini menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam menjalankan program kerja yang bermanfaat dan berkelanjutan. Pemaparan Program Kerja KKM Pada pukul 10.15–11.25 WITA, acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja KKM Desa Batujai oleh perwakilan mahasiswa yaitu Azwin Syahwadi Mustajab. Dalam sesi ini, dijelaskan berbagai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian, mencakup bidang pendidikan, sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penyerahan Simbolis dan Penutup Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM, dilakukan penyerahan simbolis kepada pihak Desa Batujai dengan penyematan id card yang diwakili ketau kelompok KKM Batujai pada pukul 11.25–11.30 WITA. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh saudara M.Raindra Farizki pada pukul 11.30–11.35 WITA, yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, sebagai harapan agar seluruh kegiatan berjalan lancar dan diberi keberkahan. Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama pada pukul 11.35–11.40 WITA sebagai bentuk arsip dan kenang-kenangan atas terselenggaranya acara Grand Opening KKM Desa Batujai. Penutup Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KKM dapat menjalankan seluruh program kerja dengan baik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Batujai. Acara ini juga menjadi awal dari kolaborasi yang positif antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
NANDA ZADINA KHANSA` HAQ
https://kkm22multividahikmara.blogspot.com/2026/01/menanam-benih-iman-sejak-dini.html Malang , Minggu 21 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 memperingati ISRA' MI'RAJ KB-TK Masjid Agung Jami' Malang Di balik pagar warna-warni KB-TK Masjid Agung Jami' Malang, suasana pagi terasa jauh lebih semarak dari hari biasanya. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan lantunan shalawat yang diputar di halaman sekolah. Pada hari tersebut, Mahasiswa KKM Kelompok 22 hadir membawa misi istimewa: merayakan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW bersama tunas-tunas muda harapan bangsa. Memperingati Isra Mi'raj di tingkat KB dan TK membutuhkan kreativitas ekstra. Mahasiswa Kelompok 22 menyadari bahwa peristiwa agung ini tidak bisa disampaikan hanya dengan ceramah panjang. Maka, mereka menyulap ruang kelas menjadi panggung dongeng yang interaktif. Dengan menggunakan media visual yang menarik dan bahasa yang sederhana, mahasiswa bercerita tentang perjalanan malam Rasulullah mengendarai Buraq . Mata anak-anak tampak berbinar penuh rasa ingin tahu saat kakak-kakak siswa menggambarkan betapa indahnya perjalanan menembus langit menuju Sidratul Muntaha. Di sini, Isra Mi'raj tidak lagi terasa sebagai sejarah yang berat, melainkan sebuah petualangan iman yang mengasyikkan bagi imajinasi mereka. Inti dari kegiatan ini adalah memperkenalkan "hadiah" terindah dari Isra Mi'raj, yaitu perintah shalat lima waktu. Mahasiswa Kelompok 22 mengajak adik-adik KB-TK untuk mengajarkan gerakan shalat melalui lagu-lagu Islami yang mudah diingat. "Siapa yang mau masuk surga? Ayo kita belajar shalat!" ajak salah satu siswa yang disambut dengan acungan jari mungil secara serentak. Melalui metode bermain sambil belajar, siswa menanamkan pemahaman bahwa shalat adalah cara kita berkomunikasi dengan Allah SWT. Nilai-nilai kedisiplinan dan ketaatan mulai disemaikan di hati anak-anak ini dengan cara yang sangat lembut dan penuh kasih sayang. Keterlibatan para guru KB-TK Masjid Agung Jami' menambah kehangatan acara ini. Para guru merasa terbantu dengan hadirnya energi muda dari mahasiswa KKM yang membawa inovasi dalam pemenuhan materi keagamaan. Kebersamaan ini menciptakan ekosistem belajar yang positif, di mana siswa belajar cara berkomunikasi dengan anak-anak, sementara sekolah mendapatkan warna baru dalam kegiatannya. Acara juga dimeriahkan dengan berbagai lomba sederhana bernuansa Islami, seperti membuat poster Isra' Miraj', hafalan doa pendek, dan Quis Isra' Miraj'. Setiap anak yang berani maju ke depan diberikan penghargaan berupa hadiah kecil, yang membuat wajah-wajah polos itu berseri-seri penuh kebanggaan. Peringatan Isra Mi'raj ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh siswa, diikuti dengan khidmat oleh para siswa dan seluruh siswa KB-TK. Meski berlangsung dalam durasi yang singkat, pesan yang disampaikan diharapkan menancap kuat dalam ingatan jangka panjang anak-anak. Bagi Mahasiswa KKM Kelompok 22, merayakan Isra Mi'raj di KB-TK Masjid Agung Jami' adalah sebuah pengalaman yang menyegarkan jiwa. Mereka diingatkan kembali bahwa tugas besar pengabdian dimulai dari hal yang paling mendasar: yaitu mencintai anak-anak dan membekali mereka dengan fondasi iman yang kokoh. Hari itu, di bawah naungan masjid agung yang bersejarah, satu langkah kecil telah diambil untuk membentuk generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga taat secara spiritual.
A. HABIL MAULANA
Nglebeng — Kelompok KKM Mandiri 190 Dharmabaksya menyelenggarakan seminar bertema Penguatan Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak pada 23 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Nglebeng, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu kader PKK sebagai audiens utama, dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang pola asuh, gizi, dan tumbuh kembang anak usia dini. Seminar ini menyoroti pentingnya pola makan anak yang terbentuk sejak usia dini, khususnya pada usia prasekolah. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa kebiasaan makan anak mulai terbentuk sejak usia 1–2 tahun dan sangat dipengaruhi oleh peran orang tua sebagai role model. Pada usia 4–5 tahun, anak sering mengalami fase picky eating, sehingga pendampingan orang tua dalam mengenalkan gizi seimbang menjadi krusial untuk mencegah masalah gizi jangka panjang, termasuk stunting. Salah satu Tim Penggerak PKK Desa Nglebeng, Waluyo Sri Wigati, menyampaikan bahwa materi parenting sebenarnya sudah cukup familiar bagi para kader PKK. Namun, ia menegaskan bahwa materi tentang stunting masih relatif jarang dibahas secara mendalam dalam forum kader. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya pemahaman kader, tetapi juga bagaimana materi tersebut dapat disebarluaskan kepada ibu-ibu lain di lingkungan desa agar manfaatnya lebih luas. “PR kami adalah bagaimana ibu-ibu kader yang sudah mendapatkan materi ini bisa menyampaikannya kembali kepada ibu-ibu lainnya, supaya ilmunya tidak berhenti di kader saja,” ujar Waluyo Sri Wigati. Materi seminar disampaikan oleh Eni Kuswati, Amd.Kep, yang menekankan hubungan erat antara pola asuh, kebiasaan makan anak, dan pemantauan tumbuh kembang. Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang, variasi makanan, serta keterlibatan anak dalam proses makan merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah stunting sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader PKK tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen edukasi di masyarakat, sehingga kesadaran tentang gizi dan tumbuh kembang anak dapat meningkat secara merata di Desa Nglebeng.
ASMAUL LATIFAH
Selama kegiatan KKM HIPE pada calon jamaah haji, saya merasa sangat senang karena dapat berbagi ilmu yang bermanfaat, khususnya terkait pola makan sehat dan penggunaan buku monitoring obat sebagai persiapan ibadah haji. Edukasi ini kami buat secara sederhana agar mudah dipahami oleh para jamaah, mengingat sebagian besar merupakan lanjut usia. Salah satu pengalaman menarik adalah antusiasme para jamaah, terutama para bapak-bapak, yang terlihat sangat excited saat menerima buku monitoring obat. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif bertanya dan mengisi buku tersebut dengan rutin. Bahkan, beberapa jamaah menjadi lebih rajin mencatat jadwal minum obat dan mulai memperhatikan pola makan sehari-hari setelah diberikan poster edukasi. Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa pendekatan dengan bahasa yang sederhana, contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta media edukasi yang sederhana dapat meningkatkan pemahaman dan semangat jamaah dalam menjaga kesehatannya. Pengalaman ini menjadi sangat berkesan karena saya dapat melihat langsung dampak positif dari edukasi yang diberikan sebagai langkah kecil menuju kesiapan haji yang sehat.