Thumbnail
8 months ago
DarmaWidya Mengabdi: Lika-Liku, Perjuangan, dan Capaian Sertifikasi Halal Selama 40 Hari di Desa Pandanlandung

DARA ZAHRA SALSABILA

Dari Kampus ke Desa: Awal Pengabdian Mahasiswa Sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalankan program pengabdian masyarakat di Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Selama 40 hari, seluruh anggota kelompok DarmaWidya hadir bukan sebagai tamu, melainkan sebagai mitra belajar dan pendamping masyarakat. Fokus utama pengabdian diarahkan pada sosialisasi serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebagai langkah strategis membangun ekosistem ekonomi halal berbasis komunitas. Program ini menjadi bentuk nyata implementasi tridharma perguruan tinggi—membawa ilmu dari ruang kelas untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Latar Belakang: Rendahnya Literasi Halal Pelaku UMK Pelaksanaan program dilandasi temuan awal bahwa masih banyak pelaku UMK yang: belum memahami kewajiban sertifikasi halal, memiliki keterbatasan literasi administrasi, belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), serta merasa proses legalitas usaha terlalu rumit dan menakutkan. Padahal, sertifikasi halal bukan hanya bernilai religius, tetapi juga berperan penting dalam menjamin keamanan produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing usaha di tengah kebijakan wajib halal nasional. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk hadir sebagai fasilitator sekaligus pendamping teknis. Pembekalan Profesional: Mahasiswa sebagai Pendamping P3H Sebelum terjun ke lapangan, seluruh mahasiswa mengikuti pembekalan Pendamping Proses Produk Halal (P3H). Pembekalan ini mencakup pemahaman: konsep halal–haram, alur sertifikasi halal, peran BPJPH, serta penggunaan sistem pendaftaran daring SIHALAL. Melalui proses ini, mahasiswa dipersiapkan secara akademik dan teknis agar mampu mendampingi masyarakat secara profesional, kredibel, dan solutif. Menyapa Warga: Survei dan Pendekatan Door to Door Program dimulai dengan koordinasi bersama pemerintah desa, dilanjutkan survei lapangan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi dan keberadaan pelaku usaha. Mahasiswa melakukan kunjungan langsung (door to door) ke rumah-rumah produksi. Dari interaksi tersebut terungkap bahwa sebagian besar pelaku UMK belum memahami prosedur sertifikasi dan merasa cemas menghadapi proses administrasi. Pendekatan personal inilah yang menjadi pintu masuk utama membangun kepercayaan. Pendampingan Intensif: Dari Bahan Baku hingga SIHALAL Menjawab berbagai kendala, mahasiswa memberikan pendampingan individual secara menyeluruh, meliputi: edukasi pemilihan bahan baku halal, pengecekan proses produksi, penataan sanitasi dan kebersihan, fasilitasi pembuatan NIB, hingga pengajuan sertifikasi melalui sistem SIHALAL. Pendekatan dialogis membuat pelaku usaha merasa didampingi, bukan dihakimi. Perlahan, rasa takut berubah menjadi semangat untuk berbenah. Edukasi Kolektif: Sosialisasi Desa hingga Kecamatan Selain pendampingan personal, DarmaWidya juga menggelar sosialisasi kolektif. Di tingkat desa, kegiatan dilaksanakan di Masjid Al-Firdaus Pandanlandung dengan melibatkan pelaku UMK dan warga sekitar. Sementara di tingkat kecamatan, sosialisasi dikemas dalam talkshow “Penguatan UMKM Menuju Daya Saing Unggul melalui Ekosistem Halal” di Pendopo Kecamatan Wagir, menghadirkan narasumber dari: Halal Center UIN Malang, Bank Indonesia Malang, serta dosen pendamping. Forum ini memperluas jangkauan edukasi hingga peserta dari 12 desa se-Kecamatan Wagir. Capaian Nyata: 14 UMK Resmi Bersertifikat Halal Upaya pendampingan membuahkan hasil signifikan. Dari 18 pelaku UMK yang didampingi, sebanyak 14 usaha berhasil memperoleh sertifikat halal, sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi. Capaian ini menunjukkan bahwa proses yang semula dianggap rumit ternyata dapat diselesaikan lebih cepat melalui pendampingan yang terstruktur. Produk-produk lokal kini memiliki legalitas resmi, kepercayaan konsumen meningkat, serta peluang pasar yang semakin luas. Lebih dari Sekadar Administrasi: Proses Pemberdayaan Dampak program tidak berhenti pada terbitnya sertifikat. Mahasiswa juga menyaksikan perubahan sikap pelaku usaha: yang awalnya ragu menjadi percaya diri, yang semula pasif menjadi proaktif, yang takut administrasi kini mulai melek legalitas. Transformasi ini menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya urusan dokumen, tetapi juga proses pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. DarmaWidya sebagai Jembatan Negara dan Masyarakat Selama 40 hari, DarmaWidya hadir sebagai penghubung antara kebijakan negara dan realitas pelaku usaha desa. Pendekatan humanis, partisipatif, dan berbasis komunitas terbukti efektif dalam: membangun literasi halal, menumbuhkan kepercayaan, serta memperkuat ekosistem ekonomi lokal. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berperan sebagai agen perubahan sosial. Penutup: Jejak Pengabdian yang Akan Terus Hidup Program KKM mungkin telah berakhir pada 4 Februari 2026, namun dampaknya akan terus terasa. Sertifikat halal yang terbit, pengetahuan yang dibagikan, dan hubungan yang terjalin menjadi warisan berharga bagi Desa Pandanlandung. Dari cerita, lika-liku, hingga pencapaian, DarmaWidya meninggalkan satu pesan sederhana: bahwa pengabdian bukan hanya tentang hadir, tetapi tentang memberi makna dan meninggalkan perubahan nyata.

Thumbnail
8 months ago
Partisipasi KKM Paramita Yasa dalam Pelestarian Seni Tradisional Bantengan di Desa Ngadireso

ILHAM AKBAR FAROBI

Ngadireso, 30–31 Januari 2026 – Telah dilaksanakan kegiatan pagelaran seni tradisional Bantengan di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada tanggal 30–31 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya lokal yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Acara bantengan berlangsung selama dua hari dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga dari berbagai dusun di Desa Ngadireso hadir untuk menyaksikan pertunjukan yang menampilkan atraksi khas bantengan dengan iringan musik tradisional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai media penguatan nilai-nilai budaya dan kebersamaan masyarakat. Mahasiswa KKM Paramita Yasa turut berpartisipasi dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Keterlibatan mahasiswa meliputi membantu persiapan acara, koordinasi dengan panitia, serta mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan. Partisipasi tersebut merupakan bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan budaya. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar berkat kerja sama antara panitia, perangkat desa, karang taruna, serta dukungan penuh dari masyarakat. Selain mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga desa, kegiatan ini juga memperkuat sinergi dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal. Melalui partisipasi dalam kegiatan bantengan ini, diharapkan mahasiswa KKM Paramita Yasa dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian budaya tradisional sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat Desa Ngadireso.

Thumbnail
8 months ago
Kreativitas Tanpa Batas: Lomba Mewarnai dan Puisi di Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan

TASSYA DWI RATNASARI

Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan selalu berusaha untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan membangun karakter para siswanya. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan lomba oleh kelompok KKM Unggulan PSGA 267, terdapat dua lomba yang diikuti baik oleh para siswa yaitu lomba mewarnai untuk siswa SD dan membaca puisi untuk siswa SMA. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk melatih keberanian, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan. Lomba dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Lomba mewarnai dilaksanakan di kelas, sedangkan lomba membaca puisi dilaksanakan di aula sekolah dengan ditonton oleh teman-teman SMA seangkatannya dengan suasana penuh suasana semangat. Pada saat lomba mewarnai, para peserta diberikan gambar kaligrafi untuk mewarnai sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing. Para siswa tampak antusias menggunakan pensil warna untuk menghasilkan karya yang indah dan penuh makna. Ketika lomba membaca puisi, para peserta membacakan puisi bertema pendidikan. Mereka tampil dengan ekspresi, intonasi, dan keberanian yang luar biasa, sehingga mampu menyentuh hati penonton dan juri. Tujuan diadakannya kegiatan lomba ini yaitu untuk kreativitas dan imajinasi siswa melalui seni mewarnai, melatih keterampilan berbahasa dan ekspresi diri lewat puisi, menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di depan umum, serta membangun kebersamaan antar siswa untuk saling mendukung satu sama lain. Karya-karya yang dihasilkan dari goresan warna menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas dan imajinasi yang berbeda-beda. Sementara itu, membaca puisi menghadirkan suasana haru dan bangga, terutama ketika para siswa dengan penuh semangat dan lantang membacakan puisi. Juri, wali asuh, dan panitia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berkontribusi dalam kegiatan lomba.  Melalui lomba mewarnai dan membaca puisi ini, diharapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan dapat terus menumbuhkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan berani berkarya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang seni, ekspresi, dan keberanian untuk tampil di depan umum.

Thumbnail
8 months ago
UIN Maliki Malang Dorong Pola Asuh Anak Ramah di Era Digital lewat Sosialisasi di Ketawanggede

NURUL KHOTIMAH

UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung pengasuhan anak yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak bertema “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil” yang digelar di Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (28/1/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kelurahan Ketawanggede dengan KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya guru dan wali murid PAUD, terkait pentingnya penerapan pola asuh anak yang tepat, aman, dan bebas kekerasan di tengah tantangan pengasuhan modern. Sosialisasi diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, para guru PAUD, wali murid PAUD, serta masyarakat setempat. Keterlibatan UIN Maliki Malang melalui PSGA memberikan penguatan berbasis akademik dan keilmuan dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru, Ida Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi pola asuh anak sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Kegiatan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi para orang tua, karena tantangan pengasuhan anak di era digital semakin kompleks. Edukasi seperti ini membantu orang tua agar tidak salah dalam menerapkan pola asuh,” ujarnya. Sosialisasi menghadirkan Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., sebagai narasumber utama.   Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan masih banyak ditemukan kesalahan pola asuh di masyarakat, mulai dari minimnya interaksi emosional antara orang tua dan anak hingga kasus kekerasan yang berakar dari pengasuhan yang tidak tepat. “Saat ini masih banyak anak yang diasuh oleh gadget sejak usia dini, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua berkurang. Selain itu, orang tua sering kali lebih mendengarkan pendapat orang lain dibanding memahami kebutuhan anaknya sendiri,” jelasnya. Hj. Aprilia Mega Rosdiana menekankan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pola asuh harus disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat mendukung perkembangan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan sosialnya secara optimal. Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan yang baik bukan sekadar mengawasi, tetapi mendampingi anak dengan penuh kasih sayang dan kesadaran. Lingkungan keluarga yang aman dan suportif menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang sehat secara fisik dan psikologis.   Kegiatan ini turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKM PSGA UIN Maliki Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H.   Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen UIN Maliki Malang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi yang sangat penting bagi orang tua. Pola asuh yang baik tidak hanya mencegah kekerasan terhadap anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ungkapnya. Melalui sinergi Puspaga Kelurahan Ketawanggede dan KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola asuh positif, ramah anak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini sekaligus menegaskan peran UIN Maliki Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam membangun keluarga berkualitas dan generasi penerus bangsa yang unggul.

Thumbnail
8 months ago
Masjid Al Iksan Gadang Kota Malang Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Family Corner Berbasis Masjid

MUHAMMAD ZIDAN IMANDA H

MALANG POSCO MEDIA – Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus digelorakan Takmir Masjid Al Iksan Gadang, Kota Malang, melalui program Workshop Family Corner. Mengusung tema “Family Corner berbasis masjid sebagai model edukasi keluarga berkelanjutan” ini digelar pada Sabtu (10/1) di Masjid Al Iksan Gadang sebagai bagian dari optimalisasi peran masjid dalam pelayanan sosial dan keluarga. Kegiatan diawali sambutan Ketua Takmir Masjid Al Iksan, H. Moh. Zaini, yang menegaskan besarnya potensi masjid sebagai pusat pelayanan umat, termasuk dalam penguatan keluarga, apabila dikelola secara terstruktur dan kolaboratif.“Saya mendukung kegiatan positif ini, saya ucapkan terima kasih kepada narasumber bapak Dr.Miftah dari Fakultas Syariah UIN Malang yang akan menyampaikan materi dan informasi baru kepada pengurus Family Corner masjid Al Iksan,” ujarnya.“Saya mendukung kegiatan positif ini, saya ucapkan terima kasih kepada narasumber bapak Dr.Miftah dari Fakultas Syariah UIN Malang yang akan menyampaikan materi dan informasi baru kepada pengurus Family Corner masjid Al Iksan,” ujarnya. Penguatan Family Corner ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok Pradipaloka 118 dengan pengurus Masjid Al Iksan. Kegiatan diikuti seluruh pengurus Family Corner serta mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai upaya bersama memperkuat peran masjid dalam pembinaan dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Ketua Family Corner Masjid Al Iksan, Ustad Sya’roni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang dinilainya mampu menghidupkan kembali aktivitas Family Corner yang sempat vakum. “Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga pengurus Family Corner yang mungkin selama ini vakum bisa aktif kembali dan lebih bersemangat lagi dalam syiar terutama remaja masjid bisa giat lagi kegiatan di masjid,” ungkapnya. Kegiatan penguatan tersebut menghadirkan Dr. H. Miftahul Huda, dosen Fakultas Syariah UIN Malang, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dr. Miftah yang juga fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Kementerian Agama RI menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah ritual, melainkan juga memiliki peran strategis dalam penguatan sosial kemasyarakatan. “Banyak sekali persoalan yang muncul dalam keluarga, dan inilah peran masjid sebagai pusat solusi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa layanan Family Corner bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada jamaah masjid. “Siapapun yang membutuhkan layanan konsultasi atau pendampingan keluarga bisa memanfaatkan Family Corner, termasuk dari luar jamaah,” tegasnya. Menurut Dr. Miftah, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup dan fungsional, sekaligus mendorong partisipasi jamaah lintas usia. Apalagi, lokasi Masjid Al Iksan yang strategis berada di jalur utama lintas kabupaten dinilai sangat potensial untuk pengembangan layanan berbasis masyarakat. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka konflik keluarga dan perceraian, meningkatkan keharmonisan rumah tangga, serta membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat. “Program ini mendapat dukungan empat pilar utama, yakni Pemerintah Kota Malang, Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan akademisi UIN Maliki Malang,” jelasnya. Menutup pemaparannya, Dr. Miftah yang menjadi Ketua Family Corner Fakultas Syariah UIN Malang periode 2023-2024 berpesan kepada jajaran takmir dan pengurus Family Corner agar memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat jejaring dan kerja sama antar pengurus. “Agar bisa saling berbagi dan menguatkan satu sama lain. Saling mendukung dan mensupport program kerja,” pungkas Miftah. 

Thumbnail
8 months ago
"Pagi Sehat Bareng Warga, Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Senam di Dusun Premban"

BAGUS ARI HEMAWAN PUTRO

Pagi di Dusun Premban terasa lebih hidup saat mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 77 menggelar senam bersama warga pada Sabtu, 24 Januari 2025, pukul 08.00 WIB, di halaman salah satu rumah warga. Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa selama pelaksanaan KKM. Senam pagi diikuti oleh ibu-ibu warga Dusun Premban dan mahasiswa KKM yang sejak pagi sudah berkumpul di lokasi. Suasana kegiatan berlangsung santai dan penuh semangat. Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kebersamaan antara mahasiswa dan warga. Interaksi yang terjalin selama senam membuat suasana terasa lebih akrab.   Dalam suasana yang santai, mahasiswa KKM turut mengajak warga untuk membuat konten TikTok sederhana. Aktivitas ini dilakukan sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus hiburan bersama. Kegiatan senam berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari warga Dusun Premban. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menghadirkan aktivitas sehat yang dekat dengan keseharian masyarakat.