Thumbnail
3 months ago
Mengabdi dengan Hati: Perjalanan KKM 74 Sukma Warih Bersama Masyarakat Wonosari

M. FAIQ RAFII WAHYUDI

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali dengan meet perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM melaksanakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengenal kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang.

Thumbnail
3 months ago
Rumah Belajar KKM Ganiswara 64: Datang Bawa Tugas, Pulang Bawa Ilmu Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Rumah Belajar KKM Ganiswara 64: Datang Bawa Tugas, Pulang Bawa Ilmu", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ganiswara0838/

BAHREVY AHMAD NUR HAZIMI

Program kerja Rumah Belajar merupakan salah satu bentuk pengabdian KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam bidang pendidikan. Program ini dirancang sebagai wadah bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar di lingkungan sekitar posko KKM. Rumah Belajar hadir untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran sekolah sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan. Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan secara rutin setiap malam di posko KKM. Anak-anak datang dengan penuh antusias sambil membawa buku pelajaran, tugas sekolah, maupun materi yang belum mereka pahami. Suasana belajar dibuat santai namun tetap kondusif, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM berperan sebagai pendamping belajar yang membantu menjelaskan materi pelajaran secara sederhana dan mudah dipahami. Mahasiswa membimbing anak-anak satu per satu sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman masing-masing. Pendekatan ini dilakukan agar setiap anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan tidak merasa tertinggal. Selain membantu mengerjakan tugas sekolah, mahasiswa KKM juga memberikan arahan mengenai materi yang akan dipelajari di sekolah pada keesokan harinya. Anak-anak dibimbing untuk memahami konsep dasar terlebih dahulu, sehingga mereka lebih siap dan percaya diri saat mengikuti pelajaran di kelas. Dengan demikian, Rumah Belajar tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga pada persiapan belajar jangka pendek. Program Rumah Belajar ini juga bertujuan untuk menanamkan kebiasaan belajar yang positif sejak dini. Anak-anak diajak untuk disiplin waktu, berani bertanya, dan aktif dalam proses belajar. Melalui interaksi yang intens antara mahasiswa dan anak-anak, terjalin hubungan yang hangat dan penuh motivasi, sehingga kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan. Antusiasme anak-anak dan dukungan dari orang tua menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program ini. Banyak orang tua merasa terbantu dengan adanya Rumah Belajar karena anak-anak mendapatkan pendampingan belajar di luar jam sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar posko KKM. Melalui program kerja Rumah Belajar, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sekolah dasar. Program ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan serta sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan, Rumah Belajar dapat meninggalkan kesan dan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak dan masyarakat setempat.

Thumbnail
3 months ago
Jejak Isra Mi’raj, Semangat Ibadah Menggema di Anak Soleh

APRILIA FIRDANI

Meski bel tanda pulang sudah berbunyi, semangat para siswa Sekolah Anak Soleh Full Day tak lantas meredup. Aula sekolah justru dipenuhi antusiasme saat peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW digelar dengan khidmat dan penuh keceriaan. Kegiatan peringatan Isra Mi'raj ini dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2026 pukul 14.00 WIB di Aula Sekolah Anak Soleh Full Day. Acara tersebut diikuti oleh siswa SD hingga SMP Anak Soleh Full Day, guru dan staf sekolah, serta siswa KKM UIN Malang Kelompok 128 yang ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan. Peringatan ini menjadi bagian dari agenda rutin tahunan sekolah yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai keislaman, khususnya mengenalkan kembali perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah shalat. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat menumbuhkan keimanan siswa serta membangun kebiasaan beribadah yang lebih disiplin sejak usia dini. Pelaksanaan kegiatan sengaja diadakan setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) selesai, sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran. Meski dilaksanakan pada sore hari, para siswa tetap menunjukkan semangat tinggi dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian. Acara dibuka oleh Ustadzah Yhasmin selaku pembawa acara yang juga merupakan salah satu guru di sekolah tersebut. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa SD Anak Soleh Full Day, menciptakan suasana khidmat sejak awal acara. Lebih lanjut, Ustadz Zhein, selaku Kepala Sekolah SMP Anak Soleh Full Day, menyampaikan berbagai tekanan pentingnya meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW sebagai penguat semangat ibadah, khususnya shalat lima waktu. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan Dai Cilik oleh Tristan Alif, siswa kelas 4 SD, yang menyampaikan pesan keislaman dengan gaya polos namun penuh makna. Acara dilanjutkan dengan penampilan tim hadrah siswa SD, yang menghadirkan lantunan shalawat dan menambah kekhidmatan peringatan Isra Mi'raj. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, menandai berakhirnya acara yang sarat nilai spiritual dan edukatif. Melalui peringatan Isra Mi'raj ini, Sekolah Anak Soleh Full Day berharap semangat berdoa para siswa terus bertumbuh, seiring dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna perjalanan suci Nabi Muhammad SAW.

Thumbnail
3 months ago
Penutupan Kegiatan Mengajar KKM Nawasena 97 UIN Malang di SDN 1 Dengkol Dirangkai dengan Sosialisasi Gizi Seimbang bersama Yayasan Mandiri

MENTARI FATHIYAH RAMADHANI FAUZIE

Penutupan kegiatan mengajar di SD Negeri 1 Dengkol berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pendampingan pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Nawasena 97 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara penutupan tersebut dirangkai dengan kegiatan sosialisasi gizi seimbang sebagai bentuk edukasi kesehatan bagi siswa sekolah dasar.   Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SDN 1 Dengkol, para guru, mahasiswa KKM Nawasena 97, serta relawan dari Yayasan Mandiri. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Momen kebersamaan semakin terasa melalui sesi foto bersama yang menjadi simbol kolaborasi dan sinergi antarpihak yang terlibat. Selain sebagai penutup kegiatan mengajar, acara ini juga diisi dengan sosialisasi gizi seimbang yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran pentingnya pola makan sehat sejak usia dini. Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh siswa. Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama saat diajak berdiskusi mengenai kebiasaan makan sehat dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Melalui kegiatan sosialisasi ini, siswa diharapkan dapat memahami dasar-dasar gizi seimbang serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara mahasiswa KKM Nawasena 97 dan Yayasan Mandiri dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi bersama dalam mendukung dunia pendidikan dan kesehatan anak. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” UIN Malang Dorong Kesejahteraan Masyarakat melalui Workshop Buket Pita Satin di Desa Gunung Jati

ROSSA SAFIRA PUTRI YUWONO

Mahasiswa KKM Reguler Kelompok 44 “Bhavishya” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Pembuatan Buket Berbahan Kain Pita Satin sebagai upaya mendorong pengembangan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan potensi UMKM desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai Desa Gunung Jati. Workshop tersebut diikuti oleh 27 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Gunung Jati. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri, sehingga mampu menunjang peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat desa secara berkelanjutan.  Pemilihan kain pita satin sebagai bahan utama dalam workshop ini dipilih secara pertimbangan matang. Jannah, salah satu mahasiswa KKM 44 “Bhavishya”, menyampaikan bahwa bahan pita satin sangat direkomendasikan karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar, harganya relatif terjangkau, serta mudah dibentuk tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain itu, kain pita satin dinilai memiliki nilai estetika tinggi dan fleksibel untuk dikreasikan menjadi berbagai bentuk buket yang menarik dan bernilai jual. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan buket dari kain pita satin, mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar perakitan, hingga penyusunan buket agar terlihat rapi dan menarik. Seluruh materi disampaikan oleh mahasiswa KKM sendiri sebagai narasumber, dengan metode praktik langsung yang mudah dipahami oleh peserta. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, berdiskusi, serta mempraktikkan langsung teknik yang diajarkan. Hasilnya, seluruh peserta berhasil menghasilkan buket kain pita satin sesuai dengan arahan, yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk UMKM kreatif Desa Gunung Jati. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” UIN Malang berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kreativitas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
KKM Berbasis Masjid UIN Malang Resmi Dimulai di Kelurahan Sawojajar

DIAH AYU PRADITA

KKM Berbasis Masjid UIN Malang Resmi Dimulai di Kelurahan Sawojajar MALANG – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 15 Pentaswara Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi dibuka pada Jumat, 26 Desember 2025, di Balai RW 5 Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kegiatan pengabdian ini akan berpusat di Masjid Miftahul Jannah dengan fokus pada bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Acara pembukaan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Naqiibatin Nadliriyah, M.Si., perangkat wilayah setempat termasuk Ketua RW 5, RW 15, serta Ketua Takmir Masjid Miftahul Jannah, H. Sunaryo, yang menandai dukungan penuh masyarakat terhadap pelaksanaan KKM berbasis masjid. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak. Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan secara resmi menyerahkan mahasiswa KKM kepada Takmir Masjid dan perangkat lingkungan untuk dibimbing selama masa pengabdian. Ketua KKM, Muhammad Syah Rizal, menyampaikan semangat kelompoknya dan memohon dukungan serta bimbingan agar seluruh program kerja dapat terlaksana dengan optimal. Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Miftahul Jannah menyatakan kebutuhan akan bantuan mahasiswa dalam pengelolaan administrasi masjid serta mengharapkan kontribusi positif bagi kemajuan masjid dan masyarakat sekitar. Ketua RW yang hadir turut mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan ini dapat berdampak luas, tidak hanya bagi aktivitas keagamaan di masjid tetapi juga bagi pemberdayaan warga Kelurahan Sawojajar. Pembukaan KKM ditandai secara simbolis dengan pemotongan tumpeng oleh Takmir Masjid yang diserahkan kepada Ketua KKM, diikuti doa bersama dan sesi dokumentasi. Dengan dimulainya secara resmi, diharapkan seluruh rangkaian KKM dapat berjalan lancar, memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dan menjadi pengalaman bermakna bagi mahasiswa.