ATHA MARVA ADITYA
Masjid At Taqwa Perumahan Bumi Tunggulwulung Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menggelar Kajian Dhuha Spesial pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan dan menjadi agenda kolaboratif antara pengurus masjid dan mahasiswa KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kajian dhuha kali ini dikemas secara aplikatif melalui pelatihan perawatan jenazah sebagai bentuk penguatan pemahaman fardhu kifayah di tengah masyarakat. Materi disampaikan oleh Ustadz Asep Hidayatulloh, Wakil Ketua MUI Kecamatan Blimbing sekaligus Imam Masjid Sabilillah Kota Malang. Penyampaian materi menekankan pentingnya kesiapan umat dalam melaksanakan perawatan jenazah secara mandiri dan bertanggung jawab. Jamaah tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung mulai dari memandikan, mengkafani, hingga tata cara salat jenazah yang benar sesuai tuntunan syariat. Antusiasme jamaah terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mengaku memperoleh pemahaman baru dan merasa lebih siap terlibat dalam pengurusan jenazah di lingkungan sekitar. Kehadiran dosen pembimbing KKM, Hersila Astari Pitaloka, serta dukungan penuh dari takmir masjid memperkuat nilai edukatif dan sosial dari kegiatan ini. Melalui kajian dhuha spesial ini, Masjid At Taqwa menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran keagamaan yang relevan dengan kebutuhan umat. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perawatan jenazah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dipahami dan dilaksanakan dengan penuh kepedulian serta penghormatan.
CLARA DEANETA PUTRI
Desa Gadang, Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang-- (06/01/26), Sebagai bagian dari program kerja pengabdian kepada masyarakat, KKM Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Isra' Mi'raj sebagai Bentuk Ketahanan Keluarga". Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi keagamaan yang bertujuan memperkuat peran keluarga dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai spiritual di lingkungan keluarga. Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan untuk mengajak masyarakat memahami hikmah peristiwa Isra' Mi'raj secara lebih mendalam, khususnya dalam konteks kehidupan keluarga. Melalui tema yang diangkat, masyarakat diajak untuk melihat bahwa Isra' Mi'raj tidak hanya diperingati sebagai peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang relevan dalam membangun ketahanan keluarga yang berlandaskan keimanan dan tanggung jawab. Dalam kegiatan ini, Bapak Mohammad Nuruddien, M.H. hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif. Beliau menekankan bahwa inti dari peristiwa Isra' Mi'raj adalah perintah salat, yang menjadi pondasi utama dalam membentuk pribadi dan keluarga yang disiplin, sabar, serta saling menguatkan. Penyampaian materi yang sederhana membuat pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, beliau juga mengajak peserta untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun komunikasi yang harmonis dan menumbuhkan keteladanan di lingkungan keluarga. Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa ketahanan keluarga dapat diwujudkan melalui kebiasaan ibadah yang konsisten, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga, serta kesadaran akan hak dan kewajiban masing-masing. Nilai-nilai tersebut selaras dengan hikmah Isra' Mi'raj yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia secara seimbang. Dengan memahami hal tersebut, diharapkan keluarga mampu menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial bagi setiap anggotanya. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan peserta hingga kegiatan berakhir. Beberapa warga juga menyampaikan tanggapan dan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan mereka terhadap tema yang dibahas. Interaksi yang terbangun selama sosialisasi menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Kegiatan ini pun menjadi momen silaturahmi sekaligus sarana bertukar pengalaman yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga setempat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KKM Kelompok 113 UIN Malang berharap masyarakat Desa Gadang dapat mengimplementasikan nilai-nilai Isra' Mi'raj dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terwujudnya keluarga yang kuat, harmonis, dan berlandaskan nilai keislaman.
SELVY PUSPITA ANGGRAENI
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 15 Pentaswara Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025/2026 resmi ditutup pada Sabtu, 31 Januari 2026. Acara penutupan dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang menjadi pusat kegiatan pengabdian mahasiswa selama masa KKM. Acara penutupan dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Miftahul Jannah, Dosen Pembimbing Lapangan, Perwakilan Lp2m, Perwakilan RW setempat, serta masyarakat sekitar. Kehadiran para tokoh masyarakat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial berbasis masjid. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana acara berlangsung khidmat dan tertib, mencerminkan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat yang telah terjalin selama pelaksanaan KKM. Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan dari berbagai pihak. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Miftahul Jannah yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam menghidupkan kegiatan masjid. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memberikan evaluasi serta pesan kepada mahasiswa agar nilai-nilai pengabdian tetap dijaga setelah KKM berakhir. Perwakilan RW turut menyampaikan terima kasih atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat. Rangkaian sambutan ditutup oleh Ketua KKM Kelompok 15 Pentaswara yang menyampaikan laporan singkat kegiatan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM. Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi program Family Corner sebagai salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan selama masa KKM. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga dan masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat, khususnya dalam bidang edukasi dan keharmonisan keluarga. Penutupan KKM kemudian ditandai dengan penutupan secara simbolis sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan KKM Kelompok 15 Pentaswara UIN Malang. Acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur, kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi. Dengan berakhirnya kegiatan KKM ini, diharapkan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat Masjid Miftahul Jannah tetap terjaga. Pengalaman pengabdian selama masa KKM menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
IMAM SUFYAN ATSAURI
Mahasiswa KKM UIN Malang Luncurkan Program Penyebaran Bibit Ikan di Desa Waworada Waworada, 5 Januari 2026 - Mahasiswa KKM UIN Malang bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah Desa Waworada, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bima, melaksanakan program penyebaran bibit ikan di Bendungan Desa Waworada pada Kamis (5/1/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sumber daya alam.. Bibit ikan nila disebarkan di Bendungan Desa Waworada dengan harapan dapat tumbuh dengan baik dan menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Waworada, karena ikan nila memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan warga. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Waworada, perangkat desa, dan beberapa warga masyarakat, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. "Penyebaran ini bibit ikan merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Waworada dan meningkatkan ketersediaan stok ikan bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga dan menjadi penyeimbang ekosistem di Bendungan Desa Waworada," ujar Kepala Desa Waworada. Salah satu mahasiswa KKM UIN Malang, Rosa, mengatakan, "Semoga program ini bisa menjadi program inovatif dan bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Waworada. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik dan menjaga lingkungan sekitar agar program ini dapat terus berlanjut." Mahasiswa KKM UIN Malang berharap program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga stabilitas pangan untuk generasi mendatang. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pelestarian sumber daya alam.
SAADAH ROHMATAN AMALIA
Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Panggungrejo, mahasiswa KKM Ashta Traya turut mendampingi kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Panggungrejo. Kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan di lingkungan sekolah dasar. Pendampingan kegiatan belajar dilakukan dengan berkoordinasi bersama guru-guru SDN 2 Panggungrejo. Mahasiswa membantu dalam proses pembelajaran di kelas, mulai dari mendampingi siswa saat kegiatan belajar, membantu penjelasan materi, hingga mendukung aktivitas kelas sesuai dengan arahan guru. Kehadiran mahasiswa KKM di kelas memberikan suasana belajar yang lebih variatif. Mahasiswa berupaya menyesuaikan metode pendampingan dengan kebutuhan siswa, seperti membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami materi, mendampingi kegiatan membaca, serta membantu siswa dalam mengerjakan tugas. Selain di dalam kelas, mahasiswa KKM Ashta Traya juga terlibat dalam kegiatan sekolah lainnya, seperti membantu pengondisian siswa, mendukung kegiatan literasi, dan mendampingi aktivitas belajar di luar kelas. Pendampingan ini dilakukan secara bertahap selama masa KKM berlangsung. Respons siswa terhadap pendampingan belajar menunjukkan antusiasme yang cukup baik. Siswa terlihat lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan berinteraksi dengan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa juga menjadi tambahan motivasi bagi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Bagi guru, kehadiran mahasiswa KKM membantu meringankan tugas pendampingan siswa, terutama dalam mengelola kelas dan memperhatikan kebutuhan belajar siswa secara lebih merata. Kerja sama antara mahasiswa dan guru menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan pendampingan ini. Bagi mahasiswa KKM Ashta Traya, pendampingan kegiatan belajar di SDN 2 Panggungrejo menjadi pengalaman berharga. Mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai dinamika pembelajaran di sekolah dasar serta memahami tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Secara keseluruhan, pendampingan kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Panggungrejo selama KKM memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian KKM yang berfokus pada kontribusi di bidang pendidikan serta penguatan peran mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
M. SOFYAN RIZALUDDIN
Waworada, 1 Januari 2026 - Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menjadi isu global yang semakin mendesak. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar, tidak luput dari dampak negatifnya. Di tengah-tengah krisis lingkungan ini, masyarakat desa dan pemerintah desa Waworada, Kabupaten Bima, bergerak bersama mahasiswa KKM UIN Malang untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 191 Kalembo Ade UIN Malang melaksanakan program kerja penanaman bibit pohon di Desa Waworada, pada Kamis, 1 Januari 2026. Program ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan. Pada kegiatan ini, sebanyak 203 bibit pohon didistribusikan kepada masyarakat. Bibit yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif, seperti pohon alpukat, pohon jeruk, dan buah naga , yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Pendistribusian bibit pohon tersebut dilakukan di dua dusun , yakni Dusun Plasma dan Dusun Ncera. Kegiatan ini disambut dengan hangat oleh kepala dusun setempat beserta warga sekitar, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program yang dilaksanakan. Selain pendistribusian kepada masyarakat, Kelompok KKM 191 Kalembo Ade juga melakukan penanaman langsung beberapa jenis pohon, seperti pohon ketapang dan pohon tabebuya , di area bendungan desa . Kegiatan penanaman ini dilaksanakan pada waktu Dzuhur dan mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Waworada , yang juga hadir dan membantu proses penanaman. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Waworada menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKM 191 Kalembo Ade UIN Malang atas terlaksananya program penanaman bibit pohon ini. Beliau berharap agar bibit-bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat desa. Melalui program kerja ini, Kelompok KKM 191 Kalembo Ade UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan penanaman bibit pohon ini juga menjadi wujud sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih hijau dan lestari.