Thumbnail
4 months ago
Menanam Makna dalam Pengabdian : Menyatu dan Belajar Bersama di Desa Sukarara

HAMDAN YUWAFI

Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa.   Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan   Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran mahasiswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal kedatangan, interaksi yang baik penuh keramahan mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian.   Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang ditempuh melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari keterlibatan sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat pelaksanaan melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, sebab apapun itu pasti berharga dan berarti.   Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak   Pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema "Healthy Relationship". Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai relasi yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun toxic relationship di berbagai lingkungan.    Nilai keagamaan dan kebersamaan turut diperkuat melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana religius.   Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami turut mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat.   Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama   Sepanjang proses pengabdian, mahasiswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, tetapi juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam bersikap.   Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegas bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa berdampaknya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.

Thumbnail
4 months ago
Menanam Ilmu, Menuai Masa Depan: Aksi KKM UIN Malang untuk Anak-Anak

NATIVA AVIANDRO

Kediri - Kelompok 109 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menggelar kegiatan les bimbingan belajar (bimbel) bagi anak-anak TK, SD, dan MI di Desa Klampisan pada Rabu, 7 Januari 2026 sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan membaca, menulis, berhitung, serta materi pelajaran sekolah dengan metode pembelajaran interaktif dan mudah dipahami. Program tersebut bertujuan membantu meningkatkan kemampuan akademik anak-anak sekaligus menumbuhkan motivasi belajar sejak dini. Masyarakat setempat menyambut positif pelaksanaan bimbel gratis ini karena dinilai bermanfaat dalam mendukung proses belajar anak di luar jam sekolah. Melalui kegiatan tersebut, Kelompok 109 KKM UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.  

Thumbnail
4 months ago
Last Chapter KKM GANISWARA 64 : Penuh Cerita, Penuh Makna

FARAH EIRELINA

Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen akhir dari seluruh rangkaian pengabdian yang telah dilaksanakan bersama masyarakat. Penutupan ini dilakukan secara bertahap pada setiap lokasi program kerja sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Setiap kegiatan penutupan berlangsung dengan suasana hangat, penuh rasa syukur, dan kebersamaan. Penutupan program Rumah Belajar dilaksanakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, bertepatan dengan jadwal rutin kegiatan Rumah Belajar. Kegiatan ini menjadi momen perpisahan antara mahasiswa KKM dan anak-anak yang selama ini rutin mengikuti bimbingan belajar. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKM menyampaikan pesan motivasi dan harapan agar anak-anak tetap semangat belajar serta terus mengembangkan kebiasaan belajar yang telah dibangun bersama. Suasana penutupan Rumah Belajar berlangsung sederhana namun penuh makna. Anak-anak menunjukkan antusiasme sekaligus rasa haru karena kegiatan belajar bersama yang selama ini menemani malam mereka telah sampai pada akhir. Mahasiswa KKM berharap ilmu, pengalaman, dan semangat belajar yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, penutupan kegiatan asistensi mengajar di TPQ Sirotul Mustaqiem dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan penutupan ini dilakukan bersama pengurus TPQ, ustadz dan ustadzah, serta para santri. Mahasiswa KKM berpamitan sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penutupan kegiatan KKM juga dilaksanakan di SDN 1 Arjosari pada Sabtu, 31 Januari 2026, pada jam sekolah. Penutupan ini menjadi momen perpisahan mahasiswa KKM dengan pihak sekolah dan para siswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin serta harapan agar kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah. Puncak penutupan KKM Ganiswara Kelompok 64 dilaksanakan secara resmi pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Balai Desa. Acara penutupan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh anggota KKM. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan laporan singkat pelaksanaan program kerja dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan KKM. Dengan terlaksananya seluruh rangkaian penutupan tersebut, maka berakhirlah kegiatan KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Meskipun masa pengabdian telah selesai, pengalaman, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama KKM diharapkan dapat terus dikenang. Mahasiswa KKM berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Arjosari.              

Thumbnail
4 months ago
KKM Reguler Kelompok 114 UIN Malang Gelar Future Talk, Bangun Kesadaran Remaja tentang Pendidikan dan Pernikahan Dini

CYNTHIA DESTA ANGGRAINI

Malang, 29 Januari 2026 – Siswa-siswi kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari, Malang, dipenuhi semangat saat mengikuti acara Future Talk bertajuk "Aku, Mimpiku, dan Masa Depanku". Kegiatan ini diikuti oleh KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari kenyataan bahwa banyak remaja SMP yang masih berada pada fase pencarian jati diri dan belum memiliki orientasi masa depan yang jelas. Di tengah pengaruh lingkungan dan tekanan sosial, remaja sering dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup yang berisiko, salah satunya pernikahan dini. Kurangnya pemahaman mengenai dampak psikologis, pendidikan, dan kesehatan membuat isu ini masih relevan untuk dibahas. Oleh karena itu, Future Talk menjadi ruang edukatif yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran remaja agar lebih bijaksana dalam menjalani hidupnya. Kegiatan Future Talk dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari. Acara dibuka oleh MC dengan suasana santai namun penuh semangat, sehingga mampu mencairkan suasana sebelum peserta memasuki sesi inti. Selanjutnya dosen pendamping lapangan memberikan berbagai momen dengan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peserta. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan guru SMP Islam Sultan Agung yang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut serta menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat dan motivasi belajar para siswa. Setelah Serangkaian, moderator memimpin acara dan memperkenalkan pemateri. Kak Norma Hasanatul Magfiroh, alumni Program Fast Track Magister Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian dipersilakan untuk menyampaikan materi utama dalam kegiatan Future Talk . Sejak awal pemaparan, Kak Norma berhasil menarik perhatian peserta melalui gaya yang komunikatif dan dekat dengan dunia remaja. Ia membuka materi dengan pertanyaan reflektif tentang mimpi dan masa depan, mengajak siswa untuk mulai berani bertanya pada diri sendiri: “Apa yang ingin saya capai dan bagaimana langkah kecilku hari ini?” Dalam sesi materi, Kak Norma menekankan bahwa setiap remaja berhak memiliki mimpi. Ia menjelaskan konsep perencanaan hidup sebagai sebuah “tangga”, di mana siswa SMP berada pada anak tangga awal. Remaja tidak harus langsung mengetahui akan menjadi apa di masa depan, tetapi perlu mulai dari hal sederhana seperti belajar dengan sungguh-sungguh, membangun kebiasaan baik, dan mengasah keterampilan diri. Kak Norma juga mengajak peserta mengenali potensi diri. Ia menegaskan bahwa potensi tidak selalu identik dengan nilai akademik atau peringkat kelas. Kemampuan berbicara, kepemimpinan, kreativitas, hingga kepekaan sosial merupakan bentuk potensi yang sama berharganya. Menurutnya, minat dan bakat bukan untuk ditunggu, melainkan dilatih melalui keberanian mencoba dan konsistensi. Selain itu, materi juga membahas pentingnya menjaga diri dalam pergaulan. Kak Norma memperkenalkan konsep batas diri dan keberanian berkata “tidak” terhadap hal-hal yang membuat tidak nyaman. Ia mengingatkan bahwa remaja berhak atas tubuh, waktu, dan masa depannya sendiri. Pada bagian ini, peserta diajak memahami bahwa menjaga diri adalah bentuk tanggung jawab terhadap mimpi dan masa depan yang ingin diraih. Topik pernikahan dini disampaikan dengan bahasa yang ringan namun bermakna. Kak Norma menjelaskan bahwa pernikahan dini kerap berdampak pada terhentinya pendidikan, ketidaksiapan mental, serta risiko kesehatan ibu dan anak. Menunda pernikahan, menurutnya, bukan berarti menolak cinta, melainkan bentuk ikhtiar untuk menjaga masa depan agar tetap terbuka luas. Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi melalui aktivitas Pohon Harapan. Para siswa diminta menuliskan satu mimpi tentang diri mereka di masa depan serta satu sikap positif yang akan mulai dilakukan dari sekarang. Kertas-kertas harapan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon simbolik yang telah disiapkan panitia. Pada sesi ini, antusiasme peserta terlihat jelas. Siswa menuliskan cita-cita mereka dengan serius, mulai dari ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, membanggakan orang tua, hingga menjadi pribadi yang lebih disiplin dan percaya diri. Aktivitas ini menjadi momen hening namun bermakna, di mana setiap peserta diajak merefleksikan arah hidupnya secara personal. Kegiatan Future Talk ditutup dengan pesan afirmatif dari pemateri yang mengajak peserta untuk percaya pada proses pertumbuhan diri. Kak Norma menegaskan bahwa masa depan tidak dimulai ketika seseorang sudah dewasa, melainkan sejak hari ini, ketika remaja berani bermimpi, menjaga diri, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Melalui kegiatan ini, KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap siswa SMP memiliki kesadaran yang lebih kuat tentang pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, dan sikap preventif terhadap pernikahan dini. Future Talk tidak hanya menjadi ruang berbagi materi, tetapi juga ruang refleksi yang menanamkan harapan dan komitmen baru bagi generasi muda.  

Thumbnail
4 months ago
Menumbuhkan Cinta Islam Sejak Dini, Mahasiswa KKM dan Warga Balearjosari Gelar Peringatan Isra' Mi'raj

MUHAMMAD ALI MUZAKKI

Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga. Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun kompetisi yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini. Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat dengan warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh golongan masyarakat dari yang muda sampai dengan yang tua. Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah. Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah terdiam meresapi makna ayat yang dibacakan. Dalam sambutannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan sambutan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta apresiasi kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid. Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah. Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut. Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.

Thumbnail
4 months ago
Kelompok KKM Arkanasvara 26 Berkontribusi dalam Suksesnya Acara Shalawat di Masjid Noor

NADIYATUR RIZQIYAH

https://arkanasvara.blogspot.com/?m=1