NADIYATUR RIZQIYAH
https://arkanasvara.blogspot.com/?m=1
AMI SYVAU QOLBI
Pengajian Gabungan Khoirunnisa dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW digelar di Balai RW 06 Gadang dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan keagamaan yang diinisiasi oleh ibu-ibu pengajian ini turut mengundang mahasiswa KKM UIN Malang untuk berpartisipasi bersama masyarakat setempat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan shalawat Nabi, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang mengulas makna peristiwa Isra' Mi'raj sebagai perjalanan spiritual Rasulullah SAW serta pentingnya menegakkan ibadah sholat dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan. Kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang dalam kegiatan pengajian ini menjadi wujud terjalinnya hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Partisipasi tersebut juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan pengajian gabungan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan ukhuwah islamiyah antara masyarakat dan mahasiswa KKM UIN Malang semakin erat, serta nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
REZKY AGUNG SETYO BUDI
https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan
ALFAN SURYANA
Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya Berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa *Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan* Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran siswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal hadirnya, interaksi yang baik penuh kasih sayang mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian. Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang dilalui melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari interaksi sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat eksekusi melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, karena apapun itu pasti berharga dan berarti. *Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak* Pada bidang pendidikan, siswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema “Hubungan Sehat”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai hubungan yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun hubungan beracun di berbagai lingkungan. Nilai keagamaan dan kebersamaan juga diperkuat melalui peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa Islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya sekedar perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana keagamaan. Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur'an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami juga mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan Ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat. *Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama* Sepanjang proses pengabdian, siswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian yang dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, namun juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam hati. Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegasan bahwa kehadiran siswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa merugikannya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.
IMAM SYAFI`I
https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan
AHMAD MUKHTAR RIFA`I
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 187 (Nagara wirya) Lakukan Kunjungan UMKM ke Peternak Ayam Petelur Desa Dawuhan Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 187 (Nagara Wirya) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan edukatif ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang peternakan ayam petelur yang berlokasi di Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa serta masyarakat mengenai pengelolaan usaha peternakan yang berkelanjutan, profesional, dan didukung oleh manajemen keuangan yang sehat. Peternakan tersebut dikelola oleh seorang pelaku UMKM yang akrab disapa Bu Tini. Usaha ini dirintis sejak tahun 2014 dengan jumlah awal 600 ekor ayam petelur. Berkat konsistensi dalam pengelolaan dan penerapan strategi usaha yang terencana, jumlah ternak terus berkembang hingga kini mencapai lebih dari 7.600 ekor ayam petelur jenis Platinum (6.000 ekor + 1.600 ekor). Dalam sesi diskusi, Bu Tini menjelaskan bahwa sistem pengelolaan keuangan diterapkan secara disiplin dan transparan. Salah satu metode yang digunakan adalah sistem “gaji berbasis produksi”, yakni peningkatan pendapatan yang sejalan dengan bertambahnya jumlah telur yang dihasilkan. Pola ini dinilai efektif dalam menjaga motivasi serta memastikan keberlanjutan usaha. Menariknya, seluruh operasional peternakan dikelola secara mandiri oleh Bu Tini bersama satu anggota keluarganya tanpa melibatkan tenaga kerja tambahan. Dari aspek pengelolaan limbah, peternakan ini menunjukkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Kotoran ayam tidak diperjualbelikan, tetapi dimanfaatkan dan dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai pupuk organik. Meskipun terdapat permintaan dari pihak pabrik, Bu Tini memilih untuk menolaknya agar manfaatnya tetap dirasakan langsung oleh warga sekitar. Bu Tini juga menegaskan bahwa keberlangsungan usahanya sangat bergantung pada manajemen keuangan yang tertata dengan baik. Bahkan saat terjadi kenaikan harga pakan maupun fluktuasi harga telur di pasaran, usaha ini tetap mampu bertahan tanpa mengalami tekanan finansial yang berarti. Untuk memulai usaha, modal awal yang dibutuhkan diperkirakan sekitar Rp220 juta per 1.000 ekor ayam, dengan kebutuhan pakan harian per 1.000 ekor mencapai kurang lebih Rp950.000. Dalam menjaga kesehatan ternak, peternakan ini menerapkan jadwal vaksinasi secara teratur dan berkelanjutan. Ayam diberikan vaksin pada usia 3 hari, 5 hari, dan 1 minggu, kemudian dilanjutkan vaksin mingguan hingga usia 7 bulan. Setelah itu, vaksinasi rutin dilakukan setiap bulan. Biaya vaksinasi berkisar sekitar Rp800.000 per 1.000 ekor ayam, dengan beberapa jenis vaksin memiliki harga yang relatif lebih rendah. Kunjungan ini menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa KKM Kelompok 187 “Nagara Wirya” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memahami praktik usaha peternakan yang menekankan perencanaan modal yang matang, efisiensi operasional, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan. Mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan tersebut sebagai bekal dalam mengembangkan potensi UMKM di masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara dunia akademik dan pelaku usaha lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan.