Thumbnail
3 months ago
Akhiri 40 Hari Pengabdian, KKM Kelompok 102 UIN Malang Gelar Acara Penutupan

MOCHAMAD LUQMAN HAKIM

Malang, 1 Februari 2026-Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 102. UIN Malang menyelenggarakan acara penutupan di Kediaman bapak Armat (posko) Acara ini berjalan dengan lancar yang diikuti oleh Perangkat Desa, Kepala Dusun, warga, pemuda setempat, serta teman-teman mahasiswa KKM kelompok 102. Tidak terasa telah berada di acara terakhir dari sebuah pengabdian masyarakat yang berlangsung kurang lebih 40 hari lamanya Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB yang dipandu oleh Septi Zahrani dan Nurkhalifah sebagai Master of Ceremony (MC). Kemudian acara dilanjutkan dengan Berbagai Berbagai, Berbagai yang pertama disampaikan oleh M. Luqman Hakim selaku koordinator Desa Sumberngepoh. Dalam sambutannya, M. Luqman Hakim menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa, masyarakat desa yang telah menerima dan mendukung kegiatan KKM UIN Malang. Tak lupa juga, menyampaikan permohonan maaf ketika sewaktu-waktu KKM terdapat sikap maupun kata yang kurang berkenan secara keseluruhan. elemen masyarakat di Desa Sumberngepoh. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Bapak Sulendra sebagai perwakilan Desa Sumberngepoh. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa/i KKM yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai bidang seperti di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Beliau juga berharap ilmu yang didapat dari kegiatan pengabdian selama ini bisa bermanfaat di masa depan. Tak lupa Berbagai serta kesan dan pesan dari Bu Arlistiani dan Bapak Pitono selaku tuan rumah turut disampaikan. Bu Arlistiani menyampaikan kesan mendalam terhadap mahasiswa KKM 102 yang dinilainya memiliki sikap baik, santun, dan penuh tanggung jawab. Beliau juga mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa KKM 102 telah membawa suasana baru, sehingga rumah yang ditempati sebagai posko terasa lebih ramai dan berwarna selama kegiatan berlangsung. Tidak jauh berbeda dengan Bu Arlistiani, Bapak Pitono juga turut menyampaikan kesan dan pesan kepada mahasiswa seluruh KKM. Selain itu, beliau juga mendoakan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan KKM dapat memberikan manfaat, serta mengantarkan mahasiswa menuju kesuksesan di masa depan. Setelah rangkain Serangkaian-sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan do'a yang dipimpin oleh Bapak Sulendra dan dilanjutkan dengan ramah tamah. Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang menjadi pertanda selesainya acara penutupan KKM kelompok 102 UIN Malang. Dengan demikian, seluruh rangkaian acara penutupan KKM telah berjalan dengan lancar. Penutupan KKM ini bukanlah akhir dari seluruh proses pengabdian, melainkan menjadi awal dari babak baru bagi para siswa untuk melangkah menuju pengalaman, tantangan, dan perjalanan kesuksesan selanjutnya. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Akhiri 40 Hari Pengabdian, KKM Kelompok 102 UIN Malang Gelar Acara Penutupan", Klik untuk membaca: https://www.kompasiana.com/ethoraseratusdua9963/698b3815ed6415420328c942/akhiri-40-hari-pengabdian-kkm-kelompok-102-uin-malang-gelar-acara-penutupan Pencipta: Ethora

Thumbnail
3 months ago
Belajar Bertani di Pekarangan: Mahasiswa KKM UIN Malang Tanam Sayuran Bersama Ibu KWT

ABDULLAH FAQIH

Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berangkat dari hal tersebut, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan kegiatan menanam sayuran di polybag bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.   Kegiatan ini diikuti oleh anggota perempuan KKM yang berkolaborasi langsung dengan ibu-ibu KWT. Adapun jenis sayuran yang ditanam antara lain sawi dan cabai, yang dinilai mudah dirawat dan cocok ditanam menggunakan media polybag.   Proses penanaman dimulai dari persiapan media tanam, pengisian tanah ke dalam polybag, hingga penanaman bibit. Ibu-ibu KWT dengan antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka seputar cara menanam dan merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.   Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang teknik menanam sayuran, tetapi juga memahami pentingnya peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Penanaman sayuran di polybag menjadi solusi praktis bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan.   Kegiatan menanam bersama ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa KKM. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT yang sangat terbuka dan suportif terhadap kegiatan kami.   Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, serta mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Bagi kami, pengabdian melalui KKM bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar dan tumbuh bersama masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Dari Ruang Kuliah ke Ruang Kelas: Pengabdian Mahasiswa KKM Kelompok 102 Ethora di SDN Sumberngepoh

NURKHALIFAH

  Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 102 melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 1 Sumberngepoh dan SD Negeri 2 Sumberngepoh. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja di bidang pendidikan yang dilaksanakan secara rutin selama masa KKM. Program belajar mengajar tersebut bertujuan mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar sekaligus meningkatkan motivasi belajar siswa. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Senin hingga Sabtu, pukul 07.00-13.00 WIB, dengan target siswa kelas 1 hingga kelas 5. Dalam pelaksanaannya, siswa KKM mendampingi guru di kelas serta membantu siswa memahami materi pelajaran. Untuk menjaga efektivitas kegiatan, Kelompok KKM 102 Ethora dibagi menjadi dua tim yang masing-masing bertugas di SD Negeri 1 Sumberngepoh dan SD Negeri 2 Sumberngepoh. Setiap kelas didampingi oleh dua siswa, dengan pembagian peran sebagai penyampai materi dan pendamping siswa yang membutuhkan perhatian lebih. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif dan menyenangkan melalui metode belajar sambil bermain, bemyanyi, icebreaking, serta aktivitas edukatif lainnya. Pendekatan ini diterapkan agar suasana kelas tetap kondusif dan siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan antusias. Selain kegiatan belajar mengajar, Kelompok KKM 102 Ethora juga melaksanakan program kerja Pojok Baca, yaitu menyediakan sudut literasi di sekolah untuk menumbuhkan minat membaca dan meningkatkan. budaya literasi di kalangan siswa. Diharapkan, rangkaian kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek bagi siswa, tetapi juga mampu menumbuhkan. semangat belajar dan menginspirasi mereka untuk terus mengembangkan potensi diri Bagi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Lomba Kreasi Santri Dalam Rangka Peringatan Isra' Miraj Sebagai Program Kerja KKM

KIRANA RAMADANI

Lomba Kreasi Santri merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan dilaksanakan pada 16 Januari 2026. Program kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, serta kecintaan santri terhadap nilai-nilai keislaman.  Pelaksanaan lomba melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bersama para mahasiswa KKM sebagai dewan juri, sehingga proses penilaian berjalan secara objektif dan edukatif. Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi mewarnai kaligrafi, adzan, dan pidato da'i cilik. Setiap cabang lomba dirancang untuk menggali potensi santri dalam bidang seni, dakwah, dan keterampilan berbicara di depan umum.  Melalui kegiatan ini, diharapkan santri dapat mengembangkan bakatnya sejak dini serta menjadikan momentum peringatan Isra' Mi'raj sebagai sarana pembelajaran yang bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program KKM. Kegiatan Lomba Kreasi Santri berlangsung dengan penuh antusiasme dari para peserta. Sejak awal pelaksanaan, santri menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti setiap cabang lomba. Suasana kompetisi yang sehat dan menyenangkan tercipta berkat dukungan dari para mahasiswa KKM, pengurus TPQ, serta orang tua santri yang turut hadir memberikan motivasi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Ganiswara Kelompok 64 berperan aktif sebagai panitia, pendamping peserta, serta fasilitator kegiatan. Setiap tahapan lomba dipersiapkan dengan matang, mulai dari teknis perlombaan, penilaian, hingga pemberian apresiasi kepada para pemenang. Hal ini dilakukan agar kegiatan berjalan tertib, lancar, dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi para santri. Penilaian lomba dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, seperti ketepatan bacaan, keberanian tampil, kreativitas, dan penguasaan materi. Dewan juri memberikan penilaian secara objektif serta disertai dengan masukan yang bersifat membangun. Dengan demikian, santri tidak hanya berlomba untuk menang, tetapi juga belajar dan meningkatkan kemampuan diri. Melalui terselenggaranya Lomba Kreasi Santri ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang semakin erat antara mahasiswa KKM dan masyarakat setempat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan hari besar Islam dapat dikemas secara edukatif dan kreatif, sekaligus menjadi wadah pembinaan karakter dan potensi santri. Program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi TPQ dan lingkungan sekitarnya.

Thumbnail
3 months ago
Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah

FIEQROTUN NABILA

Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah   Rabu, 24 Desember 2025 menjadi awal perjalanan pengabdian Kelompok 41 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Gubugklakah tidak hanya dikenal sebagai jalur wisata menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tetapi juga sebagai desa dengan kekayaan alam, budaya, keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat pengabdian, mahasiswa hadir tidak semata menjalankan program kerja, melainkan berupaya menyatu, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Sejak hari-hari awal, pendekatan sosial menjadi fondasi utama pengabdian. Melalui kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat, keterlibatan dalam diba’an, pengajian, serta berbagai aktivitas sosial, mahasiswa membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan dengan warga. Interaksi ini menegaskan posisi mahasiswa bukan sebagai pihak luar, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Desa Gubugklakah. Pembukaan resmi KKM yang dilaksanakan pada 30 Desember 2025 menandai dimulainya rangkaian program pengabdian secara formal. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, lembaga adat, serta komunitas pemuda Lampahklakah. Mahasiswa mengenakan busana adat Tengger sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penegasan penerimaan sosial dan adat. Kolaborasi dengan Lampahklakah menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian budaya desa. Eksplorasi potensi alam Desa Gubugklakah dilakukan melalui kegiatan tadabur alam ke Ledhok Amprong dan kunjungan ke Coban Pelangi. Mahasiswa menyusuri sungai, hutan, dan jalur tracking untuk mengenal langsung kekayaan alam desa, sekaligus mendokumentasikannya sebagai bagian dari promosi wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa potensi wisata Gubugklakah tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ekologis dan edukatif. Di bidang pendidikan, Kelompok 41 aktif mengajar di MI KH Hasyim Asy’ari dengan pendekatan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) sebagai media pembentukan karakter. Nilai percaya diri, empati, kepedulian lingkungan, dan sikap anti perundungan ditanamkan melalui metode pembelajaran kreatif dan ramah anak. Sebagai penguatan pendidikan karakter anti perundungan, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan kegiatan sosialisasi anti bullying di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah melalui lomba mewarnai bertema anti bullying yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai media visual yang mudah dipahami dan membekas bagi murid kelas 1 hingga kelas 6, dengan gambar dan pesan moral sederhana tentang etika pertemanan tanpa kekerasan. Melalui kegiatan ini, nilai saling menyayangi, menghargai, dan menolak perundungan ditanamkan secara menyenangkan, sekaligus melatih jiwa kompetitif yang sehat melalui pemberian apresiasi berupa piala dan sertifikat. Lomba mewarnai ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan sikap anti bullying dalam kehidupan sehari-hari murid. Dalam upaya menumbuhkan kembali minat baca anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Pagelaran Literasi di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas melalui membaca bersama, story telling, dan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan usaha murid. Sebanyak 84 murid terlibat aktif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa, mulai dari membantu membaca, membacakan cerita, hingga mendorong anak menceritakan kembali isi bacaan. Pagelaran literasi ini menjadi ikhtiar sederhana untuk mengajak anak kembali dekat dengan buku di tengah dominasi gawai, sekaligus menanamkan nilai bahwa membaca adalah aktivitas menyenangkan, bermakna, dan penting sebagai bekal pembentukan karakter serta kecintaan terhadap ilmu sejak dini.    Sebagai upaya menumbuhkan kembali ruang bermain yang sehat bagi anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Aksara Vardhana menyelenggarakan Gebyar Permainan Tradisional pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya interaksi sosial anak usia sekolah dasar akibat dominasi penggunaan gawai. Berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor dihadirkan dengan suasana gembira dan partisipatif, di mana mahasiswa turut bermain bersama anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan permainan tradisional sebagai alternatif positif yang sesuai dengan dunia dan perkembangan anak. Selain pendidikan formal, mahasiswa juga membuka program bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir dua pekan dengan materi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan PPKN. Metode pembelajaran visual dan interaktif dipadukan dengan kuis berbasis cerdas cermat untuk menumbuhkan semangat belajar, kerja sama, dan sportivitas. Hasilnya, dua kelompok binaan berhasil melaju hingga babak semifinal Lomba Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo.   Perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pendampingan kegiatan Posyandu Desa Gubugklakah. Mahasiswa membantu kader posyandu, mendampingi ibu dan balita, serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Keterlibatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif sebagai tanggung jawab bersama. Di ranah keagamaan, Kelompok 41 KKM UIN Malang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan religius masyarakat. Mahasiswa terlibat dalam peringatan Isra’ Mi’raj dengan menghadirkan kajian keislaman bertema Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan yang menyajikan perspektif keislaman yang humanis dan kontekstual. Selain itu, lomba-lomba keagamaan bagi santri TPQ turut diselenggarakan sebagai sarana pembentukan karakter, keberanian, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.   Di tingkat internal kelompok, mahasiswa juga membiasakan pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah selama masa KKM. Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam. Sholat berjamaah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan tanpa paksaan dan secara konsisten menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, kepedulian sosial, serta penguatan ikatan persaudaraan antaranggota. Selain bernilai ibadah dengan landasan kuat dalam ajaran Islam, kebiasaan ini turut menciptakan suasana religius yang terjaga dan menjadi bentuk keteladanan sederhana yang dijalankan secara istiqamah.   Komitmen spiritual mahasiswa diperkuat melalui program One Day One Juz yang dilaksanakan secara konsisten dan ditutup dengan khotmil Al-Qur’an bersama masyarakat sebagai bentuk syukur dan penguatan kebersamaan. Mahasiswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran di TPQ Baiturrohim dengan mendampingi santri dalam belajar Al-Qur’an, doa harian, bacaan sholat, serta pengenalan tajwid.Nilai toleransi dan moderasi beragama tercermin dalam keterlibatan Kelompok 41 pada Diskusi Lintas Agama di Karmel Ngadireso. Melalui dialog terbuka dan inklusif, mahasiswa turut merawat ruang kebersamaan dalam keberagaman, menegaskan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkaya kehidupan sosial. Pada bidang ekonomi, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memfokuskan program pengabdian pada penguatan UMKM Desa Gubugklakah sebagai desa wisata. Program ini berangkat dari pengamatan lapangan terhadap aktivitas ekonomi warga yang sebenarnya telah berjalan cukup baik, khususnya pada sektor kedai dan homestay yang melayani wisatawan menuju kawasan Bromo. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek pendukung usaha, seperti kurangnya identitas visual kedai, penataan daftar menu yang belum optimal, serta homestay yang belum terdaftar di Google Maps sehingga menyulitkan wisatawan dalam menemukan lokasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejak 10 Januari 2026 mahasiswa menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM. Fokus kegiatan meliputi pembuatan banner dan daftar menu kedai, serta pendampingan pembuatan dan pengelolaan Google Maps bagi pemilik homestay. Program diawali dengan diskusi langsung bersama pelaku usaha untuk menggali kebutuhan, konsep usaha, serta harapan pengembangan ke depan. Proses perancangan dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan karakter produk, suasana desa wisata, dan preferensi pemilik usaha.   Hasil dari program ini mulai dirasakan secara nyata. Banner dan daftar menu telah dicetak dan digunakan oleh pemilik kedai, sementara homestay yang didampingi kini telah terdaftar dan mudah diakses melalui Google Maps. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik usaha, memperkuat identitas UMKM lokal, serta mendorong peningkatan kunjungan dan penjualan. Melalui pendampingan sederhana namun tepat sasaran, mahasiswa berupaya mendukung pengembangan ekonomi Desa Gubugklakah agar potensi wisata yang telah ada dapat tumbuh secara lebih optimal dan berkelanjutan. Pada aspek budaya, mahasiswa turut mendukung pelestarian adat Barikan, tradisi leluhur masyarakat Tengger yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali di punden desa. Selain itu, kolaborasi strategis dilakukan bersama komunitas Lampahklakah dalam penyusunan Kamus Bahasa Tengger. Inisiatif ini menjadi langkah nyata pelestarian bahasa ibu sebagai identitas budaya sekaligus kontribusi literasi yang bernilai akademik dan sosial.   Di bidang pelayanan publik dan teknologi, Kelompok 41 KKM UIN Malang mengembangkan sistem pembayaran air bersih desa berbasis web. Digitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan air bersih, sekaligus menjadi langkah awal transformasi digital desa. Mahasiswa juga melaksanakan piket rutin di Balai Desa Gubugklakah untuk membantu administrasi dan pelayanan masyarakat, serta terlibat dalam penyambutan kunjungan Wakil Gubernur Kabupaten Malang dalam rangka pengembangan potensi pertanian desa. Seluruh dinamika kehidupan masyarakat Desa Gubugklakah kemudian dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah”. Film ini merekam potret desa dari aspek budaya, religius, pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga sejarah sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian kearifan lokal. Rangkaian pengabdian ditutup dengan Pentas Seni Penutupan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana. Acara ini menjadi ruang ekspresi budaya, apresiasi masyarakat, serta simbol penutup kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses merawat hubungan, menumbuhkan kesadaran, dan meninggalkan jejak kebermanfaatan yang berkelanjutan. Desa Gubugklakah tidak hanya menjadi tempat mengabdi, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan makna kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Thumbnail
3 months ago
Seminar Parenting di SDN 2 Panggungrejo Angkat Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Resiliensi Anak

ALYA MAYSA SAQINA

Mahasiswa KKM Ashta Traya kembali terlibat dalam kegiatan edukatif yang dilaksanakan di SDN 2 Panggungrejo melalui seminar parenting. Kegiatan ini mengangkat tema Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Resiliensi Anak dan ditujukan bagi orang tua siswa sebagai upaya mendukung perkembangan psikologis anak di lingkungan keluarga dan sekolah.Seminar parenting ini menghadirkan Nida Mukhlishotul 'Izzah, M.Si., Dosen Psikologi Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), sebagai pemateri utama. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri, dengan dukungan dari pihak sekolah SDN 2 Panggungrejo. Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa resiliensi merupakan kemampuan anak untuk bertahan, bangkit, dan menyesuaikan diri ketika menghadapi tantangan. Keluarga memiliki peran penting dalam proses ini, terutama melalui pola asuh, komunikasi yang terbuka, serta pemberian dukungan emosional yang konsisten kepada anak. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar tentang resiliensi, faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan ketahanan mental anak, serta langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak, baik dalam proses belajar maupun dalam menghadapi permasalahan sosial dan emosional. Peserta seminar yang terdiri dari wali murid mengikuti kegiatan dengan antusias. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman serta berdiskusi mengenai tantangan pengasuhan yang dihadapi di rumah. Sementara seminar berlangsung, anak-anak mengikuti kegiatan lomba kreasi yang diselenggarakan secara terpisah. Lomba ini berupa pembuatan tong sampah dari galon bekas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kreativitas anak sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Dalam lomba ini, anak-anak diajak untuk memanfaatkan bahan bekas menjadi benda yang berguna. Dengan pendampingan mahasiswa KKM, peserta lomba menunjukkan kreativitas masing-masing dalam menghias dan merancang tong sampah dari galon. Kegiatan ini disambut dengan antusias dan menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Mahasiswa KKM Ashta Traya berperan dalam mendampingi jalannya seminar parenting maupun lomba kreasi anak. Mulai dari persiapan kegiatan, pengondisian peserta, hingga dokumentasi, mahasiswa terlibat aktif untuk memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.Kolaborasi antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengasuhan anak. Melalui kerja sama ini, kegiatan tidak hanya berfokus pada orang tua, tetapi juga melibatkan anak secara langsung dalam aktivitas yang edukatif dan bermanfaat. Secara keseluruhan, seminar parenting di SDN 2 Panggungrejo ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKM yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan resiliensi anak, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa melalui kegiatan kreatif yang ramah lingkungan.