LAYYINA AHLAQUHA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 05 (Arunika Nusa) mensosialisasikan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah sayuran kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pandanwangi, Kota Malang, pada hari Minggu, 18 Januari 2026. Salah satu anggota kelompok, Nina, menjelaskan bahwa pupuk organik cair dibuat dari sisa-sisa sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, tomat, serta berbagai jenis sayuran hijau lainnya. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus meminimalisir pencemaran lingkungan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pupuk organik cair bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, meningkatkan kesehatan tanah, serta mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan. “Proses pembuatannya cukup sederhana. Bahan yang dibutuhkan antara lain limbah sayuran, air, molase, dan EM4. Langkahnya dengan mencampurkan air, larutan molase, dan EM4 ke dalam wadah berisi potongan limbah sayuran, kemudian didiamkan selama minimal 14 hari hingga siap digunakan,” jelasnya. Salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa praktik langsung pembuatan pupuk organik cair ini memberikan dampak positif bagi masyarakat karena dapat menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan serta meningkatkan produktivitas tanah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya di sekitar untuk menghasilkan pupuk organik secara mandiri, ekonomis, dan berkelanjutan,” pungkasnya. https://www.kompasiana.com/selfmdlyynn7854/698b60e6ed64152fec5e49a3/mahasiswa-kkm-uin-malang-memberikan-sosialisasi-kepada-warga-tentang-pembuatan-pupuk-organik-cair-ramah-lingkungan
URVINA NAFA DAROJAH
Peduli Lingkungan, KKM 102 UIN Malang Hadirkan Plang Edukasi dan Tempat Sampah Pada hari Jumat, 30 Januari 2026, mahasiswa KKM 102 UIN Malang Desa Sumberngepoh melaksanakan kegiatan pemasangan tempat sampah dan plang edukasi mengenai waktu penguraian sampah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan serta minimnya pemahaman mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan. Pemasangan dilakukan di depan Balai Desa Sumberngepoh sebagai lokasi yang dinilai strategis dan sering dilalui oleh masyarakat. Pemilihan lokasi tersebut bertujuan agar pesan edukasi dapat lebih mudah terlihat, dipahami, dan tersampaikan secara efektif kepada warga. Plang tersebut memuat informasi mengenai jangka waktu penguraian berbagai jenis sampah di alam, mulai dari sampah organik hingga sampah plastik dan material anorganik lainnya yang memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan masyarakat tentang dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik, sekaligus mendorong upaya nyata dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar yang menilai bahwa plang edukasi tersebut bermanfaat sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa KKM berharap, melalui pemasangan plang ini, kesadaran masyarakat terhadap tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang dapat semakin meningkat.
MOCHAMMAD AJIL FIRDAUS
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami kondisi sosial masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. KKM Kelompok 45 melaksanakan salah satu program kerja utama di bidang pendidikan, yaitu program mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemiri, yang berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar di desa. Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan anak. Namun, keterbatasan tenaga pendidik serta kebutuhan variasi metode pembelajaran sering menjadi tantangan di sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan. Melihat kondisi tersebut, KKM Kelompok 45 berinisiatif untuk membantu kegiatan belajar mengajar di SDN Kemiri. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Program mengajar dilaksanakan secara rutin selama masa KKM berlangsung. Mahasiswa KKM Kelompok 45 terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di beberapa kelas dengan menyesuaikan jadwal sekolah. Materi yang diajarkan meliputi mata pelajaran dasar seperti: Membaca dan menulis Matematika dasar Pendidikan Pancasila Kegiatan literasi dan edukasi karakter Memahami lebih dalam budaya Jawa Selain metode pembelajaran konvensional, mahasiswa juga menerapkan pendekatan belajar sambil bermain, diskusi kelompok, serta penggunaan media pembelajaran sederhana agar siswa lebih mudah memahami materi dan tidak merasa jenuh. Kegiatan mengajar ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pihak sekolah, guru, maupun siswa. Siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran dan lebih aktif dalam bertanya serta menjawab pertanyaan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam dunia pendidikan, melatih kemampuan komunikasi, kesabaran, serta kerja sama tim. Sementara bagi sekolah, program ini menjadi dukungan tambahan dalam proses belajar mengajar. Program mengajar di SDN Kemiri yang dilaksanakan oleh KKM Kelompok 45 merupakan salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung dunia pendidikan di Desa Kemiri. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa serta menjadi pengalaman bermakna bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di masyarakat. KKM bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang belajar, mengabdi, dan membangun kepedulian sosial demi kemajuan bersama.
MUHAMMAD FIRDAUS SHOFA
Posyandu balita tidak hanya menjadi tempat pemantauan tumbuh kembang anak, tetapi juga sarana edukasi bagi orang tua. Hal inilah yang melatarbelakangi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan kegiatan Posyandu Balita pada Sabtu, 10 Januari 2010, di Desa Kalirejo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu balita, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Puskesmas Desa Kalirejo dengan menghadirkan pemateri yang memberikan penyuluhan terkait stunting. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat. Sebagai bentuk dukungan terhadap penyampaian materi, mahasiswa KKN juga membagikan leaflet tentang pencegahan stunting kepada para ibu balita. Leaflet ini berisi informasi singkat dan mudah dipahami mengenai pentingnya asupan gizi, kebersihan lingkungan, serta peran orang tua dalam mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
NUR AFIFAH
Pembukaan KKM Kelompok 21 di Masjid Asy-Syuhada: Menguatkan Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 21 resmi dilaksanakan di Masjid Asy-Syuhada sebagai langkah awal dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Acara ini dihadiri oleh pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota KKM Kelompok 21 yang akan menjalankan program pengabdian selama periode KKM berlangsung. Pembukaan KKM ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi awal antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Bertempat di lingkungan masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial warga, kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat namun penuh kehangatan. Masjid Asy-Syuhada dipilih sebagai lokasi pembukaan karena perannya yang strategis sebagai ruang berkumpul dan pusat interaksi masyarakat. Dalam rangkaian acara, perwakilan mahasiswa KKM Kelompok 21 menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKM, sekaligus memperkenalkan seluruh anggota kelompok kepada masyarakat. Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk berkontribusi secara aktif, tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap belajar dan berkolaborasi. Penyerahan simbolis dari pihak kampus kepada pengurus masjid menjadi tanda diterimanya mahasiswa KKM Kelompok 21 secara resmi oleh masyarakat. Tokoh masyarakat dan pengurus Masjid Asy-Syuhada dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM. Mereka berharap program-program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam penguatan kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga menaruh harapan agar mahasiswa mampu menjaga etika, sopan santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman selama berada di lingkungan desa. Kegiatan pembukaan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang awal untuk membangun kesepahaman bersama. Diskusi singkat antara mahasiswa dan tokoh masyarakat membuka peluang sinergi dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan program KKM yang berkelanjutan dan berdampak positif. Melalui pembukaan KKM Kelompok 21 di Masjid Asy-Syuhada, mahasiswa secara resmi memulai perjalanan pengabdian yang menuntut tanggung jawab, kedisiplinan, dan empati sosial. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Harapannya, kehadiran mahasiswa KKM tidak hanya meninggalkan jejak program, tetapi juga nilai kebersamaan, gotong royong, dan kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
RUFAIDA ANNIDA
Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 74 Sukma Warih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Desa Wonosari, Kabupaten Malang, sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara sistematis, dimulai dari tahap persiapan, survei, perencanaan, hingga pelaksanaan dan penutupan program. Seluruh rangkaian kegiatan berfokus pada pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi secara berkelanjutan. Tahap awal kegiatan KKM diawali dengan meet perdana kelompok yang dilaksanakan secara offline pada 5 Desember 2025. Pertemuan ini menjadi momentum awal bagi seluruh anggota untuk membangun komunikasi, kekompakan, serta menyamakan visi dan tujuan KKM. Dalam pertemuan tersebut, kelompok menetapkan struktur kepengurusan, pembagian tugas setiap divisi, serta menyepakati nama kelompok KKM 74 Sukma Warih. Selain itu, dibahas pula rencana kerja awal, persiapan administrasi, pembuatan atribut KKM, serta pembentukan media komunikasi dan media sosial sebagai identitas kelompok. Sebagai tindak lanjut persiapan, kelompok KKM melaksanakan pertemuan dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Romi, pada 9 Desember 2025. Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan penting agar mahasiswa tidak merancang program yang sepenuhnya baru, melainkan mengembangkan potensi desa yang telah ada agar lebih berkelanjutan. Arahan ini menjadi landasan utama dalam penyusunan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa juga diarahkan untuk melakukan survei lapangan secara bertahap guna mengenal kondisi desa, tokoh masyarakat, serta potensi yang dapat dikembangkan. Survei pertama dilaksanakan pada 13 Desember 2025 di Kantor Desa Wonosari. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan koordinasi awal dengan staf desa untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa, jumlah dusun, keberadaan TPQ, potensi pendidikan dan ekonomi, serta riwayat program KKM sebelumnya. Meskipun kepala desa dan kepala dusun berhalangan hadir, koordinasi berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai informasi penting sebagai dasar penyusunan program kerja yang realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi online pada 14 Desember 2025. Rapat ini membahas penentuan dusun fokus KKM, pemilihan lokasi posko putra dan putri, progres persuratan ke lembaga pendidikan dan masyarakat, serta perumusan gambaran awal program kerja. Dalam rapat ini juga dirancang program-program utama KKM yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa. Survei kedua dilaksanakan pada 18 Desember 2025 dengan melibatkan Kepala Dusun Wonosari. Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa pelaksanaan KKM difokuskan pada satu dusun agar program dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata. Berbagai program kerja diajukan dan disetujui, antara lain pendampingan posyandu dan pencegahan stunting, kegiatan pendidikan di SD dan TPQ, kegiatan keagamaan, pendampingan UMKM dan sertifikasi halal, pengelolaan lingkungan, serta pengaktifan website desa dan pembaruan database. Pada hari yang sama, mahasiswa juga melakukan survei ke SD Islam Kyai Zakariya untuk mengurus perizinan mengajar serta melakukan pencarian posko KKM. Setelah seluruh persiapan matang, mahasiswa KKM 74 mengikuti kegiatan pelepasan KKM Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026 pada 23 Desember 2025 di Kampus UIN Malang. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Usai pelepasan, mahasiswa langsung berangkat menuju Desa Wonosari untuk memulai seluruh rangkaian kegiatan KKM. Sebagai langkah awal di desa, mahasiswa melaksanakan sowan dan koordinasi dengan Kepala Dusun Wonosari untuk membahas teknis pembukaan KKM serta pemetaan lanjutan program kerja. Hasil koordinasi ini menghasilkan kesepakatan terkait jadwal pembukaan, pihak-pihak yang akan diundang, serta penguatan kerja sama dengan tokoh agama, PKK, TPQ, dan lembaga desa lainnya. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan pembukaan KKM secara resmi dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di Balai Desa Wonosari. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh perangkat desa, Kepala Dusun, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKM. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKM, sementara DPL menekankan pentingnya menjaga etika, memahami budaya lokal, serta menyesuaikan program dengan kondisi masyarakat desa. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih aktif di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, mahasiswa mengajar di SD Islam Kyai Zakariya dan TPQ Nurul Hidayah. Kegiatan meliputi pendampingan belajar di kelas, bimbingan membaca Al-Qur’an, hafalan surat pendek, pembelajaran tajwid, serta bimbingan belajar tambahan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan penataan ulang perpustakaan sekolah agar lebih rapi dan mudah diakses, meluncurkan mading 3D bertema Stop Bullying, serta membantu pembuatan website sekolah dan sistem pendaftaran siswa secara online. Mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying dan edukasi seksual di SD Islam Kyai Zakariya. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama, dilanjutkan dengan edukasi interaktif mengenai bahaya bullying, pentingnya saling menghargai, serta pemahaman batasan tubuh dan pergaulan yang disesuaikan dengan usia siswa. Kegiatan ini mendapat respons positif dari siswa dan guru karena disampaikan dengan metode yang komunikatif dan menyenangkan. Di bidang kesehatan, mahasiswa KKM terlibat aktif dalam berbagai kegiatan posyandu di wilayah Sumbersari, Urek-Urek, dan Depok. Mahasiswa membantu pemeriksaan kesehatan balita, ibu hamil, dan lansia, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, tensi darah, dan pemeriksaan gula darah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung program pencegahan stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan kepada warga. Dalam bidang keagamaan dan sosial budaya, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan tahlilan rutin, istighotsah, serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Mahasiswa juga menyelenggarakan Semarak Lomba Isra’ Mi’raj di TPQ Nurul Hidayah sebagai upaya menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai keislaman. Selain itu, mahasiswa terlibat dalam kegiatan budaya di Padepokan Eyang Djoego dan Pesarean Gunung Kawi, termasuk kegiatan Senin Pahing, bincang budaya bersama juru kunci, serta partisipasi dalam perayaan Tahun Baru dan Imlek. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan program pembuatan dan pembagian tempat sampah organik dan anorganik di SD Islam Kyai Zakariya serta memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa. Mahasiswa juga berkontribusi dalam kerja bakti lingkungan, pengelolaan sampah, serta pembuatan fasilitas publik berupa plang dan tiang lampu multifungsi sebagai penunjuk arah dan penerangan desa. Dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, mahasiswa KKM menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang. Selain itu, mahasiswa melakukan kunjungan dan pendampingan langsung ke beberapa UMKM, seperti usaha jamu tradisional dan Bolen 88, untuk membantu persiapan sertifikasi halal serta memberikan wawasan terkait pengembangan usaha. Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa melaksanakan sowan dan pamitan ke berbagai tokoh masyarakat, lembaga desa, PKK, TPQ, posyandu, dan yayasan sebagai bentuk silaturahmi dan ucapan terima kasih. Mahasiswa juga mengikuti tahlilan dan istighotsah terakhir bersama warga. Seluruh rangkaian KKM kemudian ditutup secara resmi dalam acara penutupan KKM di Balai Desa Wonosari pada 3 Februari 2026, yang dihadiri oleh perangkat desa, DPL, dan masyarakat. Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa KKM 74 Sukma Warih melaksanakan penutupan mandiri berupa kegiatan kebersamaan sebagai refleksi dan penguatan ikatan antaranggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam belajar hidup bermasyarakat, menumbuhkan empati, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata. Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Wonosari serta menjadi bekal berharga bagi mahasiswa di masa mendatang