Thumbnail
8 months ago

ATINA SOFWAH KAMILAH

https://arkanasvara.blogspot.com/2026/01/mahasiswa-kkm-arkanasvara-laksanakan.html

Thumbnail
8 months ago
Sukseskan Peringatan Isra' Mi'raj, Kelompok KKM Svarnanta 17 Hadirkan Penampilan dan Edukasi Keagamaan di Masjid Fattahillah, Kedungkandang

RIF`ATUL MAULUDIYAH

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 menggelar Puncak Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 15 Januari 2025, bertempat di Masjid Fattahillah, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian lomba keagamaan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 9-11 Januari 2025, meliputi lomba mewarnai, lomba adzan, dan lomba hafalan surah pendek.Persiapan kegiatan dilakukan oleh panitia KKM Svarnanta 17 sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan melibatkan pengurus masjid setempat. Rangkaian acara dimulai setelah shalat Maghrib, tepat pada pukul 18.30 WIB, dengan penayangan video edukatif yang mengisahkan peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW sebagai pengantar pemahaman bagi jamaah.Usai pelaksanaan shalat Isya berjamaah, acara dilanjutkan dengan pra-acara berupa penampilan sholawat banjari yang dibawakan oleh Pondok Al-Ihsan, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara secara resmi. Sejumlah penampilan turut memeriahkan kegiatan, di antaranya penampilan dari TPQ An-Nur, RA Fattahillah, dan TPQ Rohmata Robbi. Dalam rangkaian acara tersebut juga dilaksanakan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba mewarnai, adzan, dan hafalan surah pendek. Selanjutnya, acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh perwakilan Kelompok KKM Svarnanta 17 serta sambutan dari Ketua Takmir Masjid.Acara inti diisi dengan mauidzoh hasanah dan doa yang disampaikan oleh Ustadz Faturrohim, yang menyampaikan pesan-pesan keislaman serta hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penutupan resmi dan sesi foto bersama antara panitia KKM Svarnanta 17 dan pengurus Masjid Fattahillah.

Thumbnail
8 months ago
Pembukaan KKM Kelompok 83 Ashta Traya di Panggungrejo: Awal Pengabdian Selama 40 Hari

ACHMAD RAMADAN

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kembali menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat. Hal tersebut juga terlihat dalam pembukaan KKM Kelompok 83 Ashta Traya yang dilaksanakan di Balai Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Kegiatan ini menandai dimulainya pelaksanaan KKM yang akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Pembukaan KKM dilaksanakan sebagai bentuk serah terima dan penerimaan mahasiswa oleh pemerintah desa setempat. Balai Desa Panggungrejo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi pusat aktivitas pemerintahan desa sekaligus ruang interaksi masyarakat. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM secara resmi diperkenalkan kepada perangkat desa dan menyampaikan kesiapan mereka untuk melaksanakan program pengabdian. KKM merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKM, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial secara langsung. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, meskipun dalam lingkup yang sederhana. Kelompok 83 Ashta Traya akan melaksanakan berbagai kegiatan selama masa KKM di Desa Panggungrejo. Program kerja yang direncanakan mencakup bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Seluruh kegiatan tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi desa, potensi yang dimiliki, serta kebutuhan masyarakat setempat. Selama kurang lebih 40 hari, mahasiswa KKM akan berinteraksi langsung dengan warga desa dalam berbagai aktivitas. Tidak hanya melalui program kerja formal, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Proses ini menjadi bagian penting dari pembelajaran mahasiswa, terutama dalam hal komunikasi, adaptasi, dan kerja sama lintas latar belakang. Bagi mahasiswa, KKM bukan sekadar kewajiban akademik. Kegiatan ini menjadi ruang belajar di luar kelas yang menghadirkan pengalaman nyata. Mahasiswa dihadapkan pada situasi yang menuntut kepekaan sosial, kemampuan memecahkan masalah, serta sikap tanggung jawab. Hal-hal tersebut sering kali tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran teoritis di kampus. Di sisi lain, Desa Panggungrejo juga memiliki peran penting dalam keberhasilan pelaksanaan KKM. Keterbukaan pemerintah desa dan masyarakat menjadi faktor pendukung utama. Dengan adanya komunikasi yang baik antara mahasiswa dan warga, kegiatan KKM diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pembukaan KKM menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kesepahaman mengenai peran masing-masing pihak selama KKM berlangsung. Mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sebagai pihak yang datang untuk menggurui. Sebaliknya, masyarakat menjadi sumber pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa. Pelaksanaan KKM di Desa Panggungrejo juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, kegiatan KKM dapat membantu mendukung aktivitas desa melalui program-program yang dilaksanakan. Sementara itu, dalam jangka panjang, pengalaman KKM dapat membentuk karakter mahasiswa agar lebih peduli terhadap persoalan sosial dan pembangunan masyarakat. Selama masa pengabdian, tantangan tentu akan dihadapi oleh mahasiswa KKM. Mulai dari perbedaan kebiasaan, keterbatasan waktu, hingga kendala teknis dalam pelaksanaan program. Namun, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajaran. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan mencari solusi bersama masyarakat menjadi nilai penting dalam kegiatan KKM. Dengan dimulainya KKM Kelompok 83 Ashta Traya di Desa Panggungrejo, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana. Keberhasilan KKM tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari terjalinnya hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat desa. Pembukaan KKM di Balai Desa Panggungrejo menjadi penanda awal perjalanan pengabdian selama 40 hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif sesuai kapasitasnya, sekaligus memperoleh pengalaman berharga sebagai bekal di masa depan. KKM pun kembali menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik dan realitas kehidupan masyarakat.

Thumbnail
8 months ago
Belajar Penuh Semangat: Rutinitas Santri Madin Al Hikmah Bersama Mahasiswa UIN

MUHAMMAD AKBAR NUR AZIZ

Kegiatan belajar mengajar KKM Kelompok 111 di Madin Al Hikmah, Dusun Ringin Anom, Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, berlangsung penuh semangat setiap Senin hingga Jumat pukul 15.30-16.30 WIB. Mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok ini secara rutin hadir untuk membimbing santri dalam mempelajari Al-Quran, hafalan surah pendek, dan dasar-dasar keagamaan Islam lainnya. Suasana kelas yang telah direvitalisasi dengan pengecatan dinding hijau cerah menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan, sebagaimana terlihat pada foto kegiatan yang menunjukkan santri duduk rapi di meja kayu sederhana sambil mengikuti arahan pengajar. Program ini merupakan bagian dari upaya Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk mendukung pendidikan nonformal di madrasah diniyah setempat. Selain mengajar, kelompok 111 juga melakukan perbaikan fasilitas seperti penataan ruang kelas dan penambahan sarana belajar, yang meningkatkan minat santri terhadap kegiatan keagamaan, seperti ekstrakulikuler yang terdiri dari Tari, Pidacil, dan Kaligrafi. Lokasi Madin Al-Hikmah ini terletak strategis bagi anak-anak, sehingga pembelajaran dapat berjalan konsisten tanpa hambatan yang signifikan. Dampak dari kegiatan ini terasa nyata, di mana santri menunjukkan peningkatan hafalan dan pemahaman materi secara bertahap. Pengajar menggunakan metode interaktif, seperti kelompok diskusi dan permainan edukatif, untuk menjaga fokus anak-anak usia dini. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memperkuat landasan pendidikan agama di tingkat desa, sekaligus menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan masyarakat.

Thumbnail
8 months ago
Menuju Pertanian Berbasis Digital, Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi di Ngadirejo

BAGUS PRAMANA PUTRA

Pada hari sabtu 24 November, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menggelar kegiatan sosialisasi pertanian modern di era digitalisasi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian kepada masyarakat desa. Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok tani, Karang Taruna, hingga perangkat desa. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan tingginya perhatian dan kepedulian terhadap perkembangan pertanian yang semakin menuntut pemanfaatan teknologi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM UIN Malang menghadirkan pemateri yang memahami dan berpengalaman di bidang pertanian modern. Pemateri memberikan penjelasan secara langsung mengenai penerapan teknologi digital dalam kegiatan pertanian yang dapat disesuaikan dengan kondisi desa. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan aplikasi pertanian, pemasaran hasil panen melalui media digital, serta pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami agar dapat diterapkan oleh para petani. Para peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi yang berlangsung secara interaktif. Diskusi dan tanya jawab berjalan aktif, terutama saat membahas kendala yang sering dihadapi petani serta peluang pengembangan pertanian dengan dukungan teknologi digital. Kelompok tani menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru yang relevan dengan kebutuhan pertanian saat ini. Sementara itu, Karang Taruna diharapkan dapat menjadi jembatan dalam penerapan teknologi digital, khususnya bagi generasi muda desa. Perangkat Desa Ngadirejo menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM UIN Malang yang tidak hanya mengadakan sosialisasi, tetapi juga menghadirkan pemateri yang kompeten di bidangnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Ngadirejo semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.  

Thumbnail
8 months ago
Menutup Pengabdian Dengan Kebersamaan: Penutupan KKM Kelompok 91 di Desa Purwoasri

NADIA RIZKI ANDRIANI

Setelah menjalani rangkaian kegiatan pengabdian di Desa Purwoasri, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan acara penutupan KKM yang bertempat di Balai Desa Purwoasri. Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus penutup dari seluruh program yang telah kami laksanakan bersama masyarakat. Acara penutupan ini dihadiri oleh Kepala Desa Purwoasri beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perwakilan ibu-ibu PKK, serta beberapa tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan KKM yang telah berlangsung. Dalam acara ini, kami menyampaikan laporan singkat serta gambaran umum mengenai program-program yang telah dilaksanakan, mulai dari kegiatan pendidikan, sosial, hingga pengembangan potensi desa. Suasana berlangsung khidmat namun tetap hangat, mencerminkan hubungan baik yang telah terjalin selama masa pengabdian. Bagi kami sebagai mahasiswa, acara penutupan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momen untuk menyadari bahwa pengabdian yang kami lakukan telah menjadi bagian dari cerita Desa Purwoasri. Interaksi, kebersamaan, serta dukungan dari masyarakat menjadi pengalaman berharga yang akan selalu kami kenang. Kami berharap apa yang telah kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi Desa Purwoasri, meskipun dalam bentuk yang sederhana. Kegiatan penutupan ini menjadi penanda berakhirnya program KKM, sekaligus awal dari harapan agar silaturahmi dan kerja sama tetap terjaga di masa mendatang. Melalui KKM ini, kami belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang membangun hubungan, belajar dari masyarakat, dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial