Thumbnail
8 months ago
Serunya mengabdi di RTQ Masjid Al Ghozali Tlogomas,kota Malang

HUMAM AFRIANTO

Salah satu kegiatan rutin dari Kelompok 126 KKM Reguler UIN Malang adalah mendampingi dan mengabdi di RTQ atau Raudatul Tarbiyatil Quran yang terletak di masjid AL Ghazali Tlogomas kota malang,kami mendampingi siswa/siswi RTQ dalam proses belajar membaca Quran di RTQ Al Ghazali terdapat berberapa jilid dan umur yang berbeda di setiap muridnya sesuai dengan kemampuan masing masing murid,hari aktif RTQ adalah hari senin hingga sabtu,namun saat hari sabtu difokuskan kepada ekstrakulikuler yang dipilih oleh setiap murid. Mengajar di RTQ Al ghozali sendiri merupakan pengalaman dan kegiatan yang menyenangkan selama KKM berlangsung,setiap pertemuan di RTQ bukan hanya berisi kegiatan belajar mengajar dalam membaca Al Qur’an, tapi juga membangun kedekatan dengan para murid  disana. Suasana kelas terasa hidup ada yang masih mengeja perlahan, dan ada yang senang saat bacaannya mulai lancar.walaupun sederhana, momen momen seperti itu membuat proses mengajar terasa menyenangkan dan penuh kebersamaan,kami juga merasakan momen kebersamaan yang lebih meriah saat peringatan Isra Miraj. Untuk memeriahkan suasana dan menumbuhkan semangat belajar, diadakan berbagai lomba seperti estafet huruf, kaligrafi, dan cerdas cermat. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap kegiatan. Selain melatih kemampuan mereka, lomba lomba ini juga menciptakan suasana hangat, akrab, dan penuh keceriaan antara pengajar dan murid, sehingga proses belajar terasa lebih dekat Dari kegiatan mengajar RTQ ini, kami belajar bahwa setiap murid atau anak memiliki cara dan kemampuan memahami yang berbeda, sehingga perlu didampingi dengan baik dan metode yang variatif. Pendampingan yang baik bisa dilakukan dengan sikap ramah, penjelasan yang jelas, pengulangan yang cukup, serta apresiasi atas kemajuan kecil mereka. Ketika murid merasa nyaman dan dihargai, mereka lebih percaya diri untuk mencoba. Pada akhirnya, mengajar bukan hanya berbagi ilmu, tetapi juga mengingatkan kami semua untuk terus belajar dan bertumbuh bersama.

Thumbnail
8 months ago
Jalan Pagi Kel 7 Dengan CJH

ABDILLAH ARIYA ATMAJA

Pagi itu, sekitar pukul 06.00, kami Kelompok 7 KKM memulai kegiatan jalan pagi bersama Calon Jamaah Haji (CJH). Udara masih sejuk, pepohonan pinus mengelilingi langkah kami, dan suasana pagi terasa begitu menenangkan. Perjalanan diawali dengan jalan santai menyusuri jalur alam, sambil berbincang ringan dan saling menyemangati. Tidak hanya menjadi aktivitas fisik, jalan pagi ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan CJH. Selama perjalanan, kami hanya berhenti sejenak sekali untuk minum air, dan memastikan kondisi CJH tetap nyaman dan aman. Rute yang ditempuh cukup menantang namun menyenangkan, dengan pemandangan alam yang indah hingga mencapai titik-titik tujuan seperti area hutan dan air terjun. Kegiatan jalan pagi ini menjadi bagian dari pendampingan kesehatan, sekaligus upaya membiasakan aktivitas fisik ringan yang bermanfaat bagi kebugaran tubuh. Di akhir kegiatan, rasa lelah terbayar dengan senyum, tawa, dan kepuasan karena dapat menjalani pagi yang sehat bersama.

Thumbnail
8 months ago
Meriah dan Penuh Haru, Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Malang Kelompok 3 di POMURI

AHMAD MUZAKKI

Malang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 3 yang digelar di Perumahan Pondok Mutiara Asri (POMURI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di lingkungan perumahan yang dikenal memiliki banyak pelaku UMKM rumahan tersebut.   Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara nilai religiusitas dan nasionalisme dalam setiap program pengabdian yang dijalankan.   Ketua Kelompok 3 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga POMURI yang telah menerima mahasiswa dengan hangat serta berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja, khususnya pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM rumahan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat dan tumbuh bersama,” ujarnya.   Sambutan turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, serta Ketua Takmir Masjid Al Firdaus. Ketiganya memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penguatan ekosistem usaha halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.   Gebyar penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan dari lintas generasi. Anak-anak TPQ Masjid Al Firdaus menampilkan tari kreatif dan pertunjukan pantomim yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin. Remaja desa turut mempersembahkan tari khas Jawa Timur yang energik dan sarat nilai budaya lokal.   Tak kalah memukau, ibu-ibu Majelis Hadrah Jidor Al Firdaus tampil membawakan lantunan shalawat yang menggugah suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga. Sebagai penampilan pamungkas, mahasiswa KKM mempersembahkan drama musikal yang mengisahkan perjalanan pengabdian mereka selama di POMURI—mulai dari pendampingan UMKM, pelatihan kreatif, hingga kebersamaan dengan anak-anak TPQ. Drama tersebut sukses menghadirkan tawa sekaligus haru di penghujung acara.   Selain pentas seni, momen penting lainnya adalah pengumuman pemenang lomba kreasi anak yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pemberdayaan. Tidak hanya itu, secara simbolis juga diumumkan capaian sertifikat halal bagi pelaku usaha yang telah berhasil lolos proses pendampingan, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan UMKM di lingkungan perumahan.   Acara ditutup dengan penayangan video after movie KKM dalam format short film yang merangkum seluruh perjalanan pengabdian mahasiswa. Tayangan tersebut menjadi refleksi sekaligus kenangan manis atas kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.   Ketua RW POMURI menyampaikan harapannya agar silaturahmi tetap terjaga meski masa KKM telah berakhir. “Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran adik-adik mahasiswa, terutama bagi UMKM rumahan yang menjadi kekuatan ekonomi warga,” ungkapnya.   Gebyar penutupan ini bukan sekadar seremoni akhir kegiatan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kreativitas di tengah lingkungan perumahan yang produktif.

Thumbnail
8 months ago
"KKM Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Pembukaan di Desa Balesari"

HARDINI CAHYA NINGRUM

Peserta KKM Kelompok 114 Gema Abhipraya dan Kelompok 115 Karunalaya UIN Malang sukses menggelar acara pembukaan KKM di Balai Desa Balesari. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan tertib ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Balesari, Senin (29/12/2025) pukul 10.00 WIB Kesempatan tersebut melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 114 Dr. Musataklima SHI, MSI, dan DPL Kelompok 115 Dr. Musleh Harry, SH, M.Hum, serta jajaran perangkat Desa Balesari. Dalam berbagai hal, tekanan bahwa KKM merupakan bagian dari proses pendidikan di UIN Malang sebagai laboratorium sosial, tempat mahasiswa mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi keilmuannya secara langsung di tengah masyarakat. “KKM ini adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat dan memberikan kontribusi nyata walaupun sedikit. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara UIN Malang dan masyarakat Desa Balesari,” ujar Bapak Musleh Harry. Mewakili pihak desa, Sekretaris Desa menyambut hangat kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang di Desa Balesari. “Kami berharap kehadiran mahasiswa KKM dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan meningkatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan keilmuan yang didapat,” ujarnya. Acara pembukaan diakhiri dengan penyematan ID card kepada perwakilan kelompok dan pemotongan pita oleh DPL, sebagai simbol dimulainya KKM di Desa Balesari.  

Thumbnail
8 months ago
Masjid Al Iksan Gadang Kota Malang Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Family Corner Berbasis Masjid

FIKRI NURZAMANI

    Kota Malang Masjid Al Iksan Gadang Kota Malang Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Family Corner Berbasis Masjid 10/01/2026 MALANG POSCO MEDIA – Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus digelorakan Takmir Masjid Al Iksan Gadang, Kota Malang, melalui program Workshop Family Corner. Mengusung tema “Family Corner berbasis masjid sebagai model edukasi keluarga berkelanjutan” ini digelar pada Sabtu (10/1) di Masjid Al Iksan Gadang sebagai bagian dari optimalisasi peran masjid dalam pelayanan sosial dan keluarga. Kegiatan diawali sambutan Ketua Takmir Masjid Al Iksan, H. Moh. Zaini, yang menegaskan besarnya potensi masjid sebagai pusat pelayanan umat, termasuk dalam penguatan keluarga, apabila dikelola secara terstruktur dan kolaboratif. “Saya mendukung kegiatan positif ini, saya ucapkan terima kasih kepada narasumber bapak Dr.Miftah dari Fakultas Syariah UIN Malang yang akan menyampaikan materi dan informasi baru kepada pengurus Family Corner masjid Al Iksan,” ujarnya. Penguatan Family Corner ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM Kelompok Pradipaloka 118 dengan pengurus Masjid Al Iksan. Kegiatan diikuti seluruh pengurus Family Corner serta mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai upaya bersama memperkuat peran masjid dalam pembinaan dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Ketua Family Corner Masjid Al Iksan, Ustad Sya’roni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang dinilainya mampu menghidupkan kembali aktivitas Family Corner yang sempat vakum. “Saya ucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM UIN Malang yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga pengurus Family Corner yang mungkin selama ini vakum bisa aktif kembali dan lebih bersemangat lagi dalam syiar terutama remaja masjid bisa giat lagi kegiatan di masjid,” ungkapnya. Kegiatan penguatan tersebut menghadirkan Dr. H. Miftahul Huda, dosen Fakultas Syariah UIN Malang, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dr. Miftah yang juga fasilitator Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Kementerian Agama RI menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah ritual, melainkan juga memiliki peran strategis dalam penguatan sosial kemasyarakatan. “Banyak sekali persoalan yang muncul dalam keluarga, dan inilah peran masjid sebagai pusat solusi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa layanan Family Corner bersifat inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada jamaah masjid. “Siapapun yang membutuhkan layanan konsultasi atau pendampingan keluarga bisa memanfaatkan Family Corner, termasuk dari luar jamaah,” tegasnya. Menurut Dr. Miftah, keberadaan Family Corner menjadikan masjid lebih hidup dan fungsional, sekaligus mendorong partisipasi jamaah lintas usia. Apalagi, lokasi Masjid Al Iksan yang strategis berada di jalur utama lintas kabupaten dinilai sangat potensial untuk pengembangan layanan berbasis masyarakat. Sementara bagi masyarakat, program ini diharapkan mampu menekan angka konflik keluarga dan perceraian, meningkatkan keharmonisan rumah tangga, serta membangun lingkungan sosial yang religius dan sehat. “Program ini mendapat dukungan empat pilar utama, yakni Pemerintah Kota Malang, Kementerian Agama, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan akademisi UIN Maliki Malang,” jelasnya. Menutup pemaparannya, Dr. Miftah yang menjadi Ketua Family Corner Fakultas Syariah UIN Malang periode 2023-2024 berpesan kepada jajaran takmir dan pengurus Family Corner agar memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat jejaring dan kerja sama antar pengurus. “Agar bisa saling berbagi dan menguatkan satu sama lain. Saling mendukung dan mensupport program kerja,” pungkas Miftah.

Thumbnail
8 months ago
Menanam Makna dalam Pengabdian : Menyatu dan Belajar Bersama di Desa Sukarara

AULIA ARIANTI

Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa. Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran mahasiswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal kedatangan, interaksi yang baik penuh keramahan mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian. Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang ditempuh melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari keterlibatan sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat pelaksanaan melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, sebab apapun itu pasti berharga dan berarti. Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak Pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema "Healthy Relationship". Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai relasi yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun toxic relationship di berbagai lingkungan.  Nilai keagamaan dan kebersamaan turut diperkuat melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana religius. Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami turut mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat. Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama Sepanjang proses pengabdian, mahasiswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, tetapi juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam bersikap. Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegas bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa berdampaknya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.