Thumbnail
3 months ago
KKM HIPE: Belajar dan Berbagi Bersama Calon Jamaah Haji

ATIQAH DZIKRI RIDLATI

Dalam kegiatan Kuliah Kerja Mandiri (KKM) HIPE, aku bersama tim melakukan kunjungan ke calon jemaah haji, yaitu Bapak Ismadi dan Ibu Sri Rahayu. Kunjungan ini menjadi salah satu kegiatan yang menarik selama pelaksanaan KKM. Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menjalankan program kerja yang telah direncanakan. Suasana awal kunjungan berlangsung hangat dan penuh sambutan baik. Pada kegiatan ini, kami menjalankan program kerja Amanah dan Kawan CJH. Bentuk kegiatannya berupa pemantauan kesehatan sederhana, seperti mengukur tekanan darah. Selain itu, kami juga melakukan pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu calon jemaah haji mengetahui kondisi kesehatannya. Selain pemeriksaan kesehatan, kami juga melakukan sharing dan ngobrol santai bersama Bapak Ismadi dan Ibu Sri Rahayu. Bapak Ismadi banyak menceritakan perjalanan hidup dan pengalaman beliau. Cerita yang disampaikan sangat menarik dan penuh makna. Dari cerita tersebut, kami mendapatkan banyak pelajaran dan motivasi. Suasana kegiatan berlangsung dengan santai dan penuh keakraban. Kami juga sempat makan bersama sehingga hubungan terasa semakin dekat. Kegiatan ini diisi dengan berbagai cerita dan tawa yang menyenangkan. Momen kebersamaan tersebut membuat kunjungan terasa lebih berkesan. Melalui kegiatan ini, aku belajar banyak hal dari masyarakat. KKM tidak hanya tentang menjalankan program kerja semata. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk berbagi dan belajar dari pengalaman orang lain. Selain itu, KKM membantu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Cegah Perundungan Sejak Dini melalui Edukasi Anti-Perundungan, Mahasiswa KKM 38 UIN Malang Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN Wonomulyo II

IRENE HEVY OCTAVIA

MALANG – Bullying masih menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius dalam lingkungan pendidikan dasar. Perilaku perundungan tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat mengganggu proses belajar, relasi sosial, hingga pembentukan karakter anak. Berangkat dari kepedulian terhadap pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman dan sehat, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 38 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Stop Bullying di SDN Wonomulyo II. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada jam sekolah dan diikuti oleh siswa SD dengan antusias. Sosialisasi dirancang sebagai upaya preventif sekaligus edukatif, agar peserta didik mampu mengenali bentuk-bentuk bullying sejak dini serta memahami pentingnya sikap saling menghargai dalam interaksi sehari-hari. Dalam konteks pendidikan karakter, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan nilai moral, empati, dan tanggung jawab sosial di lingkungan sekolah. Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk. Tidak hanya perundungan fisik seperti memukul atau mendorong, tetapi juga bullying verbal seperti mengejek, memanggil dengan julukan yang merendahkan, serta bullying sosial yang terjadi melalui pengucilan atau mengajak teman lain untuk tidak bergaul dengan seseorang. Mahasiswa menekankan bahwa tindakan yang terlihat “sepele” dan dianggap candaan pun dapat menjadi bullying apabila dilakukan berulang dan membuat orang lain merasa takut, tertekan, atau tidak nyaman. Selain mengenalkan jenis-jenis bullying, mahasiswa juga menyampaikan dampak yang ditimbulkan. Siswa diajak memahami bahwa bullying dapat menyebabkan korban merasa kehilangan kepercayaan diri, takut datang ke sekolah, bahkan mengalami stres berkepanjangan. Di sisi lain, pelaku bullying juga dapat terbentuk menjadi pribadi yang agresif dan sulit mengontrol emosi apabila tidak mendapatkan pembinaan sejak awal. Karena itu, sosialisasi ini menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang ramah anak, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Sesi sosialisasi berlangsung secara komunikatif. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi satu arah, tetapi juga membuka ruang diskusi agar siswa dapat menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka. Respon peserta terlihat aktif, termasuk ketika siswa diminta menyebutkan contoh perilaku bullying yang pernah mereka lihat di lingkungan sekitar. Melalui diskusi tersebut, siswa mulai memahami batasan antara bercanda yang sehat dengan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Sebagai bagian dari penguatan refleksi, mahasiswa mengajak siswa menuliskan ungkapan, pesan moral, serta harapan mereka tentang sekolah yang aman dan nyaman. Hasil tulisan tersebut kemudian dirangkai dalam bentuk media kreatif berupa “pohon harapan”, yang menjadi simbol komitmen bersama untuk saling menjaga, saling menghormati, dan berani menolak bullying. Metode ini dipilih karena mampu mendorong siswa mengekspresikan nilai-nilai positif secara sederhana, namun bermakna. Mahasiswa juga menekankan langkah-langkah pencegahan dan pelaporan bullying. Siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan bullying tidak boleh didiamkan. Apabila melihat atau mengalami perundungan, siswa didorong untuk segera melapor kepada guru, wali kelas, atau pihak sekolah yang dipercaya. Sosialisasi ini sekaligus menanamkan keberanian untuk berkata “tidak” terhadap perundungan, serta membangun solidaritas antar teman agar tidak menjadi penonton yang membiarkan kekerasan terjadi. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 38, Kivah Aha Putra, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Stop Bullying merupakan bagian penting dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah dasar. Menurut beliau, pengabdian mahasiswa KKM tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga pada dampak edukatif yang nyata dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Beliau menilai, edukasi anti-bullying sejak dini menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang lebih berempati, menghargai perbedaan, serta mampu membangun relasi sosial yang sehat. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga membangun karakter dan integritas peserta didik. Melalui sosialisasi ini, Mahasiswa KKM 38 UIN Malang berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Dengan meningkatnya pemahaman siswa tentang bullying serta pentingnya saling menghargai, nilai-nilai anti-kekerasan diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya bersama di SDN Wonomulyo II.  

Thumbnail
3 months ago
Partisipasi KKM Artana sebagai Panitia Isra Mi’raj dan Penguatan Moderasi Beragama

SITI ROCHMAH MAULIDAH

Hari ke-33 pelaksanaan KKM menjadi momen berkesan bagi Kelompok Artana. Atas ajakan Bapak Ketua LPMK, mahasiswa KKM dipercaya untuk turut terlibat sebagai panitia dalam kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bapak Lurah, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh agama, yang menambah kekhidmatan sekaligus makna kebersamaan dalam acara tersebut. Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, Kelompok Artana ikut membantu berbagai kebutuhan kegiatan agar acara dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Peringatan Isra Mi’raj berlangsung dengan suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk kembali mengingat dan merenungkan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting dalam sejarah Islam, sekaligus meneladani nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.  Nilai moderasi beragama dalam kegiatan ini tercermin dari kebersamaan berbagai unsur masyarakat yang hadir. Kehadiran aparatur kelurahan, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam satu kegiatan menjadi contoh nyata sikap saling menghormati, menjaga keharmonisan, dan hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman. Tanpa disampaikan secara formal, nilai-nilai tersebut terlihat melalui kebersamaan dan keteladanan para tokoh yang terlibat. Bagi Kelompok Artana, keterlibatan sebagai panitia dalam kegiatan ini bukan hanya menjadi pengalaman berharga, tetapi juga bentuk nyata pengabdian dan pembelajaran langsung tentang pentingnya kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. KKM Artana — Mengabdi dengan Iman, Meneladani Harmoni, Tumbuh Bersama Masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Dari Limbah Dapur Menjadi Pupuk: KKM 65 UIN Malang Belajar bersama PKK Desa Kalirejo

NAYLA SALSABILA RAMADHANI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 65 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Abhipraya Nawasena melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan pupuk organik bersama ibu-ibu PKK Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Kalirejo. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Kalirejo selaku Ketua PKK, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Kalirejo, serta ibu-ibu PKK desa setempat. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusias, terlihat dari partisipasi para peserta yang mengikuti setiap tahapan sosialisasi dengan seksama. Pemilihan tema pembuatan pupuk organik didasarkan pada kondisi masyarakat Desa Kalirejo yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada masyarakat mengenai alternatif pupuk ramah lingkungan yang mudah dibuat dan ekonomis. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 65 melakukan demonstrasi pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah rumah tangga berupa kulit bawang dan kulit pisang. Limbah organik ini dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan sering kali belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman. Selain demonstrasi, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai manfaat pupuk organik bagi kesuburan tanah serta dampaknya terhadap kesehatan lingkungan. Pupuk organik dinilai lebih aman digunakan dalam jangka panjang dan dapat membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 65 UIN Malang berharap ibu-ibu PKK dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kebutuhan pertanian maupun tanaman rumah tangga. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah kecil dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan pengelolaan limbah organik di Desa Kalirejo.  

Thumbnail
3 months ago
Kontribusi KKM Narawastra dalam Mendukung Pelayanan Posyandu di Desa Gondowangi

NAJLA NURUL AMILIYAH

Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Gondowangi merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang rutin dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya balita dan lansia. Posyandu menjadi wadah pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting karena berfungsi sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini serta pemantauan kondisi kesehatan warga lanjut usia secara berkala. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pada bulan Januari, kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dilaksanakan di beberapa titik dusun agar seluruh lapisan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Pelaksanaan pertama berlangsung pada tanggal 5 Januari bertempat di Posyandu Dusun Wiloso.  Rangkaian kegiatan Posyandu di Dusun Wiloso diawali dengan proses pendaftaran peserta, baik balita maupun lansia. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Balita mendapatkan pelayanan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala sebagai indikator penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Sementara itu, para lansia mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dasar serta pendataan kondisi kesehatan yang dicatat dalam kertas kesehatan lansia. Seluruh proses pelayanan berjalan dengan lancar berkat kerja sama yang baik antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pihak-pihak yang terlibat. https://www.kompasiana.com/narawastra9791/696b9c3d34777c40b133a922/kontribusi-kkm-narawastra-dalam-mendukung-pelayanan-posyandu-di-desa-gondowangi

Thumbnail
3 months ago
KKM Narawastra mengikuti rapat APBDes Gondowangi tahun 2026

MUHAMMAD BAYAZID ALBAR

Pada hari Selasa, 30 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang bertempat di Balai Desa Gondowangi pada pukul 19.30 WIB. Rapat ini merupakan agenda penting pemerintah desa dalam rangka membahas serta menetapkan perencanaan dan pengelolaan keuangan desa untuk periode yang akan datang. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya yang memiliki peran dalam proses perencanaan pembangunan desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Narawastra turut berpartisipasi aktif untuk membantu kelancaran jalannya rapat. Sejak tahap persiapan, mahasiswa KKM Narawastra berperan dalam membantu penataan tempat, menyiapkan perlengkapan rapat, serta memastikan sarana dan prasarana pendukung kegiatan dapat digunakan dengan baik. Keterlibatan mahasiswa KKM Narawastra menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan pemerintahan desa sekaligus sebagai sarana pembelajaran langsung mengenai proses administrasi dan tata kelola pemerintahan di tingkat desa.   Selama rapat berlangsung, mahasiswa KKM Narawastra juga membantu dalam aspek teknis dan administrasi, seperti membantu pendokumentasian kegiatan, mengatur jalannya acara, serta membantu koordinasi antara panitia dan peserta rapat. Dengan adanya bantuan tersebut, rapat APBDes dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan. Suasana rapat berlangsung kondusif, di mana setiap peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, saran, serta masukan terkait perencanaan anggaran desa.   Rapat APBDes ini membahas berbagai program dan kegiatan desa yang akan dilaksanakan, termasuk rencana pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta pengelolaan dana desa secara transparan dan akuntabel. Partisipasi aktif masyarakat dalam rapat ini menunjukkan adanya keterbukaan dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan Desa Gondowangi. Mahasiswa KKM Narawastra juga mendapatkan pengalaman berharga dengan menyaksikan secara langsung proses musyawarah dan pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.   Secara keseluruhan, kegiatan rapat APBDes Desa Gondowangi pada tanggal 30 Desember 2025 dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama yang solid antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa KKM Narawastra. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana perencanaan keuangan desa, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pihak dalam mewujudkan tata kelola desa yang lebih baik. Melalui keterlibatan mahasiswa KKM Narawastra, diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis serta memberikan kontribusi positif bagi desa, sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami dinamika kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan desa.