SHERYN ALIVIA AURIL
Di tengah aktivitas rutin pembelajaran mengaji di TPQ Nurul Huda, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 33 berupaya menghadirkan suasana yang berbeda bagi para santri. Pada salah satu sore, halaman TPQ yang biasanya digunakan untuk kegiatan keagamaan dimanfaatkan sebagai ruang bermain sederhana. Suasana pun berubah menjadi lebih ceria dengan tawa anak-anak yang mengikuti permainan tradisional engklek menggunakan batok kelapa. Pemilihan permainan engklek batok kelapa didasarkan pada keinginan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. Dengan alat sederhana berupa sepasang batok kelapa yang dihubungkan dengan tali, anak-anak diajak mencoba permainan yang menuntut keseimbangan tubuh, ketelitian, serta keberanian dalam melangkah. Pada awal kegiatan, sebagian santri terlihat masih ragu dan canggung saat mencoba berdiri di atas batok kelapa. Beberapa kali mereka kehilangan keseimbangan dan terjatuh, namun hal tersebut justru disambut dengan tawa lepas. Seiring berjalannya waktu, rasa malu perlahan menghilang dan digantikan oleh semangat untuk terus mencoba. Anak-anak mulai mengikuti pola engklek yang digambar di tanah dengan penuh antusias, didukung oleh sorakan dan semangat dari teman-teman serta mahasiswa KKM yang mendampingi. Kegiatan ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Anak-anak belajar untuk saling mendukung tanpa mengejek ketika ada yang terjatuh. Tepuk tangan dan sorak semangat menjadi bentuk apresiasi sederhana yang menumbuhkan rasa percaya diri. Tanpa disadari, melalui permainan tersebut anak-anak belajar menunggu giliran, menerima hasil permainan dengan lapang dada, serta menghargai usaha teman sebaya. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 33, permainan tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media untuk membangun kedekatan dengan santri TPQ. Interaksi yang terjalin melalui permainan membuat anak-anak lebih terbuka dan akrab, sehingga suasana pembelajaran setelahnya terasa lebih cair dan menyenangkan. Selain itu, permainan engklek batok kelapa juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai karakter. Anak-anak dilatih untuk bersabar, menaati aturan, serta mengelola emosi saat bermain. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi perkembangan sosial anak, terutama di tengah arus modernisasi dan dominasi permainan berbasis gawai. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan dalam bentuk kegiatan formal atau program berskala besar. Kehadiran, perhatian, dan kebersamaan yang tercipta melalui aktivitas sederhana justru dapat memberikan kesan mendalam. Dengan adanya permainan tradisional engklek batok kelapa di TPQ Nurul Huda, diharapkan anak-anak dapat mengenal kembali permainan warisan budaya sekaligus merasakan bahwa proses belajar dapat berlangsung secara menyenangkan. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 33, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang menegaskan bahwa pengabdian yang tulus sering kali lahir dari hal-hal sederhana namun bermakna.
KRESNA HIBATULLAH PANJI PANGESTU
Menutup Pengabdian, Menyemai Harapan: Penutupan KKM dan Pengukuhan Family Corner Masjid Nuurul Jadiid 5 Februari 2026 16:10 Diperbarui: 5 Februari 2026 16:10 16 0 0 Aksantara Bersama Warga Setelah Acara Penutupan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 10 Aksantara resmi ditutup bersamaan dengan pengukuhan jajaran pengurus Family Corner Masjid Nuurul Jadiid pada Selasa, 3 Februari 2026. Acara ini dilaksanakan di Masjid Nuurul Jadiid dan dimulai pada pukul 19.45 WIB dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua RW 06 yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM selama melaksanakan pengabdian di lingkungan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Ta'mir Masjid Nuurul Jadiid, yang mengungkapkan harapan agar program-program positif yang telah dirintis dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi jamaah masjid. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memberikan pesan dan evaluasi terhadap pelaksanaan KKM, sekaligus mengapresiasi kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang yang menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Puncak rangkaian sambutan disampaikan oleh inisiator Family Corner, Prof. Hj. Mufidah Ch., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan visi, misi, tujuan, serta program-program yang akan dijalankan oleh Family Corner Masjid Nuurul Jadiid sebagai wadah pembinaan keluarga, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat. Pemotongan Tumpeng Setelah Pengukuhan Pengurus Family Corner Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan jajaran pengurus Family Corner Masjid Nuurul Jadiid yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya kepengurusan serta komitmen bersama dalam menjalankan program-program Family Corner ke depan. Rangkaian acara berikutnya diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari Ketua KKM Kelompok 10 Aksantara, Saudara Maulidi Abdillah, yang mewakili seluruh anggota KKM. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membersamai kegiatan KKM selama berlangsung. Acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan video after movie KKM Kelompok 10 Aksantara yang menampilkan rangkaian kegiatan dan momen kebersamaan selama masa pengabdian. Penayangan video tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus kenangan manis bagi mahasiswa dan masyarakat. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, pengurus Family Corner, mahasiswa KKM, serta warga. Kegiatan penutupan KKM dan pengukuhan pengurus Family Corner ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi keberlanjutan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat di Masjid Nuurul Jadiid.
ROSIANA TRI MIAWATI
Desa Turirejo menjadi saksi terselenggaranya kegiatan edukatif bertema keluarga pada Senin, 26 Januari 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang bersama masyarakat setempat sukses menggelar Sosialisasi Parenting yang ditujukan bagi para ibu yang memiliki anak balita serta kader posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang PKK Desa Turirejo dengan suasana hangat, santai, namun penuh antusiasme. Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada masa usia dini yang dikenal sebagai fase emas perkembangan. Sebanyak 13 mahasiswa KKM terlibat aktif sebagai panitia. Seluruh anggota bekerja sama menyiapkan rangkaian acara, mulai dari persiapan tempat, registrasi peserta, hingga teknis pelaksanaan kegiatan. Sekitar 35 peserta hadir memenuhi ruangan sejak awal acara. Mayoritas merupakan ibu-ibu yang membawa balita mereka, sehingga suasana terasa hidup dan akrab. Meski sesekali terdengar tangisan anak kecil, kegiatan tetap berlangsung kondusif. Justru kehadiran anak-anak tersebut membuat materi yang disampaikan terasa lebih nyata dan relevan. Peserta tampak aktif berdiskusi, bertanya, serta berbagi pengalaman seputar tantangan mengasuh anak sehari-hari. Materi disampaikan langsung oleh Ibu Naila Kamaliya, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas pentingnya stimulasi perkembangan anak serta pemenuhan kebutuhan psikologis dasar mereka. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa perkembangan anak tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi mencakup berbagai dimensi seperti kognitif, bahasa, fisik-motorik, sosial-emosional, kemandirian, hingga nilai agama dan moral. Setiap aspek perlu distimulasi secara seimbang agar anak tumbuh optimal. Metode penyampaian dilakukan melalui ceramah interaktif, sesi tanya jawab, serta sharing pengalaman, sehingga peserta tidak hanya mendengarkan tetapi juga terlibat aktif. Agar suasana semakin cair, panitia juga menyiapkan doorprize sederhana. Momen ini membuat peserta semakin bersemangat dan menciptakan kedekatan antara mahasiswa dan warga. Tawa dan canda mewarnai jalannya kegiatan, menjadikan seminar terasa ringan namun tetap bermakna. Secara umum, kegiatan ini mendapat respons yang sangat baik. Peserta merasa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipraktikkan di rumah. Salah satu peserta, Bu Nuri, bahkan menyampaikan apresiasi secara langsung dan meminta materi presentasi untuk dibagikan kembali kepada ibu-ibu PKK di lingkungannya. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada peserta saja, tetapi berpotensi menyebar lebih luas kepada masyarakat. Antusiasme tersebut menjadi indikator bahwa edukasi parenting memang sangat dibutuhkan di tingkat desa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM menyadari bahwa menjadi orang tua bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, pemahaman, serta kemauan untuk terus belajar. Sosialisasi parenting menjadi langkah kecil namun bermakna untuk membantu orang tua memperoleh bekal pengetahuan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kesadaran tentang pola asuh positif semakin meningkat, sehingga anak-anak Desa Turirejo dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, dan berkarakter.
FEBIANA SINTIA MAHARANI
Bimbingan belajar atau bimbel merupakan salah satu bentuk pendampingan pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam membantu anak-anak memahami pelajaran sekolah secara lebih mendalam. Di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, kegiatan bimbel hadir sebagai upaya mendukung proses belajar anak agar lebih terarah, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Bimbel di Desa Sidorejo dilaksanakan dengan pendekatan sederhana namun berorientasi pada pemahaman. Kegiatan ini mencakup pendampingan mata pelajaran dasar seperti membaca, menulis, berhitung, serta pelajaran sekolah lainnya yang didominasi oleh pelajaran SD sederajat mengingat kebanyakan anak-anak yang belajar juga dari kalangan SD sederajat. Suasana belajar dirancang agar anak merasa nyaman dan tidak tertekan, salah satu caranya dengan memutarkan film atau memberikan hadiah ketika telah menyelesaikan sautu tugas, sehingga proses belajar dapat berlangsung dengan lebih efektif dan menyenangkan. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Kelompok 12 Bhavanaloka, mahasiswa turut berperan aktif dalam pelaksanaan bimbingan belajar di Desa Sidorejo. Mahasiswa membantu mendampingi anak-anak dalam mengerjakan tugas sekolah, memberikan penjelasan materi yang belum dipahami, serta menumbuhkan motivasi belajar melalui pendekatan yang komunikatif dan persuasif. Kehadiran mahasiswa KKM memberikan warna baru dalam kegiatan bimbel. Interaksi yang terjalin tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan anak-anak. Hal ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar pada diri peserta bimbel, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Bimbingan belajar di Desa Sidorejo menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa, orang tua, dan masyarakat desa, kegiatan bimbel diharapkan mampu menjadi sarana pendampingan yang berkelanjutan. Melalui kontribusi KKM Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Kelompok 12 Bhavanaloka, bimbel di Desa Sidorejo diharapkan semakin berkembang dan memberi dampak positif bagi masa depan generasi muda desa.
ALYA RIZKY FATIMAH
Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Roudlotul Ulum, Dusun Genderan, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi semakin istimewa karena terlaksana melalui kolaborasi antara pengurus TPQ dan anak-anak KKM Arsana Muda yang ikut mengambil bagian sejak awal hingga akhir acara. Sejak pagi, anak-anak TPQ sudah berkumpul dengan rapi, wajah mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Acara diawali dengan kegiatan membaca Al-Qur'an Juz 30 secara bersama-sama. Anak-anak TPQ membaca dengan penuh khidmat, didampingi oleh ustazah serta mahasiswa KKM Arsana Muda yang juga membantu membimbing bacaan. Momen ini menjadi pembuka yang menenangkan sekaligus mengingatkan kembali pentingnya kedekatan anak-anak dengan Al-Qur'an sejak usia dini. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang peristiwa Isra Mi'raj. Materi yang disampaikan secara ringan dan komunikatif agar mudah dipahami oleh anak-anak, mulai dari perjalanan Nabi Muhammad SAW, makna Isra Mi'raj, hingga pesan penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya tentang kewajiban shalat dan akhlak yang baik. Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dimulai. Anak-anak TPQ tampak berebut mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan seputar materi Isra Mi'raj dan bacaan Al-Qur'an disambut dengan antusias, bahkan beberapa anak menjawab dengan penuh percaya diri. Anak-anak KKM Arsana Muda berperan aktif dalam memandu sesi ini, memberikan semangat, serta menciptakan suasana yang akrab sehingga anak-anak tidak merasa canggung. Sebagai bentuk penghargaan, panitia juga menyiapkan hadiah sederhana bagi anak-anak yang berani menjawab dan berpartisipasi aktif, yang membuat suasana semakin meriah dan penuh tawa. Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara anak KKM Arsana Muda dan TPQ Roudlotul Ulum tidak hanya memperingati Isra Mi'raj secara seremonial, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan membaca Al-Qur'an, menyampaikan materi, bertanya jawab, hingga membagi hadiah menjadi satu kesatuan yang memperkuat nilai keislaman sekaligus menumbuhkan semangat belajar. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat meninggalkan kesan positif bagi anak-anak TPQ dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM Arsana Muda dalam mengabdi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat.
WAHYU NENGKATON
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 54 mengikuti salah satu program kerja berupa kegiatan penanaman bibit yang berlokasi di Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem hutan, serta mendukung program pemerintah di bidang pertanian dan lingkungan hidup. Kegiatan penanaman bibit ini dilaksanakan bekerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Jabung, Yayasan Rodhotul Mutolibin Argosari, LAZISNU Ranting Dusun Bendrong, serta didukung oleh pemerintah desa, Muspika Kecamatan Jabung, Perhutani, Koramil, dan perwakilan DPRD Kabupaten Malang. Bibit yang ditanam pada kegiatan ini adalah kopi robusta varietas prolifikatif yang berasal dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitkopan) Jember. Pemilihan bibit ini disesuaikan dengan kondisi geografis Dusun Bendrong yang berada pada ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut (MDPL). Jumlah bibit yang ditanam pada kegiatan ini mencapai sekitar 1.500 bibit, sebagai bagian dari program peremajaan kopi robusta di kecamatan jabung