ARIANDRA EKA PUTRA
SIDODADI, GEDANGAN — Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 87 Prabaswara Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melalui pelaksanaan kegiatan Susur Sungai di Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang Selatan, pada tanggal 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu Program Kerja (Proker) unggulan bidang lingkungan yang dirancang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian alam desa, khususnya terhadap keberadaan sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga. Sungai tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menunjang aktivitas pertanian, kebutuhan rumah tangga, serta keseimbangan ekosistem sekitar. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama. Lebih dari Sekadar Menyusuri Sungai Kegiatan Susur Sungai yang dilaksanakan oleh KKM 87 Prabaswara bukanlah sekadar aktivitas berjalan menyusuri aliran air. Program ini dirancang sebagai sarana observasi lapangan untuk memetakan kondisi lingkungan, mengidentifikasi potensi masalah ekologis, serta menyusun rencana tindak lanjut berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Adapun tujuan utama kegiatan ini meliputi: Identifikasi Lingkungan, yakni memetakan titik-titik rawan penumpukan sampah, erosi bantaran sungai, maupun potensi penyumbatan aliran air yang dapat memicu banjir saat musim hujan. Edukasi Ekosistem, dengan mengamati keberadaan flora dan fauna lokal yang masih terjaga sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Perencanaan Keberlanjutan, yaitu merumuskan rekomendasi awal terkait pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan bersama masyarakat Desa Sidodadi secara berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pengamat, tetapi juga sebagai mitra warga dalam upaya menjaga kualitas lingkungan hidup. Menelusuri Hulu hingga Hilir Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan diawali pengarahan singkat terkait keselamatan dan pembagian kelompok kecil untuk memudahkan observasi di lapangan. Dengan penuh antusias, para mahasiswa menyusuri tepian sungai yang membelah Dusun Umbulrejo, meneliti kondisi air, bantaran, serta area sekitarnya. Medan yang cukup menantang—mulai dari bebatuan licin, vegetasi lebat, hingga jalur sempit di beberapa titik—tidak menyurutkan semangat peserta. Justru melalui tantangan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran langsung tentang kondisi riil sungai sekaligus potensi risiko lingkungan yang mungkin tidak terlihat dari permukaan. Selama penyusuran, mahasiswa juga mendokumentasikan temuan-temuan di lapangan sebagai bahan evaluasi dan laporan program kerja, sekaligus sebagai dasar penyusunan rencana kegiatan lanjutan di bidang kebersihan lingkungan. Didampingi Tokoh Masyarakat Kegiatan ini turut didampingi oleh Drs. Shohibul Izar—yang akrab disapa Abah Izar—seorang tokoh masyarakat setempat yang dikenal aktif dalam upaya pelestarian lingkungan desa. Kehadiran beliau memberikan perspektif lokal yang sangat berharga bagi mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Abah Izar menyampaikan pentingnya menjaga sanitasi sungai demi kesehatan masyarakat jangka panjang. Sungai yang bersih, menurutnya, tidak hanya mencegah pencemaran lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup warga, mulai dari kesehatan keluarga hingga keberlangsungan sektor pertanian. Beliau juga menekankan bahwa pelestarian sungai tidak dapat dibebankan pada satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan generasi muda. Kegiatan Susur Sungai ini dipandang sebagai langkah awal yang strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga alam Desa Sidodadi. Menanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini Selain melakukan observasi, mahasiswa KKM 87 Prabaswara juga memanfaatkan momentum kegiatan ini sebagai sarana edukasi lingkungan bagi warga sekitar yang ditemui selama penyusuran. Dialog singkat mengenai pentingnya tidak membuang sampah ke sungai, menjaga vegetasi bantaran, serta memanfaatkan sumber daya air secara bijak menjadi bagian dari interaksi langsung di lapangan. Mahasiswa berharap, melalui pendekatan persuasif dan komunikasi yang sederhana, pesan-pesan pelestarian lingkungan dapat lebih mudah diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Langkah Awal Menuju Program Berkelanjutan Hasil sementara dari kegiatan Susur Sungai ini akan dijadikan dasar bagi KKM 87 Prabaswara untuk merancang program lanjutan di bidang lingkungan, seperti kampanye kebersihan sungai, pemasangan papan imbauan, kerja bakti bersama warga, atau edukasi pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda satu kali, melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung terwujudnya Desa Sidodadi yang bersih, sehat, dan lestari. Melalui kegiatan Susur Sungai, KKM 87 Prabaswara menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun bermakna. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa bersama warga Desa Sidodadi melangkah bersama menjaga alam sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
NIHLAH WAHYU ANNURA
Pada pertemuan terakhir, kegiatan KKM kelompok 6 dilakukan pada Hari Rabu, 28 Januari 2026 bertempat di Warung KenDedes yang terletak di Junrejo. Kegiatan ini diawali dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada calon jamaah haji untuk memastikan apakah kondisinya benar-benar sudah stabil untuk melaksanakan ibadah Haji kemudian dilakukan pengisian kuisioner dan uji mini cog yang dibantu oleh anggota KKM kelompok 6 untuk memastikan apakah calon jamaah haji sudah siap secara fisik dan mental dalam mengikuti ibadah haji. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, pengisian kuisioner, dan mini cog, kegiatan ini ditutup dengan kegiatan makan-makan secara bersama dengan calon jamaah haji beserta DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) disertai dengan cengkrama yang seru dan menyenangkan dimana tentunya hal ini akan menjadi hal yang sangat menyenangkan selama kegiatan KKM dan yang terakhir kita melakukan foto bersama sebagai kenangan
KELVI EKA AQURNIANINGTYAS
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menjadi salah satu momen berharga bagi mahasiswa program studi Farmasi dan Kedokteran untuk terjun langsung ke masyarakat. Pada KKM kali ini, sasaran kegiatan adalah Calon Jamaah Haji (CJH), dengan tujuan memberikan bekal kesehatan dan pengetahuan seputar haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kelompok 21 mendapat kesempatan mendampingi pasangan CJH, yaitu Bapak Kartoyo dan Ibu Suyanti. Selama pelaksanaan KKM, kelompok kami menjalankan beberapa program intervensi, mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan aktivitas fisik, hingga pemeriksaan kesehatan rutin. Dari berbagai kegiatan tersebut, salah satu program yang paling berkesan dan menarik adalah jalan pagi bersama. Jalan pagi ini tidak sekadar aktivitas fisik biasa. Bersama Bapak Kartoyo dan Ibu Suyanti, kelompok 21 menempuh jarak kurang lebih 7,5 kilometer dengan rute yang cukup menantang, yakni menuju Coban Talun hingga Puncak Kalindra. Aktivitas ini dirancang untuk melatih kebugaran fisik CJH, mengingat rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina dan daya tahan tubuh yang baik, terutama saat berjalan jauh. Suasana jalan pagi berlangsung santai dan penuh semangat. Sepanjang perjalanan, kami saling berbincang, berbagi cerita, dan sesekali beristirahat untuk menikmati alam sekitar. Namun, ada satu momen yang menjadi cerita lucu dan tak terlupakan. Alih-alih melewati jalur umum yang biasa digunakan wisatawan, kami justru melewati jalan yang jarang dilewati orang, dengan medan yang cukup sulit dan akses yang tidak terlalu jelas. Di sinilah peran "tour guide dadakan" kami muncul. Bapak Kartoyo, yang ternyata sudah terbiasa mendaki dan memiliki hobi menjelajah alam, dengan percaya diri memimpin rombongan. Tanpa ragu, beliau menunjukkan arah, memilih jalur terbaik, dan memastikan kami tetap aman selama perjalanan. Kami pun mengikuti langkah beliau sambil tertawa dan bercanda, merasa seperti sedang melakukan pendakian kecil bersama seorang pemandu profesional. Meski jalurnya cukup menantang, rasa lelah terbayar dengan kebersamaan dan kepuasan saat berhasil mencapai tujuan. Aktivitas jalan pagi ini bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan CJH. Kebersamaan yang terjalin membuat kegiatan edukasi dan pendampingan terasa lebih hangat dan bermakna. Melalui kegiatan ini, kelompok 21 belajar bahwa pendekatan kesehatan tidak selalu harus formal. Aktivitas sederhana seperti jalan pagi bersama, jika dilakukan dengan suasana yang menyenangkan, justru dapat memberikan dampak positif yang besar. Bagi Bapak Kartoyo dan Ibu Suyanti, kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan fisik menuju ibadah haji. Bagi kami, mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang akan selalu diingat. KKM bukan sekadar aktivitas pengabdian masyarakat, melainkan juga sarana pembelajaran yang membentuk empati, mempererat kebersamaan, serta memperdalam pemahaman mengenai peran pendampingan. Meskipun kegiatan jalan pagi dengan jarak tempuh 7,5 kilometer tersebut cukup melelahkan, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh akan tetap menjadi bekal berharga untuk perjalanan berikutnya.
ALYA MUTHI`AH
Selama satu bulan penuh masa KKM, kami telah melakukan pendampingan dan pemantauan kesehatan bagi dua Calon Jamaah Haji (CJH). Kegiatan yang kami lakukan cukup beragam, mulai dari pemeriksaan rutin menggunakan POCT, hingga memberikan edukasi kesehatan haji melalui media video tentang situasi di Tanah Suci dan booklet journaling. Kami juga menyiapkan poster edukasi yang isinya disesuaikan dengan keluhan kesehatan yang spesifik dialami oleh tiap jamaah, supaya mereka lebih sadar pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum berangkat. Pengalaman ini memberikan kami sudut pandang baru dalam melihat kondisi kesehatan jamaah secara langsung. Kami belajar bagaimana persepsi dan gaya hidup sehari-hari sangat memengaruhi hasil pemeriksaan medis. Menariknya, kami menemukan fakta bahwa meskipun banyak jamaah yang merasa bugar dan aktif bergerak, hasil tes mereka ternyata masih di atas batas normal. Pengalaman KKM ini benar-benar membuka mata kami betapa krusialnya peran tenaga kesehatan dalam menyampaikan informasi medis kepada masyarakat. Kami belajar bahwa mengedukasi bukan sekadar memaparkan data, melainkan tentang bagaimana mencari cara yang lebih persuasif untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap pola hidup dan kesehatan mereka.
BITTA PUTRI ANNA HANDOKO
Salah satu pengalaman paling menarik selama KKM adalah saat kami menyusuri desa untuk melakukan olahraga jalan santai sejauh kurang lebih 5 km. Pagi itu terasa begitu menyenangkan udara masih segar, pemandangan alam desa terlihat hijau dan menenangkan, serta suasana penuh semangat kebersamaan. Selama perjalanan, kami tidak hanya berjalan untuk menjaga kesehatan, tetapi juga saling bercerita, berbagi pengalaman, bercanda, dan mempererat hubungan satu sama lain. Langkah demi langkah terasa ringan karena diisi dengan tawa dan obrolan hangat, menjadikan kegiatan olahraga terasa lebih seru dan bermakna. Setelah menempuh jarak 5 km, kami beristirahat dan mendapatkan kejutan yang sangat berkesan: kami ditraktir makan pecel oleh bapak hasan dan ibu tri. Hidangan sederhana itu terasa istimewa karena disertai dengan keramahan, kepedulian, dan kehangatan. Momen tersebut mengajarkan kami tentang pentingnya hidup sehat, kebersamaan dalam tim, serta nilai silaturahmi dan rasa syukur. Pengalaman ini menjadi salah satu kenangan paling indah selama menjalani KKM, bukan hanya tentang aktivitas fisik, tetapi juga tentang cerita, tawa, dan hubungan yang terjalin dengan tulus.