Thumbnail
8 months ago
Serunya Sosialisasi Gemar Menabung bareng Siswa MI Darul Ulum, Bersama KKM Cakrasena 160 UIN Malang.

MOHAMMAD RIEFKY DIMAS ARDIFANSYAH

Pendidikan finansial seringkali dianggap sebagai materi yang berat dan membosankan, padahal menanamkan kebiasaan mengelola uang sejak dini adalah kunci kesejahteraan di masa depan. Berangkat dari kesadaran inilah, kami dari KKM Cakrasena Kelompok 160 berinisiatif menggelar acara edukatif bertajuk "Sosialisasi Menabung". Target audiens kami kali ini adalah siswa-siswi kelas 5 dan 6 MI Darul Ulum, Desa Simpang. Mengapa kelas besar? Karena di usia inilah mereka mulai memiliki kontrol lebih besar terhadap uang saku mereka sendiri, sehingga momennya sangat pas untuk diajarkan cara mengelolanya dengan bijak. Acara yang berlangsung pada hari cerah ini dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Bertempat di Ruang Kelas 6 yang biasanya tenang mendadak riuh oleh semangat puluhan siswa yang telah berkumpul. Sebagai pembuka yang menghormati tuan rumah, acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah MI Darul Ulum, Ibu Kholifah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa KKM. Beliau menekankan betapa pentingnya ilmu ini bagi anak-anak didiknya, agar mereka tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga cerdas dalam mengatur keuangan pribadi sejak kecil.       Setelah sambutan resmi, kendali acara diambil alih oleh moderator andalan kami, Kak Guntur. Dengan gaya bicaranya yang luwes dan penuh energi, Kak Guntur menyapa seluruh peserta dengan salam semangat yang langsung membakar suasana. Tidak butuh waktu lama bagi Kak Guntur untuk memecahkan kebekuan, sapaan-sapaan akrabnya membuat adik-adik yang awalnya duduk malu-malu menjadi lebih santai dan siap menerima materi. Sebelum masuk ke sesi yang lebih serius, kami menyempatkan diri untuk melakukan sesi dokumentasi foto bersama. Mumpung wajah-wajah peserta masih segar dan seragam masih rapi, kami mengabadikan momen kebersamaan ini. Senyum lebar dan pose ceria dari adik-adik kelas 5 dan 6 menjadi bukti antusiasme mereka menyambut "kakak-kakak mahasiswa" yang hari ini beralih fungsi menjadi mentor keuangan mereka. Sesi inti pun dimulai. Materi sosialisasi disampaikan oleh pemateri kami, Kak Wildan, yang membawakan presentasi visual bertema "Warna-Warni Mengenal Uang". Kak Wildan mengawali penjelasannya dengan mengenalkan kembali bentuk fisik uang yang beredar di Indonesia, mulai dari uang logam recehan hingga uang kertas dengan berbagai nominal. Meski terlihat sepele, pemahaman dasar ini penting agar mereka menghargai setiap keping uang yang mereka miliki, sekecil apa pun nilainya.       Masuk ke inti materi, Kak Wildan menjelaskan definisi menabung dengan bahasa yang sangat sederhana namun ngena. Menabung, menurut penjelasan Kak Wildan, adalah aktivitas menyisihkan uang yang kita punya, alias tidak menghabiskan semua uang jajan dalam satu waktu. Konsep "menyisihkan" ini ditekankan berulang kali agar adik-adik paham bahwa menabung itu dilakukan di awal saat menerima uang, bukan menunggu sisa uang di akhir hari yang seringkali sudah ludes tak bersisa. Kak Wildan juga memperkenalkan berbagai wadah atau tempat menabung yang bisa dipilih. Mulai dari cara tradisional menggunakan celengan ayam di rumah, menabung di bank yang lebih aman, hingga pengenalan teknologi finansial modern seperti E-Wallet. Penjelasan ini membuka wawasan mereka bahwa menabung di era digital ini semakin mudah dan variatif, menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang mereka alami.       Salah satu poin paling krusial yang disampaikan adalah membedakan antara "Kebutuhan" dan "Keinginan". Kak Wildan menjelaskan dengan gamblang bahwa kebutuhan adalah hal yang wajib dipenuhi karena sifatnya mendesak, seperti untuk peralatan sekolah, makanan, hingga untuk rencana masa depan mereka. Sementara itu, keinginan adalah hal yang pemenuhannya bisa ditunda setelah kebutuhan utama beres, seperti mainan atau jajan berlebih. Memahami beda keduanya adalah pondasi utama agar mereka tidak terjebak perilaku boros. Agar materi tidak sekadar teori, Kak Wildan memberikan simulasi hitung-hitungan yang membuat mata peserta terbelalak. Dengan asumsi uang saku Rp10.000 per hari, Kak Wildan mengajak mereka berhitung: Rp3.000 untuk jajan sekolah, Rp2.000 untuk infaq, Rp2.000 untuk jajan sore, dan sisanya Rp3.000 wajib dimasukkan ke celengan. Kalkulasi sederhana ini membuktikan bahwa dengan menyisihkan Rp3.000 saja setiap hari, dalam seminggu mereka bisa mengumpulkan Rp21.000. Lebih mencengangkan lagi ketika hitungan ditarik ke skala bulanan. Kak Wildan menunjukkan slide yang memperlihatkan bahwa Rp3.000 dikali 30 hari bisa menghasilkan Rp90.000!. Angka yang cukup fantastis bagi anak SD, bukan? Di sinilah Kak Wildan menyisipkan pepatah populer, "Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit". Pesan moral ini seolah menancap kuat di benak mereka, bahwa konsistensi recehan bisa berubah menjadi jutaan jika dilakukan dengan tekun.   Melihat fokus peserta yang mulai agak menurun karena banyaknya angka, duo Kak Guntur dan Kak Wildan langsung berkolaborasi menggelar sesi ice breaking. Game kecil-kecilan yang melatih konsentrasi dimainkan dengan seru. Gelak tawa pecah memenuhi ruangan ketika ada peserta yang salah gerakan atau terlambat merespons instruksi. Sesi permainan ini sukses mengembalikan energi dan keceriaan, membuat suasana belajar menjadi cair kembali tanpa rasa bosan. Keseruan berlanjut ke sesi tanya jawab. Antusiasme peserta ternyata di luar dugaan; banyak tangan teracung ingin bertanya atau sekadar berbagi cerita tentang pengalaman mereka menabung (atau pengalaman uang celengannya yang sering "dipinjam" orang tua, hehe). Interaksi dua arah ini membuat sosialisasi terasa hidup. Kak Wildan dan Kak Guntur dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan diselingi candaan. Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, menandakan berakhirnya durasi acara kami. Kak Guntur selaku moderator kembali mengambil alih mikrofon untuk menutup acara. Ia menyampaikan rangkuman singkat dan pesan pamungkas agar ilmu yang didapat hari ini langsung dipraktikkan sepulang sekolah nanti. Acara sosialisasi ini ditutup dengan perasaan puas dan lega. Melihat binar mata adik-adik kelas 5 dan 6 MI Darul Ulum yang kini tampak lebih paham cara menghargai uang, kami optimis. Harapan kami sederhana, semoga dari langkah kecil menyisihkan uang saku mereka per hari ini, lahir generasi-generasi cerdas finansial yang mampu mengelola masa depan mereka dengan gemilang. Yuk, mulai menabung dari sekarang!

Thumbnail
8 months ago
Misteri ,sepeda hilang di sumber jenon

MUHAMMAD FAIZ KHOIRUZEN

Misteri "Sepeda Hilang" di Sumber Jenon         Kelompok KKN 96 Swarganala baru-baru ini mengangkat kembali sebuah kisah lokal yang cukup menggetarkan warga di Kecamatan Tajinan. Cerita ini berpusat pada sebuah kejadian di tahun 2020 yang hingga kini masih sering dibicarakan sebagai bagian dari sisi mistis Sumber Jenon.        Kronologi Kejadian Kejadian bermula saat seorang warga berniat melakukan tradisi syukuran dengan memandikan sepeda barunya di sana—sebuah bentuk ritual keselamatan yang umum dilakukan masyarakat setempat. Namun, nahas, sepeda tersebut terperosok ke area mata air bagian timur yang memiliki kedalaman sekitar 14 meter.         Upaya penyelamatan pun dilakukan dengan bantuan warga sekitar menggunakan tali. Namun, hal aneh terjadi: setiap kali ditarik, tali tersebut selalu putus. Setelah berkali-kali mencoba tanpa hasil, sepeda itu raib seolah "ditelan" oleh sumber air dan tidak pernah ditemukan hingga detik ini.          Meski menyimpan kisah mistis yang membuat kita lebih waspada, Sumber Jenon tetaplah permata tersembunyi di Malang yang memiliki banyak sisi positif: Kejernihan Air yang Alami: Sumber Jenon dikenal memiliki air berwarna biru kehijauan yang sangat jernih dan segar, langsung dari mata air purba.           Destinasi Wisata Relaksasi: Tempat ini adalah lokasi sempurna untuk melepas penat. Suasananya yang rimbun dan tenang memberikan efek terapi bagi para pengunjung.            Kearifan Lokal yang Terjaga: Cerita mistis ini sebenarnya mencerminkan betapa masyarakat sangat menjaga dan menghormati alam. Hal ini membuat Sumber Jenon tetap terjaga keasriannya karena pengunjung diingatkan untuk selalu bersikap sopan.           Ikan Dewa yang Ikonik: Di sini, pengunjung bisa melihat ikan-ikan penghuni sumber yang dianggap keramat, menambah daya tarik edukasi budaya bagi wisatawan.           Pesan Moral: Kisah yang dihimpun KKN 96 ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik keindahan alam yang memukau, ada kekuatan alam dan kearifan lokal yang patut kita hargai

Thumbnail
8 months ago
Menyapa Desa Simpang: Awal Cerita 40 Hari Pengabdian KKM Cakrasena

RYAN RESTU PANGERAN

Desember 2025 menjadi bulan yang istimewa bagi kami. Tepat pada tanggal 23 Desember kemarin, sebuah perjalanan baru resmi dimulai. Bukan sekadar perjalanan liburan, melainkan sebuah langkah pengabdian nyata yang akan kami ukir selama 40 hari ke depan. Kami, rombongan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KKM Cakrasena, akhirnya menjejakkan kaki di tanah Desa Simpang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Perkenalkan, kami adalah keluarga baru di desa ini. Berjumlah 19 orang—terdiri dari 12 laki-laki dan 7 perempuan—kami semua berangkat dari latar belakang keilmuan yang sama, yaitu Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kami yang luar biasa, Ibu Dr. Kholilah SE.,MSA.,Ak.,CA.,CFA.,CAP, kami hadir membawa semangat untuk belajar sekaligus berbagi. Kami terbagi menjadi beberapa sub-bagian, antara lain: Abdullathiif Muhammad Witianto (NIM: 230502110084) sebagai Ketua Lailatul Mua'wanah NIM: 23050211016) selaku Wakil Ketua Mohammad Riefky Dimas Ardifansyah (NIM: 230502110164) sebagai Bendahara 1 Syafira Aisyah Rosyadi (NIM: 230502110055) sebagai Bendahara 2 Ryan Restu Pangeran (NIM: 230502110109) sebagai Sekretaris 1 Khusnul Khotimah (NIM: 230502110076) sebagai Sekretaris 2 Indah Ristia Putri (NIM: 230502110021) sebagai Koordinator Divisi Acara Rafandi Afrizal Ali (NIM: 230502110080) sebagai Anggota Divisi Acara Athallachaska Naufal Althaf (NIM: 230502110099) sebagai Anggota Divisi Acara Wildan Abdurrahman (NIM: 230502110034) sebagai Anggota Divisi Acara Rahmadhani Guntur Mahardhika (NIM: 230502110148) selaku Koordinator Divisi Konsumsi & Kesehatan Sayida Mufidah (NIM: 230502110077) sebagai Anggota Divisi Konsumsi & Kesehatan Ziyaadatur Rahmah Nur (NIM: 230502110054) sebagai AAnggota Divisi Konsumsi & Kesehatan Achmad Iqbal Rahman (NIM: 230502110076) selaku Koordinator Divisi PDD Zahra Fakhira Khairunnisa (NIM: 230502110103) sebagai Anggota Divisi PDD Ghofur Dwi Cahyono (NIM: 230502110137) sebagai Anggota Divisi PDD Ahmad Nauval Arif |(NIM: 230502110115) selaku Koordinator Divisi Humas & Akomodasi Bagus Satrio (NIM: 230502110040) sebagai Anggota Divisi Humas & Akomodasi Elfarrasevatha Akbar Nabiel Cahyono (NIM: 230502110104) sebagai Anggota Divisi Humas & Akomodasi Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa kami memilih nama "Cakrasena"? Nama ini bukan sekedar identitas, melainkan doa. Secara harfiah, Cakrasena berarti "Pasukan yang Tangguh dan Dinamis". Kami berharap, selama mengabdi di Sidoarjo, kami bisa menjadi tim yang siap bergerak membawa perubahan positif dan tangguh menghadapi dinamika di lapangan. Semangat itu pun tervisualisasikan dalam logo yang kami banggakan. Jika kawan-kawan melihat logo kami, ada tunas dengan tiga helai daun di pucuknya yang melambangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai nafas pergerakan kami. Simbol tanah yang bergelombang di atasnya menggambarkan pondasi penelitian yang kuat namun tetap luwes beradaptasi dengan kearifan lokal. Lingkaran yang membungkusnya bermakna tekad bulat dan kekompakan tim yang tak terputus, dipadukan dengan warna hijau dan gelap yang menyatukan kesejahteraan alam dengan profesionalisme kerja. Kehadiran kami di Desa Simpang tentu membawa misi khusus. Kami tidak ingin hanya datang dan pergi, tetapi ingin membangun hubungan kekeluargaan yang erat dengan masyarakat dan perangkat desa. Dengan bekal ilmu akuntansi dan ekonomi yang kami pelajari di kampus, kami bertekad memberikan kontribusi nyata, mulai dari pengembangan usaha lokal, peningkatan layanan sosial, hingga penguatan kelembagaan desa. Kami sadar, pengabdian ini adalah jalan dua arah. Sambil membantu mempercepat kesejahteraan sosial dan ekonomi warga Desa Simpang, kami pun sejatinya sedang menempa diri. Ini adalah momen bagi kami untuk mengembangkan kepemimpinan dan kepekaan sosial, belajar langsung dari "universitas kehidupan" yang sebenarnya. Mohon doa dan dukungan dari kawan-kawan semua agar kegiatan KKM Cakrasena selama 40 hari ini berjalan lancar dan membawa manfaat luas. Sampai jumpa di cerita-cerita kami selanjutnya dari Desa Simpang!

Thumbnail
8 months ago
Partisipasi Mahasiswa KKM 72 Dharmasevana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Kegiatan TPQ Suhada' Dusun Sundan, Desa Plaosan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Partisipasi Mahasiswa KKM 72 Dharmasevana UIN Maulana Malik Ibrahim

NILNA ALFA FAIZAH

Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 72 Dharmasevana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran di TPQ Suhada' yang berlokasi di Dusun Sundan, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang keagamaan yang dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembinaan keagamaan anak-anak dan remaja di lingkungan desa. TPQ Suhada' melaksanakan kegiatan pembelajaran secara rutin setiap hari, kecuali hari Kamis. Kegiatan ini diikuti oleh santri dengan latar belakang usia yang beragam, mulai dari anak usia TK, siswa sekolah dasar kelas 1 hingga 6, sampai santri tingkat SMP. Dalam pelaksanaannya, TPQ Suhada' memiliki tiga kelas pembelajaran, yaitu kelas A, B, dan C, dengan materi yang telah dijadwalkan oleh pengelola TPQ, meliputi pembelajaran Iqra', Al-Qur'an, serta kajian kitab. Selama masa KKM berlangsung, mahasiswa KKM 72 Dharmasevana memfokuskan menyimak bacaan Iqra', pembelajaran tajwid, serta murajaah Juz 30. Kegiatan TPQ dilaksanakan secara rutin. Pada hari Senin, Rabu, Sabtu, dan Minggu, kegiatan dilaksanakan pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Sementara itu, pada hari Selasa dan Jumat, kegiatan dilaksanakan pukul 16.30 hingga 19.00 WIB karena adanya kegiatan banjari. Setiap harinya, kegiatan diikuti oleh dua mahasiswa KKM, dan khusus hari Selasa serta Jumat melibatkan tiga mahasiswa. Dengan jumlah anggota kelompok sebanyak 14 orang, pembagian tugas dilakukan secara bergilir agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan efektif. Melalui partisipasi dalam kegiatan TPQ Suhada', mahasiswa KKM turut membantu santri dalam memperbaiki bacaan Iqra' dan Al-Qur'an serta mengenalkan dasar-dasar tajwid. Melalui kegiatan ini, diharapkan TPQ Suhada' dapat terus menjadi wadah pembinaan keagamaan bagi anak-anak dan remaja di Dusun Sundan. Bagi mahasiswa KKM 72 Dharmasevana, partisipasi dalam kegiatan TPQ menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dan pengabdian kepada masyarakat selama masa KKM berlangsung.  

Thumbnail
8 months ago
Pembangunan Insinerator dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari

AMRINA ROSYADA

Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan insinerator atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan insinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Insinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan insinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
Kolaborasi Lintas Generasi: KKM ARKADIAKARSA dan Kader Posyandu Pantau Kesehatan Warga Dirgantara

AISYAH HANIF RIFDAH

Pada Jumat pagi, 9 Januari 2026, Balai Warga di lingkungan Perumahan Dirgantara Permai, Malang, tampak ramai oleh kehadiran warga yang mengikuti kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai berdatangan dan duduk rapi di kursi antrean yang telah disediakan. Suasana kegiatan didominasi oleh ibu-ibu serta para lanjut usia (lansia) yang terlihat antusias menunggu giliran pemeriksaan kesehatan. Kegiatan Posyandu ini berjalan dengan tertib dan terorganisir berkat kerja sama antara kader kesehatan setempat yang dipimpin oleh Ibu Sutrisno, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 “ARKADIAKARSA” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa dengan rompi khas mereka memberi nuansa tersendiri, sekaligus membantu mempercepat proses pelayanan dari tahap pendaftaran hingga pemeriksaan. Pelayanan Posyandu dilakukan melalui sistem meja yang tersusun secara sistematis. Salah satu bagian yang paling sibuk adalah meja “Langkah 3”, tempat pencatatan dan pemeriksaan data kesehatan. Di meja ini, mahasiswa KKM dan kader Posyandu bekerja bersama mencatat data warga secara teliti pada buku register kesehatan. Selain pencatatan, pemeriksaan fisik seperti pengukuran tekanan darah menjadi fokus utama, terutama bagi warga lansia untuk mendeteksi dini risiko hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya. Di sela kegiatan, Ketua Posyandu, Ibu Sutrisno, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia menilai bantuan tenaga muda dari mahasiswa UIN Malang sangat mendukung efisiensi waktu pelayanan, terutama karena jumlah warga yang hadir cukup banyak. Sinergi tersebut juga membuat pengelolaan data kesehatan warga menjadi lebih rapi. Kegiatan Posyandu ini tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial antarwarga. Di ruang tunggu, suasana hangat terlihat ketika ibu-ibu berseragam ungu saling berbincang sambil menunggu panggilan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM ARKADIAKARSA menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesehatan masyarakat, sekaligus membantu memastikan warga mendapatkan layanan pemantauan kesehatan yang lebih baik dan merata.