Thumbnail
8 months ago
Penutupan KKM 14 Abhinaya Seva UIN Malang Ditandai Pemotongan Tumpeng dan Penyerahan Program Hasil Kegiatan

SHOLIKAH TRI WAHYUNI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 14 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi ditutup melalui acara penutupan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Penutupan KKM ini disimboliskan dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai tanda berakhirnya rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Selain pemotongan tumpeng, acara penutupan juga diisi dengan pemberian cinderamata berupa fandel kepada beberapa lembaga yang telah menjadi mitra selama pelaksanaan KKM. Fandel untuk TPQ Tarbiyatul Qur’an dan KB Al Halal diserahkan langsung oleh Ibu DPL sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan dukungan yang telah terjalin. Sementara itu, fandel untuk Masjid Al Halal diserahkan oleh Ketua Kelompok KKM 14, Ahmad Maulanan Firmansyah, kepada Bapak Ta’mir Masjid, Pak Toha. Pada kesempatan yang sama, mahasiswa KKM 14 juga melakukan penyerahan hasil program kerja berupa website KB Al Halal dan website Masjid Al Halal. Tidak hanya itu, karya dokumentasi berupa video profil KB Al Halal dan Masjid Al Halal turut diserahkan sebagai media informasi dan pengembangan lembaga ke depannya. Rangkaian acara penutupan semakin lengkap dengan penayangan after movie KKM Kelompok 14. Video tersebut menampilkan perjalanan kegiatan mahasiswa selama menjalankan KKM, mulai dari program pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan masyarakat, yang disambut dengan antusias oleh para hadirin. Sebagai penutup, pesan dan doa disampaikan oleh Bapak Sudrajat selaku Ta’mir Mushola Al-Amiin. Dalam pesannya, beliau menyampaikan harapan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama KKM dapat terus diamalkan. “Tetap beramal di mana pun kalian berada. Semoga ilmu yang didapat selama KKM menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat,” ujarnya. Dengan berakhirnya kegiatan KKM ini, mahasiswa KKM 14 UIN Malang berharap seluruh program dan hasil karya yang telah diserahkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Acara penutupan menjadi momen refleksi sekaligus penanda terjalinnya hubungan baik antara mahasiswa dan warga yang diharapkan tetap terjaga di masa mendatang. (yuni)

Thumbnail
8 months ago
Merawat Tradisi dan Menvemai Perubahan: Pembukaan KKM Kelompok 12 di Desa Sidorejo

I`TIBAR FITRIADI

Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Kelompok 12 Bhavanaloka dilaksanakan pada 23 Desember 2025 di Aula Kantor Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi proses pengabdian mahasiswa di tengah kehidupan masyarakat desa. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan serta kesiapan untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam pelaksanaan program KKM. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo beserta seluruh perangkat desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sambutan yang baik dan sikap terbuka dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM di Desa Sidorejo. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa, sekaligus menaruh harapan agar selama pelaksanaan KKM terjalin komunikasi yang harmonis serta kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan wujud implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKM, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar memahami realitas sosial secara langsung. Proses ini menjadi ruang pembentukan karakter, agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Aspek pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 12 Bhavanaloka. Pengabdian tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pendampingan pendidikan, kegiatan keagamaan, aktivitas sosial kemasyarakatan, serta program pemberdayaan lingkungan di Desa Sidorejo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu berbagi ilmu dan pengalaman akademik, sekaligus belajar dari kearifan lokal yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat desa. Melalui pelaksanaan KKM ini, mahasiswa Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui program kerja yang bersifat fisik, tetapi juga melalui gagasan, sikap, serta kehadiran yang membawa manfaat dan inspirasi bagi masyarakat. Dengan terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga setempat, KKM diharapkan menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak.

Thumbnail
8 months ago
Langkah Awal Pengabdian: KKM kelompok 102 Ethora Resmi dibuka di Desa Sumberngepoh

ITA SARI SANGADJI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 102 resmi dibuka pada hari Selasa (6/1/2026) di Balai Desa Sumberngepoh. Kegiatan pembukaan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, yang dipimpin langsung oleh Bapak Sutirsak selaku Kepala Desa Sumberngepoh. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dari Master of Ceremony, Nurkhalifah dan Priyandika. Kemudian, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Urvina Nafa. Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Aisyah Eka sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Memasuki sesi sambutan, Mochamad Luqman Hakim selaku Koordinator Desa (KorDes) KKM menyampaikan gambaran umum pelaksanaan KKM serta memaparkan beberapa program kerja yang telah disusun oleh mahasiswa. Program-program tersebut disusun berdasarkan dari hasil pengamatan awal terhadap kondisi sosial, kebutuhan masyarakat, serta potensi yang dimiliki Desa Sumberngepoh. Dengan perencanaan program kerja tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan kegiatan KKM dengan baik, terarah serta memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat desa. Sementara itu, Bagus Achmad Syahputra, juga memaparkan lebih lanjut mengenai website desa yang menjadi salah satu program kerja mahasiswa. Program ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan efektivitas pelayanan informasi serta keteraturan administrasi Desa Sumberngepoh. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Sutirsak, selaku Kepala Desa Sumberngepoh yang menyampaikan apresiasi atas pelaksaan KKM di Desa Sumberngepoh. Dalam sambutannya beliau berharap dengan kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa, terutama melalui ide, pengetahuan, dan inovasi yang mendukung kemajuan desa. Sebagai simbol peresmian kegiatan KKM, prosesi pengalungan lanyard dilakukan kepada Mochamad Luqman Hakim dan Ani Safitri oleh Kepala Desa Sumberngepoh. Acara selanjutnya diisi dengan pembacaan doa yang dipandu oleh Ahmad Nur Wahid, kemudian rangkaian pembukaan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai momen dokumentasi awal pelaksanaan KKM di Desa Sumberngepoh. Pembukaan ini menjadi titik awal terbangunnya kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sumberngepoh dalam pelaksanaan pengabdian mahasiswa.

Thumbnail
8 months ago
Tahlilan Rutin Bersama KKM Paramitayasa Kelompok 32, Pererat Silaturahmi dengan Warga

DINA FITRIANA BAHRI

Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Paramitayasa Kelompok 32 di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada upaya membangun kedekatan dan menjalin silaturahmi dengan warga. Salah satu kegiatan yang rutin diikuti adalah tahlilan bersama masyarakat setempat, baik untuk jamaah laki-laki maupun perempuan.Tahlilan jamaah laki-laki dilaksanakan setiap Kamis malam, dimulai setelah salat Isya hingga pukul 21.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di rumah warga yang telah dijadwalkan secara bergilir. Sementara itu, tahlilan jamaah perempuan dilaksanakan setiap Jumat sore, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, juga bertempat di rumah warga secara bergantian. Sistem bergilir ini menjadi bentuk pemerataan sekaligus mempererat hubungan antarwarga karena setiap keluarga memiliki kesempatan menjadi tuan rumah.     Dalam setiap pelaksanaannya, rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta dzikir yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Suasana terasa hangat dan penuh kekhusyukan. Mahasiswa KKM Paramitayasa Kelompok 32 turut serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusias. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal.     Melalui kegiatan tahlilan rutin ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami kehidupan sosial dan religius masyarakat desa. Interaksi yang terjalin sebelum dan sesudah acara menjadi momen penting untuk saling mengenal lebih dekat. Tidak jarang, setelah kegiatan selesai, warga dan mahasiswa berbincang santai, bertukar cerita, serta mempererat rasa kekeluargaan. Bagi masyarakat, partisipasi mahasiswa KKM dalam tahlilan rutin menjadi bentuk dukungan moral sekaligus wujud nyata pembauran dengan lingkungan sekitar. Tradisi tahlilan yang telah berlangsung secara turun-temurun ini pun tetap terjaga keberlangsungannya dengan semangat kebersamaan lintas generasi.     Kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten ini membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus melalui program besar. Dengan ikut serta dalam tradisi keagamaan seperti tahlilan rutin, mahasiswa KKM Paramitayasa Kelompok 32 mampu menumbuhkan rasa empati, memperkuat silaturahmi, serta belajar langsung tentang nilai gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Luncurkan Program Penyebaran Bibit Ikan di Desa Waworada

FERI SUSWANDI

Waworada, 5 Januari 2026 - Mahasiswa KKM UIN Malang bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah Desa Waworada, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bima, melaksanakan program penyebaran bibit ikan di Bendungan Desa Waworada pada Kamis (5/1/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sumber daya alam..   Bibit ikan nila disebarkan di Bendungan Desa Waworada dengan harapan dapat tumbuh dengan baik dan menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Waworada, karena ikan nila memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan warga.   Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Waworada, perangkat desa, dan beberapa warga masyarakat, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. "Penyebaran ini bibit ikan merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Waworada dan meningkatkan ketersediaan stok ikan bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga dan menjadi penyeimbang ekosistem di Bendungan Desa Waworada," ujar Kepala Desa Waworada.   Salah satu mahasiswa KKM UIN Malang, Rosa, mengatakan, "Semoga program ini bisa menjadi program inovatif dan bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Waworada. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik dan menjaga lingkungan sekitar agar program ini dapat terus berlanjut." Mahasiswa KKM UIN Malang berharap program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga stabilitas pangan untuk generasi mendatang. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pelestarian sumber daya alam.    

Thumbnail
8 months ago
Kontribusi KKM Narawastra dalam Mendukung Pelayanan Posyandu di Desa Gondowangi

ALIFIYAH NUR HABIBAH

Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Desa Gondowangi merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang rutin dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga, khususnya balita dan usia lanjut. Posyandu menjadi wadah pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting karena berfungsi sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini serta pemantauan kondisi kesehatan warga lanjut usia secara berkala. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.   Pada bulan Januari, kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dilaksanakan di beberapa titik dusun agar seluruh lapisan masyarakat dapat terlayani dengan baik. Pelaksanaan pertama berlangsung pada tanggal 5 Januari bertempat di Posyandu Dusun Wiloso. Kegiatan ini dimulai sejak pagi hari dengan dihadiri oleh para kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang terdiri dari balita, orang tua, dan para lansia. Sejak awal kegiatan, suasana Posyandu Dusun Wiloso berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari warga yang hadir. Rangkaian kegiatan Posyandu di Dusun Wiloso diawali dengan proses pendaftaran peserta, baik balita maupun lansia. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara bertahap. Balita mendapatkan pelayanan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala sebagai indikator penting untuk memadukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Sementara itu, para lansia mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dasar serta pendataan kondisi kesehatan yang dicatat dalam kertas kesehatan lansia. Seluruh proses pelayanan berjalan lancar berkat kerja sama yang baik antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan pihak-pihak yang terlibat. Kegiatan Posyandu selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 6 Januari bertempat di Posyandu Dusun Pohbener. Pelaksanaan Posyandu di dusun ini juga mendapatkan sambutan baik dari masyarakat setempat. Kehadiran balita dan lansia menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kesehatan diri dan keluarga. Kegiatan berlangsung secara sistematis, dimulai dari pendaftaran, penimbangan, pengukuran, hingga pencatatan hasil pemeriksaan. Di Posyandu Dusun Pohbener, balita kembali mendapatkan layanan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar kepala guna memastikan pertumbuhan anak sesuai dengan usianya. Para lansia pun mendapatkan pendampingan dalam pemeriksaan kesehatan serta bantuan pengisian kertas kesehatan untuk mendokumentasikan kondisi kesehatan mereka. Data yang diperoleh dari kegiatan ini sangat penting sebagai bahan evaluasi dan pemantauan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Rangkaian kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi selanjutnya di Dusun Gedangan pada tanggal 10 Januari. Sejak pagi hari, warga sudah mulai berdatangan untuk mengikuti kegiatan Posyandu. Suasana kegiatan berlangsung dengan tertib, nyaman, dan penuh kebersamaan antara petugas kesehatan, kader Posyandu, mahasiswa KKM, serta masyarakat. Dalam seluruh rangkaian kegiatan Posyandu tersebut, mahasiswa KKM Narawastra ikut berperan aktif membantu kelancaran kegiatannya. Mahasiswa KKM Narawastra terlibat langsung dalam membantu proses pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala balita. Selain itu, mahasiswa juga membantu mengirimkan data serta mengisi kertas kesehatan bagi para lansia. Partisipasi mahasiswa KKM Narawastra ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana pembelajaran langsung dalam bidang sosial dan kesehatan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa KKM Narawastra memberikan dampak positif terhadap kelancaran kegiatan Posyandu. Dengan adanya bantuan dari mahasiswa, proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat dan tertib, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman dan terlayani dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Gondowangi. Secara keseluruhan, kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di Dusun Wiloso, Dusun Pohbener, dan Dusun Gedangan berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Melalui kegiatan ini, kondisi kesehatan balita dan lansia dapat terpantau dengan baik, serta data kesehatan masyarakat dapat terdokumentasi secara rapi. Diharapkan kegiatan Posyandu di Desa Gondowangi dapat terus berjalan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli, dan sejahtera.