AULAL INAYAH
Salah satu kegiatan yang paling berkesan selama pelaksanaan KKM adalah kunjungan edukasi kesehatan kepada calon jema’ah haji (CJH) melalui pembagian booklet journaling. Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian informasi sekaligus membangun komunikasi yang hangat dan interaktif. Kami dapat berdiskusi secara langsung, bertukar pengalaman, serta memahami kebiasaan kesehatan CJH dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme terlihat dari keterlibatan aktif saat menerima booklet dan berdialog mengenai upaya menjaga kesehatan sebagai persiapan menuju keberangkatan. Booklet journaling yang diberikan memuat informasi kesehatan praktis, mulai dari jenis penyakit yang sering dialami hingga langkah pencegahannya. Di dalamnya juga terdapat lembar food recall untuk memantau pola makan harian, panduan aktivitas fisik guna mendorong kebiasaan hidup sehat, serta tabel kepatuhan konsumsi obat sebagai sarana pencatatan mandiri. Melalui kegiatan ini, diketahui bahwa edukasi kesehatan lebih efektif jika disampaikan secara sederhana dan aplikatif. Selain menambah pengetahuan, pendampingan ini juga membantu membangun kedekatan serta meningkatkan kesadaran dan kemandirian CJH dalam menjaga kesehatan secara konsisten.
BADZILATUN NADA
Srigading—Mahasiswa KKM Kelompok 106 Dharmayatra, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang terjun langsung melaksanakan program kerja berupa pembuatan banner promosi dan fasilitasi QRIS bagi UMKM di Desa Srigading. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam hal digitalisasi pembayaran dan peningkatan pemasaran usaha.Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal setempat. UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian desa. Namun, sebagian pelaku UMKM di Desa Srigading masih menghadapi keterbatasan dalam hal promosi usaha dan penggunaan sistem pembayaran non-tunai. Promosi yang masih sederhana serta ketergantungan pada pembayaran tunai dinilai kurang efektif di tengah meningkatnya preferensi masyarakat terhadap transaksi digital. Berdasarkan kondisi tersebut, Kelompok Dharmayatra 106 menggagas program pembuatan banner usaha yang dirancang secara menarik, sekaligus membantu pelaku UMKM dalam penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang praktis dan aman Program ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: Meningkatkan daya tarik visual usaha UMKM melalui banner promosi yang informatif dan menarik. Membantu UMKM beralih ke sistem pembayaran digital melalui penggunaan QRIS. Mempermudah konsumen dalam melakukan transaksi pembayaran. Mendorong peningkatan penjualan dan jangkauan pemasaran UMKM desa. Dalam pelaksanaannya, Kelompok Dharmayatra 106 melakukan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Tim membantu merancang banner usaha dengan desain yang disesuaikan dengan karakter masing-masing UMKM, mulai dari pemilihan warna, tata letak informasi, hingga penempatan logo dan identitas usaha. Banner dirancang sedemikian rupa agar mudah dibaca, menarik perhatian, dan mampu memberikan kesan profesional. Selain itu, kelompok Dharmayatra 106 juga membantu proses pembuatan dan penggunaan QRIS, mulai dari pengenalan sistem pembayaran digital, manfaat QRIS, hingga cara penggunaannya dalam transaksi sehari-hari. Dengan adanya QRIS, UMKM dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital secara terintegrasi. Melalui program ini, UMKM di Desa Srigading diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Banner promosi membantu menarik minat konsumen, sementara QRIS memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Bagi masyarakat, kehadiran pembayaran non-tunai menjadi alternatif yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan era digital. Program kerja pembuatan banner dan QRIS oleh Kelompok Dharmayatra 106 merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung digitalisasi UMKM desa. Diharapkan, program ini dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan usaha UMKM di Desa Srigading serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
SITI INDRAWATI NUR FADILA
Desa Sukopuro memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang cukup beragam dan aktif berjalan. Berbagai produk lokal seperti keripik singkong, olahan sayur, makanan tradisional, hingga usaha produksi rumahan tumbuh dari kreativitas warga. Sayangnya, sebagian besar UMKM tersebut masih dijalankan secara sederhana. Sistem pemasaran yang digunakan umumnya masih mengandalkan cara konvensional. Penjualan lebih banyak dilakukan melalui relasi tetangga dan pembeli tetap di sekitar desa. Pola pemasaran dari mulut ke mulut memang mampu menjaga keberlangsungan usaha dalam skala kecil. Namun, cara tersebut memiliki keterbatasan dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Banyak produk UMKM Desa Sukopuro sebenarnya memiliki kualitas dan cita rasa yang layak bersaing. Ketidakhadiran media promosi membuat potensi tersebut belum terlihat oleh masyarakat luar desa. Akibatnya, perkembangan usaha cenderung berjalan lambat dan stagnan. Selain keterbatasan pemasaran, sebagian pelaku UMKM juga belum memiliki dokumentasi usaha yang rapi. Informasi mengenai jenis produk, alamat usaha, maupun kapasitas produksi belum tercatat secara terpusat. Kondisi ini menyulitkan upaya pengembangan UMKM secara kolektif. Padahal, data yang lengkap sangat dibutuhkan untuk perencanaan promosi dan penguatan ekonomi desa. Dari sinilah kebutuhan akan pendataan UMKM menjadi semakin relevan. Melihat kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa KKM 53 UIN Malang berinisiatif melakukan pendataan UMKM Desa Sukopuro. Kegiatan ini diawali dengan pembagian mahasiswa ke dalam dua kelompok untuk menjangkau wilayah yang berbeda. Mahasiswa mendatangi pelaku usaha secara langsung untuk menggali informasi terkait usaha yang dijalankan. Pendataan dilakukan secara sederhana namun sistematis agar mudah dipahami. Langkah ini menjadi fondasi awal dalam pengelolaan UMKM desa berbasis digital. Data UMKM yang terkumpul mencakup berbagai jenis usaha dari beberapa wilayah dusun. Mulai dari usaha keripik singkong, jemblem berbahan singkong, keripik sayur, sambal kemasan, hingga produksi tempe dan jamu tradisional. Keberagaman ini menunjukkan kekayaan potensi ekonomi lokal Desa Sukopuro. Mahasiswa kemudian mengelompokkan data sesuai jenis usaha dan lokasi. Proses ini dilakukan untuk memudahkan tahap pengolahan dan publikasi data. Setelah proses pendataan selesai, mahasiswa KKM menggagas pemanfaatan website desa sebagai media promosi. Data UMKM yang telah dihimpun dimasukkan ke dalam website desa sebagai etalase online. Etalase ini menampilkan informasi singkat mengenai pelaku usaha dan produk yang dihasilkan. Dengan adanya media digital, UMKM desa memiliki ruang promosi yang lebih luas. Website desa pun berfungsi tidak hanya sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi. Pemanfaatan website desa diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran UMKM Sukopuro. Informasi usaha yang sebelumnya hanya dikenal warga sekitar kini dapat diakses oleh masyarakat luar desa. Langkah ini menjadi bentuk adaptasi UMKM terhadap perkembangan teknologi. Mahasiswa berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha dan sistem digital desa. Inisiatif ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa. Kegiatan pendataan UMKM memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa KKM. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kondisi ekonomi masyarakat desa. Proses interaksi dengan pelaku usaha melatih kemampuan komunikasi dan kerja tim. Selain itu, mahasiswa belajar bahwa pengabdian tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga melalui pengelolaan data dan ide kreatif. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam menghadapi permasalahan sosial di masyarakat. Bagi pelaku UMKM, pendataan dan publikasi melalui website desa memberikan harapan baru. Usaha yang selama ini berjalan sederhana mulai mendapatkan perhatian lebih luas. Pelaku UMKM merasa usahanya dihargai dan diakui sebagai bagian dari potensi desa. Keberadaan etalase online membuka peluang pengembangan usaha ke depan. Pendataan UMKM pun menjadi langkah awal menuju ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
NURIL SHAFA NASHIRA SANTOSO
Petualangan SEGAR HAJI: Jalan Sehat, Rockport Test, dan Piknik Seru Bersama Calon Jamaah Haji di Bumiaji! Halo, teman-teman! Siapa sangka kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) HIPE FKIK dengan tema SEGAR HAJI bisa semenyenangkan ini? Pada hari yang cerah di Bumiaji, Kota Batu, kami – mahasiswa KKM HIPE 19 – diajak berpetualang bersama Calon Jamaah Haji (CJH). Mulai dari jalan sehat menyegarkan hingga piknik ala kampung wisata, semuanya bikin hati adem dan badan segar. Yuk, ikuti ceritanya! SEGAR HAJI adalah inisiatif seru dari kegiatan KKM HIPE Kelompok 19 FKIK UIN Malang yang mengusung akronim Senam dan Gerak Aktif Jamaah Haji dirancang khusus untuk tingkatkan kesiapan fisik dan mental Calon Jamaah Haji (CJH) menjelang haji 2026. Program ini mencakup olahraga ringan seperti jalan sehat, senam dan Rockport Test 1,6 km. Piknik ala kami pelajar Kelompok 19 KKM HIPE di Desa Wisata Kampung Kungkuk, Bumiaji. Setiap orang membawa makanan sehat : susu, roti, ubi cilembu, kue basah, sampai buah segar. Kami duduk di gazebo di samping pohon pinus besar, sambil berbagi cerita dengan CJH. Suasana desa wisata yang asri, dengan pemandangan alam dan udara pegunungan, membuat piknik ini tak terlupakan. Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga edukatif: kami belajar pentingnya gaya hidup sehat untuk calon jamaah haji, sambil bangun silaturahmi antargenerasi. Terimakasih kami ucapkan kepada Calon Jamaah Haji yang sudah mau menerima kami mahasiswa KKM HIPE Kelompok 19, semoga apa yang sudah kami beri bisa bermanfaat untuk kesehatan fisik maupun mental Calon Jamaah Haji, dan harapannya silaturahmi ini tetap terjalin.
SALIS QODRI MUFTI MUHAMMAD
PONCOKUSUMO – Suasana ceria menyelimuti Wisata Malang Dreamland pada Senin pagi (12/1/2026). Lembaga Pendidikan RA Miftahul Huda yang berlokasi di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, menggelar kegiatan outbound yang diikuti oleh seluruh guru, murid, dan ibu-ibu wali murid. Kegiatan ini tidak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat sekitar. Turut hadir pula mahasiswa KKM Kelompok 32 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang "Paramita Yasa" yang diundang khusus untuk membantu memeriahkan jalannya acara. Semangat Pagi dengan Senam Bersama Kegiatan dimulai tepat pukul 07.00 WIB di area terbuka Malang Dreamland. Udara sejuk khas Poncokusumo tidak menyurutkan semangat para peserta. Acara dibuka dengan senam bersama yang diikuti dengan penuh antusias oleh anak-anak dan para ibu wali murid. Gerakan yang enerjik menjadi pemanasan sempurna sebelum memasuki sesi inti yang penuh tantangan seru. Beragam Permainan yang Mengundang Gelak Tawa Setelah tubuh terasa bugar, acara dilanjutkan dengan rangkaian permainan edukatif dan kompetitif. Berbagai game tradisional hingga modern dimainkan untuk melatih ketangkasan serta kerja sama tim, di antaranya: Permainan Kebakaran dan Banjir: Melatih kecepatan reaksi dan fokus anak-anak. Lempar Bendera & Lempar Bola: Mengasah koordinasi motorik siswa. Estafet Air & Estafet Tepung: Menjadi primadona acara, di mana para ibu wali murid dan anak-anak bekerja sama menjaga agar air dan tepung tidak tumpah hingga ke garis finis. Keseruan ini bertambah saat mahasiswa KKM 32 "Paramita Yasa" turut terjun langsung mendampingi adik-adik RA Miftahul Huda. Kehadiran mahasiswa membawa energi positif dan tawa yang membuat suasana semakin pecah. Menutup Kebersamaan dengan Makan Bersama Sebagai puncak acara, seluruh peserta berkumpul untuk makan bersama. Momen ini menjadi penutup yang hangat setelah lelah beraktivitas seharian. Sambil menikmati hidangan, para guru dan wali murid tampak berbincang akrab, menunjukkan keberhasilan tujuan utama kegiatan ini, yaitu mempererat silaturahmi. Secara keseluruhan, kegiatan outbound RA Miftahul Huda tahun ini terlaksana dengan sangat baik, lancar, dan penuh kesan mendalam bagi seluruh peserta yang terlibat. #RAMiftahulHuda #Ngadireso #Poncokusumo #MalangDreamland #KabupatenMalang #UINMalang #KKM32UINMalang #ParamitaYasa #KKM2026 Lokasi: Wisata Malang Dreamland, Poncokusumo. Waktu: Senin, 12 Januari 2026.
ELIF THOYYIBAH RAHMAWATI
KKM Kelompok 60 (SAGARAS) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian di SDN Kalipare 5 selama tiga hari. Kegiatan ini berfokus pada pendidikan dan penguatan karakter siswa melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan. Pada hari pertama, mahasiswa KKM terlibat langsung dalam kegiatan mengajar siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan metode pembelajaran interaktif. Antusiasme siswa terlihat tinggi dan suasana belajar berlangsung aktif serta menyenangkan. Hari kedua diisi dengan sosialisasi anti-bullying kepada seluruh siswa. Melalui penyampaian materi yang ringan dan komunikatif, siswa diajak memahami pengertian bullying, jenis-jenisnya, serta dampak yang ditimbulkan, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai. Pada hari ketiga, kegiatan ditutup dengan lomba-lomba kebersamaan seperti estafet sarung, estafet kardus, dan balap karung. Selain menghadirkan keceriaan, kegiatan ini melatih kerja sama, sportivitas, dan kekompakan siswa. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KKM Kelompok 60 berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga SDN Kalipare 5.