Thumbnail
8 months ago
Edukasi Bullying dan Pelecehan Seksual

FIKA ZIYADATUL AUNILLAH

Pelaksanaan Program Edukasi Pencegahan Bullying dan Pelecehan Seksual di SDN 2 Sumberpetung SDN 2 Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, melaksanakan program edukasi pencegahan bullying dan edukasi pelecehan seksual pada Jumat, 10 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya preventif dan edukatif guna meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar sejak dini terkait perilaku bullying serta pemahaman mengenai batasan tubuh dan interaksi yang aman. Program edukasi ini disampaikan oleh tim edukator dengan Fika Ziyadatul Aunillah sebagai pemateri pertama dan Olivia Syahrani sebagai pemateri kedua. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan disesuaikan dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh Aqila Ruhi, Siti Najma, Tri Nurrizkan, Farih Nawalillah, Ananda Citra, dan Ahmad Daffa, yang berperan dalam pendampingan siswa, pengelolaan aktivitas pembelajaran, serta menjaga kelancaran dan ketertiban kegiatan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh-contoh konkret serta pendekatan interaktif, seperti diskusi ringan, sesi tanya jawab, dan simulasi situasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pada materi edukasi bullying, siswa diberikan pemahaman mengenai definisi bullying, bentuk-bentuk bullying yang meliputi verbal, fisik, dan sosial, serta dampak psikologis yang dapat ditimbulkan. Selain itu, siswa juga dibekali pengetahuan tentang sikap yang tepat ketika menghadapi atau menyaksikan perilaku bullying. Adapun edukasi pelecehan seksual disampaikan dalam kerangka perlindungan diri, dengan menekankan pemahaman mengenai bagian tubuh pribadi, hak anak untuk merasa aman, serta pentingnya keberanian untuk melaporkan kepada orang dewasa tepercaya apabila mengalami atau mengetahui adanya perlakuan yang tidak pantas. Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan siswa mampu mengembangkan kesadaran diri, sikap empatik, serta keterampilan proteksi diri. Program edukasi ini juga diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, serta mendukung terbentuknya budaya sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental dan keselamatan anak.

Thumbnail
8 months ago
Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, KKM Kelompok 127 UIN Malang Selenggarakan Pelatihan Hidroponik di Dusun Babadan

FATIMATUS SYAHRO

Babadan, Ngajum — Pada Kamis, 15 Januari 2026,  Mahasiswa KKM 127 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kegiatan pelatihan hidroponik yang berkolaborasi dengan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan ini bertempat di Posko KKM dan dimulai pukul 14.15 WIB hingga selesai. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan lahan sempit dengan metode hidroponik sebagai salah satu bentuk pertanian ramah lingkungan. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Shinta, M.Si (Dosen Biologi UIN Malang) sebagai pemateri dan dipandu oleh Fatimatus Syahro (salah satu anggota KKM) selaku moderator. Rangkaian acara diawali dengan persiapan tempat dan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Selanjutnya, pemateri langsung menyampaikan materi pengenalan hidroponik yang meliputi pengertian, jenis, manfaat hidroponik bagi masyarakat, perbandingan metode tanam konvensional dengan metode hidroponik, serta hal yang paling penting agar hidroponik dapat berkembang sukses. Usai penyampaian materi, para warga dan ibu-ibu KWT mengikuti sesi praktik hidroponik secara langsung yang meliputi penyemaian benih, peracikan nutrisi, penanaman bibit ke media tanam, serta penjelasan mengenai perawatan harian tanaman hidroponik. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari ibu-ibu yang aktif bertanya, berdiskusi dan terlibat langsung dalam praktik. Terakhir, acara ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan foto bersama dan pembagian souvenir kepada peserta hidroponik. Dengan terlaksananya kegiatan Pelatihan Hidroponik ini, diharapkan masyarakat Dusun Babadan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
Sosialisasi dan Praktik Small Scale Farming Sebagai Program Kerja KKM Shan Bhuwana di RW. 05 Desa Balearjosari

SITI HALIMATUL MARDLIYAH

Pada Rabu, 7 Januari 2026, setelah sholat ashar dilaksanakan kegiatan sosialisasi SSF (Small Scale Farming) yang bertempat di Rumah Ibu Siti RW 05. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM Shan Bhuwana yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan sempit secara produktif. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai konsep SSF. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, penjelasan materi disampaikan secara langsung oleh Siti Halimatul Mardliyah salah satu mahasiswa anggota KKM Shan Bhuwana  kepada ibu-ibu PKK RW 05. Anggota KKM menjelaskan secara sederhana dan komunikatif mengenai pengertian SSF, jenis tanaman yang mudah dibudidayakan, hingga keuntungan jangka panjang dari praktik pertanian skala kecil di lingkungan rumah. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti kegiatan, ditandai dengan adanya diskusi dan tanya jawab selama sosialisasi berlangsung. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, pada Minggu, 11 Januari 2026 pukul 6.30, dilaksanakan rangkaian kegiatan lanjutan berupa senam bersama dan praktik penanaman SSF (Small Scale Farming). Sebelum kegiatan praktik dimulai, acara diawali dengan senam bersama ibu-ibu RT 04. Kegiatan senam bersama ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sekaligus mempererat kebersamaan dan menciptakan suasana yang lebih akrab antara warga dan anggota KKM Shan Bhuwana. Setelah senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanaman SSF secara langsung. Dalam kegiatan ini, anggota KKM Shan Bhuwana kembali berperan aktif dengan memberikan pendampingan kepada ibu-ibu, mulai dari pengenalan media tanam, pemilihan bibit, hingga teknik penanaman yang benar. Para peserta terlibat secara langsung dalam proses penanaman dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan SSF di rumah masing-masing. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan sosialisasi dan praktik SSF sebagai program kerja KKM Shan Bhuwana ini berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari ibu-ibu PKK RW 05. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, mendukung pola hidup sehat, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan terbatas.

Thumbnail
8 months ago
Langkah Sehat Menuju Haji Mabrur: Jalan Sehat Bersama Calon Jamaah Haji

RAFIDATUL KHARISMAH

Sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mahasiswa mengadakan kegiatan jalan sehat bersama Calon Jamaah Haji (CJH) sebagai upaya mendukung persiapan kesehatan fisik sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan jalan sehat ini dilakukan di lingkungan sekitar dengan rute yang mudah dan aman, sehingga dapat diikuti oleh CJH dengan baik. Aktivitas ini dipilih karena bersifat ringan namun memiliki banyak manfaat, seperti membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan stamina, serta melatih daya tahan fisik yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan ibadah haji. Diharapkan melalui kegiatan jalan sehat ini, calon jamaah haji dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kondisi fisik sejak dini, sehingga siap menjalani rangkaian ibadah haji dengan kondisi tubuh yang optimal.

Thumbnail
8 months ago
mengajar al-banjari

DANIL HAIRUL ROHMAN

Kegiatan mengajarkan Al-Banjari ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap seni islami serta meningkatkan keterampilan mereka dalam melantunkan shalawat dengan iringan rebana. Kegiatan dilaksanakan secara rutin dengan suasana yang santai dan penuh semangat, dimulai dari pengenalan alat, teknik tabuhan dasar, hingga praktik bersama. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat mengembangkan bakat, kekompakan, serta nilai-nilai keislaman dalam kebersamaan.

Thumbnail
8 months ago
Pembukaan KKM Kelompok 21 di Masjid Asy-Syuhada

AMILIYYAH CHASANAH

Pembukaan KKM Kelompok 21 di Masjid Asy-Syuhada: Menguatkan Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat   Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 21 resmi dilaksanakan di Masjid Asy-Syuhada sebagai langkah awal dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Acara ini dihadiri oleh pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta seluruh anggota KKM Kelompok 21 yang akan menjalankan program pengabdian selama periode KKM berlangsung.   Pembukaan KKM ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi awal antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Bertempat di lingkungan masjid yang menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial warga, kegiatan berlangsung dengan suasana khidmat namun penuh kehangatan. Masjid Asy-Syuhada dipilih sebagai lokasi pembukaan karena perannya yang strategis sebagai ruang berkumpul dan pusat interaksi masyarakat.   Dalam rangkaian acara, perwakilan mahasiswa KKM Kelompok 21 menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKM, sekaligus memperkenalkan seluruh anggota kelompok kepada masyarakat. Mahasiswa menegaskan komitmen mereka untuk berkontribusi secara aktif, tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap belajar dan berkolaborasi. Penyerahan simbolis dari pihak kampus kepada pengurus masjid menjadi tanda diterimanya mahasiswa KKM Kelompok 21 secara resmi oleh masyarakat.   Tokoh masyarakat dan pengurus Masjid Asy-Syuhada dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM. Mereka berharap program-program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam penguatan kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga menaruh harapan agar mahasiswa mampu menjaga etika, sopan santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman selama berada di lingkungan desa.   Kegiatan pembukaan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang awal untuk membangun kesepahaman bersama. Diskusi singkat antara mahasiswa dan tokoh masyarakat membuka peluang sinergi dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan program KKM yang berkelanjutan dan berdampak positif.   Melalui pembukaan KKM Kelompok 21 di Masjid Asy-Syuhada, mahasiswa secara resmi memulai perjalanan pengabdian yang menuntut tanggung jawab, kedisiplinan, dan empati sosial. Kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Harapannya, kehadiran mahasiswa KKM tidak hanya meninggalkan jejak program, tetapi juga nilai kebersamaan, gotong royong, dan kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.