Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM FKIK UIN Malang Optimalkan Fisik serta Mental Calon Jamaah Haji Kota Batu Menuju Jamaah Haji Mandiri dan Istitoah

R MOCH SATRIO SILIWANGI SYARIFFATIHMULIA NEGARA

Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya membutuhkan persiapan spiritual yang optimal, tetapi kondisi fisik dan mental calon jamaah haji juga harus menjadi fokus utama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan baik dan efisien. Pemerintah Indonesia melalui kebijakan istitoah kesehatan menegaskan bahwa calon jamaah haji harus memenuhi persyaratan kesehatan fisik dan mental agar dapat melaksanakan ibadah haji. Sejalan dengan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengoptimalkan kesehatan calon jamaah haji di Kota Batu melalui beberapa program sebagai upaya mendukung kesiapan fisik dan mental jamaah menuju jamaah haji mandiri dan istitoah.   Ketua KKM Kelompok 32 FKIK UIN Malang menegaskan bahwa pendampingan calon jamaah haji dilakukan secara serius dan berkesinambungan melalui monitoring kesehatan serta edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah agar mereka benar-benar siap secara fisik dan mental menuju kondisi istitoah.   Selama satu bulan terakhir, Mahasiswa KKM FKIK UIN Malang melakukan program monitoring kesehatan calon jamaah haji melalui pemeriksaan rutin setiap minggunya. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan gula darah, asam urat, kolesterol, serta tanda-tanda vital (TTV) seperti tekanan darah. Selain itu, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang juga melakukan skrining sederhana fungsi kognitif untuk mendeteksi demensia terutama pada jamaah lanjut usia.   Selain monitoring kesehatan, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang memberikan edukasi gaya hidup sehat. Edukasi tersebut mencakup pengaturan pola makan seimbang, pembatasan konsumsi gula, garam, makanan berlemak, serta penekanan pentingnya berolahraga secara teratur untuk mendukung kesiapan fisik calon jamaah haji selama di Tanah suci. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, mahasiswa memperkenalkan journaling book yaitu pencatatan sederhana aktivitas fisik harian. Journaling ini bertujuan membantu calon jamaah haji memantau perkembangan kebugaran secara mandiri sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsistensi aktivitas fisik.    Untuk mendukung kebugaran fisik, mahasiswa juga menginisiasi program jalan kaki sejauh enam kilometer yang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing jamaah. Program ini dirancang untuk melatih stamina agar jamaah lebih siap menghadapi aktivitas ibadah haji yang menuntut kekuatan fisik tinggi. Ketua Unit Keunggulan FKIK UIN Malang, dr. Tias Pramesti Griana, M.Biomed, menjelaskan bahwa pendampingan calon jamaah haji dilandasi oleh nilai keikhlasan dalam membantu jamaah mencapai istitoah. Ia juga menegaskan komitmen FKIK UIN Malang untuk terus mengembangkan program pendampingan ini agar ke depan dapat menjadi standar nasional melalui kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, serta Pemerintah Provinsi. Sementara itu, Ketua HIPE KKM FKIK Tahun 2025/2026, Larasati Sekar Kinasih, M.Gz, menyampaikan bahwa program pendampingan kesehatan ini merupakan salah satu strategi FKIK UIN Malang dalam memperkuat kesiapan fisik dan mental calon jamaah haji sejak sebelum keberangkatan. Pendekatan preventif melalui KKM diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan risiko gangguan kesehatan hingga kematian jamaah haji di Tanah Suci akibat kondisi tidak istitoah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang berharap calon jamaah haji Kota Batu dapat menjalani ibadah haji dengan lebih aman, mandiri, dan optimal sesuai dengan standar istitoah kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.  

Thumbnail
3 months ago
Langkah Sederhana, Kebersamaan Bermakna bersama CJH

MERI PUSPITA SARI

Salah satu momen yang berkesan selama KKM adalah aktivitas berjalan kaki bersama Calon Jamaah Haji (CJH), yaitu Ibu Sri Sutiyah dan Bapak Sunardi, menuju Pasar Among Tani Batu dengan jarak pulang-pergi kurang lebih 1,2 km. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus membiasakan aktivitas fisik yang ringan dan bermanfaat. Selama perjalanan, kami bertemu dengan para lansia dan warga sekitar yang juga sedang beraktivitas. Saling menyapa dan berbincang singkat membuat suasana perjalanan terasa lebih akrab dan menyenangkan. Aktivitas berjalan kaki ini tidak hanya melatih ketahanan fisik, tetapi juga mempererat interaksi sosial dengan masyarakat. Setelah mengitari area pasar, kami menikmati kebersamaan dengan menyantap makanan di Pasar Among Tani Batu. Berbagai hidangan seperti pempek, gado-gado, serta aneka jajanan dan kue basah dibeli dan dinikmati bersama bapak dan ibu CJH. Momen sederhana ini menciptakan rasa kebersamaan yang kuat selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, saya sebagai mahasiswi menyadari bahwa pendampingan dalam KKM tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan yang kompleks. Langkah sederhana seperti berjalan bersama, berinteraksi, dan berbagi waktu dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat sekaligus menjadi pembelajaran sosial yang berharga.

Thumbnail
3 months ago
Menjaga Sehat, Menjemput Ibadah: Peran KKM Fakultatif UIN Malang Kelompok 8 dalam Pendampingan Hipertensi CJH

EGY NOVIAN JISKA

Kegiatan KKM HIPE (Hajj Interprofesional Education) FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 8 merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang berfokus pada pendampingan kesehatan calon jamaah haji (CJH), khususnya pada kasus hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan pada bulan Januari di Desa Beji, Kota Batu, dengan sasaran utama Ibu Endang dan Mbak Rizky sebagai calon jamaah haji binaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan dan observasi kondisi kesehatan CJH guna mengidentifikasi kebutuhan serta permasalahan kesehatan yang dihadapi. Hasil observasi menunjukkan bahwa salah satu CJH memiliki hipertensi ringan, sementara CJH lainnya berada dalam kondisi sehat, namun tetap membutuhkan pendampingan kesehatan serta edukasi pola hidup sehat sebagai bagian dari persiapan ibadah haji. Temuan ini menjadi dasar penyusunan program pendampingan yang terarah dan berkelanjutan. Pada kunjungan berikutnya, mahasiswa FKIK UIN Malang melaksanakan pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas fisik berupa jalan pagi sejauh tiga kilometer yang bertujuan meningkatkan kebugaran sekaligus membangun keberanian CJH dalam menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pendekatan edukatif dilakukan melalui pelaksanaan pretest dan pemberian edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan hasil analisis kondisi CJH. Materi edukasi mencakup pemahaman hipertensi, upaya pencegahan komplikasi, serta penerapan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme CJH terlihat dari keterlibatan aktif dan pengakuan bahwa masih banyak aspek kesehatan yang sebelumnya belum dipahami. Kegiatan ditutup dengan senam bersama, pelaksanaan posttest, pemeriksaan kesehatan lanjutan, tes Mini-Cog, serta pengisian lembar evaluasi dan kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kesehatan serta tingkat kepuasan CJH terhadap pendampingan yang diberikan. Melalui KKM HIPE FKIK UIN Malang ini, mahasiswa berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesiapan kesehatan calon jamaah haji dan memperkuat peran akademisi dalam pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Kunjungan yang tak terlupakan

ALFI LAYLA AZMI

Kunjungan KKM ke-4 menjadi salah satu perjalanan yang paling berkesan dalam proses pengabdian kami di tengah masyarakat. Pada hari itu, kami datang bukan hanya sebagai mahasiswa yang membawa program kerja, tetapi sebagai manusia yang ingin belajar, mendengar, dan memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Sambutan hangat, senyuman tulus, serta cerita-cerita sederhana dari warga membuat kami merasa diterima seperti keluarga sendiri. Dalam setiap langkah dan percakapan, kami menemukan banyak pelajaran tentang arti kesabaran, ketulusan, dan rasa syukur. Kami belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal besar, melainkan dari kebersamaan, perhatian kecil, dan kepedulian yang tulus. Melihat semangat warga dalam menjalani kehidupan sehari-hari menjadi cermin bagi kami untuk terus bersyukur dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Kunjungan ini tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga membentuk cara pandang kami tentang makna pengabdian. Kami menyadari bahwa hadir dengan hati yang ikhlas jauh lebih berarti daripada sekadar menjalankan kewajiban. KKM ke-4 menjadi pengingat bahwa setiap pertemuan adalahu kesempatan untuk saling menguatkan, belajar, dan tumbuh bersama sebagai manusia

Thumbnail
3 months ago
Langkah Sehat Menuju Baitullah: KKM HIPE FKIK UIN Malang Dampingi Persiapan Fisik Calon Jamaah Haji

HAIDAR ZIDNILMA HAFIDIEN

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) HIPE FKIK UIN Malang dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan persiapan fisik calon jamaah haji. Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah olahraga bersama, yang dirancang untuk membantu meningkatkan kebugaran, daya tahan tubuh, serta kesiapan fisik calon jamaah dalam menghadapi rangkaian ibadah haji yang menuntut kondisi tubuh yang prima. Melalui aktivitas fisik yang ringan, terstruktur, dan menyenangkan, mahasiswa berperan aktif sebagai pendamping dan motivator, sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum keberangkatan haji. Kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat, memperkuat semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap kesehatan jamaah. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, KKM HIPE FKIK UIN Malang berkomitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan calon jamaah haji yang tidak hanya siap secara spiritual, tetapi juga sehat dan tangguh secara fisik, sehingga mampu menjalankan ibadah dengan optimal.

Thumbnail
3 months ago
Membuat Salad Bersama Bapak Husni: Dapur Sederhana, Cerita yang Luar Biasa

LUFITA DIANI LARASATI

Kunjungan ke rumah Bapak Husni sebagai salah satu calon jemaah haji yang kami tangani kali ini terasa berbeda. Bukan hanya datang untuk berbincang, tetapi kami punya satu agenda seru: membuat makanan sehat bersama, yaitu salad. Ide ini muncul dari cerita beliau yang mengatakan bahwa ia cukup sering mengonsumsi salad sebagai bagian dari pola makan sehatnya. Dari situlah, tercetus rencana sederhana namun berkesan, memasak bersama di dapur rumahnya. Dapur Sederhana yang Penuh Kehangatan Di dapur yang sederhana, kami mulai menyiapkan sayur-sayuran segar. Ada selada, tomat, kol, wortel, dan beberapa bahan pelengkap lain. Suasananya santai, penuh tawa kecil, dan obrolan ringan yang mengalir begitu saja. Sambil memotong sayuran dan menata bahan, Bapak Husni mulai bercerita. Bukan cerita yang dibuat-buat, melainkan kisah hidup yang keluar alami di sela-sela aktivitas memasak. Rasanya seperti mendengarkan pengalaman hidup langsung dari sumbernya, tanpa jarak, tanpa formalitas. Cerita Perjuangan di Antara Potongan Sayur Di tengah kegiatan meracik salad, beliau mengenang masa-masa sulit yang pernah dilalui. Tentang bagaimana dulu hidup dalam keterbatasan, harus berjuang keras, dan belajar bertahan dalam berbagai kondisi. Yang membuat kami terdiam bukan hanya isi ceritanya, tetapi cara beliau menyampaikannya—tenang, penuh rasa syukur, tanpa keluhan. Setiap potongan sayur yang kami siapkan seolah diiringi dengan potongan cerita hidup yang sarat pelajaran. Salad, Kesehatan, dan Kebiasaan Baik Bapak Husni juga bercerita bahwa kebiasaan makan sehat, seperti mengonsumsi salad, bukan datang tiba-tiba. Itu adalah bagian dari kesadaran beliau untuk menjaga kesehatan setelah melalui perjalanan hidup yang panjang. Beliau percaya bahwa menjaga kesehatan adalah bentuk rasa syukur. Bahwa tubuh yang sehat memungkinkan seseorang tetap produktif, tetap berbagi, dan tetap menikmati hidup. Makan Bersama di Meja Makan, Cerita yang Terus Mengalir Saat salad tersaji rapi di meja makan, kami pun duduk bersama menikmatinya. Suasana menjadi lebih hangat dan akrab. Di momen makan bersama itulah, cerita kehidupan beliau kembali berlanjut. Bapak Husni bercerita tentang masa mudanya yang penuh perjuangan, bahkan pernah merantau ke luar negeri demi memperbaiki nasib. Hidup jauh dari kampung halaman, menghadapi berbagai kesulitan, dan harus bertahan dengan segala keterbatasan menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk dirinya hari ini. Kini, setelah melalui proses yang tidak mudah, beliau berhasil menjadi pribadi yang sukses. Namun yang paling menyentuh bukanlah kesuksesannya, melainkan nilai hidup yang beliau pegang teguh. Beliau mengatakan bahwa ia sangat senang berbagi dan menolong sesama. Baginya, keberhasilan bukan untuk dinikmati sendiri, tetapi untuk memberi manfaat bagi orang lain. Ia selalu berusaha mengutamakan kepentingan umat, membantu semampunya, dan tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang membutuhkan. Kenangan Hangat yang Akan Selalu Diingat Salad yang tersaji di meja hari itu terasa istimewa. Bukan karena rasanya semata, tetapi karena proses, kebersamaan, dan cerita hidup yang menyertainya. Kehadiran beliau terasa seperti seorang ayah bagi kelompok kami, yang mayoritas adalah perantau dari luar kota Malang dan tidak bisa pulang demi menjalankan kewajiban kami sebagai mahasiswa. Dari dapur sederhana hingga meja makan, kami menyadari bahwa momen kecil bisa menjadi ruang belajar yang sangat besar. Dan dari Bapak Husni, kami belajar satu hal penting, yaitu hidup yang baik adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain.