HARUN YAKHYA MOSSA
Hari ke-30 pelaksanaan KKM, kelompok Artana melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Posyandu Balita dan Lansia yang bertempat di posko 8 Pagak. Pada kegiatan ini, fokus utama diarahkan pada penyuluhan gizi bagi lansia, yang kemudian dilanjutkan dengan pelayanan posyandu. Kegiatan diawali dengan penyuluhan gizi khusus lansia yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat dan seimbang di usia lanjut. Penyuluhan disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh para lansia. Dalam kegiatan ini, kelompok Artana bersama ibu-ibu kader posyandu turut mendampingi peserta sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan nyaman. Setelah sesi penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan posyandu seperti biasa, meliputi penimbangan dan pencatatan data balita serta pemeriksaan kesehatan bagi lansia. Anggota kelompok Artana ikut membantu jalannya pelayanan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang hadir. Melalui kegiatan penyuluhan gizi lansia dan pelayanan posyandu ini, Kelompok Artana berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat, khususnya para lansia. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen kelompok Artana dalam menjalankan pengabdian selama pelaksanaan KKM di tengah masyarakat. KKM Artana — Konsisten Mengabdi, Tumbuh Bersama Masyarakat.
MUHAMAD ZAINUS SHOLIKHIN
Hari ke-32 pelaksanaan KKM menjadi tindak lanjut dari kegiatan koordinasi yang telah dilakukan pada Day 27 bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pada hari ini, Kelompok Artana melaksanakan sosialisasi anti bullying di sekolah sebagai bentuk realisasi dari persiapan yang telah direncanakan sebelumnya. Sosialisasi disampaikan langsung oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, contoh perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Siswa juga diarahkan untuk berani berbicara dan melapor kepada guru apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Untuk menambah partisipasi siswa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan doorprize bagi siswa yang berani dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar, sehingga suasana sosialisasi menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Kelompok Artana turut mendampingi jalannya kegiatan, membantu mengondisikan siswa, serta memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui sosialisasi ini, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. KKM Artana — Dari Perencanaan hingga Aksi Nyata untuk Generasi Muda.
CHOIRIYAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertugas di Desa Turirejo menggelar kegiatan seminar di SMA Plus Darussalam pada Jumat, 9 Januari 2026. Seminar ini mengangkat tema "Membangun Sikap Moderat dan Etika Sosial dalam Kehidupan Remaja." Kegiatan seminar tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya perilaku bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan edukasi kepada para siswa agar mampu bersikap saling menghargai, toleran, dan beretika dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKM menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap tengah yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Selain itu, isu bullying juga menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan sosial remaja. Para siswa SMA Plus Darussalam tampak antusias mengikuti seminar tersebut. Mereka diajak untuk berdiskusi, memahami contoh-contoh perilaku moderat, serta mengenali bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Diharapkan, melalui seminar ini para siswa mampu menerapkan sikap moderat, menjunjung etika sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
NAJMA FADIYAH
WENING PRAJA – Suara tawa anak-anak memecah pagi di halaman SDN 1 Tamansari. Ratusan siswa berbaris rapi, memegang kupon hadiah, bersiap mengikuti jalan sehat bersama kakak-kakak mahasiswa. Pemandangan hangat itu menjadi penutup rangkaian pengabdian Kelompok KKM Wening Praja 166 yang selama beberapa pekan terakhir hadir memberi warna baru bagi masyarakat Desa Tamansari. Kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan membangun hubungan emosional dengan warga. Setiap kegiatan dirancang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan karakter, kesehatan, ekonomi digital, hingga pembinaan keagamaan. Jalan sehat menjadi momen paling dinanti siswa. Mereka berjalan mengelilingi desa sambil bernyanyi dan bercanda. Bagi anak-anak, ini bukan hanya olahraga, tetapi pengalaman menyenangkan bersama kakak mahasiswa. Guru-guru menyebut kegiatan ini berhasil meningkatkan semangat kebersamaan sekaligus menanamkan pola hidup sehat. Tak berhenti di sana, mahasiswa juga menghadirkan sosialisasi bullying dan kenakalan remaja. Dengan bahasa sederhana dan permainan interaktif, siswa diajak memahami dampak perundungan. Diskusi berlangsung hangat, bahkan beberapa siswa berani berbagi pengalaman pribadi. Edukasi ini diharapkan menjadi bekal agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman. Di sisi lain, mahasiswa turut menyentuh sektor ekonomi melalui pendampingan pembuatan QRIS pada toko kelontong. Pedagang yang sebelumnya hanya menerima uang tunai kini dapat melayani pembayaran digital. Langkah kecil ini membuka pintu modernisasi usaha mikro desa. Sore hari, pengabdian berlanjut di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Mahasiswa membantu mengajar mengaji, hafalan doa, serta membimbing akhlak santri. Anak-anak terlihat akrab dan senang belajar bersama “kakak KKM”. Tak hanya fokus pada program kerja utama, mahasiswa Wening Praja 166 juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat. Mereka ikut kerja bakti bersama warga di Dusun Tanah Los dan Sumberwatu, membersihkan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan. Kehadiran mahasiswa di tengah warga menjadikan suasana gotong royong terasa lebih hidup. Mahasiswa juga turut membantu proses penyerahan bantuan sapi perah dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kepada kelompok ternak di Dusun Ampelgading. Mereka membantu koordinasi dan dokumentasi kegiatan, sekaligus belajar langsung tentang pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan. Dalam kegiatan sosial desa, mahasiswa ikut membantu penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga Tamansari agar proses berjalan tertib dan lancar. Selain itu, mereka juga berbaur dalam kegiatan keagamaan warga seperti tahlil serta rutinan santunan bagi janda dan anak yatim, menunjukkan bahwa pengabdian bukan hanya soal program, tetapi juga kehadiran dan kepedulian. Ketua kelompok menegaskan bahwa tujuan utama KKM adalah meninggalkan dampak nyata. “Kami ingin kehadiran kami dirasakan manfaatnya, sekecil apa pun itu,” ujarnya. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi mahasiswa dan masyarakat mampu menciptakan perubahan positif. Wening Praja 166 tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai sahabat desa yang tumbuh bersama masyarakat. editor : Najma Fadiyah
MARSYANDA ADRAMI NAFITRI
https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi
INDRIA FAJRI
Pendidikan karakter serta penanaman nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya relevan bagi orang dewasa, tetapi justru sangat penting ditanamkan sejak masa kanak-kanak atau usia emas (golden age). Berangkat dari kesadaran tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 “ARKADIAKARSA” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Aku Anak Sholeh yang Toleran” di KB-TK Dirgantara pada Kamis (29/01/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini dirancang dengan konsep pembelajaran menyenangkan (fun learning) yang disesuaikan dengan karakteristik psikologis anak usia dini. Para mahasiswa KKM menghindari penggunaan istilah teoritis yang rumit, dan lebih memilih metode storytelling (bercerita) serta analogi sederhana agar materi mudah dipahami oleh para siswa. Suasana kelas tampak aktif namun tetap tertib. Para siswa duduk melingkar di atas karpet sambil menyimak dengan penuh perhatian penjelasan yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa. Di sekitar ruang kelas, terpampang poster-poster edukatif seperti “Stop Bullying” dan “Komunikasi” yang selaras dengan pesan moderasi beragama, khususnya dalam membangun sikap damai, saling menghargai, dan menolak kekerasan sejak dini. Menariknya, sosialisasi ini diintegrasikan secara harmonis dengan tema pembelajaran harian yang sedang dipelajari siswa. Berdasarkan materi di papan tulis, tema pelajaran saat itu adalah “Kendaraan Udara” seperti roket, helikopter, dan pesawat jet. Mahasiswa KKM memanfaatkan tema tersebut untuk menyisipkan nilai-nilai karakter dan budi pekerti. Salah satunya dengan memberikan ilustrasi bahwa meskipun terdapat berbagai jenis pesawat yang terbang di langit yang sama, semuanya dapat berjalan berdampingan tanpa saling bertabrakan. Hal tersebut dianalogikan dengan kehidupan manusia yang diciptakan beragam namun harus tetap hidup rukun dan saling menghormati. “Melalui pendekatan visual dan cerita, kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa perbedaan adalah sebuah keindahan. Nilai-nilai ini diharapkan dapat tertanam sejak dini dan terus melekat hingga mereka tumbuh menjadi generasi yang moderat serta berakhlak mulia,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKM setelah kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen KKM Arkadiakarsa dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di lingkungan KB-TK Dirgantara, sehingga perkembangan kognitif dan afektif siswa dapat berjalan secara seimbang. Dalam sesi tersebut, tampak antusiasme tinggi dari para siswa yang mengenakan seragam olahraga bernuansa merah muda. Seorang mahasiswa KKM terlihat duduk berhadapan langsung dengan para siswa, berinteraksi secara aktif sambil menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya menyayangi teman, menghormati orang tua, serta tidak membeda-bedakan sesam