DEVY SALVINA AGUSTIN
Selama pelaksanaan KKM, terdapat banyak kegiatan yang memberikan kesan mendalam, salah satunya adalah kegiatan jalan sehat bersama CJH. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat menarik karena tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antara peserta KKM dan masyarakat. Jalan sehat ini dilakukan dengan penuh semangat dan suasana yang menyenangkan. Sepanjang perjalanan, kami saling berbincang, tertawa, dan menikmati kebersamaan tanpa sekat. Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang sederhana namun bermanfaat. Selain memberikan manfaat bagi tubuh, jalan sehat bersama CJH juga menjadi pengalaman berharga karena mampu membangun rasa kekeluargaan dan kerja sama. Momen ini menjadi salah satu kenangan terbaik selama KKM, yang mengajarkan bahwa menjaga kesehatan dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh kebersamaan.
AHMAD NAUFAL HIBATULLAH
Kalau ada satu momen KKN yang nggak bakal pernah saya lupakan, pasti itu pagi di mana kami, mahasiswa yang umur rata-rata 21 tahun, ngos-ngosan ditinggal lari sama pasangan suami istri pensiunan calon jamaah haji. Kami pikir kegiatan lari pagi ringan, eh beliau ngajak road run 8 kilometer dengan rute berbukit di kota batu. Awalnya kami mahasiswa pada pede. Ternyata, di kilometer ketiga, napas kami sudah seperti mesin rusak, kaki serasa tertambat. Sementara suami dari calon jaamaah haji kami yang sama sama seorang pensiunan, dengan langkah mantap dan napas teratur, tetap di depan. Beliau sesekali berhenti, tersenyum, dan memberi semangat, “Pelan-pelan saja, yang penting konsisten. Saya juga mulai dari jalan pelan.” Di puncak bukit, sambil menikmati view dan mereguk air mineral, beliau berbagi cerita. "Saya sudah rutin lari sejak jadi mahasiswa dulu", katanya sambil tersenyum. Kegiatan lari itu tidak pernah benar-benar berhenti; ia menjadi ritual pagi yang setia, melewati berbagai fase hidup: mulai kerja, menikah, punya anak, hingga pensiun. "Olahraga ini seperti sahabat lama. Karena sudah terbiasa dari muda, sekarang di usia segini badan justru minta diajak gerak. Dan Alhamdulillah, dengan kondisi ini, saya bisa mendaftar haji tanpa kuatir soal fisik." Momen itu seperti tamparan yang membuka mata kami: 1. Investasi Kesehatan itu Dimulai dari SEKARANG, dan Dipelihara SELAMANYA. Calon Jamaah Haji kami adalah bukti hidup bahwa kebiasaan baik sejak muda adalah aset tak ternilai di masa tua. Bukan cuma tentang "bisa lari 8 km", tapi tentang memiliki quality of life yang luar biasa di usia pensiun. 2. Konsistensi itu Membentuk Identitas. Bagi beliau, lari bukan lagi sekadar hobi atau kewajiban. Itu sudah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup yang menjaga keseimbangan fisik dan mentalnya selama puluhan tahun. 3. Kami, Generasi Muda, Justru yang Tertinggal. Ironisnya, kami yang secara biologis lebih "muda" justru kelelahan karena pola hidup yang tidak teratur: begadang, junk food, dan olahraga hanya saat ada mood. 4. Tujuan yang Mulia Memperkuat Ritual. Persiapan haji menjadi ultimate goal yang memperkuat komitmennya, tetapi fondasinya telah dibangun puluhan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa investasi kesehatan memiliki manfaat berlapis: untuk kehidupan sehari-hari yang prima, dan untuk menggapai impian besar di usia lanjut. Jadi, pesan utama dari Pasangan suami istri calon jamaah haji ini sangat jelas: Kamu tidak akan menyesal menjaga kesehatan saat muda. Kamu akan sangat menyesal jika mengabaikannya. Beliau tidak hanya mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga telah menyelesaikan "perjalanan" konsistensi seumur hidup dengan gemilang. Dan itu, adalah ibadah itu sendiri.
HIMMATUL `ULYA NABILA PUTRI SALSABILAH
Program pemeriksaan kesehatan dan pemantauan presisi Calon Jamaah Haji (CJH) dalam minum obat menjadi salah satu kegiatan utama yang kami lakukan selama pelaksanaan KKM. Program ini bertujuan untuk membantu CJH menjaga kondisi kesehatan tetap stabil, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit kronis dan harus rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran energi kesehatan. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana seperti pengukuran tekanan darah, pengecekan riwayat penyakit, serta wawancara singkat terkait kebiasaan minum obat. Dari kegiatan ini, kami menemukan bahwa masih terdapat CJH yang belum sepenuhnya tepat dalam mengonsumsi obat, baik dari segi waktu, dosis, maupun konsistensi. Hal ini menunjukkan pentingnya pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan bagi CJH. Selain pemeriksaan, kami juga melakukan pemantauan dan edukasi secara langsung mengenai pentingnya kepatuhan minum obat. Edukasi diberikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami, termasuk penjelasan mengenai manfaat obat, risiko jika tidak diminum secara teratur, serta tips agar tidak lupa minum obat. Memberikan edukasi yang komunikatif membuat CJH lebih terbuka dalam menyampaikan kendala yang mereka alami. Melalui program ini, kami mendapatkan pengalaman berharga tentang pentingnya peran pelajar dalam mendukung kesehatan masyarakat. Tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu meningkatkan kesadaran CJH terhadap pentingnya minum obat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan CJH serta menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam pengabdiannya kepada masyarakat. sebelumnya mohon maaf pada bagian file foto tidak bisa dilampirkan, karena dari teman-teman juga terdapat kendala pada bagian tersebut. Terima kasih banyak
DHIO FARIS AVICENNA
Selama menjalani kegiatan KKM, salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah saat mengikuti kegiatan “Jalan Pagi Sehat Bersama Calon Jamaah Haji dan Edukasi Kesehatan melalui Poster.” Kegiatan ini menjadi momen yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh makna karena saya dapat berinteraksi langsung dengan calon jamaah haji serta memberikan edukasi kesehatan yang bermanfaat. Pada pagi hari itu, kami berkumpul bersama para calon jamaah haji di lingkungan sekitar. Suasana terasa hangat dan akrab karena para jamaah menyambut kami dengan senyum dan semangat yang luar biasa. Walaupun usia mereka rata-rata sudah lanjut, mereka tetap antusias mengikuti jalan pagi sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran sebelum berangkat ke tanah suci. Saya merasa kagum melihat semangat mereka untuk tetap sehat demi menjalankan ibadah dengan maksimal.S etelah kegiatan jalan pagi selesai, kami melanjutkan dengan sesi edukasi kesehatan menggunakan media poster. Poster yang kami berikan berisi informasi penting mengenai pencegahan penyakit seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang cukup sering dialami oleh jamaah usia lanjut. Dalam sesi ini, kami mencoba menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Beberapa jamaah juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman tentang kondisi kesehatan mereka, sehingga suasana edukasi terasa lebih interaktif. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya karena saya belajar bahwa promosi kesehatan tidak hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga tentang membangun kedekatan dan rasa peduli kepada masyarakat. Saya merasa senang karena kegiatan sederhana seperti jalan pagi dan poster edukasi ternyata dapat memberikan dampak positif serta meningkatkan kesadaran kesehatan para calon jamaah haji.
MILKA IPSI AZIZAH
Program KKM HIPE yang telah kami lakukan tidak hanya diisi dengan penyampaian edukasi dan pemeriksaan kesehatan yang mendalam. Dibalik rangkaian intervensi yang telah kami lakukan, menumbuhkan beberapa momen sederhana yang sangat berkesan bagi kami mahasiswa KKM HIPE, dosen pembimbing lapangan serta calon jamaah haji. Salah satu momen yang berkesan yaitu pada kunjungan keempat kami yang sekaligus menjadi salah satu kunjungan terakhir sebelum pelaksanaan program ini berakhir. Pada kunjungan tersebut, kami tidak hanya melakukan pemantauan kesehatan, tetapi juga merasakan kehangatan dari kebersamaan itu. Dalam kunjungan keempat ini, salah satu kegiatan yang kami lakukan yaitu jalan santai menuju warung soto yang berada di seberang jalan dari rumah calon jamaah haji. Kami mengobrol selama perjalanan dengan didampingi oleh DPL dari kelompok 43, hari itu terasa santai dengan diselingi hiruk pikuk kendaraan yang berlalu-lalang. Soto hangat yang tersaji didepan kami menemani dinginnya kota batu yang sedikit gerimis. Setelah menikmati hidangan soto bersama, kami kembali berjalan kaki menuju rumah calon jamaah haji. Setibanya disana, kami berbincang sebentar serta menyerahkan bingkisan sederhana berupa hadiah sebagai bentuk apresiasi serta ungkapan terima kasih atas sambutan hangat yang telah diberikan selama berjalannya program KKM HIPE ini. Momen tersebut menjadi penutup yang bermakna sebelum kami berpamitan dan kembali pulang, menandai akhir dari salah satu pertemuan yang paling berkesan selama program ini berlangsung.
R MOCH SATRIO SILIWANGI SYARIFFATIHMULIA NEGARA
Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya membutuhkan persiapan spiritual yang optimal, tetapi kondisi fisik dan mental calon jamaah haji juga harus menjadi fokus utama agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan baik dan efisien. Pemerintah Indonesia melalui kebijakan istitoah kesehatan menegaskan bahwa calon jamaah haji harus memenuhi persyaratan kesehatan fisik dan mental agar dapat melaksanakan ibadah haji. Sejalan dengan itu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengoptimalkan kesehatan calon jamaah haji di Kota Batu melalui beberapa program sebagai upaya mendukung kesiapan fisik dan mental jamaah menuju jamaah haji mandiri dan istitoah. Ketua KKM Kelompok 32 FKIK UIN Malang menegaskan bahwa pendampingan calon jamaah haji dilakukan secara serius dan berkesinambungan melalui monitoring kesehatan serta edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan jamaah agar mereka benar-benar siap secara fisik dan mental menuju kondisi istitoah. Selama satu bulan terakhir, Mahasiswa KKM FKIK UIN Malang melakukan program monitoring kesehatan calon jamaah haji melalui pemeriksaan rutin setiap minggunya. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan gula darah, asam urat, kolesterol, serta tanda-tanda vital (TTV) seperti tekanan darah. Selain itu, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang juga melakukan skrining sederhana fungsi kognitif untuk mendeteksi demensia terutama pada jamaah lanjut usia. Selain monitoring kesehatan, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang memberikan edukasi gaya hidup sehat. Edukasi tersebut mencakup pengaturan pola makan seimbang, pembatasan konsumsi gula, garam, makanan berlemak, serta penekanan pentingnya berolahraga secara teratur untuk mendukung kesiapan fisik calon jamaah haji selama di Tanah suci. Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, mahasiswa memperkenalkan journaling book yaitu pencatatan sederhana aktivitas fisik harian. Journaling ini bertujuan membantu calon jamaah haji memantau perkembangan kebugaran secara mandiri sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsistensi aktivitas fisik. Untuk mendukung kebugaran fisik, mahasiswa juga menginisiasi program jalan kaki sejauh enam kilometer yang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing jamaah. Program ini dirancang untuk melatih stamina agar jamaah lebih siap menghadapi aktivitas ibadah haji yang menuntut kekuatan fisik tinggi. Ketua Unit Keunggulan FKIK UIN Malang, dr. Tias Pramesti Griana, M.Biomed, menjelaskan bahwa pendampingan calon jamaah haji dilandasi oleh nilai keikhlasan dalam membantu jamaah mencapai istitoah. Ia juga menegaskan komitmen FKIK UIN Malang untuk terus mengembangkan program pendampingan ini agar ke depan dapat menjadi standar nasional melalui kerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, serta Pemerintah Provinsi. Sementara itu, Ketua HIPE KKM FKIK Tahun 2025/2026, Larasati Sekar Kinasih, M.Gz, menyampaikan bahwa program pendampingan kesehatan ini merupakan salah satu strategi FKIK UIN Malang dalam memperkuat kesiapan fisik dan mental calon jamaah haji sejak sebelum keberangkatan. Pendekatan preventif melalui KKM diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan risiko gangguan kesehatan hingga kematian jamaah haji di Tanah Suci akibat kondisi tidak istitoah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKM FKIK UIN Malang berharap calon jamaah haji Kota Batu dapat menjalani ibadah haji dengan lebih aman, mandiri, dan optimal sesuai dengan standar istitoah kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.