Thumbnail
3 months ago
Tong Sampah Terpilah Jadi Media Edukasi Lingkungan Mahasiswa KKM UIN Malang di Roudlotul Ulum

AHMAD GHOZI WARIDI

Kegiatan pembuatan tong sampah terpilah ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memanfaatkan ember bekas cat yang kemudian dibersihkan, dicat ulang, dan dihias agar tampak lebih menarik serta layak digunakan sebagai media edukasi lingkungan di sekolah.   Tong sampah yang dibuat terdiri atas tiga jenis pemilahan, yaitu sampah organik, sampah anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemilahan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami perbedaan jenis sampah sekaligus membiasakan mereka membuang sampah sesuai kategorinya.       Proses pembuatan dilakukan mulai dari pengumpulan ember bekas, pengecatan, penulisan label jenis sampah, hingga penempatan tong sampah di area sekolah. Setelah selesai, tong sampah terpilah tersebut secara simbolis diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung budaya peduli lingkungan.   "Kami ingin di MTs MA Roudlotul Ulum tidak hanya tersedia tong sampah biasa, tetapi juga tong sampah terpilah agar siswa terbiasa memilah sampah sejak dini dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," ujar Ghozi.     Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap tong sampah terpilah yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi sarana edukasi lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di MTs MA Roudlotul Ulum.

Thumbnail
3 months ago
KKM 112 UIN Malang Selenggarakan Sosialisasi Ketahanan Mental bersama Anak Yatim

ANNISA LATIFATUS ZAHRO

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan, baik dari segi fisik, kemampuan berpikir, maupun aspek psikososial. Perubahan-perubahan tersebut menuntut kesiapan mental yang baik agar remaja mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berkembang. Tanpa kesiapan tersebut, proses adaptasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi remaja, terutama dalam menghadapi tekanan sosial dan perubahan peran. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terarah untuk membekali remaja dengan kemampuan psikologis yang memadai. Merespon kebutuhan tersebut, Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 112  meyelenggarakan sebuah program sosialisasi strategis pada tanggal 24 januari 2026 dengan judul "Tumbuh Kuat Menjadi HERO di Tengah Perubahan". Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan mental dan psikologis, khususnya bagi anak-anak yatim usia remaja, agar mereka mampu tumbuh menjadi individu yang lebih kuat, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep HERO, yang merupakan akronim dari empat elemen kunci ketahanan mental: Hope (Harapan), Efficacy (Keyakinan Diri), Resilience (Ketangguhan), dan Optimism (Optimisme).   Muh. Anwar Fu'ady menjelaskan, "Perubahan yang dialami anak pada masa remaja, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial, menuntut kesiapan mental yang kuat agar dapat dihadapi secara positif. Oleh karena itu, penanaman karakter HERO yang mencakup Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan." Dalam sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Muh. Anwar Fu'ady, S.Psi., M.A peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui pembagian worksheet yang berisi sejumlah pertanyaan terkait evaluasi diri. Lembar kerja tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan kondisi diri, potensi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengisi worksheet tersebut dengan cermat dan penuh perhatian. Setelah sesi pengisian selesai, beberapa perwakilan peserta secara sukarela maju ke depan untuk menyampaikan hasil refleksi dan jawaban mereka, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif.  Penyerahan Sertifikat dari Ketua KKM 112 kepada Pemateri Selain pemberian materi psikoedukatif, kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar peserta. Para peserta menerima paket gizi gratis yang disalurkan oleh Lembaga Yatim Mandiri serta paket RendangMU yang diberikan oleh Lembaga Lazismu. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan yang di oleh Masjid Al-Falah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Pemberian bantuan tersebut menjadi wujud perhatian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yatim, sekaligus memperkuat tujuan kegiatan dalam mendukung tumbuh kembang remaja secara holistik, baik dari aspek psikologis maupun fisik.

Thumbnail
3 months ago
Jalan Sehat Bersama Calon Jamaah Haji

ELSA SABRINA

Pada kunjungan ke-4, kami mahasiswa KKM mengajak para calon jamaah haji untuk jalan sehat bersama. Kami jalan sehat sejauh 5,20 km selama 1 jam 5 menit dan tercatat kurang lebih 7000 langkah. Saya sangat senang bisa menemani berjalan kaki calon dengan jamaah haji. Ibu dan bapak terlihat sangat antusias dan kesiapan haji beliau dapat dilihat dari keseriusan dan konsistensinya jalan sehat setiap hari di pagi dan sore hari. Saya banyak belajar dari bapak dan ibu calon jamaah haji tentang kesiapan beliau dalam ibadah haji. Selain mempersiapkan diri dalam bidang rohani, juga tidak lupa mempersiapkan diri dalam bidang Fisika. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, kami juga mengajak untuk senam dan jalan sehat agar kondisi calon jamaah haji tetap bugar dan harapannya kegiatan rutin ini bisa terus dijalankan meskipun sepulang dari ibadah haji.

Thumbnail
3 months ago
Pelaksanaan Pembukaan Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang di Desa Dawuhan

MUHAMMAD AINUR RAFLI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang di Dusun Dawuhan resmi dibuka pada pagi hari, Selasa (26/12). Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Midza Marsha Yudiana sebagai pembuka rangkaian kegiatan KKM. Selanjutnya, seluruh peserta bersama tamu undangan menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Kegiatan pembukaan ini dihadiri oleh perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta seluruh mahasiswa peserta KKM yang berasal dari tiga kelompok penempatan, yaitu Dusun Dawuhan, Dusun Lesti, dan Dusun Duren. Pembukaan secara simbolis ditandai dengan pengalungan lanyard KKM kepada perwakilan masing-masing kelompok oleh Kepala Desa, sebagai tanda resmi dimulainya program pengabdian mahasiswa di setiap dusun. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa ketiga kelompok KKM siap melaksanakan berbagai program kerja yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing dusun, khususnya pada bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan. Rangkaian acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai simbol dimulainya seluruh kegiatan KKM di ketiga dusun tersebut. Doa dipanjatkan agar seluruh mahasiswa diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Perjalanan Pengabdian Mahasiswa KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung

MOCHAMMAD FAROQ ZAAKY SHAHARA

Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.

Thumbnail
3 months ago
KKM 112 UIN MALANG SELENGGARAKAN SOSIALISASI KETAHANAN MENTAL BERSAMA ANAK YATIM

MOH IDRUS

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan, baik dari segi fisik, kemampuan berpikir, maupun aspek psikososial. Perubahan-perubahan tersebut menuntut kesiapan mental yang baik agar remaja mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berkembang. Tanpa kesiapan tersebut, proses adaptasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi remaja, terutama dalam menghadapi tekanan sosial dan perubahan peran. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terarah untuk membekali remaja dengan kemampuan psikologis yang memadai. Merespon kebutuhan tersebut, Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 112  meyelenggarakan sebuah program sosialisasi strategis pada tanggal 24 januari 2026 dengan judul "Tumbuh Kuat Menjadi HERO di Tengah Perubahan". Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan mental dan psikologis, khususnya bagi anak-anak yatim usia remaja, agar mereka mampu tumbuh menjadi individu yang lebih kuat, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep HERO, yang merupakan akronim dari empat elemen kunci ketahanan mental: Hope (Harapan), Efficacy (Keyakinan Diri), Resilience (Ketangguhan), dan Optimism (Optimisme).   Muh. Anwar Fu'ady menjelaskan, "Perubahan yang dialami anak pada masa remaja, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial, menuntut kesiapan mental yang kuat agar dapat dihadapi secara positif. Oleh karena itu, penanaman karakter HERO yang mencakup Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan." Dalam sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Muh. Anwar Fu'ady, S.Psi., M.A peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui pembagian worksheet yang berisi sejumlah pertanyaan terkait evaluasi diri. Lembar kerja tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan kondisi diri, potensi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengisi worksheet tersebut dengan cermat dan penuh perhatian. Setelah sesi pengisian selesai, beberapa perwakilan peserta secara sukarela maju ke depan untuk menyampaikan hasil refleksi dan jawaban mereka, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif.  Penyerahan Sertifikat dari Ketua KKM 112 kepada Pemateri Selain pemberian materi psikoedukatif, kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar peserta. Para peserta menerima paket gizi gratis yang disalurkan oleh Lembaga Yatim Mandiri serta paket RendangMU yang diberikan oleh Lembaga Lazismu. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan yang di oleh Masjid Al-Falah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Pemberian bantuan tersebut menjadi wujud perhatian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yatim, sekaligus memperkuat tujuan kegiatan dalam mendukung tumbuh kembang remaja secara holistik, baik dari aspek psikologis maupun fisik.