Thumbnail
8 months ago
Peran Ibu dan Kader PKK dalam Mencegah Stunting Sejak Usia Dini

A. HABIL MAULANA

Nglebeng — Kelompok KKM Mandiri 190 Dharmabaksya menyelenggarakan seminar bertema Penguatan Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak pada 23 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Nglebeng, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu kader PKK sebagai audiens utama, dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang pola asuh, gizi, dan tumbuh kembang anak usia dini. Seminar ini menyoroti pentingnya pola makan anak yang terbentuk sejak usia dini, khususnya pada usia prasekolah. Dalam pemaparan materi dijelaskan bahwa kebiasaan makan anak mulai terbentuk sejak usia 1–2 tahun dan sangat dipengaruhi oleh peran orang tua sebagai role model. Pada usia 4–5 tahun, anak sering mengalami fase picky eating, sehingga pendampingan orang tua dalam mengenalkan gizi seimbang menjadi krusial untuk mencegah masalah gizi jangka panjang, termasuk stunting. Salah satu Tim Penggerak PKK Desa Nglebeng, Waluyo Sri Wigati, menyampaikan bahwa materi parenting sebenarnya sudah cukup familiar bagi para kader PKK. Namun, ia menegaskan bahwa materi tentang stunting masih relatif jarang dibahas secara mendalam dalam forum kader. Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya pemahaman kader, tetapi juga bagaimana materi tersebut dapat disebarluaskan kepada ibu-ibu lain di lingkungan desa agar manfaatnya lebih luas. “PR kami adalah bagaimana ibu-ibu kader yang sudah mendapatkan materi ini bisa menyampaikannya kembali kepada ibu-ibu lainnya, supaya ilmunya tidak berhenti di kader saja,” ujar Waluyo Sri Wigati. Materi seminar disampaikan oleh Eni Kuswati, Amd.Kep, yang menekankan hubungan erat antara pola asuh, kebiasaan makan anak, dan pemantauan tumbuh kembang. Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi seimbang, variasi makanan, serta keterlibatan anak dalam proses makan merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah stunting sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, diharapkan para kader PKK tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga agen edukasi di masyarakat, sehingga kesadaran tentang gizi dan tumbuh kembang anak dapat meningkat secara merata di Desa Nglebeng.

Thumbnail
8 months ago
Langkah Kecil Menuju Haji Sehat: Edukasi Pola Makan dan Monitoring Obat pada Calon Jamaah Haji

ASMAUL LATIFAH

Selama kegiatan KKM HIPE pada calon jamaah haji, saya merasa sangat senang karena dapat berbagi ilmu yang bermanfaat, khususnya terkait pola makan sehat dan penggunaan buku monitoring obat sebagai persiapan ibadah haji. Edukasi ini kami buat secara sederhana agar mudah dipahami oleh para jamaah, mengingat sebagian besar merupakan lanjut usia. Salah satu pengalaman menarik adalah antusiasme para jamaah, terutama para bapak-bapak, yang terlihat sangat excited saat menerima buku monitoring obat. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif bertanya dan mengisi buku tersebut dengan rutin. Bahkan, beberapa jamaah menjadi lebih rajin mencatat jadwal minum obat dan mulai memperhatikan pola makan sehari-hari setelah diberikan poster edukasi. Melalui kegiatan ini, saya menyadari bahwa pendekatan dengan bahasa yang sederhana, contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta media edukasi yang sederhana dapat meningkatkan pemahaman dan semangat jamaah dalam menjaga kesehatannya. Pengalaman ini menjadi sangat berkesan karena saya dapat melihat langsung dampak positif dari edukasi yang diberikan sebagai langkah kecil menuju kesiapan haji yang sehat.

Thumbnail
8 months ago
Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian di SDN 01 Nglebeng oleh KKM Kelompok 190 Darmabakysa melalui Edukasi Anti Bullying, Literasi Dasar, dan Pemanfaatan Teknologi Digital

NAYARA ANANDA AGUSTIN

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat oleh Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 190 Darmabakysa dilaksanakan di SDN 01 Nglebeng dalam kurun waktu 5 Januari 2026 sampai dengan 29 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan di sekolah dasar melalui program-program edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan jenjang kelas siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai antar siswa, meningkatkan kemampuan literasi dasar, serta membekali siswa dengan pemahaman awal mengenai pemanfaatan teknologi digital secara bijak. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu membangun karakter positif, meningkatkan minat belajar, serta memiliki kesiapan menghadapi perkembangan teknologi sesuai dengan usia dan tingkat pendidikannya. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan selama masa pengabdian adalah edukasi anti bullying yang diberikan kepada seluruh siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif perundungan di lingkungan sekolah serta menanamkan nilai empati, toleransi, dan sikap saling menghormati. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa KKM juga melaksanakan kegiatan literasi dasar melalui aktivitas membaca bersama dan diskusi sederhana yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang kelas. Adapun kegiatan pemanfaatan teknologi digital dilaksanakan secara khusus untuk siswa kelas 5 dan 6, dengan memberikan pengenalan penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran, pemanfaatan perangkat digital secara positif, serta pemahaman dasar mengenai etika dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa Kelompok 190 Darmabakysa di bidang pendidikan. Melalui pelaksanaan kegiatan selama periode 5–29 Januari 2026 ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, literat, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya bagi siswa SDN 01 Nglebeng.

Thumbnail
8 months ago
"Mahasiswa KKM UIN Malang Bantu Panen Telur, Rasakan Pengalaman Langka di Dusun Klagen, Desa Tajinan"

AHNAF TSAQIF KUMARA MAHARDIKA

Pada Jumat, 26 Desember 2025, sebagai wujud nyata pengabdian dengan tema "Berdampak dan Bergerak", mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 96 menunjukkan komitmennya tak hanya melalui program utama yang terstruktur. Mereka memilih untuk terjun langsung ke jantung aktivitas ekonomi warga dengan menyambangi peternakan ayam di Dusun Klagen, Desa Tajinan. Di sana, mereka tak sekadar observasi, tetapi aktif membantu proses panen telur, sebuah kegiatan harian yang menjadi roda penggerak perekonomian beberapa keluarga setempat.    Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa esensi pengabdian masyarakat dapat diwujudkan melalui pendekatan yang sederhana namun langsung menyentuh kebutuhan riil. Dibandingkan hanya menyusun proposal atau memberikan penyuluhan teoritis, aksi langsung seperti ini justru membuka ruang interaksi yang lebih cair dan bermakna. Mahasiswa belajar bahwa pengabdian bukanlah tentang proyek besar, tetapi tentang kehadiran, ketulusan, dan kontribusi tenaga serta perhatian pada hal-hal yang dianggap rutin oleh warga, namun sebenarnya sangat vital bagi keberlangsungan hidup mereka.   Antusiasme dan apresiasi pun datang dari pemilik usaha peternakan. Mereka menyambut dengan hangat kehadiran para mahasiswa KKM yang dengan sukarela menyempatkan waktu membantu kegiatan panen telur yang padat. Keterlibatan para pemuda-pemudi ini dinilai memberikan kontribusi positif yang nyata. Di satu sisi, kehadiran mereka meringankan beban kerja harian, mempercepat proses yang biasanya dikerjakan sendirian atau oleh tenaga terbatas. Di sisi lain, lebih dari itu, tindakan ini dirasakan sebagai wujud perhatian dan kepedulian yang tulus dari generasi muda terdidik terhadap mata pencaharian dan usaha mikro masyarakat desa, menumbuhkan rasa bahwa kegiatan mereka dihargai. Berbeda jauh dengan rutinitas kampus yang sarat teori, suasana di balik kandang ayam Dusun Klagen menawarkan kurikulum praktik yang tak ternilai harganya. Seluruh rangkaian kegiatan mereka lakukan dengan penuh semangat, tetap mengikuti arahan dan protokol dari pemilik usaha agar proses berjalan lancar dan sesuai standar. Pengalaman sensorik seperti suara, bau, dan tekstur menjadi bagian dari pembelajaran yang tak terlupakan.   Partisipasi di hari Jumat itu manfaatnya melampaui sekadar bantuan tenaga fisik. Interaksi intens yang terjalin selama kegiatan berlangsung dari obrolan ringan, tanya jawab tentang peternakan, hingga canda tawa berhasil menciptakan dinamika komunikasi yang lebih baik dan alami. Dari situlah tumbuh rasa kebersamaan, kesetaraan, dan saling menghargai antara mahasiswa pendatang dengan warga lokal. Ini adalah fondasi sosial yang penting untuk membangun trust dan keberlanjutan hubungan.   Jika dibandingkan dengan program pengabdian yang bersifat seremonial atau satu arah seperti seminar atau pemberian bantuan secara simbolis, pendekatan partisipatif dan langsung seperti ini memiliki keunggulan yang nyata. Metode "turun tangan" terbukti lebih efektif dalam menanamkan rasa saling percaya, karena menunjukkan kesediaan untuk merasakan, belajar, dan berkeringat bersama. Pendekatan ini meninggalkan kesan yang lebih dalam dan personal bagi kedua belah pihak.    Melalui aksi-aksi nyata dan membumi seperti di Dusun Klagen ini, tema "Berdampak dan Bergerak" benar-benar menemukan napas dan wujudnya. Mahasiswa pulang membawa lebih dari sekadar laporan; mereka membawa memori, pelajaran hidup tentang kerja keras, ketelitian, dan nilai sebuah proses, serta hubungan manusiawi yang hangat. Dampak positif semacam inilah yang diharapkan terus bergulir, menciptakan ripple effect bagi pengabdian pengabdian berikutnya.  

Thumbnail
8 months ago
Tingkatkan Keselamatan Jalan, Kelompok KKM 90 UIN Malang Pasang Kaca Cembung di Titik Rawan Dusun Bodean Puthuk

A YOGI RAMA PUTRA

SINGOSARI, MALANG -- Keselamatan berkendara menjadi perhatian serius oleh kawan-kawan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 90 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pada Minggu (01/02/2026), para mahasiswa bersama warga melakukan pemasangan kaca cembung (convex mirror) di salah satu titik paling rawan kecelakaan di Dusun Bodean Puthuk, Desa Toyomarto.   Solusi untuk "Tikungan Buta"   Pemasangan ini dipusatkan tepat di depan kediaman Bapak Kusnan. Lokasi tersebut dipilih bukan tanpa alasan, kondisi jalan yang memiliki tikungan sangat tajam menjadikannya blind spot yang sering memicu kecelakaan maupun insiden tidak terduga lainnya. "Jalan ini riskan sekali karena sudutnya tajam. Kaca cembung ini adalah salah satu barang fisik yang memang sangat dibutuhkan oleh warga di sini untuk meminimalisir risiko tersebut," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKM 90. Gotong Royong Lintas Generasi Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini berlangsung lancar berkat kolaborasi erat antara mahasiswa laki-laki KKM 90 dengan tokoh masyarakat setempat. Turut hadir membantu di lapangan, Bapak Sutrisno selaku Kepala Dusun (Kasun), Bapak Kusnan selaku tokoh agama, serta Bapak Agus sebagai Ketua RW 04.   Proses pengerjaan dilakukan secara manual dan kokoh. Tim menggali tanah sedalam 50 cm, memasang tiang besi, lalu memperkuat fondasinya dengan coran semen agar tahan lama.   Dukungan Penuh Warga   Keberadaan kaca cembung ini disambut antusias oleh warga. Mengingat jalan tersebut sering dilalui kendaraan besar seperti truk dan bus pariwisata terutama karena adanya usaha penyewaan bus pariwisata di sebelah posko, kaca ini menjadi alat bantu vital bagi pengemudi untuk melihat kendaraan dari arah berlawanan. "Warga sangat senang dengan adanya inisiatif ini. Sekarang sopir bus atau truk yang lewat jadi lebih tenang karena bisa melihat kondisi jalan di balik tikungan dengan jelas," ungkap Bapak Sutrisno.   Dengan selesainya pemasangan ini, kelompok KKM 90 berharap fasilitas ini dapat dijaga bersama oleh warga setempat. Diharapkan, angka kecelakaan di Dusun Bodean Puthuk dapat ditekan, serta memberikan rasa aman bagi setiap pengguna jalan yang melintas.  

Thumbnail
8 months ago

SETO AJI KUNCORO