ELSA KHOLIFATUN AZZAHRO
Suasana ceria tampak mewarnai kegiatan belajar di TK/KB Anak Sholeh Full Day selama bulan Januari. Melalui program pelatihan mewarnai dengan teknik gradasi, anak-anak diajak mengenal cara memadukan warna secara bertahap dan halus, sehingga hasil karya terlihat lebih hidup dan menarik. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak TK/KB Anak Sholeh Full Day dengan pendampingan langsung dari rekan-rekan mahasiswa KKM 128 UIN Malang sebagai pelatih. Pelatihan dilaksanakan di lingkungan TK/KB Anak Sholeh Full Day pada tanggal 5–28 Januari, setiap hari Senin hingga Kamis, pukul 12.30–14.00 WIB. Program ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi terpendam anak sejak usia dini, khususnya dalam bidang seni dan kreativitas. Melalui teknik gradasi, anak-anak tidak hanya belajar mewarnai, tetapi juga melatih kesabaran, ketelitian, serta kepekaan terhadap perpaduan warna.
AZ ZAHRA D.G.
Festival Anak Sholeh, Cara Seru Menanamkan Nilai Islam Sejak Dini . Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sering kali menjadi ruang belajar yang tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang pendidikan dan pembinaan karakter. Salah satu kegiatan kelompok KKM UIN Malang di Desa Badal adalah Islamic Festival, sebuah kegiatan yang dirancang untuk menumbuhkan semangat keagamaan sekaligus mengembangkan bakat dan minat anak-anak sejak usia dini. Islamic Festival ini dilaksanakan pada Ahad, 1 Februari 2026, bertempat di Aula PPSM Banin Banat Al Mubtadi'ien. Sejak awal kegiatan, antusiasme anak-anak sudah terasa. Mereka datang dengan wajah ceria, penuh semangat, dan tidak sedikit yang tampak berlatih terlebih dahulu sebelum mengikuti lomba. Kegiatan ini didukung oleh Pengurus lembaga, serta mahasiswa KKM yang saling bekerja sama demi kelancaran acara. Berbagai lomba islami digelar dalam festival ini, mulai dari lomba mewarnai, lomba adzan, hingga lomba tartil Al-Qur'an. Agar kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan kemampuan peserta, panitia membagi kategori lomba berdasarkan jenjang usia. Lomba mewarnai diikuti oleh peserta maksimal kelas 1 SD, lomba adzan untuk peserta maksimal kelas 3 SD, dan lomba tartil Al-Qur'an untuk peserta maksimal kelas 4 SD. Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan anak-anak yang mengikuti lomba. Salah satu peserta lomba, Areza, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. "Saya senang bisa ikut lomba di Festival Anak Sholeh ini. Kegiatannya seru dan membuat saya lebih berani tampil di depan teman-teman," ujar Areza. Selama kegiatan berlangsung, kami sebagai mahasiswa KKM turut terlibat aktif, mulai dari persiapan acara, mendampingi peserta, hingga membantu teknis pelaksanaan lomba. Dari dekat, saya melihat bagaimana anak-anak menikmati setiap prosesnya. Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar berani tampil, mendengarkan arahan, dan menghargai usaha teman-temannya. Dari pengalaman ini, saya sampai pada satu refleksi penting bahwa pendidikan nilai keislaman tidak selalu harus disampaikan dengan cara yang serius dan formal. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan partisipatif seperti Festival Anak Sholeh, nilai-nilai agama dapat diterima anak-anak dengan lebih alami dan membekas. Anak-anak belajar tentang Islam sambil bermain, berkarya, dan mengekspresikan diri. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi cermin bahwa ruang-ruang kreatif berbasis keagamaan masih sangat dibutuhkan, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Festival Anak Sholeh bukan sekadar lomba, tetapi menjadi sarana pembinaan karakter, penanaman kepercayaan diri, serta penguatan identitas religius sejak dini. Bagi saya pribadi, kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman paling bermakna selama menjalani KKM. Bukan hanya karena berhasil menjalankan program kerja, tetapi karena saya belajar bahwa kontribusi kecil jika dilakukan dengan niat dan pendekatan yang tepat dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Islamic Festival di Desa Badal menjadi pengingat bahwa membangun generasi berakhlak tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari langkah sederhana yang dilakukan bersama dan penuh keikhlasan.
M MUAMMAL
Desa Poncokusumo, 5 Januari 2026 — Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) resmi memulai rangkaian program pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan keagamaan dengan turut serta dan berperan aktif di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) As-Salam, Desa Poncokusumo. Kegiatan ini menjadi salah satu program utama KKM yang berorientasi pada penguatan pendidikan agama bagi anak-anak di desa tersebut. Kegiatan pembukaan berlangsung di Masjid As-Salam dan dihadiri oleh pengurus TPQ, para ustadz dan ustadzah, santri, serta anggota KKM. Acara berjalan dengan lancar dan penuh kehangatan berkat sambutan ramah dari pihak TPQ. Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Asar berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan TPQ dan ketua kelompok KKM. Dalam sambutannya, ketua KKM menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa di TPQ bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran Al-Qur’an, mendampingi santri dalam berbagai aktivitas keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai akhlak dan karakter Islami sejak usia dini. Program yang akan dilaksanakan mencakup pendampingan mengaji menggunakan metode Tilawati sebagaimana diterapkan di TPQ As-Salam, hafalan surat-surat pendek, pembelajaran dasar tajwid, serta kegiatan kreatif dan edukatif yang disesuaikan dengan jenjang usia santri. Pihak TPQ menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM dan berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan santri serta meningkatkan motivasi belajar mereka. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga pengajar TPQ, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan menyenangkan. Melalui program ini, kelompok KKM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Poncokusumo.
ATIKAH CAHYA FITRIYANI
Tubuhku Tanggung Jawabku" Self Care Sosialisation di MI Hasyim Asyari, Padi, Talangsuko, Turen
MUHAMMAD TAQIYUDDIN ISMAIL
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dhahawicaksana menyelenggarakan kegiatan Maliki Arabic Course sebagai salah satu program di bidang pendidikan keagamaan. Kegiatan ini merupakan program pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan di TPQ Mambaul Hikam, Desa Selopanggung. Maliki Arabic Course bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman dasar bahasa Arab kepada para santri TPQ sebagai penunjang pembelajaran keislaman sejak usia dini. Kegiatan Maliki Arabic Course dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan Kamis. Pelaksanaan kegiatan dilakukan setelah para santri TPQ menyetorkan bacaan Al-Qur’an kepada ustaz atau ustazah. Dengan penjadwalan tersebut, kegiatan belajar bahasa Arab dapat berjalan tanpa mengganggu kegiatan utama TPQ, serta tetap menjaga kenyamanan dan kesiapan santri dalam mengikuti pembelajaran tambahan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Dhahawicaksana berperan sebagai pengajar dan pendamping belajar. Materi yang disampaikan difokuskan pada pengenalan dasar bahasa Arab, seperti kosakata sederhana, ungkapan sehari-hari, serta pengenalan huruf dan cara pelafalan yang benar. Metode pembelajaran dikemas secara menarik dan interaktif agar mudah dipahami oleh santri TPQ yang memiliki rentang usia yang beragam. Suasana pembelajaran selama kegiatan Maliki Arabic Course berlangsung dengan tertib dan menyenangkan. Para santri TPQ Mambaul Hikam tampak antusias mengikuti kegiatan, terlihat dari keaktifan mereka dalam mengulang kosakata, menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi dalam kegiatan yang dipandu oleh mahasiswa KKM. Pendekatan yang komunikatif membuat santri lebih berani dan percaya diri dalam mencoba menggunakan bahasa Arab. Pihak pengelola TPQ Mambaul Hikam menyambut baik terselenggaranya kegiatan Maliki Arabic Course ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut memberikan nilai tambah bagi santri dalam memahami bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Kolaborasi antara mahasiswa KKM Dhahawicaksana dan TPQ diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran keagamaan di Desa Selopanggung. Melalui kegiatan Maliki Arabic Course ini, KKM Dhahawicaksana berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan keagamaan masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan menghadirkan pembelajaran bahasa Arab yang edukatif, terstruktur, dan berkelanjutan, sehingga dapat menumbuhkan minat belajar santri terhadap bahasa Arab sejak dini.
HAFIZAH FAIZ
Sampah kerap dianggap persoalan sepele, padahal kebiasaan kecil dapat memberi dampak besar bagi lingkungan. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 128 UIN Malang menghadirkan program edukatif bertajuk Plang Pengolahan Sampah sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Program ini menyasar siswa SD dan SMP Anak Soleh Full Day sebagai kelompok utama penerima manfaat. Seluruh proses pembuatan plang dilakukan oleh mahasiswa KKM 128 UIN Malang di posko KKM, sementara pemasangan plang dilaksanakan di taman Sekolah SD–SMP Anak Soleh Full Day. Proses pembuatan plang berlangsung sejak 11 hingga 19 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pada 21 Januari 2026. Program ini dirancang sebagai media edukasi visual yang mudah dipahami oleh siswa dalam mengenal cara memilah dan mengelola sampah yang baik dan benar di lingkungan sekolah. Pembuatan plang ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sarana informasi yang sederhana namun efektif. Melalui plang tersebut, siswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang jenis-jenis sampah serta tata cara pembuangannya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kerja sama antara mahasiswa KKM dengan pihak SD dan SMP Anak Soleh Full Day dalam mendukung program lingkungan sekolah. Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKM terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah SD dan SMP Anak Soleh Full Day sebagai bentuk perizinan sekaligus penyampaian rencana kegiatan. Setelah mendapat persetujuan, mahasiswa menyiapkan berbagai perlengkapan seperti palu, kayu, triplek, paku, cat, pilok, gergaji, dan kuas untuk menunjang proses pengerjaan. Selama periode 11–19 Januari 2026, mahasiswa secara bertahap mengerjakan pembuatan plang, mulai dari pemotongan bahan, perakitan, pengecatan, hingga penulisan informasi edukatif. Seluruh tahapan dilakukan dengan cermat agar pesan yang disampaikan melalui plang dapat dibaca dengan jelas dan menarik perhatian siswa. Pada 21 Januari 2026, plang pengolahan sampah dipasang di area taman sekolah sebagai lokasi strategis yang mudah dijangkau oleh siswa SD maupun SMP. Keberadaan plang ini diharapkan dapat menjadi pengingat visual bagi siswa dalam membuang sampah sesuai jenis dan tempat yang telah disediakan. Melalui program ini, mahasiswa KKM 128 UIN Malang menargetkan meningkatnya pemahaman dan kedisiplinan siswa dalam memilah sampah, berkurangnya perilaku pembuangan sampah sembarangan, serta terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih dan tertata. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan secara berkelanjutan di kalangan siswa Sekolah Anak Soleh Full Day.