FAJRIATUS SA`ADA
Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan, baik dari segi fisik, kemampuan berpikir, maupun aspek psikososial. Perubahan-perubahan tersebut menuntut kesiapan mental yang baik agar remaja mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berkembang. Tanpa kesiapan tersebut, proses adaptasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi remaja, terutama dalam menghadapi tekanan sosial dan perubahan peran. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terarah untuk membekali remaja dengan kemampuan psikologis yang memadai. Merespon kebutuhan tersebut, Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 112 meyelenggarakan sebuah program sosialisasi strategis pada tanggal 24 januari 2026 dengan judul "Tumbuh Kuat Menjadi HERO di Tengah Perubahan". Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan mental dan psikologis, khususnya bagi anak-anak yatim usia remaja, agar mereka mampu tumbuh menjadi individu yang lebih kuat, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep HERO, yang merupakan akronim dari empat elemen kunci ketahanan mental: Hope (Harapan), Efficacy (Keyakinan Diri), Resilience (Ketangguhan), dan Optimism (Optimisme). Muh. Anwar Fu'ady menjelaskan, "Perubahan yang dialami anak pada masa remaja, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial, menuntut kesiapan mental yang kuat agar dapat dihadapi secara positif. Oleh karena itu, penanaman karakter HERO yang mencakup Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan." Dalam sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Muh. Anwar Fu'ady, S.Psi., M.A peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui pembagian worksheet yang berisi sejumlah pertanyaan terkait evaluasi diri. Lembar kerja tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan kondisi diri, potensi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengisi worksheet tersebut dengan cermat dan penuh perhatian. Setelah sesi pengisian selesai, beberapa perwakilan peserta secara sukarela maju ke depan untuk menyampaikan hasil refleksi dan jawaban mereka, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif. Penyerahan Sertifikat dari Ketua KKM 112 kepada Pemateri Selain pemberian materi psikoedukatif, kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar peserta. Para peserta menerima paket gizi gratis yang disalurkan oleh Lembaga Yatim Mandiri serta paket RendangMU yang diberikan oleh Lembaga Lazismu. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan yang di oleh Masjid Al-Falah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Pemberian bantuan tersebut menjadi wujud perhatian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yatim, sekaligus memperkuat tujuan kegiatan dalam mendukung tumbuh kembang remaja secara holistik, baik dari aspek psikologis maupun fisik.
M. SHOBIH
Malang, 7 Februari 2026 – Sebagai salah satu mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 35 Pandareka Desa Pandansari, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi anti bullying yang dilaksanakan di MI Al Hidayah Desa Pandansari. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja kelompok kami sebagai upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 12 hingga 14 Januari 2026. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang berada dalam fase menuju remaja. Pada usia tersebut, pengaruh teman sebaya dan lingkungan sekitar menjadi hal yang cukup sensitif, sehingga diperlukan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya sikap saling menghargai serta dampak negatif dari perilaku bullying. Selama tiga hari pelaksanaan sosialisasi anti bullying, saya bersama teman-teman KKM memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dampak yang ditimbulkan, hingga solusi dalam menghadapi perilaku bullying. Materi disampaikan dengan cara yang ringan dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh para siswa. Kegiatan diawali dengan ice breaking yang bertujuan untuk menjaga fokus dan semangat siswa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi. Pada sesi berikutnya, kami juga memberikan ruang bagi adik-adik untuk mengungkapkan perasaan serta melakukan perenungan bersama. Selain itu, kami mengajak mereka untuk merumuskan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, seperti melaporkan kejadian kepada guru, bersikap tegas, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antar sesama di lingkungan sekolah. Selama kegiatan berlangsung, saya melihat antusiasme yang tinggi dari para siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pihak MI Al Hidayah pun menyambut kegiatan ini dengan sangat baik. Hal tersebut menunjukkan adanya dukungan penuh bahwa kegiatan sosialisasi ini memiliki nilai penting dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai sesama serta berani terbuka terhadap apa yang mereka alami. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan sosialisasi anti bullying ini ditutup pada Rabu (14/1) dengan sesi foto bersama Bapak Kepala Sekolah MI Al Hidayah serta penyerahan kenang-kenangan kepada pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, saya pribadi berharap MI Al Hidayah dapat menjadi salah satu sekolah yang benar-benar mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi setiap siswanya, serta kegiatan yang kami laksanakan dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa MI Al Hidayah
SYIFATUR RAHMI
Malang, 7 Februari 2026 – Sebagai salah satu mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 35 Pandareka Desa Pandansari, saya berkesampatan mengikuti kegiatan sosialisasi anti bullying di MI Al Hidayah Desa Pandansari. Kegiatan ini merupakan salah satu program kelompok kerja kami sebagai usaha untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan ini berlangsung dalam tiga hari yaitu pada tanggal 12 hingga 14 Januari 2026. kegiatan ini ditujukan untuk adik-adik kelas 4 hingga kelas 6 yang sedang dalam fase menuju remaja. Dimana pada usia ini pengaruh teman dan lingkungan menjadi salah satu yang hal sensitif, sehingga diperlukan pemahaman sejak dini terkait pentingnya sikap saling menghargai dan dampak dari perilaku bullying. Selama tiga hari pelakasanaan kegiatan sosialisasi anti bullying, saya bersama teman-teman KKM memberikan pemahaman terkait apa itu bullying, jenis-jenisnya, dampaknya, hingga solusi dari perilaku bullying. Penyampaian ini kami kemas dengan cara yang ringan dan menyenangkan sehingga mudah dipahami. Kegiatan ini dimulai dengan icebreaking yang bertujuan untuk menjaga fokus para siswa, dilanjutkan dengan penyampaian materi. Pada sesi berikutnya kami juga memberikan ruang bagi adik-adik untuk mengungkapkan perasaan dan melakukan perenungan bersama serta memeberukan solusi yang daoat mereka terapkan di sekolah, seperti melaporkan kepada guru, memberi pernyataan tegas, dan menumbuhkan sikap saling menghargai dilingkungan sekolah. Selama pelaksanaan kegiatan ini saya melihat rasa antusias para siswa dalam mencipatakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pihak MI Al Hidayah juga menyambut kegiatan ini dengan sangat baik, dimana hal ini menunjukkan dukungan bahwa kegiatan ini memiliki nilai untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Harapan saya, melalui kegiatan sosialisasi ini, para siswa menjadi pribadi yang lebih menghargai, dan berani terbuka terhadap apa yang dialami, sehingga menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan ini ditutup pada hari Rabu (14\1) dengan sesi foto bersama bapak kepala sekolah MI Al hidayah dan penyerahan kenang-kenagna kepada pihak sekolah. Melalui kegiatan ini saya pribadi berharap MI Al Hidayah menjadi salah satu sekolah yang mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada setiap siswanya, dan kegiatan yang kami laksanakan berdampak baik bagi pembentukan karakter siswa MI Al Hidayah.
FIJAR RAHMAWAN RUSHADY
Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.
DEVINTA NUR NADIA
Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah yang bertempat di Bukit Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2026 dan menjadi salah satu program kerja unggulan kelompok dalam mendukung pelestarian lingkungan desa. Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan melibatkan masyarakat setempat. Lokasi perbukitan dipilih sebagai upaya penghijauan lahan serta pencegahan kerusakan lingkungan. Berbagai jenis bibit buah ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya bibit mangga, sirsak, kopi, palem, serta beberapa jenis tanaman lain yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan iklim wilayah tersebut. Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Tanaman buah yang ditanam berpotensi menjadi sumber pangan, memperbaiki kualitas lingkungan perbukitan, serta membuka peluang ekonomi di masa depan apabila dikelola secara berkelanjutan. Perwakilan KKM Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa. Penanaman bibit buah ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menanam kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses penanaman dan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Melalui kegiatan penanaman bibit buah di Bukit Dusun Pusung, mahasiswa KKM berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang hijau, lestari, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
NURI INDRIA KHOFIDATUS ZAMZA
Jambesari, 19 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan salah satu program kerja bertajuk Si Bulet (Sosialisasi Bullying dan Mental Health) yang menyasar siswa kelas IV - VI di SDN 2 Jambesari, Desa Jambesari, Dusun Pabrikan pada Senin (19/01). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya bullying serta pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia dini. Kegiatan Si Bulet dirancang sebagai ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan dan pengalaman mereka, khususnya yang berkaitan dengan perundungan, tekanan emosional, serta dinamika pertemanan di lingkungan sekolah. Berbeda dari sosialisasi satu arah, mahasiswa KKM memilih pendekatan interaktif agar siswa merasa lebih nyaman dan terlibat secara aktif. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan kesempatan untuk maju ke depan kelas, bertatap muka secara langsung dengan temen-temen mahasiswa, dan menceritakan keluhan, pengalaman, serta perasaan yang selama ini mereka rasakan. Melalui sesi diskusi tersebut, temen-temen mahasiswa KKM memberikan pemahaman sederhana mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak yang ditimbulkan terhadap kondisi mental dan emosional seseorang. Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika seorang siswa dengan suara pelan namun penuh makna menyampaikan perasaannya. “Aku pengen mereka sadar sama apa yang mereka lakuin, dan aku harap mereka bisa jadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya. Kutipan tersebut mencerminkan harapan sederhana namun tulus dari siswa, yakni adanya perubahan sikap dan tumbuhnya kesadaran untuk saling menghargai di lingkungan sekolah. Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa masih banyak anak yang menyimpan luka emosional akibat bullying dan membutuhkan perhatian serta pendampingan dari lingkungan sekitar. Mahasiswa KKM pun memberikan respons empatik dengan mendengarkan, menguatkan, serta menyampaikan pesan bahwa mereka tidak sendiri dan berhak mendapatkan perlakuan yang baik. Melalui program SIBULET ini, mahasiswa KKM berharap anak-anak dapat lebih berani menyuarakan perasaan mereka, memahami dampak negatif bullying, serta menumbuhkan sikap saling menghargai antar sesama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak dan bebas dari tindakan perundungan.