NGARIFATUL LATIFAH
Bunutwetan, Pakis — 27 Januari 2026, d alam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan wawasan ilmiah siswa, MTs NU Pakis menggelar kegiatan pembekalan bagi Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) dengan mengangkat tema Rocket Stove sebagai Metode Pembakaran Minim Asap. Kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi sederhana yang ramah lingkungan serta dapat menjadi solusi alternatif dalam mengurangi polusi udara akibat pembakaran sampah. Kompor roket merupakan alat pembakaran yang dirancang dengan sistem aliran udara optimal sehingga proses pembakaran berlangsung lebih efisien, menghasilkan panas maksimal, dan meminimalkan asap. Dalam kegiatan tersebut, anggota Tim KIR mendapatkan materi pembekalan yang meliputi: Pengertian dan prinsip kerja kompor roket Perbedaan antara pembakaran konvensional dan pembakaran konvensional minimal secepatnya Manfaat kompor roket dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan Potensi penerapan kompor roket di lingkungan sekolah maupun masyarakat Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, sehingga siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan terkait mekanisme kerja, efektivitas, serta manfaat penggunaan kompor dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan anggota KIR MTs NU Pakis mampu menjadi pelopor dalam penerapan teknologi ramah lingkungan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bekal awal bagi siswa untuk mengembangkan karya ilmiah berbasis lingkungan yang bersifat aplikatif dan memiliki dampak nyata. Kegiatan pembekalan kompor roket ini sejalan dengan komitmen MTs NU Pakis dalam mendukung pendidikan berkelanjutan serta membentuk generasi muda yang peduli terhadap isu lingkungan dan inovasi sederhana yang bermanfaat bagi kehidupan.
MOH. ABBADI
pada hari kamis tanggal 22 bulan januari 2026 Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 190 mengundang kapolres, koramil serta pemerintah desa untuk melakukan bersih bersih di pantai konang. Kegiatan ini juga di ikuti oleh beberapa pemilik UMKM sekitar pantai serta beberapa kepala dusun Desa nglebeng, kegiatan ini berlangsung dengan meriah dengan beberapa respon baik serta partisipasi masyarakat sekitar. Kegiatan bersih bersih ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hususnya di tempat wisata pantai Konang, sekaligus menjadi awal dalam melibatkan masyarakat agar ikut andil dalam pemberdayaan tempat wisata. melalui kegiatan ini di harapkan masyarakat desa nglebeng dapat lebih peduli terhadap setiap hal yang dapat merusak lingkungan hususnya di bagian sampah. Program bersih bersih ini di awali dengan pembukaan oleh bapak koramil serta penyampain pesan kepada seluruh elemen agar dapat lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, dengan melibatkan para aparat pemerintah serta pihak keamanan para warga mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan mendapatkan rasa kepemilikan terhadap tempat wisata melalui sinergi yang di bangun bersama. Program kerja bersih bersih lingkungan ini merupakan salah satu proker Kuliah Kerja Mahasiswa yang di rancang untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat dalam menjaga tempat wisata pantai konang, mahasiswa KKM juga turut andil dalam menyebarkan edukasi melalui praktek secara langsung, dengan ini tujuan dalam melakukan pemberdayaan tempat wisata dapat mencapai desa ngelebeng sebagai desa wisata yang bersifat sustainabality.
ATHA MARVA ADITYA
Masjid At Taqwa Perumahan Bumi Tunggulwulung Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, menggelar Kajian Dhuha Spesial pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan dan menjadi agenda kolaboratif antara pengurus masjid dan mahasiswa KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kajian dhuha kali ini dikemas secara aplikatif melalui pelatihan perawatan jenazah sebagai bentuk penguatan pemahaman fardhu kifayah di tengah masyarakat. Materi disampaikan oleh Ustadz Asep Hidayatulloh, Wakil Ketua MUI Kecamatan Blimbing sekaligus Imam Masjid Sabilillah Kota Malang. Penyampaian materi menekankan pentingnya kesiapan umat dalam melaksanakan perawatan jenazah secara mandiri dan bertanggung jawab. Jamaah tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga mengikuti praktik langsung mulai dari memandikan, mengkafani, hingga tata cara salat jenazah yang benar sesuai tuntunan syariat. Antusiasme jamaah terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta mengaku memperoleh pemahaman baru dan merasa lebih siap terlibat dalam pengurusan jenazah di lingkungan sekitar. Kehadiran dosen pembimbing KKM, Hersila Astari Pitaloka, serta dukungan penuh dari takmir masjid memperkuat nilai edukatif dan sosial dari kegiatan ini. Melalui kajian dhuha spesial ini, Masjid At Taqwa menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran keagamaan yang relevan dengan kebutuhan umat. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa perawatan jenazah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dipahami dan dilaksanakan dengan penuh kepedulian serta penghormatan.
CLARA DEANETA PUTRI
Desa Gadang, Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang-- (06/01/26), Sebagai bagian dari program kerja pengabdian kepada masyarakat, KKM Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Isra' Mi'raj sebagai Bentuk Ketahanan Keluarga". Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi keagamaan yang bertujuan memperkuat peran keluarga dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai spiritual di lingkungan keluarga. Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan untuk mengajak masyarakat memahami hikmah peristiwa Isra' Mi'raj secara lebih mendalam, khususnya dalam konteks kehidupan keluarga. Melalui tema yang diangkat, masyarakat diajak untuk melihat bahwa Isra' Mi'raj tidak hanya diperingati sebagai peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang relevan dalam membangun ketahanan keluarga yang berlandaskan keimanan dan tanggung jawab. Dalam kegiatan ini, Bapak Mohammad Nuruddien, M.H. hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif. Beliau menekankan bahwa inti dari peristiwa Isra' Mi'raj adalah perintah salat, yang menjadi pondasi utama dalam membentuk pribadi dan keluarga yang disiplin, sabar, serta saling menguatkan. Penyampaian materi yang sederhana membuat pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, beliau juga mengajak peserta untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun komunikasi yang harmonis dan menumbuhkan keteladanan di lingkungan keluarga. Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa ketahanan keluarga dapat diwujudkan melalui kebiasaan ibadah yang konsisten, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga, serta kesadaran akan hak dan kewajiban masing-masing. Nilai-nilai tersebut selaras dengan hikmah Isra' Mi'raj yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia secara seimbang. Dengan memahami hal tersebut, diharapkan keluarga mampu menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial bagi setiap anggotanya. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan peserta hingga kegiatan berakhir. Beberapa warga juga menyampaikan tanggapan dan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan mereka terhadap tema yang dibahas. Interaksi yang terbangun selama sosialisasi menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Kegiatan ini pun menjadi momen silaturahmi sekaligus sarana bertukar pengalaman yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga setempat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KKM Kelompok 113 UIN Malang berharap masyarakat Desa Gadang dapat mengimplementasikan nilai-nilai Isra' Mi'raj dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terwujudnya keluarga yang kuat, harmonis, dan berlandaskan nilai keislaman.
SELVY PUSPITA ANGGRAENI
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 15 Pentaswara Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025/2026 resmi ditutup pada Sabtu, 31 Januari 2026. Acara penutupan dilaksanakan di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang menjadi pusat kegiatan pengabdian mahasiswa selama masa KKM. Acara penutupan dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Miftahul Jannah, Dosen Pembimbing Lapangan, Perwakilan Lp2m, Perwakilan RW setempat, serta masyarakat sekitar. Kehadiran para tokoh masyarakat tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial berbasis masjid. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Suasana acara berlangsung khidmat dan tertib, mencerminkan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat yang telah terjalin selama pelaksanaan KKM. Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan dari berbagai pihak. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Miftahul Jannah yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa dalam menghidupkan kegiatan masjid. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memberikan evaluasi serta pesan kepada mahasiswa agar nilai-nilai pengabdian tetap dijaga setelah KKM berakhir. Perwakilan RW turut menyampaikan terima kasih atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat. Rangkaian sambutan ditutup oleh Ketua KKM Kelompok 15 Pentaswara yang menyampaikan laporan singkat kegiatan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM. Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi program Family Corner sebagai salah satu program unggulan yang telah dilaksanakan selama masa KKM. Program ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga dan masjid sebagai pusat pembinaan masyarakat, khususnya dalam bidang edukasi dan keharmonisan keluarga. Penutupan KKM kemudian ditandai dengan penutupan secara simbolis sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan KKM Kelompok 15 Pentaswara UIN Malang. Acara dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur, kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi. Dengan berakhirnya kegiatan KKM ini, diharapkan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat Masjid Miftahul Jannah tetap terjaga. Pengalaman pengabdian selama masa KKM menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
IMAM SUFYAN ATSAURI
Mahasiswa KKM UIN Malang Luncurkan Program Penyebaran Bibit Ikan di Desa Waworada Waworada, 5 Januari 2026 - Mahasiswa KKM UIN Malang bekerja sama dengan masyarakat, pemerintah Desa Waworada, dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bima, melaksanakan program penyebaran bibit ikan di Bendungan Desa Waworada pada Kamis (5/1/2026). Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian sumber daya alam.. Bibit ikan nila disebarkan di Bendungan Desa Waworada dengan harapan dapat tumbuh dengan baik dan menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Desa Waworada, karena ikan nila memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan warga. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Waworada, perangkat desa, dan beberapa warga masyarakat, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program ini. "Penyebaran ini bibit ikan merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan ketahanan pangan di Desa Waworada dan meningkatkan ketersediaan stok ikan bagi masyarakat. Selain itu, program ini juga dapat membantu meningkatkan pendapatan warga dan menjadi penyeimbang ekosistem di Bendungan Desa Waworada," ujar Kepala Desa Waworada. Salah satu mahasiswa KKM UIN Malang, Rosa, mengatakan, "Semoga program ini bisa menjadi program inovatif dan bermanfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Waworada. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik dan menjaga lingkungan sekitar agar program ini dapat terus berlanjut." Mahasiswa KKM UIN Malang berharap program ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga stabilitas pangan untuk generasi mendatang. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pelestarian sumber daya alam.