SAADAH ROHMATAN AMALIA
Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Panggungrejo, mahasiswa KKM Ashta Traya turut mendampingi kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Panggungrejo. Kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan di lingkungan sekolah dasar. Pendampingan kegiatan belajar dilakukan dengan berkoordinasi bersama guru-guru SDN 2 Panggungrejo. Mahasiswa membantu dalam proses pembelajaran di kelas, mulai dari mendampingi siswa saat kegiatan belajar, membantu penjelasan materi, hingga mendukung aktivitas kelas sesuai dengan arahan guru. Kehadiran mahasiswa KKM di kelas memberikan suasana belajar yang lebih variatif. Mahasiswa berupaya menyesuaikan metode pendampingan dengan kebutuhan siswa, seperti membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami materi, mendampingi kegiatan membaca, serta membantu siswa dalam mengerjakan tugas. Selain di dalam kelas, mahasiswa KKM Ashta Traya juga terlibat dalam kegiatan sekolah lainnya, seperti membantu pengondisian siswa, mendukung kegiatan literasi, dan mendampingi aktivitas belajar di luar kelas. Pendampingan ini dilakukan secara bertahap selama masa KKM berlangsung. Respons siswa terhadap pendampingan belajar menunjukkan antusiasme yang cukup baik. Siswa terlihat lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan berinteraksi dengan mahasiswa. Kehadiran mahasiswa juga menjadi tambahan motivasi bagi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Bagi guru, kehadiran mahasiswa KKM membantu meringankan tugas pendampingan siswa, terutama dalam mengelola kelas dan memperhatikan kebutuhan belajar siswa secara lebih merata. Kerja sama antara mahasiswa dan guru menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan pendampingan ini. Bagi mahasiswa KKM Ashta Traya, pendampingan kegiatan belajar di SDN 2 Panggungrejo menjadi pengalaman berharga. Mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai dinamika pembelajaran di sekolah dasar serta memahami tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Secara keseluruhan, pendampingan kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Panggungrejo selama KKM memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian KKM yang berfokus pada kontribusi di bidang pendidikan serta penguatan peran mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
M. SOFYAN RIZALUDDIN
Waworada, 1 Januari 2026 - Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan menjadi isu global yang semakin mendesak. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar, tidak luput dari dampak negatifnya. Di tengah-tengah krisis lingkungan ini, masyarakat desa dan pemerintah desa Waworada, Kabupaten Bima, bergerak bersama mahasiswa KKM UIN Malang untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 191 Kalembo Ade UIN Malang melaksanakan program kerja penanaman bibit pohon di Desa Waworada, pada Kamis, 1 Januari 2026. Program ini bertujuan untuk mendukung pelestarian lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghijauan. Pada kegiatan ini, sebanyak 203 bibit pohon didistribusikan kepada masyarakat. Bibit yang disalurkan terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif, seperti pohon alpukat, pohon jeruk, dan buah naga , yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Pendistribusian bibit pohon tersebut dilakukan di dua dusun , yakni Dusun Plasma dan Dusun Ncera. Kegiatan ini disambut dengan hangat oleh kepala dusun setempat beserta warga sekitar, yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program yang dilaksanakan. Selain pendistribusian kepada masyarakat, Kelompok KKM 191 Kalembo Ade juga melakukan penanaman langsung beberapa jenis pohon, seperti pohon ketapang dan pohon tabebuya , di area bendungan desa . Kegiatan penanaman ini dilaksanakan pada waktu Dzuhur dan mendapat dukungan langsung dari Kepala Desa Waworada , yang juga hadir dan membantu proses penanaman. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Waworada menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKM 191 Kalembo Ade UIN Malang atas terlaksananya program penanaman bibit pohon ini. Beliau berharap agar bibit-bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat desa. Melalui program kerja ini, Kelompok KKM 191 Kalembo Ade UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi desa serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan penanaman bibit pohon ini juga menjadi wujud sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih hijau dan lestari.
LUBBUL HIKAM SAPUTRA
Program kerja KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal mengajar dan kegiatan keagamaan, tetapi juga tentang aksi nyata demi keselamatan warga. Salah satu langkah kecil namun berdampak besar yang dilakukan adalah pemasangan kaca cembung di titik jalan yang rawan kecelakaan. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi jalan desa yang memiliki pandangan terbatas. Setelah melakukan pengamatan langsung dan berdiskusi bersama perangkat desa, mahasiswa KKM menemukan beberapa titik yang dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Jalan yang sempit dan berbelok tajam menjadi alasan utama diperlukannya alat bantu keselamatan. Dari hasil koordinasi tersebut, diputuskan pemasangan kaca cembung sebagai solusi yang paling tepat dan mudah diterapkan. Dua titik strategis akhirnya dipilih sebagai lokasi pemasangan kaca cembung, yaitu di dekat rumah Pak Joko dan di dekat rumah Pak Mudin. Kedua lokasi ini dikenal sebagai jalur yang sering dilalui warga dan memiliki jarak pandang yang terbatas. Kehadiran kaca cembung diharapkan dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Proses pemasangan kaca cembung berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Mahasiswa KKM Ganiswara 64 turun langsung bersama warga sekitar untuk memasang kaca di lokasi yang telah ditentukan. Mulai dari menyiapkan alat, menentukan posisi terbaik, hingga memastikan kaca terpasang dengan aman, semuanya dilakukan bersama-sama. Program ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Dengan adanya kaca cembung, pengendara dapat lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan yang rawan. Langkah sederhana ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan lingkungan desa. Selain memberikan manfaat fisik berupa alat keselamatan, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian bersama. Mahasiswa KKM mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan sesama pengguna jalan. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui program pemasangan kaca cembung ini, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. Aksi kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi warga dan menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keselamatan adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. https://www.kompasiana.com/ganiswara0838/697c514934777c14452510a2/stop-deg-deg-an-di-tikungan-kkm-ganiswara-64-datang-bawa-solusi
NURUS SHOBAHUL KHOIR
Program kerja KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya soal mengajar dan kegiatan keagamaan, tetapi juga tentang aksi nyata demi keselamatan warga. Salah satu langkah kecil namun berdampak besar yang dilakukan adalah pemasangan kaca cembung di titik jalan rawan kecelakaan. Program ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi jalan desa yang memiliki pandangan terbatas. Setelah melakukan observasi langsung dan berdiskusi bersama perangkat desa, mahasiswa KKM menemukan beberapa titik yang dinilai berbahaya bagi pengguna jalan. Jalan yang sempit dan berbelok tajam menjadi alasan utama diperlukannya alat bantu keselamatan. Dari hasil koordinasi tersebut, memutuskan pemasangan kaca cembung sebagai solusi yang paling tepat dan mudah diterapkan. Dua titik strategi akhirnya dipilih sebagai lokasi pemasangan kaca cembung, yaitu di dekat rumah Pak Joko dan di dekat rumah Pak Mudin. Kedua lokasi ini dikenal sebagai jalur yang sering dilalui warga dan memiliki jarak pandang yang terbatas. Kehadiran kaca cembung diharapkan dapat membantu pengendara melihat kondisi jalan dari arah berlawanan sebelum melintas. Proses pemasangan kaca cembung berlangsung dengan penuh semangat gotong royong. Mahasiswa KKM Ganiswara 64 turun langsung bersama warga sekitar untuk memasang kaca di lokasi yang telah ditentukan. Mulai dari menyiapkan alat, menentukan posisi terbaik, hingga memastikan kaca terpasang dengan aman, semuanya dilakukan bersama-sama. Program ini bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan. Dengan adanya kaca cembung, pengendara dapat lebih waspada dan berhati-hati saat melintas di jalan rawan. Langkah sederhana ini menjadi bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan lingkungan desa. Selain memberikan manfaat fisik berupa alat keselamatan, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang kepedulian bersama. Mahasiswa KKM mengajak warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan keselamatan sesama pengguna jalan. Keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Melalui program pemasangan kaca cembung ini, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Malang membuktikan bahwa pengabdian bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun bermakna. Aksi kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi warga dan menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap keselamatan adalah bagian penting dari kehidupan bermasyarakat.
RANDI FADILAH SAPUTRA
Anggota KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembuatan eco brick bersama di posko KKM pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa dalam mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar. Eco brick merupakan botol plastik yang diisi padat dengan sisa sampah plastik non-organik. Dalam kegiatan ini, anggota KKM mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik seperti bungkus makanan dan plastik kemasan, kemudian memasukkannya ke dalam botol hingga padat dan rapi. Kegiatan pembuatan eco brick dilakukan secara bersama-sama dengan penuh kebersamaan. Seluruh anggota KKM terlibat aktif, mulai dari memilah sampah, membersihkan botol, hingga memadatkan sampah plastik ke dalam botol. Suasana posko terlihat ramai namun tetap tertib dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, anggota KKM tidak hanya belajar mengelola sampah dengan baik, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sampah plastik yang biasanya dibuang kini dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. Eco brick yang telah dibuat nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ramah lingkungan atau produk kreatif lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat. Kegiatan pembuatan eco brick ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan langkah sederhana dan dilakukan bersama-sama, upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal kecil namun berdampak besar
MUHAMMAD SAYYID KAMIL
Desa Waworada – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 191 Kalembo Ade melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pola asuh anak pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 15.30 WITA . Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya penerapan pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pendidikan pola asuh ini disampaikan oleh dua anggota KKM , yaitu Kamil dan Imam , yang berperan sebagai pemateri. Materi yang disampaikan mencakup pengertian pola asuh, berbagai jenis pola asuh, serta peran orang tua dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari yang tak lupa pula dikaitkan dengan konteks islam. Kegiatan berlangsung dengan baik dan kondusif. Peserta yang hadir tampak menyimak materi dengan antusias serta aktif mengikuti kegiatan. Hal tersebut terlihat dari adanya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat , khususnya terkait penerapan pola asuh yang tepat dalam keluarga dan cara menghadapi berbagai perilaku anak pada tahap perkembangan yang berbeda. Diskusi yang berlangsung menunjukkan ketertarikan dan kepedulian masyarakat terhadap topik yang dibahas. Dari kegiatan ini, Kelompok KKM 191 Kalembo Ade memperoleh umpan balik yang cukup positif dari masyarakat. Salah satu guru yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dengan mengatakan, “Sering-sering ngadain kegiatan kayak gini, karna kegiatan seperti ini setidaknya mampu menjawab masalah yang dialami kami sebagai ibuk-ibuk” Ucapan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi bagi mahasiswa KKM untuk terus melaksanakan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat Melalui kegiatan edukasi pola asuh ini, Kelompok KKM 191 Kalembo Ade berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran penting keluarga dalam proses pengasuhan anak, serta mendorong terciptanya lingkungan keluarga yang lebih sehat dan harmonis.