Thumbnail
3 months ago
KKM 112 UIN Malang Selenggarakan Sosialisasi Ketahanan Mental bersama Anak Yatim

DANIAL ARBA` ASYAKIR MASYKUR

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang ditandai oleh berbagai perubahan, baik dari segi fisik, kemampuan berpikir, maupun aspek psikososial. Perubahan-perubahan tersebut menuntut kesiapan mental yang baik agar remaja mampu menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berkembang. Tanpa kesiapan tersebut, proses adaptasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi remaja, terutama dalam menghadapi tekanan sosial dan perubahan peran. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terarah untuk membekali remaja dengan kemampuan psikologis yang memadai. Merespon kebutuhan tersebut, Kuliah Kerja Mahasiswa kelompok 112 meyelenggarakan sebuah program sosialisasi strategis pada tanggal 24 januari 2026 dengan judul "Tumbuh Kuat Menjadi HERO di Tengah Perubahan". Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan penguatan mental dan psikologis, khususnya bagi anak-anak yatim usia remaja, agar mereka mampu tumbuh menjadi individu yang lebih kuat, mandiri, dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan konsep HERO, yang merupakan akronim dari empat elemen kunci ketahanan mental: Hope (Harapan), Efficacy (Keyakinan Diri), Resilience (Ketangguhan), dan Optimism (Optimisme).   Muh. Anwar Fu'ady menjelaskan, "Perubahan yang dialami anak pada masa remaja, baik secara fisik, kognitif, maupun psikososial, menuntut kesiapan mental yang kuat agar dapat dihadapi secara positif. Oleh karena itu, penanaman karakter HERO yang mencakup Hope, Efficacy, Resilience, dan Optimism yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan." Dalam sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Muh. Anwar Fu'ady, S.Psi., M.A peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teoritis, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui pembagian worksheet yang berisi sejumlah pertanyaan terkait evaluasi diri. Lembar kerja tersebut dirancang untuk membantu peserta merefleksikan kondisi diri, potensi, serta tantangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta mengisi worksheet tersebut dengan cermat dan penuh perhatian. Setelah sesi pengisian selesai, beberapa perwakilan peserta secara sukarela maju ke depan untuk menyampaikan hasil refleksi dan jawaban mereka, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan partisipatif.  Penyerahan Sertifikat dari Ketua KKM 112 kepada Pemateri Selain pemberian materi psikoedukatif, kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi dengan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar peserta. Para peserta menerima paket gizi gratis yang disalurkan oleh Lembaga Yatim Mandiri serta paket RendangMU yang diberikan oleh Lembaga Lazismu. Selain itu, peserta juga memperoleh santunan yang di oleh Masjid Al-Falah sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim. Pemberian bantuan tersebut menjadi wujud perhatian nyata terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak yatim, sekaligus memperkuat tujuan kegiatan dalam mendukung tumbuh kembang remaja secara holistik, baik dari aspek psikologis maupun fisik.

Thumbnail
3 months ago
Blogspot Pembuatan Mading Masjid

MILANI RIMAYA AHADIYAH

https://kkm16arthanexa.blogspot.com/2026/02/pembuatan-mading-masjid-al-khoirot-oleh.html?m=1

Thumbnail
3 months ago
Program Kerja Green Schooling: Siswa/i MTsS Nurul Huda Babadan Laksanakan Penanaman Vertical Garden di Lingkungan Sekolah

AMALIA PUTRI ZAHARANI

Babadan, Ngajum — Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan upaya menciptakan sekolah yang hijau serta berkelanjutan, pada Sabtu, 10 Januari 2026 mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan Program Kerja yang bertema "Green Schooling" dengan kegiatan penanaman tanaman menggunakan metode vertical garden di dinding sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh siswa dan siswi kelas 7, 8, dan 9.       Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari para guru. "ini sangat bagus dan semoga selalu terawat dan hidup sampai ke depannya serta semakin bertambah.” ujar Ibu Sulaima salah satu guru MTsS Nurul Huda Babadan.        Vertical garden yang dibuat juga memanfaatkan barang bekas berupa botol plastik yang dicat ulang dan dimodifikasi sehingga dapat digunakan kembali sebagai pot tanaman. Inovasi ini dinilai tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas siswa dalam mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai estetika       Kegiatan vertical garden ini juga dilakukan secara terintegrasi dengan pembelajaran Prakarya, sehingga siswa tidak hanya memperoleh materi secara teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Para siswa/i bersama mahasiswa KKM bekerja sama menyiapkan media tanam, menyusun instalasi vertical garden di dinding sekolah, serta menanam berbagai jenis tanaman hias dan tanaman hijau yang sesuai.       Melalui program Green Schooling ini, siswa diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini, sekaligus mengasah kreativitas dan keterampilan dalam memanfaatkan ruang terbatas secara efektif. Selain memperindah tampilan sekolah, keberadaan vertical garden juga diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih asri, hijau, dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman untuk pembelajaran

Thumbnail
3 months ago
Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah Haji sebagai Upaya Menjamin Kesiapan Fisik dan Keselamatan Ibadah

FARIDA KHOLIFATUL UMAH

Pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tubuh tetap siap sebelum menjalani ibadah yang membutuhkan stamina dan ketahanan fisik. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan untuk melihat status gizi, pengukuran suhu tubuh sebagai gambaran kondisi kesehatan saat itu, serta pemeriksaan tekanan darah untuk mengetahui kestabilan tubuh. Selain itu, pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat dilakukan guna mendeteksi kondisi kesehatan secara umum. Dalam prosesnya, calon jamaah haji terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pemeriksaan dan bersikap terbuka dalam menyampaikan keluhan maupun gejala yang dirasakan, sehingga mereka dapat lebih memahami kondisi tubuh dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Thumbnail
3 months ago
Dari Anak untuk Budaya: Pembelajaran Seni Tari oleh KKM Kelompok 5 Arunikanusa

AHMAD MAULANA KHOLIL MUHAJIR M A.

Kesenian tari tradisional merupakan salah satu wujud budaya yang berperan penting sebagai media ekspresi, pendidikan, dan pemersatu masyarakat. Salah satu bentuk kesenian yang perlu terus dilestarikan adalah seni tari tradisional, seperti Tari Kencana Wingka dan Tari Midat Midut. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 5 Arunikanusa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berperan aktif dalam mengenalkan dan mengajarkan tarian ini kepada anak-anak sebagai upaya pelestarian budaya sejak usia dini. Tari Kencana Wingka merupakan tarian tradisional yang memiliki gerakan anggun dan penuh makna, mencerminkan keindahan, kelembutan, serta nilai estetika budaya lokal. Sementara itu, Tari Midat Midut dikenal dengan gerakannya yang lincah dan ceria, sehingga sangat cocok diajarkan kepada anak-anak karena mampu menarik minat dan antusiasme mereka dalam belajar seni tari. Kedua tarian ini bukan hanya sekadar rangkaian gerak, tetapi juga mengandung pesan moral, nilai kebersamaan, serta rasa cinta terhadap budaya daerah. Mengajarkan kesenian tari tradisional kepada anak-anak memiliki banyak manfaat. Pertama, seni tari membantu mengembangkan kreativitas, dan kepercayaan diri anak. Anak-anak belajar mengoordinasikan gerak tubuh, mengekspresikan diri, serta tampil di depan orang lain dengan percaya diri. Kedua, pengenalan tari tradisional sejak dini dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya lokal. Di tengah derasnya pengaruh budaya modern dan globalisasi, anak-anak perlu dibekali pemahaman bahwa budaya daerah adalah identitas yang harus dijaga dan dilestarikan. Ketiga, melalui proses latihan tari, anak-anak juga belajar nilai disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Mereka dilatih untuk mengikuti aturan gerak, menghargai teman, dan berlatih secara konsisten. Kelompok 5 KKM Arunikanusa berperan sebagai fasilitator dan pendamping dalam proses pembelajaran tari. Dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan, mahasiswa KKM mengajarkan gerakan Tari Kencana Wingka dan Tari Midat Midut secara bertahap agar mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi positif antara mahasiswa dan masyarakat. Anak-anak terlihat antusias, bersemangat, dan menikmati setiap proses pembelajaran yang diberikan. Melalui kegiatan ini, anak-anak menjadi lebih mengenal kesenian dan budaya yang ada di Negaranya sendiri. Mereka tidak hanya mampu menirukan gerakan tari, tetapi juga memahami bahwa tarian tersebut adalah bagian dari budaya yang patut dijaga. Selain itu, kegiatan ini turut menghidupkan kembali kesenian tradisional di lingkungan masyarakat dan membuka peluang agar seni tari terus diwariskan ke generasi berikutnya. Mengajarkan Tari Kencana Wingka dan Tari Midat Midut kepada anak-anak merupakan langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok 5 KKM Arunikanusa menunjukkan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam menjaga dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kesenian daerah. Dengan menanamkan nilai budaya sejak dini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Thumbnail
3 months ago
Seminar moderasi beragama

AHMAD FAIZU RAMADHAN

Kegiatan Seminar Moderasi Beragama yang diselenggarakan bagi masyarakat daerah Poncokusumo berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kebersamaan di Gereja Poncokusumo. Mengusung tema “Menikmati Indahnya Keberagaman Keberagamaan”, seminar ini menjadi ruang dialog yang inklusif bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk saling belajar, berbagi, dan memperkuat nilai-nilai toleransi. Suasana kegiatan terasa akrab dan terbuka, mencerminkan semangat persaudaraan yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Poncokusumo. Seminar ini bertujuan menumbuhkan pemahaman bersama tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, peserta diajak untuk melihat keberagaman agama bukan sebagai perbedaan yang memisahkan, melainkan sebagai kekayaan yang memperindah kehidupan sosial. Nilai saling menghormati, empati, dan kerja sama ditekankan sebagai fondasi utama dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Poncokusumo semakin mampu mempraktikkan sikap moderat dalam beragama serta menjaga harmoni sosial di lingkungan masing-masing. Seminar ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian gagasan, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk merawat persatuan dan menikmati keindahan keberagaman sebagai anugerah yang patut disyukuri bersama.