FIEQROTUN NABILA
Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah Rabu, 24 Desember 2025 menjadi awal perjalanan pengabdian Kelompok 41 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Gubugklakah tidak hanya dikenal sebagai jalur wisata menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tetapi juga sebagai desa dengan kekayaan alam, budaya, keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat pengabdian, mahasiswa hadir tidak semata menjalankan program kerja, melainkan berupaya menyatu, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Sejak hari-hari awal, pendekatan sosial menjadi fondasi utama pengabdian. Melalui kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat, keterlibatan dalam diba’an, pengajian, serta berbagai aktivitas sosial, mahasiswa membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan dengan warga. Interaksi ini menegaskan posisi mahasiswa bukan sebagai pihak luar, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Desa Gubugklakah. Pembukaan resmi KKM yang dilaksanakan pada 30 Desember 2025 menandai dimulainya rangkaian program pengabdian secara formal. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, lembaga adat, serta komunitas pemuda Lampahklakah. Mahasiswa mengenakan busana adat Tengger sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penegasan penerimaan sosial dan adat. Kolaborasi dengan Lampahklakah menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian budaya desa. Eksplorasi potensi alam Desa Gubugklakah dilakukan melalui kegiatan tadabur alam ke Ledhok Amprong dan kunjungan ke Coban Pelangi. Mahasiswa menyusuri sungai, hutan, dan jalur tracking untuk mengenal langsung kekayaan alam desa, sekaligus mendokumentasikannya sebagai bagian dari promosi wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa potensi wisata Gubugklakah tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ekologis dan edukatif. Di bidang pendidikan, Kelompok 41 aktif mengajar di MI KH Hasyim Asy’ari dengan pendekatan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) sebagai media pembentukan karakter. Nilai percaya diri, empati, kepedulian lingkungan, dan sikap anti perundungan ditanamkan melalui metode pembelajaran kreatif dan ramah anak. Sebagai penguatan pendidikan karakter anti perundungan, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan kegiatan sosialisasi anti bullying di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah melalui lomba mewarnai bertema anti bullying yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai media visual yang mudah dipahami dan membekas bagi murid kelas 1 hingga kelas 6, dengan gambar dan pesan moral sederhana tentang etika pertemanan tanpa kekerasan. Melalui kegiatan ini, nilai saling menyayangi, menghargai, dan menolak perundungan ditanamkan secara menyenangkan, sekaligus melatih jiwa kompetitif yang sehat melalui pemberian apresiasi berupa piala dan sertifikat. Lomba mewarnai ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan sikap anti bullying dalam kehidupan sehari-hari murid. Dalam upaya menumbuhkan kembali minat baca anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Pagelaran Literasi di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas melalui membaca bersama, story telling, dan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan usaha murid. Sebanyak 84 murid terlibat aktif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa, mulai dari membantu membaca, membacakan cerita, hingga mendorong anak menceritakan kembali isi bacaan. Pagelaran literasi ini menjadi ikhtiar sederhana untuk mengajak anak kembali dekat dengan buku di tengah dominasi gawai, sekaligus menanamkan nilai bahwa membaca adalah aktivitas menyenangkan, bermakna, dan penting sebagai bekal pembentukan karakter serta kecintaan terhadap ilmu sejak dini. Sebagai upaya menumbuhkan kembali ruang bermain yang sehat bagi anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Aksara Vardhana menyelenggarakan Gebyar Permainan Tradisional pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya interaksi sosial anak usia sekolah dasar akibat dominasi penggunaan gawai. Berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor dihadirkan dengan suasana gembira dan partisipatif, di mana mahasiswa turut bermain bersama anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan permainan tradisional sebagai alternatif positif yang sesuai dengan dunia dan perkembangan anak. Selain pendidikan formal, mahasiswa juga membuka program bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir dua pekan dengan materi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan PPKN. Metode pembelajaran visual dan interaktif dipadukan dengan kuis berbasis cerdas cermat untuk menumbuhkan semangat belajar, kerja sama, dan sportivitas. Hasilnya, dua kelompok binaan berhasil melaju hingga babak semifinal Lomba Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo. Perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pendampingan kegiatan Posyandu Desa Gubugklakah. Mahasiswa membantu kader posyandu, mendampingi ibu dan balita, serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Keterlibatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif sebagai tanggung jawab bersama. Di ranah keagamaan, Kelompok 41 KKM UIN Malang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan religius masyarakat. Mahasiswa terlibat dalam peringatan Isra’ Mi’raj dengan menghadirkan kajian keislaman bertema Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan yang menyajikan perspektif keislaman yang humanis dan kontekstual. Selain itu, lomba-lomba keagamaan bagi santri TPQ turut diselenggarakan sebagai sarana pembentukan karakter, keberanian, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Di tingkat internal kelompok, mahasiswa juga membiasakan pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah selama masa KKM. Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam. Sholat berjamaah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan tanpa paksaan dan secara konsisten menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, kepedulian sosial, serta penguatan ikatan persaudaraan antaranggota. Selain bernilai ibadah dengan landasan kuat dalam ajaran Islam, kebiasaan ini turut menciptakan suasana religius yang terjaga dan menjadi bentuk keteladanan sederhana yang dijalankan secara istiqamah. Komitmen spiritual mahasiswa diperkuat melalui program One Day One Juz yang dilaksanakan secara konsisten dan ditutup dengan khotmil Al-Qur’an bersama masyarakat sebagai bentuk syukur dan penguatan kebersamaan. Mahasiswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran di TPQ Baiturrohim dengan mendampingi santri dalam belajar Al-Qur’an, doa harian, bacaan sholat, serta pengenalan tajwid.Nilai toleransi dan moderasi beragama tercermin dalam keterlibatan Kelompok 41 pada Diskusi Lintas Agama di Karmel Ngadireso. Melalui dialog terbuka dan inklusif, mahasiswa turut merawat ruang kebersamaan dalam keberagaman, menegaskan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkaya kehidupan sosial. Pada bidang ekonomi, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memfokuskan program pengabdian pada penguatan UMKM Desa Gubugklakah sebagai desa wisata. Program ini berangkat dari pengamatan lapangan terhadap aktivitas ekonomi warga yang sebenarnya telah berjalan cukup baik, khususnya pada sektor kedai dan homestay yang melayani wisatawan menuju kawasan Bromo. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek pendukung usaha, seperti kurangnya identitas visual kedai, penataan daftar menu yang belum optimal, serta homestay yang belum terdaftar di Google Maps sehingga menyulitkan wisatawan dalam menemukan lokasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejak 10 Januari 2026 mahasiswa menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM. Fokus kegiatan meliputi pembuatan banner dan daftar menu kedai, serta pendampingan pembuatan dan pengelolaan Google Maps bagi pemilik homestay. Program diawali dengan diskusi langsung bersama pelaku usaha untuk menggali kebutuhan, konsep usaha, serta harapan pengembangan ke depan. Proses perancangan dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan karakter produk, suasana desa wisata, dan preferensi pemilik usaha. Hasil dari program ini mulai dirasakan secara nyata. Banner dan daftar menu telah dicetak dan digunakan oleh pemilik kedai, sementara homestay yang didampingi kini telah terdaftar dan mudah diakses melalui Google Maps. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik usaha, memperkuat identitas UMKM lokal, serta mendorong peningkatan kunjungan dan penjualan. Melalui pendampingan sederhana namun tepat sasaran, mahasiswa berupaya mendukung pengembangan ekonomi Desa Gubugklakah agar potensi wisata yang telah ada dapat tumbuh secara lebih optimal dan berkelanjutan. Pada aspek budaya, mahasiswa turut mendukung pelestarian adat Barikan, tradisi leluhur masyarakat Tengger yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali di punden desa. Selain itu, kolaborasi strategis dilakukan bersama komunitas Lampahklakah dalam penyusunan Kamus Bahasa Tengger. Inisiatif ini menjadi langkah nyata pelestarian bahasa ibu sebagai identitas budaya sekaligus kontribusi literasi yang bernilai akademik dan sosial. Di bidang pelayanan publik dan teknologi, Kelompok 41 KKM UIN Malang mengembangkan sistem pembayaran air bersih desa berbasis web. Digitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan air bersih, sekaligus menjadi langkah awal transformasi digital desa. Mahasiswa juga melaksanakan piket rutin di Balai Desa Gubugklakah untuk membantu administrasi dan pelayanan masyarakat, serta terlibat dalam penyambutan kunjungan Wakil Gubernur Kabupaten Malang dalam rangka pengembangan potensi pertanian desa. Seluruh dinamika kehidupan masyarakat Desa Gubugklakah kemudian dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah”. Film ini merekam potret desa dari aspek budaya, religius, pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga sejarah sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian kearifan lokal. Rangkaian pengabdian ditutup dengan Pentas Seni Penutupan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana. Acara ini menjadi ruang ekspresi budaya, apresiasi masyarakat, serta simbol penutup kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses merawat hubungan, menumbuhkan kesadaran, dan meninggalkan jejak kebermanfaatan yang berkelanjutan. Desa Gubugklakah tidak hanya menjadi tempat mengabdi, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan makna kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.
ALYA MAYSA SAQINA
Mahasiswa KKM Ashta Traya kembali terlibat dalam kegiatan edukatif yang dilaksanakan di SDN 2 Panggungrejo melalui seminar parenting. Kegiatan ini mengangkat tema Peran Keluarga dalam Menumbuhkan Resiliensi Anak dan ditujukan bagi orang tua siswa sebagai upaya mendukung perkembangan psikologis anak di lingkungan keluarga dan sekolah.Seminar parenting ini menghadirkan Nida Mukhlishotul 'Izzah, M.Si., Dosen Psikologi Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), sebagai pemateri utama. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri, dengan dukungan dari pihak sekolah SDN 2 Panggungrejo. Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa resiliensi merupakan kemampuan anak untuk bertahan, bangkit, dan menyesuaikan diri ketika menghadapi tantangan. Keluarga memiliki peran penting dalam proses ini, terutama melalui pola asuh, komunikasi yang terbuka, serta pemberian dukungan emosional yang konsisten kepada anak. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar tentang resiliensi, faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan ketahanan mental anak, serta langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Pemateri juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak, baik dalam proses belajar maupun dalam menghadapi permasalahan sosial dan emosional. Peserta seminar yang terdiri dari wali murid mengikuti kegiatan dengan antusias. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengalaman serta berdiskusi mengenai tantangan pengasuhan yang dihadapi di rumah. Sementara seminar berlangsung, anak-anak mengikuti kegiatan lomba kreasi yang diselenggarakan secara terpisah. Lomba ini berupa pembuatan tong sampah dari galon bekas. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kreativitas anak sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Dalam lomba ini, anak-anak diajak untuk memanfaatkan bahan bekas menjadi benda yang berguna. Dengan pendampingan mahasiswa KKM, peserta lomba menunjukkan kreativitas masing-masing dalam menghias dan merancang tong sampah dari galon. Kegiatan ini disambut dengan antusias dan menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Mahasiswa KKM Ashta Traya berperan dalam mendampingi jalannya seminar parenting maupun lomba kreasi anak. Mulai dari persiapan kegiatan, pengondisian peserta, hingga dokumentasi, mahasiswa terlibat aktif untuk memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.Kolaborasi antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengasuhan anak. Melalui kerja sama ini, kegiatan tidak hanya berfokus pada orang tua, tetapi juga melibatkan anak secara langsung dalam aktivitas yang edukatif dan bermanfaat. Secara keseluruhan, seminar parenting di SDN 2 Panggungrejo ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKM yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya peran keluarga dalam menumbuhkan resiliensi anak, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa melalui kegiatan kreatif yang ramah lingkungan.
LAYYINA AHLAQUHA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 05 (Arunika Nusa) mensosialisasikan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah sayuran kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Pandanwangi, Kota Malang, pada hari Minggu, 18 Januari 2026. Salah satu anggota kelompok, Nina, menjelaskan bahwa pupuk organik cair dibuat dari sisa-sisa sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, tomat, serta berbagai jenis sayuran hijau lainnya. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sekaligus meminimalisir pencemaran lingkungan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pupuk organik cair bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, meningkatkan kesehatan tanah, serta mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan. “Proses pembuatannya cukup sederhana. Bahan yang dibutuhkan antara lain limbah sayuran, air, molase, dan EM4. Langkahnya dengan mencampurkan air, larutan molase, dan EM4 ke dalam wadah berisi potongan limbah sayuran, kemudian didiamkan selama minimal 14 hari hingga siap digunakan,” jelasnya. Salah satu warga setempat, menyampaikan bahwa praktik langsung pembuatan pupuk organik cair ini memberikan dampak positif bagi masyarakat karena dapat menjadi alternatif pupuk ramah lingkungan serta meningkatkan produktivitas tanah. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya di sekitar untuk menghasilkan pupuk organik secara mandiri, ekonomis, dan berkelanjutan,” pungkasnya. https://www.kompasiana.com/selfmdlyynn7854/698b60e6ed64152fec5e49a3/mahasiswa-kkm-uin-malang-memberikan-sosialisasi-kepada-warga-tentang-pembuatan-pupuk-organik-cair-ramah-lingkungan
URVINA NAFA DAROJAH
Peduli Lingkungan, KKM 102 UIN Malang Hadirkan Plang Edukasi dan Tempat Sampah Pada hari Jumat, 30 Januari 2026, mahasiswa KKM 102 UIN Malang Desa Sumberngepoh melaksanakan kegiatan pemasangan tempat sampah dan plang edukasi mengenai waktu penguraian sampah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan serta minimnya pemahaman mengenai dampak jangka panjang sampah terhadap lingkungan. Pemasangan dilakukan di depan Balai Desa Sumberngepoh sebagai lokasi yang dinilai strategis dan sering dilalui oleh masyarakat. Pemilihan lokasi tersebut bertujuan agar pesan edukasi dapat lebih mudah terlihat, dipahami, dan tersampaikan secara efektif kepada warga. Plang tersebut memuat informasi mengenai jangka waktu penguraian berbagai jenis sampah di alam, mulai dari sampah organik hingga sampah plastik dan material anorganik lainnya yang memerlukan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan wawasan masyarakat tentang dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik, sekaligus mendorong upaya nyata dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar yang menilai bahwa plang edukasi tersebut bermanfaat sebagai pengingat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa KKM berharap, melalui pemasangan plang ini, kesadaran masyarakat terhadap tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang dapat semakin meningkat.
MOCHAMMAD AJIL FIRDAUS
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami kondisi sosial masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. KKM Kelompok 45 melaksanakan salah satu program kerja utama di bidang pendidikan, yaitu program mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemiri, yang berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kualitas pendidikan dasar di desa. Pendidikan dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan anak. Namun, keterbatasan tenaga pendidik serta kebutuhan variasi metode pembelajaran sering menjadi tantangan di sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan. Melihat kondisi tersebut, KKM Kelompok 45 berinisiatif untuk membantu kegiatan belajar mengajar di SDN Kemiri. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa. Program mengajar dilaksanakan secara rutin selama masa KKM berlangsung. Mahasiswa KKM Kelompok 45 terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di beberapa kelas dengan menyesuaikan jadwal sekolah. Materi yang diajarkan meliputi mata pelajaran dasar seperti: Membaca dan menulis Matematika dasar Pendidikan Pancasila Kegiatan literasi dan edukasi karakter Memahami lebih dalam budaya Jawa Selain metode pembelajaran konvensional, mahasiswa juga menerapkan pendekatan belajar sambil bermain, diskusi kelompok, serta penggunaan media pembelajaran sederhana agar siswa lebih mudah memahami materi dan tidak merasa jenuh. Kegiatan mengajar ini mendapatkan sambutan yang sangat baik dari pihak sekolah, guru, maupun siswa. Siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran dan lebih aktif dalam bertanya serta menjawab pertanyaan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam dunia pendidikan, melatih kemampuan komunikasi, kesabaran, serta kerja sama tim. Sementara bagi sekolah, program ini menjadi dukungan tambahan dalam proses belajar mengajar. Program mengajar di SDN Kemiri yang dilaksanakan oleh KKM Kelompok 45 merupakan salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung dunia pendidikan di Desa Kemiri. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi siswa serta menjadi pengalaman bermakna bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di masyarakat. KKM bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang belajar, mengabdi, dan membangun kepedulian sosial demi kemajuan bersama.
MUHAMMAD FIRDAUS SHOFA
Posyandu balita tidak hanya menjadi tempat pemantauan tumbuh kembang anak, tetapi juga sarana edukasi bagi orang tua. Hal inilah yang melatarbelakangi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan kegiatan Posyandu Balita pada Sabtu, 10 Januari 2010, di Desa Kalirejo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu balita, mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bekerja sama dengan Puskesmas Desa Kalirejo dengan menghadirkan pemateri yang memberikan penyuluhan terkait stunting. Materi yang disampaikan meliputi pengertian stunting, faktor penyebab, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat. Sebagai bentuk dukungan terhadap penyampaian materi, mahasiswa KKN juga membagikan leaflet tentang pencegahan stunting kepada para ibu balita. Leaflet ini berisi informasi singkat dan mudah dipahami mengenai pentingnya asupan gizi, kebersihan lingkungan, serta peran orang tua dalam mendukung pertumbuhan anak secara optimal.