RINA ALIFATUL MUTHOLA`AH
SINGOSARI, MALANG -- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Posko KKM 90 Jagadhita Amarta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Bodean Puthuk, Desa Toyomarto, pada Sabtu (31/01/2026) malam. Berbeda dengan seremoni perpisahan pada umumnya, mahasiswa KKM 90 memilih menggelar tasyakuran berupa pembacaan tahlil dan sholawat sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian mereka. Acara yang dimulai setelah Isya sekitar pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting setempat, di antaranya Bapak Sutrisno sebagai Kepala Dusun (Kasun) Bodean Puthuk, Ketua RT 03, Ketua RW 06, serta tokoh agama Bapak Amin yang memimpin jalannya doa tahlil dan Bapak Kusnan yang memimpin lantunan sholawat. Lantunan Sholawat sebagai Simbol Silaturahmi Rangkaian acara menjadi kian syahdu saat memasuki prosesi pembacaan Sholawat Diba'. Dipimpin oleh tokoh agama setempat, Bapak Kusnan, lantunan sholawat bergema dengan iringan tabuhan hadroh dari anak-anak TPQ Baitur Rohmah. Kehadiran anak-anak ini menambah warna tersendiri dalam acara tersebut, menciptakan perpaduan antara kekhusyukan doa dan kegembiraan khas warga dusun. Pemilihan konsep religi ini merupakan wujud keinginan mahasiswa KKM 90 untuk memberikan kesan mendalam yang mencerminkan nilai-nilai spiritual. "Kami ingin sesuatu yang berbeda. Melalui tasyakuran ini, kami berharap nilai-nilai agama tetap terjaga dan menjadi sarana silaturahmi terakhir kami, karena kami tidak tahu kapan lagi bisa berkumpul lengkap seperti ini dengan warga," ujar Ketua KKM 90 dalam sambutannya. Apresiasi Luar Biasa dari Warga Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Bapak Sutrisno selaku Kepala Dusun menyatakan kegembiraannya karena kelompok KKM kali ini membawa warna baru melalui inisiatif mengundang tokoh-tokoh desa dalam forum doa bersama. Senada dengan hal tersebut, Bapak Jojon, salah satu tokoh masyarakat, memberikan pernyataan yang menyentuh hati terkait kehadiran mahasiswa KKM 90 di dusun mereka. "Sebelumnya, belum pernah ada kelompok KKM yang membuat acara tasyakuran seperti ini. Adik-adik mahasiswa telah mengawali sebuah tradisi indah yang menyatukan kami semua dalam satu tempat. Ini bukan sekadar perpisahan, melainkan cara terbaik untuk menjaga tali persaudaraan agar tetap kekal di hati warga." Acara ditutup pada pukul 21.00 WIB dengan sesi ramah tamah. Meski singkat, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Dusun Bodean Puthuk, membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya meninggalkan jejak program kerja, tetapi juga kenangan spiritual yang mempersatukan.
SITI MUTMAINNAH
Pendidikan Al-Qur’an merupakan salah satu fondasi penting dalam pembentukan karakter keislaman sejak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 31 melaksanakan kegiatan mengajar di TPQ Nurul Huda sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam mendukung pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kegiatan mengajar ini diikuti oleh para santri TPQ Nurul Huda yang hadir dengan semangat dan kedisiplinan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM mendampingi santri dalam membaca Al-Qur’an, melakukan setoran dan murojaah hafalan, serta memberikan penguatan sederhana terkait adab dan sikap dalam proses belajar. Pembelajaran dilakukan secara komunikatif melalui tanya jawab agar santri tetap aktif dan terlibat selama kegiatan berlangsung. Melalui pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 31 memperoleh pengalaman berharga dalam mendampingi proses pembelajaran Al-Qur’an di masyarakat. Kegiatan mengajar di TPQ Nurul Huda tidak hanya memberikan manfaat bagi santri, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan mengamalkan nilai pengabdian kepada masyarakat.
AHSANA QURABA MUNAZALA
Pengalaman KKM selama 40 hari bersama Kelompok 2 dan Ibu Apoteker Novia selaku DPL telah menjadi sarana luar biasa dalam membangun kerja sama, rasa saling percaya, dan semangat tolong-menolong. Meski dalam setiap kunjungan ke calon jamaah haji kami seringkali menemui kendala—mulai dari manajemen waktu, lokasi yang sulit, hingga pembagian tugas yang menantang—hal tersebut justru memperkuat ikatan kami. Kepercayaan satu sama lain menjadi fondasi utama yang membuat kami mampu melewati setiap hambatan dengan maksimal dan tetap solid sebagai satu tim. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan anggota atas dedikasi dan kerja keras kalian selama ini. Semoga sinergi yang telah kita bangun tidak berhenti di sini, melainkan terus menjaga jalinan komunikasi yang baik di masa depan. Saya berharap semangat saling mendukung ini menjadi langkah awal bagi kita semua untuk bertumbuh dan meraih kesuksesan di jalan masing-masing.
ULIN NI`MATUL HASANA
SINGOSARI, MALANG --- Semangat kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan ketahanan pangan diwujudkan melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 9--10 Januari 2026 di Kampung Dolanan Lombok Gambir, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Kegiatan ini mengusung tema "Merawat Bumi, Menghidupkan Kampung Dolanan Lombok Gambir" sebagai ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam sekaligus menghidupkan kembali ruang edukasi berbasis kearifan lokal. Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan kebersamaan. Berbagai aktivitas dilakukan secara gotong royong, mulai dari penataan lingkungan, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga edukasi mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga. Warga terlihat aktif berpartisipasi dan saling bekerja sama demi menciptakan lingkungan kampung yang bersih, asri, dan produktif. Salah satu warga Kampung Dolanan Lombok Gambir mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. "Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Lingkungan jadi lebih tertata, dan kami juga mendapat pengetahuan tentang cara memanfaatkan lahan sekitar untuk tanaman pangan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut," ujarnya. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pemanfaatan lingkungan sebagai sumber pangan alternatif yang berkelanjutan. Penanaman tanaman pangan dan sayuran menjadi langkah nyata dalam mendukung kemandirian pangan rumah tangga. Warga berharap hasil dari kegiatan ini dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik dari sisi lingkungan maupun kesejahteraan keluarga. Selain fokus pada lingkungan, kegiatan ini turut menghidupkan kembali Kampung Dolanan Lombok Gambir sebagai ruang edukasi dan rekreasi. Anak-anak dan remaja dilibatkan secara aktif dalam berbagai aktivitas yang menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap alam dan budaya lokal. Permainan tradisional kembali diperkenalkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Warga berharap kegiatan yang dilaksanakan pada 9--10 Januari 2026 ini dapat menjadi awal dari gerakan berkelanjutan di Kampung Dolanan Lombok Gambir. "Kami berharap kampung ini bisa terus hidup dan dikenal sebagai kampung yang peduli lingkungan dan ramah untuk anak-anak," ungkap warga lainnya. Melalui kegiatan bertema "Merawat Bumi, Menghidupkan Kampung Dolanan Lombok Gambir", masyarakat optimistis bahwa kepedulian terhadap bumi dan penguatan ketahanan pangan dapat tumbuh seiring dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi bersama.
BAGASKARA NARENDRA AJI
Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pembinaan bagi calon jemaah haji dalam mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual. Melalui kebersamaan ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji memiliki kesiapan yang optimal untuk menjalankan rangkaian ibadah haji dengan khusyuk dan lancar.
ZAHRA TUNNIHAYA ROMO
Dusun Ngemplak, Desa Sumberdem — Masalah administrasi pertanahan seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di pedesaan. Memahami pentingnya kepastian hukum atas aset warga, kelompok KKN Astra Pradhipta mengambil peran aktif dalam mendukung program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di wilayah pengabdian kami. Sinergi Bersama Pemerintah Desa Kegiatan ini diawali dengan koordinasi yang erat bersama Pemerintah Desa Sumberdem. Kami disambut hangat oleh Ibu Purwati, S.E., selaku Kepala Desa Sumberdem. Beliau menekankan bahwa program PTSL adalah prioritas desa untuk memastikan seluruh warga memiliki sertifikat tanah yang sah secara hukum, guna menghindari sengketa di masa depan. “Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat mempercepat proses pendataan dan membantu warga yang mungkin kesulitan dalam melengkapi berkas administrasi,” ujar Ibu Purwati, S.E. dalam salah satu sesi pengarahan. Turun ke Lapangan: Lebih dari Sekadar Pendataan Bagi kami, Astra Pradhipta, tugas ini bukan sekadar mengisi formulir di atas meja. Kami turun langsung ke Dusun Ngemplak untuk mendampingi warga. Beberapa poin utama yang kami lakukan antara lain: Sosialisasi Pintu ke Pintu: Memberikan pemahaman kepada warga mengenai pentingnya sertifikasi tanah dan alur prosedur PTSL. Verifikasi Berkas: Membantu mengoreksi dan melengkapi dokumen kependudukan serta alas hak tanah milik warga agar sesuai dengan standar BPN. Pendampingan Pengukuran: Ikut serta memantau proses identifikasi batas-batas tanah di lapangan bersama perangkat desa. Tantangan dan Pelajaran Berharga Turun lapangan dalam program PTSL memberikan kami pelajaran berharga tentang soft skill komunikasi. Kami belajar bagaimana menghadapi berbagai karakter warga, mendengarkan sejarah tanah keluarga mereka, hingga memahami bahwa selembar sertifikat adalah impian besar bagi ketenangan hidup masyarakat petani di Ngemplak. Semangat Astra Pradhipta — yang berarti senjata yang bercahaya — kami manifestasikan dengan menjadi “penerang” informasi bagi warga yang masih awam dengan birokrasi pertanahan. Melalui program PTSL ini, kami berharap kontribusi kecil dari Astra Pradhipta dapat memberikan dampak besar bagi masa depan warga Dusun Ngemplak. Terima kasih kepada Ibu Purwati, S.E. dan seluruh jajaran perangkat desa yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk ikut mengabdi