Thumbnail
3 months ago
Pendampingan Kesehatan Calon Jamaah Haji: Pengalaman Berhargaku Selama KKM

AULIYA ARIENI HALIM

Selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga melalui keterlibatan langsung dalam pendampingan tes kesehatan calon jamaah haji (CJH). Dalam kegiatan ini, saya tergabung dalam satu kelompok yang beranggotakan lima orang dan bertanggung jawab mendampingi dua orang CJH dengan riwayat penyakit diabetes dan asam urat. Tugas utama saya adalah melakukan intervensi kesehatan serta pengecekan kondisi kesehatan secara rutin setiap minggu. Kegiatan ini meliputi pemantauan kondisi fisik, pengecekan kesehatan sederhana, serta memberikan edukasi terkait pola hidup sehat yang perlu dijaga oleh calon jamaah haji. Melalui pendampingan ini, saya belajar pentingnya konsistensi dan ketelitian dalam menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi CJH yang memiliki penyakit penyerta. Pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya, terutama dalam hal tanggung jawab, kerja sama tim, dan empati terhadap kondisi pasien. Melihat perkembangan kesehatan calon jamaah yang kami dampingi menjadi kepuasan tersendiri dan menumbuhkan rasa bangga karena dapat berkontribusi secara langsung. Kegiatan KKM ini tidak hanya memperkaya pengetahuan saya di bidang kesehatan, tetapi juga membentuk sikap peduli dan tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa.  

Thumbnail
3 months ago
Kolaborasi Posyandu Desa Toyomarto dan Kelompok KKM 90 UIN Malang Tingkatkan Layanan Kesehantan Balita dan Remaja

LULUK MASRUROH

SINGOSARI, MALANG — Kegiatan Posyandu di Desa Toyomarto terus berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat, khususnya balita, remaja, dan lansia. Pelaksanaan posyandu ini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan desa, tetapi juga mendapat dukungan dari Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 90 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang turut membantu jalannya kegiatan. Kegiatan posyandu tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 10–11 Januari 2026, dan berlangsung dengan tertib serta mendapat antusiasme dari masyarakat setempat. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Aminatus Sholihah, bidan yang telah mengabdi selama 24 tahun dan saat ini bertugas di Desa Toyomarto. Ia bersama seorang perawat yang telah berpengalaman selama 10 tahun dan baru sekitar tiga bulan menjalankan tugas di desa Toyomarto setelah sebelumnya bertugas di wilayah lain. Dalam setiap pelaksanaan posyandu, Kelompok KKM 90 UIN Malang terlibat langsung membantu proses kegiatan, mulai dari pendampingan peserta, membantu alur pendaftaran, hingga mendukung kelancaran penyuluhan kesehatan. Kehadiran mahasiswa KKM ini dinilai sangat membantu, terutama dalam menciptakan suasana yang lebih tertib dan komunikatif selama kegiatan berlangsung. Rangkaian kegiatan posyandu di Desa Toyomarto dilaksanakan secara terstruktur. Kegiatan diawali dengan pendaftaran menggunakan buku posyandu, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tensi ibu, penimbangan berat badan ibu dan balita, serta pengukuran tinggi badan balita. Selanjutnya, data kesehatan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS) sebagai bahan pemantauan. Tahap berikutnya adalah konsultasi langsung dengan bidan, yang biasanya disertai imunisasi serta pemeriksaan lanjutan, kemudian ditutup dengan penyuluhan kesehatan. “Untuk posyandu balita, remaja, maupun lansia, prosesnya sama dan tidak ada perbedaan,” ujar Ibu Aminatus. Meski akses menuju lokasi posyandu tergolong mudah, masih terdapat kendala dalam hal kehadiran peserta. Berdasarkan data yang dihimpun, kehadiran warga belum pernah mencapai 100 persen. Beberapa warga tidak dapat hadir karena alasan kesehatan, pekerjaan, maupun kesibukan lainnya. Namun secara umum, kegiatan posyandu tetap berjalan dengan lancar. Selain pelayanan rutin, posyandu juga mengadakan sosialisasi terkait parenting, gizi, dan pencegahan stunting yang pelaksanaannya berpindah-pindah antar dusun. Dalam beberapa bulan terakhir, kegiatan edukasi tersebut menunjukkan dampak positif bagi para ibu. “Setelah dua bulan terakhir ini, terlihat perbedaan yang cukup signifikan sebelum dan sesudah ibu-ibu mendapatkan edukasi,” jelasnya. Terkait fenomena ibu muda, termasuk yang menikah di usia sekitar 18 tahun, pihak posyandu tetap memberikan edukasi kesehatan secara merata. Upaya sosialisasi mengenai pernikahan dini juga dilakukan melalui sekolah, RT, RW, serta kader PKK. Meski pernikahan dini masih dipengaruhi budaya setempat, bidan dan PKK terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Untuk meningkatkan antusiasme warga, komunikasi dilakukan melalui pesan WhatsApp dengan dukungan kepala dusun, RT, RW, kader PKK, serta bantuan mahasiswa KKM 90 UIN Malang dalam menyebarkan informasi kegiatan posyandu kepada masyarakat. Ibu Aminatus berharap ke depannya seluruh warga yang terdata dapat mengikuti posyandu secara rutin. Dengan kehadiran penuh, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal, seperti imunisasi, pemberian obat cacing, dan suplemen kesehatan. Selain posyandu balita, Desa Toyomarto juga memiliki posyandu remaja yang diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Jumlah peserta posyandu remaja saat ini sekitar 50 orang dan masih lebih sedikit dibandingkan posyandu balita. Program ini telah berjalan sekitar satu tahun dengan sistem satu desa satu posyandu remaja. Edukasi yang diberikan meliputi penyuluhan gizi, kesehatan remaja, serta pencegahan pernikahan dini. Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, perangkat desa, kader PKK, serta Kelompok KKM 90 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, posyandu Desa Toyomarto diharapkan terus berkembang sebagai pusat layanan dan edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Mencegah Perundungan Pada Anak dan Meningkatkan Kesadaran Anak Dalam Menjaga Kesehatan Melalui Sosialisasi Bullying dan Kebersihan di SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo

MUHAMAD ALFIAN SAHROVI ADE HANAFI

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 50 Astraya melaksanakan program kerja berupa kegiatan sosialisasi tentang bullying serta kebersihan dan kesehatan pada hari Senin dan Selasa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan, yakni SDN 01 Sidomulyo pada Senin, 12 Januari 2026, dan MI Al Hidayah Sidomulyo pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan melibatkan siswa-siswi serta guru pendamping. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya perilaku bullying serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Materi yang disampaikan meliputi bahaya konsumsi minuman kemasan, risiko penyakit cacingan, pentingnya mencuci tangan dengan benar, serta pemahaman mengenai bullying dan dampaknya terhadap lingkungan sekolah. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan mahasiswa KKM 50 Astraya. Materi mengenai bahaya minuman kemasan disampaikan oleh saudara Rafi, yang menjelaskan dampak negatif konsumsi minuman kemasan secara berlebihan terhadap kesehatan anak. Selanjutnya, materi tentang penyakit cacingan disampaikan oleh saudara Gunawan, yang memaparkan penyebab, dampak, serta cara pencegahan cacingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, materi mengenai bullying disampaikan oleh saudara Ibrahim, yang menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para siswa. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami, seperti penjelasan sederhana, tanya jawab, serta praktik langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua kelompok KKM 50 Astraya dan dilanjutkan juga dengan pembukaan dari perwakilan salah satu guru di setiap Lembaga. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi, praktik cuci tangan, serta sesi diskusi bersama siswa. Para guru dan pihak sekolah turut mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari pihak sekolah. Melalui program kerja ini, diharapkan siswa-siswi SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjauhi perilaku bullying dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
3 months ago
Bukan Sekadar Nasi: Jumat Berkah Mahasiswa KKM UIN Malang yang Menghangatkan Toyomarto

VELLAN ZUNIA RAHMA

SINGOSARI, MALANG -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 90 "Jagadhita Amarta" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan dedikasi nyata dalam pengabdian masyarakat. Bukan hanya melalui program kerja mandiri, mereka juga aktif menyatu dengan kearifan lokal melalui partisipasi sebagai relawan dalam kegiatan rutin "Jumat Berkah" di Masjid Ar-Rohmah, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Jumat ini merupakan inisiatif murni dari pihak Desa Toyomarto dengan pendanaan penuh dari kas Masjid Ar-Rohmah. Kehadiran mahasiswa KKM 90 di RT 03 RW 04 ini memberikan warna baru dan bantuan tenaga yang signifikan dalam pelaksanaan agenda mulia tersebut. Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini melibatkan pembagian peran yang rapi. Para mahasiswi KKM Kelompok 90 membantu pihak desa dalam mempersiapkan hidangan. Mereka sibuk menata nasi berpiring dan minuman gratis di area masjid sebelum ibadah sholat Jumat berakhir. Sesaat setelah salam terakhir diucapkan dan jamaah keluar dari masjid, para mahasiswa laki-laki bersama perangkat desa menyambut para jamaah. Dengan tertib, jamaah sholat Jumat mengantri untuk menikmati jamuan makan siang yang telah disediakan secara gratis di tempat. Meski kelompok KKM 90 bertindak sebagai relawan (volunteer), semangat yang dibawa tetap sama, yaitu menyebarkan keberkahan melalui sedekah. "Kami ingin memanfaatkan keistimewaan hari Jumat untuk memperkuat iman dan mempererat silaturahmi dengan warga. Menjadi relawan di sini melatih rasa syukur kami dan menjadi sarana untuk mendapatkan pahala melalui pelayanan kepada sesama," ujar salah satu perwakilan kelompok Jagadhita Amarta. Tujuan utama dari partisipasi ini adalah membantu meringankan beban sesama, terutama kaum dhuafa, sekaligus mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan warga lokal.  

Thumbnail
3 months ago
Jalan Sehat Bersama Calon Jema'ah Haji

NOFI FITRIANI

Salah satu kegiatan yang dilakukan selama KKM adalah jalan sehat di pagi hari bersama calon jamaah haji di Perumahan Batu Panorama. Kegiatan ini dilaksanakan pada pagi hari dengan kondisi udara yang sejuk serta lingkungan perumahan yang tertata rapi dan nyaman, sehingga mendukung pelaksanaan aktivitas fisik ringan secara aman dan lancar. Selama kegiatan berlangsung, calon jema'ah haji  beserta tema-teman KKM anggota kelompok 14 mengikuti jalan sehat dengan ritme santai sambil berinteraksi satu sama lain. Calon jema'ah haji menunjukkan antusiasme yang baik dalam mengikuti kegiatan ini. Selain sebagai sarana kebersamaan, kegiatan jalan sehat juga bertujuan untuk membiasakan calon jema'ah haji melakukan aktivitas fisik secara rutin sebagai bagian dari persiapan kesehatan. Jalan sehat memiliki manfaat penting bagi kesehatan, antara lain membantu meningkatkan kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta menjaga kesehatan jantung dan daya tahan tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi untuk melatih kemampuan berjalan dalam jarak yang lebih jauh. Hal ini diharapkan dapat membantu calon jema'ah haji mempersiapkan kondisi fisik agar lebih kuat dan tidak mudah lelah, mengingat pelaksanaan ibadah haji memerlukan aktivitas berjalan dalam jarak yang cukup panjang. Dengan adanya kegiatan jalan sehat ini, diharapkan calon jema'ah haji menjadi lebih siap secara fisik dan tidak kaget saat menjalani rangkaian ibadah haji nantinya.

Thumbnail
3 months ago
Menggapai Harapan di Lombok Gambir: Kiprah Mahasiswa KKM UIN Malang Hidupkan Karakter Anak Melalui Kampung Dolanan Senggayuh

ELVANI JULIANSA ERWINATA

TOYOMARTO, 24 Desember 2025 -- Mahasiswa KKM UIN Malang terjun langsung menyukseskan peluncuran program Kampung Dolanan Senggayuh yang bertempat di kawasan Lombok Gambir, Dusun Bodean Putuk, Desa Toyomarto. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa mendampingi pendidik tradisional, Syamsul Subakri atau yang akrab disapa Mbah Kardjo, dalam misi menanamkan kembali nilai budi pekerti kepada anak-anak setempat. Makna di Balik Nama "Senggayuh"Dalam sesi wawancara di sela-sela kegiatan, Mbah Kardjo menjelaskan bahwa pemilihan nama "Senggayuh" memiliki makna yang sangat mendalam bagi masa depan generasi muda desa tersebut. Nama tersebut memiliki arti "Menggapai Harapan". Melalui wadah ini, Mbah Kardjo ingin anak-anak tidak hanya mengejar materi di dalam kelas, tetapi juga mampu meraih harapan mereka dengan bekal adab dan tata krama yang kuat sebagai fondasi utama kehidupan. Fokus pada Keterampilan Hidup dan KejujuranMbah Kardjo, yang telah aktif mengabdi di dunia edukasi berbasis pengetahuan lokal sejak tahun 2001, menekankan pentingnya basic life skill atau keterampilan dasar hidup. Bersama mahasiswa KKM UIN Malang, ia mengawali kegiatan dengan metode dialog atau pocapan agar anak-anak memahami jati diri dan peran mereka di lingkungan masyarakat. Menurut Mbah Kardjo, permainan tradisional merupakan sarana paling efektif untuk melatih kejujuran. "Jika dalam permainan mereka sudah terbiasa jujur, maka itu akan menjadi modal utama mereka saat bersosialisasi dan hidup di tengah masyarakat nanti," terangnya. Beliau juga menambahkan bahwa alat tidak perlu mahal, yang terpenting adalah ketersediaan wahana untuk anak bersosialisasi. Upaya Menekan Dampak Negatif GawaiKeterlibatan mahasiswa KKM UIN Malang dalam program di Dusun Bodean Putuk ini merupakan bentuk kepedulian terhadap fenomena ketergantungan anak pada gawai yang mulai melunturkan sopan santun dan kemampuan bersosialisasi. Di area terbuka Lombok Gambir, para mahasiswa membantu mengarahkan anak-anak untuk kembali berinteraksi dengan alam dan teman sebaya secara langsung melalui stimulasi panca indra. Melalui pendampingan ini, Mbah Kardjo dan mahasiswa KKM berharap anak-anak Desa Toyomarto bisa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan tetap menghormati orang tua. Sesuai dengan nama "Senggayuh", program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mereka untuk meraih masa depan dengan tetap menjaga akar budaya dan kesantunan.