FATIHURROHMAN OGANSE
Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga. Peristiwa ini mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra), kemudian dilanjutkan hingga ke Sidratul Muntaha (Mi’raj). Dari peristiwa agung inilah umat Islam menerima perintah shalat lima waktu sebagai pondasi utama kehidupan beragama. Di Dusun Nongkosewu, peringatan Isra Mi’raj biasanya dilaksanakan secara sederhana di masjid dengan suasana yang khidmat. Meskipun sederhana, makna spiritual yang terkandung di dalamnya tetap terasa kuat bagi masyarakat. Namun, mahasiswa KKM melihat momen ini sebagai peluang besar untuk menghadirkan peringatan Isra Mi’raj yang lebih meriah, berkesan, dan tetap sarat nilai keislaman. Melalui kolaborasi bersama masyarakat, Kelompok 31 KKM UIN Malang berinisiatif mengemas peringatan Isra Mi’raj sebagai acara puncak dari rangkaian program keagamaan selama pelaksanaan KKM. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai seremonial, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan inspirasi, khususnya bagi generasi muda di Dusun Nongkosewu. Acara peringatan Isra Mi’raj ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat dusun, anak-anak, hingga remaja. Beragam kegiatan disajikan, seperti tausiyah keagamaan, pembacaan shalawat, dan penampilan kreatif yang bernuansa Islami. Dengan konsep yang edukatif dan menghibur, diharapkan pesan-pesan Isra Mi’raj dapat lebih mudah dipahami dan diinternalisasi oleh seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap peringatan Isra Mi’raj tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah islamiyah, menumbuhkan semangat beribadah, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
ADITIA DWI PERMADANI
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) HIPE Kelompok 14 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan jalan sehat bersama pasangan calon jemaah haji sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan fisik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan ini menempuh jarak sekitar enam kilometer dan menjadi salah satu program promotif kesehatan yang bertujuan membantu calon jemaah haji menjaga kebugaran sejak dini. Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Berbagai rangkaian ibadah menuntut aktivitas berjalan kaki dalam jarak jauh dan waktu yang cukup lama, sehingga istitha’ah fisik menjadi faktor yang sangat penting. Melalui kegiatan ini, pasangan suami istri calon jemaah haji diajak untuk mulai membangun kebiasaan olahraga ringan secara rutin melalui jalan sehat yang didampingi langsung oleh mahasiswa KKM HIPE 14 agar kegiatan berjalan aman dan nyaman. Kegiatan jalan sehat berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Rute yang dipilih telah mempertimbangkan keamanan serta kondisi fisik peserta, sehingga dapat diikuti dengan nyaman. Selama perjalanan, mahasiswa turut memberikan edukasi kesehatan ringan, mulai dari pentingnya menjaga hidrasi selama aktivitas fisik, mengenali batas kemampuan tubuh, hingga pentingnya menjaga pola hidup sehat menjelang pelaksanaan ibadah haji. Jalan sehat merupakan olahraga sederhana yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama bagi calon jemaah haji. Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, memperkuat otot kaki dan sendi, serta mengurangi risiko kelelahan saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten, calon jemaah haji diharapkan mampu menjalani ibadah dengan lebih lancar, nyaman, dan optimal. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa KKM HIPE 14 FKIK UIN Malang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Melalui pendekatan promotif dan preventif, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam membantu calon jemaah haji mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi calon jemaah haji untuk terus menjaga kebugaran hingga hari keberangkatan tiba.
MOCH RENALDY SYAPUTRA
Karangnongko — Jamaah tahlil di lingkungan Dusun Karangnongko kembali melaksanakan kegiatan ngaji bareng pada malam Kamis Kliwon. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jamaah dengan penuh kekhusyukan. Rangkaian acara diawali dengan tahlil bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk doa dan dzikir kepada Allah SWT. Jamaah mengikuti tahlil dengan tertib, menciptakan suasana yang tenang dan penuh kebersamaan. Setelah tahlil bersama, acara dilanjutkan dengan tausiyah. Dalam tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk memperdalam pemahaman keagamaan serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan-pesan yang disampaikan menekankan pentingnya menjaga akhlak, kebersamaan, dan istiqamah dalam beribadah. Kegiatan ngaji bareng jamaah tahlil Kamis Kliwon ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat terus berjalan secara rutin dan memberikan manfaat spiritual bagi seluruh jamaah.
FATMA NURUL ROKHIMAH
SINGOSARI, MALANG -- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 90 "Jagadhita Amarta" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan dedikasinya dalam pengabdian masyarakat melalui pendampingan belajar mengajar di TPQ Baitur Rohmah, Dusun Bodean Puthuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dilaksanakan setiap hari Senin hingga Sabtu ini bukan sekadar rutinitas sore bagi para mahasiswa, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap sistem pendidikan Al-Qur'an yang telah berjalan selama bertahun-tahun di rumah Ustadz Kusnan, tokoh agama setempat. Dalam pelaksanaannya, Kelompok 90 mengisi dua sesi utama, yakni sesi pertama dimulai pukul 14.00 WIB hingga adzan Ashar, dan sesi kedua berlanjut hingga pukul 16.30 WIB. Pesertanya meliputi anak-anak usia sekolah dasar dari kelas 1 hingga kelas 6 SD yang berdomisili di sekitar Dusun Bodean Puthuk. "Kami hadir bukan untuk mengubah konsep yang sudah ada, melainkan membantu mengoptimalkan proses belajar mengajar. Kami melebur dengan rutinitas yang sudah berjalan di TPQ Baiturrahmah," ujar salah satu anggota KKM Kelompok 90. Metode yang digunakan tetap mengacu pada tradisi yang sudah mantap. Para santri mengumpulkan buku rekapan prestasi, lalu dipanggil satu per satu untuk menyimak bacaan Iqra' atau hafalan doa sehari-hari. Penilaian pun dilakukan secara mendetail dengan kode L (Lancar), L- (Kurang Lancar), dan TL (Tidak Lancar) sebagai penentu apakah santri dapat melanjutkan ke halaman berikutnya atau harus mengulang. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusiasme tinggi oleh para santri. Meski di awal sempat merasa malu-malu, kini kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak sudah terjalin sangat akrab. Semangat anak-anak untuk mengaji pun tampak meningkat dengan hadirnya "kakak-kakak mahasiswa" sebagai mitra belajar mereka. Tantangan dalam program ini relatif minim karena sistem TPQ yang sudah berjalan stabil. Kendala biasanya hanya muncul jika faktor cuaca tidak mendukung, seperti hujan deras yang menyebabkan beberapa santri terpaksa absen. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan konsistensi mahasiswa untuk tetap hadir setiap sore. Ustadz Kusnan, selaku pengasuh TPQ Baitur Rohmah, menyampaikan rasa syukur dan keterbukaannya atas bantuan dari mahasiswa KKM UIN Malang. Beliau merasa terbantu dalam menangani banyaknya jumlah santri yang datang setiap harinya untuk menimba ilmu agama. Kegiatan rutin ini ditutup setiap hari dengan doa Kafaratul Majlis. Melalui program ini, Kelompok 90 Jagadhita Amarta berharap dapat membantu membangun pondasi spiritual yang kuat bagi anak-anak Desa Toyomarto melalui pembiasaan mengaji sejak usia dini.
MUHAMMAD NASRUL HAQ
Pembuatan mapping desa Karangnongko yang bertujuan untuk masyarakat khususnya DS Karangnongko supaya mengetahui peta batas" desa dan batas" dusun sehingga dalam proker kkm 31 UIN malang ada kenangan yang tertinggal di desa tersebut.
KHILYATUL ULYA
Program kerja Pemetaan Desa dilaksanakan pada tanggal 15–31 Januari 2026 sebagai upaya pengumpulan dan pemetaan data wilayah desa secara menyeluruh. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi geografis, fasilitas umum, serta berbagai potensi yang dimiliki desa guna mendukung perencanaan dan pengembangan desa di masa mendatang. Pelaksanaan Pemetaan Desa dilakukan melalui observasi langsung ke lapangan dengan menelusuri wilayah desa secara bertahap. Proses pemetaan mencakup pendataan lokasi fasilitas umum, organisasi warga, akses jalan, hingga potensi ekonomi dan sosial di setiap wilayah. Seluruh data yang diperoleh kemudian dicatat dan disusun secara sistematis agar mudah dipahami serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan pembangunan. Program ini merupakan hasil kolaborasi tiga kelompok KKM, termasuk Kelompok KKM UIN Malang 31 bersama dua kelompok KKM lainnya. Kerja sama ini bertujuan memperluas jangkauan wilayah pemetaan, mempercepat proses pengumpulan data, serta meningkatkan keakuratan hasil melalui pembagian tugas yang terstruktur dan koordinasi yang baik. Selama kegiatan berlangsung, perangkat desa dan masyarakat setempat juga dilibatkan secara aktif. Partisipasi warga menjadi faktor penting dalam memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan keadaan desa secara aktual. Melalui program Pemetaan Desa ini, diharapkan desa memiliki basis data wilayah yang lebih lengkap, akurat, dan terbarui. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta pengembangan potensi desa secara berkelanjutan demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.