KHARISMA SHOFIANA AZIZAH
Wagir, Malang - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Agranova 128 sukses menyelenggarakan seminar bertema Biblio Therapy sebagai bagian dari program kerja unggulan yang berfokus pada penguatan karakter siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Februari 2026, bertempat di SMP Sunan Giri Wagir, Kabupaten Malang, dan diikuti oleh siswa-siswi dengan antusiasme tinggi. Acara diawali dengan absensi siswa-siswi di kelas masing-masing, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan rutinan keagamaan yang menjadi ciri khas pembiasaan positif di lingkungan sekolah. Usai kegiatan keagamaan, seluruh peserta diarahkan menuju aula sekolah untuk mengikuti rangkaian seminar yang telah disiapkan. Setibanya di aula, panitia melakukan pengondisian siswa-siswi agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif. Acara kemudian dibuka oleh MC yang membacakan susunan acara sebagai tanda dimulainya seminar secara resmi. Suasana menjadi lebih khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, yang menjadi pembuka sekaligus penguat nilai spiritual dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan Kepala SMP Sunan Giri Wagir, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM Agranova 128 dalam menghadirkan program edukatif yang selaras dengan visi sekolah Adiwiyata. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pelaksana, yang menjelaskan latar belakang, tujuan, serta harapan dari pelaksanaan seminar Biblio Therapy ini.Memasuki acara inti, seminar Biblio Therapy dalam Penguatan Karakter Siswa di Lingkungan Adiwiyata disampaikan oleh pemateri. Materi ini menekankan pentingnya literasi sebagai media terapi untuk membangun kesadaran, empati, serta tanggung jawab siswa terhadap lingkungan. Konsep Biblio Therapy diperkenalkan sebagai pendekatan edukatif yang memanfaatkan bacaan bermakna untuk membentuk karakter positif.Sebagai penguatan materi, siswa-siswi diajak untuk membaca bacaan bertemakan menjaga kebersihan lingkungan, yang dikemas secara menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini, sejalan dengan semangat sekolah Adiwiyata.Acara semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab, di mana siswa-siswi diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, maupun pengalaman terkait kebersihan dan kepedulian lingkungan sekolah. Respons aktif peserta menunjukkan ketertarikan dan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan.Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan sertifikat kepada pemateri, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara panitia, pemateri, guru, dan peserta seminar sebagai dokumentasi kegiatan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran kegiatan dari awal hingga akhir. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM Agranova 128 berharap seminar Biblio Therapy dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan, berakhlak baik, serta mendukung terciptanya budaya sekolah yang bersih dan sehat.Kompasiana
AHMAD NAUFAL HIBATULLAH
Kalau ada satu momen KKN yang nggak bakal pernah saya lupakan, pasti itu pagi di mana kami, mahasiswa yang umur rata-rata 21 tahun, ngos-ngosan ditinggal lari sama pasangan suami istri pensiunan calon jamaah haji. Kami pikir kegiatan lari pagi ringan, eh beliau ngajak road run 8 kilometer dengan rute berbukit di kota batu. Awalnya kami mahasiswa pada pede. Ternyata, di kilometer ketiga, napas kami sudah seperti mesin rusak, kaki serasa tertambat. Sementara suami dari calon jaamaah haji kami yang sama sama seorang pensiunan, dengan langkah mantap dan napas teratur, tetap di depan. Beliau sesekali berhenti, tersenyum, dan memberi semangat, “Pelan-pelan saja, yang penting konsisten. Saya juga mulai dari jalan pelan.” Di puncak bukit, sambil menikmati view dan mereguk air mineral, beliau berbagi cerita. "Saya sudah rutin lari sejak jadi mahasiswa dulu", katanya sambil tersenyum. Kegiatan lari itu tidak pernah benar-benar berhenti; ia menjadi ritual pagi yang setia, melewati berbagai fase hidup: mulai kerja, menikah, punya anak, hingga pensiun. "Olahraga ini seperti sahabat lama. Karena sudah terbiasa dari muda, sekarang di usia segini badan justru minta diajak gerak. Dan Alhamdulillah, dengan kondisi ini, saya bisa mendaftar haji tanpa kuatir soal fisik." Momen itu seperti tamparan yang membuka mata kami: 1. Investasi Kesehatan itu Dimulai dari SEKARANG, dan Dipelihara SELAMANYA. Calon Jamaah Haji kami adalah bukti hidup bahwa kebiasaan baik sejak muda adalah aset tak ternilai di masa tua. Bukan cuma tentang "bisa lari 8 km", tapi tentang memiliki quality of life yang luar biasa di usia pensiun. 2. Konsistensi itu Membentuk Identitas. Bagi beliau, lari bukan lagi sekadar hobi atau kewajiban. Itu sudah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup yang menjaga keseimbangan fisik dan mentalnya selama puluhan tahun. 3. Kami, Generasi Muda, Justru yang Tertinggal. Ironisnya, kami yang secara biologis lebih "muda" justru kelelahan karena pola hidup yang tidak teratur: begadang, junk food, dan olahraga hanya saat ada mood. 4. Tujuan yang Mulia Memperkuat Ritual. Persiapan haji menjadi ultimate goal yang memperkuat komitmennya, tetapi fondasinya telah dibangun puluhan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa investasi kesehatan memiliki manfaat berlapis: untuk kehidupan sehari-hari yang prima, dan untuk menggapai impian besar di usia lanjut. Jadi, pesan utama dari Pasangan suami istri calon jamaah haji ini sangat jelas: Kamu tidak akan menyesal menjaga kesehatan saat muda. Kamu akan sangat menyesal jika mengabaikannya. Beliau tidak hanya mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Tanah Suci, tetapi juga telah menyelesaikan "perjalanan" konsistensi seumur hidup dengan gemilang. Dan itu, adalah ibadah itu sendiri.
FAVIAN ATHAZUFAR NAYIF
Pagi itu kami berhenti di depan tulisan Coban Talun. Nafas masih agak tersengal, kaos basah oleh keringat, tapi wajah-wajah justru penuh senyum. Jalan pagi bareng calon jamaah haji terasa berbeda, langkahnya santai, obrolannya hangat, sesekali berhenti hanya untuk menunggu yang tertinggal di belakang. Di sepanjang jalan, kami lebih banyak tertawa daripada mengeluh. Ada yang cerita soal persiapan haji, ada yang bercanda soal tanjakan yang kelihatannya biasa tapi diam-diam bikin ngos-ngosan. Dua jam lebih berjalan, 7,5 kilometer terasa lewat begitu saja. Foto ini diambil setelah semuanya selesai. Bukan pose yang direncanakan, cuma refleks mengabadikan momen. Kelompok KKM HIPE dan calon jamaah haji berdiri berdampingan, lelah, lega, dan sama-sama merasa pagi itu sederhana, tapi hangat, dan layak diingat.
MUHAMMAD IRFA` IGHFIRLY
Semua hasil pemeriksaan dari jemaah haji yang telah kami lakukan intervensi, menunjukkan posisi pada batas normal atas atau hampir tergolong tinggi/diabetes, dislipidemia, gout. Tapi beliau selalu menjaga kesehatannya dengan menjaga pola aktivitasnya sebaik mungkin dan paling senangnyasaya dan tim kelompok selalu diajak becanda sehingga tujuan kita mengintervensi supaya hasil pemeriksaan ada, tidak terasa tiba² waktu kkm sudah selesai karena sangking akrabnya beliau².
MUHAMMAD RAKHA FIRJATULLAH
Kraksaan, Probolinggo --- Maliki Islamic University - KKM Unggulan PSGA 265 UIN Malang menggelar sosialisasi bertajuk "Kenali, Cegah, Hentikan Bullying - Sekolah Ramah Bebas Bullying" di aula SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam ini melibatkan 79 siswa kelas X dengan fokus pada pengenalan bullying, regulasi emosi, hingga role play interaktif yang membuat siswa memahami dampak perundungan dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegahnya. "79 siswa siap ikuti sosialisasi anti-bullying" Pengenalan Bullying dan Dampak Psikologis Ahmad Hafizi, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga Kabupaten Probolinggo, menjadi pemateri pertama yang menjelaskan mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan cyber), serta dampak serius perundungan terhadap kesehatan mental siswa. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. "Ejekan kecil ternyata bisa menghancurkan mental seseorang," ungkap salah satu siswa. "Pak Ahmad Konselor Puspaga jelaskan tentang bullying" Games "Jeruk Juruk" Cairkan Suasana! Setelah sesi materi yang serius, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking interaktif. Instruktur memimpin permainan "Jeruk Juruk Salak Selak" di mana siswa harus melompat sesuai instruksi: "Jeruk" lompat ke depan, "Juruk" ke belakang, "Salak" ke kanan, dan "Selak" ke kiri. Suasana aula menjadi penuh tawa dan semangat. Siswa laki-laki dan perempuan kompak mengikuti permainan dengan antusias, menghilangkan rasa canggung di antara mereka. "Paling seru! Capek dikit tidak masalah!" seru salah satu siswa sambil tertawa Abror & Nina: “Masa Depan Cerah Tanpa Bullying” Abror dan Nina, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM, membawakan materi kedua mengenai pentingnya menggapai masa depan dan ajakan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Abror menekankan bahwa SMK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. "Kalian dapat melanjutkan kuliah dan memiliki karir cemerlang. Namun, jika berada dalam lingkungan yang tidak sehat seperti adanya bullying, hal tersebut dapat merusak fokus dan kesehatan mental," jelasnya. Nina menambahkan pentingnya menciptakan lingkungan positif sejak dini untuk menghindari trauma jangka panjang. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar jurusan kuliah serta peluang beasiswa. "Abror & Nina ajarkan regulasi emosi" Eksperimen Kacamata Perspektif: Cerah vs Gelap Ranti Sagita, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga, memimpin sesi paling unik dalam kegiatan ini, yaitu role play perspektif menggunakan kacamata. Dua siswa ditunjuk untuk memakai kacamata dengan lensa berbeda: satu dengan lensa cerah (terang) dan satu lagi dengan lensa gelap (hitam). Bu Ranti menampilkan skenario bullying di mana seorang teman diejek karena alasan tertentu. Kepada siswa berkacamata cerah, Bu Ranti bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Siswa tersebut menjawab, "Saya melihat teman-teman dengan jelas. Semua terlihat terang. Jika ada teman yang diejek, saya akan menghiburnya." Giliran siswa berkacamata gelap, ia menjawab, "Yang saya lihat hanya kegelapan. Tidak terlihat apa-apa. Jadi jika ada teman yang diejek, saya tidak bisa membantu karena takut terjadi sesuatu." Aula menjadi hening. "Ini adalah perbedaan perspektif," tegas Bu Ranti. "Perspektif gelap membuat kita takut dan pasif. Perspektif cerah membuat kita berani dan menjadi bagian dari solusi." Siswa bertepuk tangan dan banyak yang mengangguk paham. Sesi tanya jawab berlanjut dengan partisipasi aktif dari siswa perempuan, sementara siswa laki-laki yang awalnya malu mulai berani berbicara. "Saya ingin menjadi yang berkacamata cerah," ujar salah satu siswa. "Siswa jabarkan role play kacamata" Komitmen Tertulis di Sticky Notes Anti-Bullying Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para pemateri. Yang paling berkesan adalah sesi Papan Sticky Notes Anti-Bullying, di mana seluruh 79 siswa menuliskan janji "Saya berjanji tidak akan melakukan bullying" pada sticky note dan menempelkannya di papan besar. Papan tersebut akan dipajang di sekolah sebagai pengingat harian bagi seluruh siswa. "79 siswa tempel janji anti-bullying" Mengapa Sosialisasi Ini Mendesak? Observasi oleh KKM Unggulan PSGA 265 menemukan kasus bullying antarsiswa yang dipicu oleh faktor sosial-psikologis seperti isolasi sosial, perilaku mencari perhatian (caper), dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Data menunjukkan bahwa kasus bullying di Probolinggo cukup tinggi. SMKN 4 Kota Probolinggo pernah mencatat 15 siswa menjadi korban bullying pada tahun 2022. Sekolah Berkomitmen Lanjutan Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Kraksaan menyatakan akan membentuk Klub OSIS Anti-Bullying untuk melakukan monitoring berkelanjutan. Wali Kelas X menambahkan bahwa pendekatan games sangat efektif, terutama untuk siswa laki-laki yang cenderung pemalu. "Saya akan melanjutkan dengan aktivitas kompetitif serupa," ujarnya. Tim KKM menyarankan agar sosialisasi serupa dilakukan secara rutin setiap semester. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo juga direkomendasikan untuk memperluas program ke SMK lain di wilayah tersebut. "Untuk periode berikutnya, dapat ditambahkan pretest dan posttest agar terdapat data kuantitatif yang lebih terukur," tutup Pak Ahmad. "KKM Unggulan PSGA 265 & 79 siswa SMKN 1 Kraksaan"
NOVAN DWI KURNIAWAN
Jamuran — Kelompok KKM 250 Terravera turut berpartisipasi dalam kegiatan Riyadlul Jannah yang diselenggarakan oleh warga Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir pada Selasa, 13 Januari 2026 . Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta mempererat hubungan dengan masyarakat setempat. Kegiatan Riyadlul Jannah berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Mahasiswa Kelompok KKM 250 Terravera mengikuti rangkaian kegiatan bersama warga, mulai dari doa bersama hingga kebersamaan dalam suasana religius sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran KKM di tengah masyarakat, tidak hanya melalui program kerja, tetapi juga melalui keikutsertaan aktif dalam kegiatan rutin warga. Hal ini dilakukan untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai selama masa pengabdian berlangsung. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan Riyadlul Jannah ini, Kelompok KKM 250 Terravera berharap dapat memperkuat kebersamaan, menumbuhkan rasa saling menghargai, serta menjaga silaturahmi yang baik dengan warga Dusun Jamuran sepanjang pelaksanaan KKM.