Thumbnail
8 months ago
Kelompok 68 KKM UIN Malang Gelar Workshop Anyaman dan Besek Bambu di Desa Bangelan

MUHAMMAD AGIL FAHADIAN

Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.

Thumbnail
8 months ago
Kelompok 68 KKM UIN Malang Gelar Workshop Anyaman dan Besek Bambu di Desa Bangelan

MUHAMMAD FATIH FARHAT

Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambu sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam berupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjang peningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidang kerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telah berkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahan bambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilai jual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, Kepala Desa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktik berlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana peserta dibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan hingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama serta bernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahan yang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.

Thumbnail
8 months ago
Bersama Wali Murid, KKM 44 “Bhavishya” Wujudkan Generasi Anak Hebat Melalui Sosialisasi Parenting

MOHAMMAD ILMAN

Anak adalah cerminan dari cara mereka dibesarkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasiparenting pada Senin, (12/01/2026) pukul 09.00 WIB di PAUD Tunas Harapan Desa Gunung Jati. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu wali murid PAUD Tunas Harapan serta para guru PAUD. Kehadiran para pesertamenunjukkan antusiasme dan kepedulian yang tinggi terhadappentingnya pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang anak.Sosialisasi ini menjadi ruang edukatif sekaligus ajangsilaturahmi antara orang tua, guru, dan mahasiswa KKM dalam membangun sinergi pendidikan anak sejak usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” memperkenalkan salah satu program kerja mereka di bidangpendidikan keluarga. Sosialisasi parenting ini bertujuan untukmemberikan pemahaman kepada para orang tua tentangpentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalampembentukan karakter, emosi, dan kepribadian anak. Nanik Indahayati, selaku kepala PAUD Tunas Harapan desaGunung Jati memeberikan sambutan sekaligus menyampaikanterima kasih kepada KKM 44 Bhavishya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang karena telah mengadakan sosialisasiparenting ini. “Terima kasih banyak kepada kakak-kakakKKM sudah mengadakan sosialisasi parenting di PAUD ini,semoga bermanfaat untuk ibu-ibu wali murid dan bisaditerapkan untuk anak-anaknya”. Ujarnya. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ma’rifatul Munjiah, M.HI.,M.Pd. sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, beliaumenekankan bahwa mendidik anak bukan hanya tentangmemenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan aspekemosional, psikologis, dan spiritual. Orang tua diharapkanmampu menjadi pendamping yang sabar, komunikatif, sertamemberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau mendidik anak itu jangan menggunakan kalimat yang keras, harus dengan ucapan yang lembut. Kalau anakmelakukan hal baik dan mencapai keberhasilan, orang tua bisamembrikan reward.” Ujarnya. Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Para wali murid secara aktifberbagi pengalaman seputar tantangan dalam mendidik anak, mulai dari mengatasi emosi anak, penggunaan gawai, hinggakesulitan anak dalam bersosialisasi. Para guru PAUD pun turut menyampaikan pandangan mereka terkait pentingnyakeselarasan pola asuh di rumah dan di sekolah. Melalui sosialisasi parenting ini, KKM 44 “Bhavishya” berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal.Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswakepada masyarakat sekaligus upaya membangun generasiyang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik.

Thumbnail
8 months ago
peringatan isra mi’raj dan istiqbal ramadhan masjid jami’ al-khoirot

MOHAMMAD SYAHDAN MAULANA AZHARI

Isra Mi'raj merupakan peristiwa spiritual yang agung dalam perjalanan Rasulullah SAW, sekaligus momentum pemberian kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam. Peringatan Isra Mi'raj menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan meneladani keteguhan Rasulullah dalam menghadapi berbagai ujian. Sementara itu, menjelang datangnya bulan Ramadhan, umat Islam perlu mempersiapkan diri secara spiritual dan mental melalui kegiatan istiqbal (penyambutan) agar dapat memaksimalkan ibadah di bulan penuh berkah tersebut. Di tengah masyarakat desa yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, kegiatan peringatan Isra Mi'raj dan istiqbal Ramadhan menjadi sarana penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membangun semangat spiritual bersama. Melalui program ini, mahasiswa KKN kelompok 16 berupaya berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat di bidang keagamaan sekaligus memperkuat silaturahmi antarwarga.

Thumbnail
8 months ago
Langkah Pagi Penuh Makna Bersama CJH: Alam, Buah Tin, dan Kesehatan Jiwa

DELIYA SHAFA OKTANTIA

Salah satu momen paling menyenangkan dan membekas selama KKM adalah ketika kami menemani CJH (Calon Jamaah Haji) dalam agenda aktivitas fisik berupa berjalan pagi. Awalnya, kegiatan ini kami bayangkan hanya sebatas olahraga ringan untuk menjaga kebugaran. Namun, pagi itu justru berubah menjadi pengalaman yang jauh lebih berkesan dan penuh makna. Kami diajak langsung oleh Ibu Mudrikah, salah satu CJH, untuk berjalan santai menuju Cafe Concrete. Sepanjang perjalanan, suasana pagi Desa Punten terasa begitu sejuk dan menenangkan. Udara segar dan pemandangan alam yang indah membuat langkah kaki terasa ringan. Setibanya di Cafe Concrete, kami mengabadikan momen dengan berfoto bersama sambil menikmati panorama sekitar yang memanjakan mata. Hal yang paling mengesankan terjadi ketika kami diajak memetik buah tin. Ini menjadi pengalaman pertama bagi saya melihat langsung pohon tin dan bentuk buahnya. Buah ini terasa istimewa karena memiliki kedudukan khusus dalam Al-Qur’an. Allah SWT mengabadikannya dalam Surah At-Tin ayat 1, “Demi (buah) tin dan (buah) zaitun.” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa buah tin bukan sekadar buah biasa, melainkan buah yang memiliki nilai spiritual sekaligus manfaat besar bagi kesehatan manusia. Buah tin dikenal kaya akan serat yang baik untuk melancarkan pencernaan, membantu menjaga kesehatan usus, serta mendukung metabolisme tubuh. Kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral di dalamnya juga berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan jantung, serta membantu mengontrol kadar gula darah dan kolesterol. Manfaat-manfaat inilah yang sangat relevan bagi CJH sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fisik sebelum menunaikan ibadah haji. Perjalanan kami berlanjut dengan berkeliling desa wisata hingga akhirnya tiba di Taman Kungkuk. Di sanalah kami piknik dan sarapan bersama. Momen kebersamaan ini terasa semakin bermakna ketika kami dapat mencicipi langsung buah tin yang sebelumnya dipetik. Rasanya sederhana, namun memberikan pengalaman baru yang tidak terlupakan, karena dinikmati bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Aktivitas fisik pagi itu bukan hanya tentang berjalan dan bergerak, tetapi juga menjadi sarana penyegaran pikiran. Bagi CJH, kegiatan ini memberikan manfaat ganda, yaitu menjaga kebugaran tubuh sekaligus kesehatan mental. Berjalan pagi, berinteraksi sosial, menikmati alam, dan melakukan aktivitas yang menyenangkan mampu mengurangi stres, menenangkan pikiran, serta menumbuhkan perasaan bahagia. Dengan ditemani pemandangan indah Desa Punten Bumi Aji, aktivitas sederhana ini menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan fisik dan mental CJH dapat dilakukan melalui kegiatan yang ringan, menyenangkan, dan penuh makna.

Thumbnail
8 months ago
Sosialisasi Kolase Daur Ulang Sampah, KKM Ganesha 178 Ajak Pelajar Kreatif Kelola Sampah.

MUHAMMAD FAHRIZAL MAULANA

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ganesha 178 menggelar kegiatan Sosialisasi Kolase Daur Ulang Sampah  pada Senin, 2 Februari 2026, bertempat di Aula Koperasi Susu, Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran pelajar sejak dini akan pentingnya menjaga lingkungan dengan cara kreatif, yakni mengolah sampah menjadi karya seni kolase. Lebih dari 100 peserta didik dari PAUD Maju Mapan, TK Anak Sholeh, RA Nur Hidayah, MI Hidayatul Fata, dan SDN 2 Bendosari mengikuti kegiatan ini dengan antusias, mulai dari pemaparan materi jenis sampah daur ulang hingga praktik langsung pembuatan kolase dari bahan bekas yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta, panitia juga mengadakan penilaian karya kolase dengan hasil Juara 1 diraih oleh siswa RA Nur Hidayah, Juara 2 oleh siswa MI Hidayatul Fata, dan Juara 3 oleh siswa SDN 2 Bendosari. Melalui kegiatan ini, KKM Ganesha 178 berharap para peserta dapat memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi limbah yang merugikan, melainkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta didik maupun pihak lembaga pendidikan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menanamkan kepedulian lingkungan dan kreativitas anak sejak usia dini.