AISYAH IKA NUR`AINI
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mencakup berbagai program pemberdayaan. Selain melaksanakan program utama, mahasiswa KKM juga menyelenggarakan kegiatan di bidang pendidikan, salah satunya melalui bimbingan belajar (bimbel) bagi anak-anak di lingkungan masyarakat. Kegiatan bimbingan belajar ini dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan anak-anak dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI). Pelaksanaannya dilakukan setiap hari Senin hingga Kamis pada waktu ba’da Maghrib, sehingga dapat menyesuaikan dengan waktu luang anak-anak setelah menjalankan aktivitas sekolah dan mengaji. Anak-anak terlihat antusias mengikuti proses pembelajaran dalam suasana yang santai namun tetap kondusif. Mereka duduk bersama untuk mengerjakan lembar latihan, menulis, serta belajar sambil berinteraksi satu sama lain. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM berperan sebagai pendamping yang membimbing anak-anak dalam memahami materi pelajaran, mengerjakan soal, serta melatih kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang komunikatif sehingga anak-anak merasa nyaman dan tidak ragu untuk bertanya ketika mengalami kesulitan. Suasana belajar yang tercipta terasa hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan bimbel tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga bertujuan membangun kedekatan antara mahasiswa dan anak-anak. Di sela-sela kegiatan belajar, anak-anak diberikan waktu istirahat ringan sambil menikmati camilan bersama, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Melalui kegiatan bimbingan belajar ini, diharapkan anak-anak dapat meningkatkan motivasi dan semangat belajar, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran di sekolah. Bagi mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu, melatih kemampuan kerja sama, serta menumbuhkan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Kegiatan bimbingan belajar ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung perkembangan pendidikan anak-anak di lingkungan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga setempat.
SALWA RIZKA LAILATUL FARIKHAH
Sabtu, 03 Januari 2026 - mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 54 bersama Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, melaksanakan kegiatan penanaman bibit di beberapa titik sekitar hutan Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKM sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan. Sejak pagi, mahasiswa KKM bersama Pak Dhori dan Pak Nanang bergotong royong menanam berbagai jenis bibit. Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremonial berlebihan, namun tetap penuh makna. Penanaman ini didampingi langsung oleh Kepala Dusun Bendrong, Pak Dhori, yang sejak awal memberikan dukungan penuh. Pak Dhori menjelaskan bahwa kegiatan menanam bibit perlu terus dilakukan, sebagai upaya menjaga lingkungan maupun sebagai pembelajaran bagi mahasiswa KKM. Menurut beliau, kondisi alam Dusun Bendrong saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan masa lalu, di mana sumber air masih melimpah dan ekosistem sungai terjaga dengan baik. "Sekarang sumber air sudah mulai berkurang, apalagi saat musim kemarau. Dulu pohon masih banyak, airnya besar," ungkap Pak Dhori. Penanaman bibit dinilai sebagai langkah awal untuk memperbaiki kondisi tersebut. Selain menjaga ketersediaan air, tanaman juga berperan dalam mencegah longsor dan membantu penyerapan air hujan. Meski hasilnya belum bisa dirasakan dalam waktu dekat, upaya ini terus dilakukan secara bertahap. Kegiatan penanaman bibit ini juga disampaikan oleh Pak Nanang, tokoh masyarakat Dusun Bendrong yang tergabung dalam komunitas Jogo Wono, sebuah gerakan yang berfokus pada pelestarian hutan. Beliau menyebutkan bahwa penanaman bibit biasanya dilakukan hingga empat sampai lima kali dalam setahun, terutama saat ada mahasiswa KKM. Menurut Pak Nanang, menjaga hutan berarti menjaga kehidupan masyarakat. Selain menjaga ketersediaan air, pohon juga berperan penting sebagai penghasil oksigen bagi seluruh makhluk hidup. Menanam pohon pun dianggap sebagai bentuk sedekah yang ikhlas karena manfaatnya dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk generasi mendatang. Melalui kegiatan penanaman bibit ini, KKM UIN Malang Kelompok 54 bersama Pak Dhori dan Pak Nanang menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Dengan menanam dan merawat tanaman, diharapkan lingkungan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat di masa depan.
MUHAMMAD NABHAN BAIHAQI
*Menggerakkan Potensi Lokal: KKM Reguler Kelompok 82 Purwarupa Bhumi di Desa Sengguruh dengan Pendekatan ABCD* Pembangunan desa seringkali dipahami hanya dari sisi kekurangan, seperti fasilitas yang terbatas, program pemberdayaan yang minim, dan kapasitas ekonomi maupun sosial masyarakat yang rendah. Pandangan ini kerap membuat desa diposisikan sebagai pihak pasif yang menunggu bantuan dari luar. Padahal, setiap desa memiliki potensi lokal yang unik, lahir dari interaksi sosial, kebiasaan sehari-hari, kegiatan komunitas, hingga usaha lokal yang berjalan konsisten. Jika potensi ini dikenali, dikelola, dan dioptimalkan, desa memiliki modal besar untuk membangun kesejahteraan warganya secara berkelanjutan. Pengalaman KKM Reguler Kelompok 82 Purwarupa Bhumi di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, memperlihatkan hal ini secara nyata. Dengan menggunakan kerangka Asset Based Community Development dari LP2M, mahasiswa hadir bukan sekadar sebagai pendamping, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu masyarakat mengenali, memetakan, dan mengembangkan aset yang sudah dimiliki. Pendekatan ABCD menegaskan bahwa masyarakat desa adalah subjek aktif pembangunan, sementara pihak luar berperan sebagai mitra yang mendukung penguatan kapasitas lokal. *Pendidikan Anak dan TPQ yang merupakan Aset Sosial yang Hidup* Salah satu aset strategis Desa Sengguruh adalah lembaga pendidikan. Kegiatan asistensi mengajar di SDN Sengguruh dan TPQ Nurul Huda menunjukkan antusiasme anak-anak yang tinggi. Mereka aktif bertanya, penuh rasa ingin tahu, dan menanggapi metode pembelajaran interaktif yang dibawa mahasiswa dengan semangat. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan minat belajar, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat nilai keagamaan sejak dini. Sekolah dan TPQ menjadi pusat pengembangan generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan adaptif, yang kelak dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya. Dengan pendampingan berkelanjutan, lembaga pendidikan ini berpotensi menjadi pusat pengembangan kapasitas anak dan remaja yang berkesinambungan, bukan sekadar tempat menuntut ilmu. *Posyandu dan Edukasi Keluarga yang merupakan Aset Kesehatan yang Efektif* Pelaksanaan kegiatan posyandu selama empat hari menunjukkan keterlibatan aktif warga, khususnya ibu-ibu muda, dalam menjaga kesehatan keluarga. Mereka mengikuti sosialisasi kesehatan dan parenting yang menekankan pemenuhan gizi seimbang, tumbuh kembang anak, dan peran keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup generasi muda. Posyandu di Desa Sengguruh bukan hanya layanan kesehatan rutin, tetapi juga sarana edukasi keluarga yang strategis. Dengan pendekatan ABCD, jaringan kader posyandu dan PKK dimanfaatkan untuk menyebarkan pengetahuan penting ini secara berkelanjutan, sehingga dampaknya langsung dirasakan oleh unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. *UMKM Lokal dan Penguatan Ekonomi Desa* Desa Sengguruh memiliki sejumlah UMKM yang menunjukkan kreativitas dan kemandirian ekonomi warga. Produk lokal seperti batik, keripik tempe, dan sepatu menjadi bagian dari usaha mikro yang sudah berjalan, namun yang menjadi ikon desa adalah produksi Rumah Topeng. Rumah Topeng Desa Sengguruh tidak hanya menjadi daya tarik ekonomi, tetapi juga identitas budaya lokal yang menonjolkan seni topeng tradisional. Mahasiswa mendampingi pengelola UMKM, khususnya Rumah Topeng, dalam menata ruang produksi, memperbaiki desain visual, dan menerapkan strategi promosi sederhana. Pendampingan ini memberikan wawasan bahwa peningkatan daya tarik konsumen tidak selalu membutuhkan modal besar, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang kreatif dan konsisten. Dengan dukungan berbasis aset, UMKM lokal memiliki peluang untuk memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. *Kohesi Sosial dan Balai Desa sebagai Pusat Aktivitas* Desa Sengguruh juga memiliki aset sosial yang kuat, terutama melalui pemuda Karang Taruna dan balai desa. Kegiatan kerja bakti yang melibatkan pemuda menunjukkan peran mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Balai desa berfungsi sebagai pusat koordinasi dan interaksi berbagai kelompok masyarakat, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan, sosialisasi kesehatan, pertemuan UMKM, hingga kegiatan komunitas pemuda. Pemanfaatan aset ini memungkinkan semua program saling terhubung dan berjalan lebih efisien, sambil membangun rasa memiliki warga, sehingga ketergantungan pada bantuan eksternal dapat diminimalkan. *ABCD sebagai Kerangka Pemberdayaan Desa* Pendekatan ABCD dari LP2M menjadi panduan utama bagi KKM Reguler Kelompok 82 dalam merancang program yang relevan, kontekstual, dan berkelanjutan. Fokus utama adalah memanfaatkan aset yang sudah ada, mulai dari lembaga pendidikan, posyandu, UMKM, Karang Taruna, hingga balai desa. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan berbagai aset agar saling mendukung. Edukasi parenting di posyandu bisa dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran di TPQ, promosi UMKM dapat terintegrasi dengan balai desa sebagai pusat informasi, sementara kerja bakti dan kegiatan sosial memperkuat kohesi masyarakat. Dengan cara ini, Desa Sengguruh tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi subjek aktif yang mampu menentukan arah dan prioritas pembangunan sendiri. *Penutup* Pengalaman KKM Reguler Kelompok 82 Purwarupa Bhumi membuktikan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan dimulai dari penguatan potensi yang ada. Desa Sengguruh menunjukkan bahwa aset manusia, sosial, ekonomi, dan institusional dapat saling terhubung untuk menghasilkan perubahan nyata. Warga belajar mengenali kekuatan mereka, mahasiswa berperan sebagai fasilitator, dan semua kegiatan desa menjadi bagian dari proses pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Anak-anak yang semangat belajar, ibu-ibu yang peduli kesehatan, UMKM kreatif terutama Rumah Topeng sebagai ikon budaya, pemuda yang aktif, serta balai desa yang menjadi pusat kegiatan semuanya menjadi fondasi bagi masa depan Desa Sengguruh yang mandiri dan berdaya. Pembangunan desa bukan lagi sekadar memperbaiki kekurangan, tetapi menggerakkan dan merawat potensi yang sudah ada agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
AGNIZUHRIA IMTINAN NAFI
Mahasiswa KKM UIN Malang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan kerja bakti pelebaran jalan yang dilaksanakan di Dusun Bendo, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa KKM terhadap pembangunan lingkungan serta bentuk kebersamaan dengan masyarakat setempat. Kerja bakti pelebaran jalan ini melibatkan warga Dusun Bendo dari berbagai kalangan. Sejak pagi hari, warga bersama mahasiswa KKM bergotong royong membersihkan area sekitar jalan, meratakan tanah, serta memperlebar akses jalan yang selama ini dirasa masih sempit untuk dilalui kendaraan. Suasana kerja bakti berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Kehadiran mahasiswa KKM disambut dengan antusias oleh warga setempat. Mahasiswa tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga berbaur langsung dengan masyarakat, sehingga tercipta interaksi yang akrab dan harmonis. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar langsung tentang nilai gotong royong yang masih kuat dijaga oleh masyarakat Desa Sukolilo. Pelebaran jalan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun Bendo, khususnya dalam memperlancar akses transportasi dan menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan yang lebih lebar dan nyaman akan memudahkan mobilitas warga, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun kegiatan sosial lainnya. Selain memberikan manfaat fisik berupa perbaikan infrastruktur, kegiatan kerja bakti ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga desa. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan menjadi modal penting dalam mendukung kelancaran program-program KKM selanjutnya. Setelah kegiatan kerja bakti selesai, mahasiswa KKM dan warga diajak untuk makan bersama. Momen sederhana ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat, mempererat rasa kebersamaan setelah lelah bekerja bersama. Hidangan yang disajikan semakin menambah suasana akrab dan penuh rasa syukur. Melalui kegiatan kerja bakti dan makan bersama ini, mahasiswa KKM tidak hanya belajar tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga merasakan langsung nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus terjalin selama pelaksanaan KKM dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sukolilo.
KHADIJAH YASMIN RATUNISA DWIANANDA
Pada 22 Desember 2025 dilaksanakan kegiatan KKM atau Kuliah Kerja Mahasiswa, yang dimana dalam kegiatan ini saya menjadi anggota kelompok 25 yang akan mendampingi 2 calon jamaah haji yakni Bu Rochani dan Pak Abdul. Ketika di awal kegiatan, masih terasa awam dan bingung apa yang harus dilakukan. Ditambah lagi CJH yang akan kami tangani merupakan masyarakat yang tergolong berpendidikan dan kritis. Disini saya banyak belajar dari segi kerjasama tim, management waktu, dan tentunya pendalaman terkait bidang studi yang saya alami. Disini saya belajar bahwasannya ada banyak sekali tipe-tipe pasien sehingga perlu bagi kita calon tenaga kesehatan untuk tidak hanya unggul dalam bidangnya namun bisa berkomunikasi dengan baik agar pelayanan yang diberikan bisa maksimal. Selain itu salah satu program yang dilakukan oleh kelompok kami adalah jalan sehat. Menurut saya jalan sehat ini sangat bermanfaat baik bagi CJH ataupun kami sendiri. Kami melakukan jalan sehat kurang lebih 6 km dengan jalanan yang terjal melewati jalanan dengan suasana kota Batu yang sejuk di pagi hari. Walaupun melelahkan, namun program ini cukup seru karena kita benar-benar mampu mendampingi CJH secara langsung. Semoga dengan selesai kegiatan KKM ini, bisa menambah wawasan bagi teman-teman sekalian terutama saya sendiri.
LAILATUL JAMILA
sebenarnya banyak yang berkesan, namun ini salah satunyaa, kenapa? karena dilakukan dengan mendadak dan seru, saling ceritaa, mengerjakan tugas dan hasil dari kunjungan tersebut, membuat semakin senang di kkm ini