KARTIKA AULIA TSABITAH
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, melaksanakan salah satu program kerja di bidang Edukasi Keluarga melalui kegiatan Sosialisasi Parenting dengan tema “Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak Sejak Usia Dini”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 16 Januari 2026 ba’da Ashar yang bertempat di Aula Madrasah Ibtida’iyah (MI) Bani Ro’uf. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai respon atas meningkatnya penggunaan gadget di kalangan anak-anak, bahkan sejak usia dini. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadikan gadget mudah diakses oleh anak, sehingga diperlukan peran orang tua yang lebih aktif dalam mengawasi, membimbing, dan mengarahkan penggunaannya agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak. Program ini merupakan bagian dari bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekitar, khususnya dalam mendukung penguatan peran keluarga dalam pola pengasuhan anak di era digital. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi bagi orang tua dalam memahami tantangan dan peluang penggunaan gadget secara bijak. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh para wali murid dengan antusiasme yang tinggi. Acara berlangsung dengan tertib dan lancar, diawali dengan pembukaan, sambutan dari perwakilan mahasiswa KKM, serta penyampaian materi parenting yang disampaikan secara komunikatif dan interaktif oleh Chilya Alfiz Zahro, mahasiswa Program Studi Psikologi, selaku pemateri utama. Materi yang diberikan meliputi pengertian kecanduan gadget pada anak, dampak positif dan negatif penggunaan gadget, serta strategi pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua untuk mengontrol dan mendampingi anak dalam penggunaan gadget sehari-hari. Dengan terlaksananya kegiatan Sosialisasi Parenting ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Pandansari Lor, khususnya dalam meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak sejak usia dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
DESTY AYU PRATIWI
Foto ini merupakan salah satu momen yang paling berkesan selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Pada kegiatan ini, kami melakukan penyerahan dan penyampaian media edukasi kesehatan berupa poster dan buku saku yang berfokus pada pola hidup sehat, khususnya terkait pengelolaan overweight dan diabetes melitus pada calon jamaah haji. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, kami tidak hanya menyampaikan materi edukasi, tetapi juga berdiskusi secara langsung mengenai pentingnya kesiapan kesehatan sebelum pelaksanaan ibadah haji. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar pesan kesehatan dapat dipahami dengan baik dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran pihak instansi turut memberikan dukungan positif terhadap keberlangsungan program edukasi kesehatan yang kami lakukan. Pengalaman ini memberikan pembelajaran berharga mengenai pentingnya kerja sama, komunikasi, dan profesionalisme dalam kegiatan pengabdian masyarakat. KKM tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu akademik, tetapi juga melatih mahasiswa untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Momen ini menjadi pengingat bahwa kontribusi kecil melalui edukasi dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
NANDA AFILIA PUTRI
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 50 Astraya melaksanakan program kerja berupa kegiatan sosialisasi tentang bullying serta kebersihan dan kesehatan pada hari Senin dan Selasa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan, yakni SDN 01 Sidomulyo pada Senin, 12 Januari 2026, dan MI Al Hidayah Sidomulyo pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan melibatkan siswa-siswi serta guru pendamping. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya perilaku bullying serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Materi yang disampaikan meliputi bahaya konsumsi minuman kemasan, risiko penyakit cacingan, pentingnya mencuci tangan dengan benar, serta pemahaman mengenai bullying dan dampaknya terhadap lingkungan sekolah. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan mahasiswa KKM 50 Astraya. Materi mengenai bahaya minuman kemasan yang disampaikan oleh saudara Rafi, yang menjelaskan dampak negatif konsumsi minuman kemasan secara berlebihan terhadap kesehatan anak. Selanjutnya materi tentang penyakit cacingan disampaikan oleh saudara Gunawan, yang memaparkan penyebab, dampak, serta cara pencegahan cacingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, materi mengenai bullying disampaikan oleh saudara Ibrahim, yang menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para siswa. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami, seperti penjelasan sederhana, tanya jawab, serta praktik langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua kelompok KKM 50 Astraya dan dilanjutkan juga dengan pembukaan dari perwakilan salah satu guru di setiap Lembaga. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi, praktik cuci tangan, serta sesi diskusi bersama siswa. Para guru dan pihak sekolah juga mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari pihak sekolah. Melalui program kerja ini, diharapkan siswa-siswi SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari perilaku bullying dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
SYAWALUNA GHEFIRA SALSABILA
Hari itu kegiatan KKM berlangsung di bawah awan mendung yang menggantung rendah. Udara terasa lebih sejuk, langkah kami melambat, dan suasana menjadi lebih hening dari biasanya. Tanpa banyak kata, kami berjalan bersama, menikmati momen sederhana di tengah kesibukan KKM. Mendung sore itu justru memberi jeda membuat kebersamaan terasa lebih dekat dan pengalaman KKM terasa lebih bermakna.
ACHMAD ZAIDAN WAFI
Menjaga Kesucian Rumah Ibadah dengan Giat Rutin Jumat Bersih di Masjid Nuurul Jadiid 20 Januari 2026 10:06 Diperbarui: 20 Januari 2026 10:06 Bersih-Bersiih Lemari Quran Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tidak hanya berfokus pada program formal, tetapi juga menyentuh aspek spiritual dan kenyamanan bersama. Salah satu agenda rutin yang dijalankan oleh kelompok KKM kami adalah kegiatan bersih-bersih di Masjid Nuurul Jadiid. Setiap hari Jumat pagi, seluruh anggota kelompok berkumpul dengan semangat gotong royong untuk memastikan rumah ibadah ini berada dalam kondisi prima sebelum digunakan oleh masyarakat sekitar. Pemilihan waktu di hari Jumat pagi bukanlah tanpa alasan. Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat Muslim, di mana Masjid Nuurul Jadiid akan menampung jamaah dalam jumlah yang jauh lebih banyak untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat. Dengan melakukan pembersihan intensif di pagi hari, kami ingin memastikan bahwa ketika waktu shalat tiba, para jamaah dapat beribadah dengan perasaan tenang, nyaman, dan khusyuk karena lingkungan masjid yang bersih dan harum.Fokus utama dalam kegiatan ini dimulai dari area interior masjid, terutama kebersihan lantai dan dinding. Membersihkan Kaca Bagian Dalam Masjid Kami melakukan pembersihan kaca jendela secara menyeluruh agar cahaya matahari dapat masuk dengan optimal dan memberikan kesan luas serta bersih. Selain itu, penggunaan mesin vakum dilakukan secara detail pada seluruh permukaan karpet masjid. Hal ini sangat penting untuk mengangkat debu-debu halus yang menempel, sehingga jamaah yang bersujud tidak merasa terganggu oleh bau atau kotoran yang tidak kasat mata. Membersihkan Debu-Debu di Karpet Aspek sirkulasi udara juga menjadi perhatian kami melalui pembersihan ventilasi dan kisi-kisi udara masjid. Ventilasi yang bebas dari debu memastikan aliran udara di dalam masjid tetap segar dan sejuk, meskipun diisi oleh banyak jamaah. Tidak berhenti di situ, perhatian ekstra juga kami berikan pada area sanitasi. Membersihkan tempat wudhu agar bebas dari lumut dan genangan air, serta menguras dan menyikat kamar mandi secara rutin adalah langkah krusial untuk menjaga standar kesucian (thaharah) di lingkungan Masjid Nuurul Jadiid.Meski intensitas pembersihan ditingkatkan pada hari Jumat, dampak dari kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan untuk hari-hari lainnya. Masjid Nuurul Jadiid merupakan pusat aktivitas warga, mulai dari shalat berjamaah lima waktu hingga kegiatan pengajian. Dengan kondisi masjid yang senantiasa terawat, diharapkan warga merasa lebih nyaman untuk memakmurkan masjid setiap harinya. Lingkungan yang bersih adalah cerminan dari iman, dan kami berupaya mengimplementasikan nilai tersebut melalui tindakan nyata. Sebagai penutup, kegiatan Jumat Bersih ini merupakan bentuk dedikasi kecil dari kelompok KKM kami untuk masyarakat setempat. Melalui kerja bakti ini, kami belajar mengenai arti kebersamaan dan pentingnya menjaga fasilitas publik, terutama tempat ibadah. Kami berharap rutinitas positif ini tidak hanya berhenti selama masa KKM saja, tetapi dapat terus berlanjut dan menginspirasi kesadaran kolektif untuk selalu menjaga kebersihan dan kenyamanan Masjid Nuurul Jadiid di masa depan. Salam Pengabdian, KKM Aksantara - Kelompok 10 UIN Malang
QOMAR
Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program edukasi kesehatan bagi calon jamaah haji di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) interprofesional yang bertujuan meningkatkan kesiapan kesehatan calon jamaah haji sebelum keberangkatan. Program pendampingan kesehatan calon jamaah haji dilaksanakan oleh mahasiswa KKM di Kecamatan Junrejo, Kota Batu, sebagai upaya meningkatkan kesiapan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan ini berfokus pada dua calon jamaah haji, yaitu Bapak Sugeng Prayogi (62 tahun) dan Ibu Demi Yuliati (61 tahun) yang memiliki riwayat penyakit kronis dan membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan. Bapak Sugeng Prayogi diketahui memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus, sedangkan Ibu Demi Yuliati memiliki hiperurisemia (asam urat tinggi). Berdasarkan hasil awal pemeriksaan kesehatan, keduanya belum mengelola kondisi kesehatan secara optimal dan masih mengandalkan pengobatan herbal tanpa terapi medis rutin. Oleh karena itu, tim mahasiswa memberikan berbagai intervensi kesehatan yang bersifat edukatif dan preventif. Intervensi yang diberikan meliputi: Edukasi kesehatan melalui poster, buku saku, dan video edukasi mengenai pengendalian hipertensi, diabetes, dan asam urat. Pemberian logbook makanan harian untuk memantau pola makan dan membantu mengontrol tekanan darah serta kadar gula darah. Logbook aktivitas fisik untuk mencatat olahraga ringan dan waktu istirahat guna meningkatkan kebugaran fisik. Pemeriksaan kesehatan rutin meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat selama masa intervensi. Kegiatan aktivitas fisik bersama, seperti jalan kaki ringan dan diskusi kesehatan secara langsung. Hasil intervensi menunjukkan perkembangan positif. Tekanan darah Bapak Sugeng selama empat minggu pemantauan berada dalam kondisi stabil dan terkontrol. Kadar gula darah dan kolesterol juga menunjukkan perbaikan pada beberapa kunjungan. Sementara itu, Ibu Demi menunjukkan tekanan darah yang stabil selama masa intervensi serta peningkatan kesadaran dalam menjaga pola makan dan aktivitas fisik untuk mengontrol kadar asam urat. Dari hasil kuesioner, tingkat pengetahuan dan perilaku kesehatan kedua calon jamaah haji berada pada kategori baik (100%) baik sebelum maupun setelah intervensi, namun program ini berhasil mempertahankan dan memperkuat perilaku hidup sehat yang telah ada. Kedua peserta mulai lebih konsisten dalam menerapkan pola makan sehat, aktivitas fisik ringan, serta pemantauan kesehatan secara mandiri. Melalui program ini, diharapkan calon jamaah haji dapat mencapai kondisi istitha’ah kesehatan sehingga mampu menjalankan ibadah haji dengan aman dan optimal. Pendampingan kesehatan seperti ini juga diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari persiapan kesehatan jamaah haji di masyarakat.