DONI RIZKI PUTRA
pada tanggal 18 januari,kelompok 09 melakukan kunjungan yang ke 3 kerumah bapak al mustain di jam 06.00 pagi.kami melakukan jalan santai dengan jarak 4,24 km dengan waktu 42 menit 47 detik.kami di pandu bapak al mustain dengan melewati retu yang sudah di tentukan.dengan melihat pemandang indahnya kota batu dengan di iringi gerimis kecil
ILHAM BINTANG ARIFIN
Dalam upaya meningkatkan kesadaran orang tua terhadap peran keluarga dalam pendidikan anak, telah diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Parenting dengan tema “Keluarga sebagai Madrasah Pertama: Teladan Rasulullah SAW dalam Membentuk Jiwa Anak”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Januari 2026 bertempat di Masjid Al-Amien, Kelurahan Bareng Tengah, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh para orang tua, jamaah masjid, serta masyarakat sekitar yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan pembinaan karakter anak. Melalui tema yang diangkat, peserta diajak untuk memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak, sebelum mereka mengenal pendidikan formal di sekolah. Dalam pemaparannya, materi parenting menekankan pentingnya keteladanan orang tua dalam membentuk kepribadian dan akhlak anak, dengan mencontoh metode pendidikan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Nilai-nilai seperti kasih sayang, kesabaran, komunikasi yang baik, serta pembiasaan akhlak mulia disampaikan sebagai fondasi utama dalam proses tumbuh kembang anak. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan merefleksikan peran orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu parenting dan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Melalui kegiatan sosialisasi parenting ini, diharapkan para orang tua semakin menyadari pentingnya peran keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak, serta mampu menerapkan teladan Rasulullah SAW dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia, beriman, dan berkarakter kuat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memakmurkan masjid sebagai pusat edukasi dan pembinaan umat.
NABILA ZAHRATUN NASYWA
KKM HIPE 2026 merupakan salah satu program KKM unggulan fakultatif yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Program ini berfokus pada pendampingan Calon Jemaah Haji melalui pendekatan interprofesional dengan menyesuaikan kebutuhan utama (core issue) masing-masing kelompok dampingan. Kelompok 18 mengusung tiga program kerja utama, yaitu medical check up, edukasi pola hidup sehat, dan olahraga bersama yang berorientasi pada pembiasaan aktivitas jalan kaki. Ketiga program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan fisik Calon Jemaah Haji dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina dan kondisi tubuh yang prima. Alhamdulillah, seluruh program yang dijalankan mendapat sambutan hangat dari para Calon Jemaah Haji. Antusiasme tersebut terlihat dari konsistensi mereka dalam mengisi buku monitoring sebagai bentuk komitmen terhadap program yang telah disusun. Buku monitoring ini menjadi salah satu indikator keterlibatan aktif sekaligus alat evaluasi perkembangan kesehatan mereka. Salah satu momen yang paling berkesan selama kegiatan KKM adalah saat melaksanakan olahraga bersama. Melalui kegiatan ini, kami dapat mengetahui rute-rute yang biasa ditempuh para Calon Jemaah Haji dalam berolahraga secara mandiri. Meskipun jarak yang kami tempuh bersama tidak sejauh rutinitas harian mereka, kegiatan ini cukup membuktikan bahwa para Calon Jemaah Haji telah terbiasa menjaga kebugaran secara konsisten. Selain itu, kegiatan medical check up juga memberikan pengalaman yang sangat bermakna, khususnya sebagai tolok ukur keberhasilan intervensi yang telah dilakukan. Hasil pemeriksaan yang stabil dan sebagian besar berada dalam batas normal menjadi kabar baik bagi kami. Hal ini menunjukkan bahwa para Calon Jemaah Haji yang kami dampingi berada dalam kondisi sehat dan semakin siap untuk menunaikan ibadah haji. Melalui program ini, kami berharap para Calon Jemaah Haji dapat terus menjaga pola hidup sehat dan mempertahankan kebiasaan positif yang telah dibangun. Semoga mereka dapat berangkat ke Tanah Suci dalam keadaan sehat wal afiat, menjalankan ibadah dengan lancar, serta kembali ke tanah air dalam kondisi tetap sehat dan memperoleh predikat haji yang mabrur.
AFIDA NURHASANAH
Kunjungan KKM kali ini menjadi salah satu pengalaman paling berkesan bagi kami. Kami mengikuti kegiatan jalan sehat bersama calon jamaah haji (CJH) di daerah Bumiaji, Kota Batu. Awalnya kami mengira kegiatan ini hanya berupa jalan santai biasa, namun ternyata rute yang ditempuh mencapai 8,3 kilometer. Jarak tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kami, karena sebagian besar dari kami memang tidak terbiasa berolahraga sejauh itu. Meski terasa melelahkan, suasana sepanjang perjalanan justru membuat kami lupa dengan rasa capek. Rute yang dipilih oleh para CJH sangat indah, melewati area persawahan, perkebunan, serta pemandangan pegunungan yang sejuk dan menyegarkan mata. Udara di Bumiaji yang dingin dan alami membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan. Di tengah perjalanan, kami sempat beristirahat di sebuah warung kecil dengan pemandangan yang sangat menenangkan. Momen tersebut menjadi waktu yang tepat untuk mengobrol santai bersama CJH sekaligus mengisi kembali energi. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga kami tiba di sebuah taman air yang dipenuhi ikan. Kami pun ikut memberi makan ikan-ikan di sana, yang menjadi pengalaman sederhana tetapi sangat menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami akan pentingnya kebugaran tubuh, terutama bagi calon jamaah haji yang nantinya akan menjalani rangkaian ibadah dengan aktivitas fisik yang cukup berat. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, sambil menikmati kebersamaan dan keindahan alam. Perjalanan 8,3 km ini mungkin melelahkan, tetapi justru menjadi momen yang paling kami ingat selama kegiatan KKM. Sebuah langkah kecil yang memberi pengalaman besar.
HANAFIA ROSA WARDHANI
KKM sebagai Proses Pembentukan Sikap Profesional dan Sosial Selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), kami tidak hanya melaksanakan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga menjalani proses pembelajaran yang bersifat aplikatif dan kontekstual. Setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kesehatan, menjadi sarana pembentukan sikap profesional. Melalui proses ini, kami belajar menyusun kegiatan secara sistematis, menetapkan prioritas, serta bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil dalam pelaksanaan program di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan KKM menuntut adanya kerja sama tim yang solid dan komunikasi yang efektif antaranggota. Perbedaan latar belakang keilmuan dan karakter dalam tim mengajarkan pentingnya koordinasi, pembagian peran, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan secara kolektif. Pengalaman ini memperkuat pemahaman bahwa profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh kemampuan bekerja sama dan beradaptasi dalam suatu tim multidisipliner. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembentukan sikap sosial mahasiswa. Kami dituntut untuk bersikap komunikatif, sabar, dan menghargai perbedaan pandangan maupun kebiasaan yang ada di lingkungan masyarakat. Melalui interaksi tersebut, kami belajar bahwa pendekatan kesehatan yang efektif harus dilandasi oleh empati dan pemahaman terhadap kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan nyata masyarakat. Pengalaman KKM juga memperkuat kesadaran bahwa peran mahasiswa, khususnya sebagai calon tenaga kesehatan, tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi atau pelaksanaan kegiatan teknis. Mahasiswa dituntut untuk mampu menjadi fasilitator, pendamping, dan agen perubahan yang mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Hal ini menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial dan komitmen untuk berkontribusi secara berkelanjutan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Secara keseluruhan, KKM menjadi momentum refleksi yang bermakna dalam proses pembentukan jati diri mahasiswa. Kegiatan ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan harus mampu diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui KKM, kami menyadari bahwa profesionalisme dan kepekaan sosial merupakan dua aspek yang saling melengkapi dan menjadi fondasi penting dalam menjalankan peran sebagai insan akademik dan calon tenaga kesehatan. menjalani KKM, kami tidak hanya melaksanakan program kerja yang telah dirancang, tetapi juga menjalani proses pembelajaran yang membentuk sikap profesional dan sosial. Setiap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kesehatan, memberikan pelajaran tentang kerja sama tim, tanggung jawab, dan adaptasi terhadap situasi lapangan. Interaksi dengan masyarakat menuntut kami untuk bersikap komunikatif, sabar, dan menghargai perbedaan. Pengalaman ini memperkuat pemahaman bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari peran mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan. KKM menjadi momentum refleksi bahwa ilmu yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
YUSIVA FITRIANA ANWAR
pada minggu kedua waktu kunjungan ke rumah CJH terdapat 2 cucu CJH yang antusias juga terhadap program CJH yaitu medical check up, mereka sangat senang mencoba alat stetoskop dan mempraktekkannya ke temanna. Setelah melihat siswa kkm memeriksa kesehatan CJH mereka bilang ingin menjadi dokter. Sehingga seisi rumah tertawa bahagia karena kelucuan mereka berdua KKM HIPE punya arti tersendiri buat kami. Bukan cuma sekadar menjalankan program dari universitas atau fakultas, tapi lebih dari itu. Banyak pelajaran hidup yang kami dapat dari kisah-kisah CJH yang sering mereka ceritakan, dan rasanya itu bakal jadi bekal berharga untuk kami ke depannya. Kebersamaan yang terbangun juga sangat berkesan. Dari program ini, kami jadi lebih paham arti pertemanan, kerja sama, dan keikhlasan. Mengabdi ke masyarakat adalah hal yang mulia, apalagi bisa mendampingi calon tamu Allah yang insyaallah akan berangkat tahun ini. Semoga kami yang mendampingi juga mendapat ridho Allah, dan kelak bisa dipanggil menjadi tamu di Rumah Allah.