Thumbnail
3 months ago
Bukan Sekedar Kunjungan Kedua

KARTIKA ATAMEVIA

Pada kunjungan kedua ini, saya merasa sangat takjub. Rasanya benar-benar berbeda dari kunjungan pertama dan menjadi salah satu pemgalaman paling berkesan selama kegiatan KKM. Pada hari itu, kegiatan kami tidak hanya sebatas pemeriksaan tekanan darah CJH ( Calon Jamaah Haji), tetapi juga diisi dengan kegiatan jalan lagi atau jalan kaki bersama. Sejak awal suasana sudah sangat hangat akrab, dan penuh semangat. Setelah pemeriksaan tekanan darah selesai dilakukan, kami langsung bersiap untuk berjalan bersama para CJH. Awalnya aku membayangkan jalan paginya hanya santai di sekitar rumah, tapi ternyata kami diajak melewati rute yang cukup menantang. Jalannya naik turun, melewati hutan kecil, taman bunga, dan area hijau lainnya yang pemandangannya benar-benar indah. Udara pagi yang sejuk, pepohonan yang rimbun, serta suasana alam yang masih asri membuat perjalanan ini terasa sangat menyenangkan. Walaupun cukup melelahkan, rasa capeknya tetapi sangat senang dan antusias. Selama perjalanan, Pak Usman, salah satu CJH, banyak sekali bercerita dan menjelaskan berbagai hal kepada kami. Beliau menjelaskan tentang lingkungan sekitar, kondisi alam, hingga pengalaman-pengalaman hidup yang diceritakan dengan gaya santai dan penuh canda. Cara beliau bercerita membuat suasana perjalanan terasa hidup dan tidak membosankan. Kami pun menikmati setiap langkah perjalanan karena diisi dengan dialog seru dan tawa. Jalan kaki yang panjang terasa singkat karena suasananya begitu hangat dan menyenangkan. Di beberapa titik, kami sempat berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan. Menurutku, momen inilah yang membuat foto-foto yang diambil terasa sangat menarik. Pemandangan alam yang hijau, udara yang bersih, serta kebersamaan kami dengan para CJH menjadi perpaduan yang indah dan berkesan. Saat perjalanan pulang, Pak Usman mengajak kami mampir ke sebuah tempat makan prasmanan bernama Nasi Mpok. Kami benar-benar tidak menyangka akan diajak makan bersama, apalagi ditraktir. Nasi Mpok atau yang juga dikenal sebagai sego empok merupakan makanan tradisional khas Jawa Timur yang terbuat dari jagung pipil kering yang ditumbuk atau digiling kasar, kemudian dikukus hingga matang. Makanan ini biasanya disajikan dengan lauk-pauk sederhana seperti sayur nangka muda, urap, ikan asin, tempe mendol, dan sambal. Selain rasanya yang khas, nasi empok juga dikenal sebagai kuliner yang sehat karena seratnya yang tinggi. Menikmati nasi empok bersama-sama setelah perjalanan panjang benar-benar menjadi pengalaman yang unik dan menyenangkan. Setelah makan, ternyata kegiatan kami belum selesai. Pak Usman kembali mengajak kami untuk berjalan menuju sebuah sumber air. Tempat ini sangat indah, airnya jernih sekali, mengalir alami tanpa limbah, dan di dalamnya terdapat ikan koi yang berenang dengan tenang. Awalnya kami memberi makan ikan koi menggunakan keripik peyek karena penjual pakan ikan belum buka. Meski hanya dengan peyek, kami sudah merasa sangat senang melihat ikan-ikan koi berebut makanan. Tidak lama kemudian, saat penjual pakan ikan sudah buka, Pak Usman langsung membelikan pakan ikan dalam jumlah banyak karena melihat kami begitu antusias. Kebaikan beliau benar-benar terasa tulus dan membuat kami semakin terharu. Setelah puas menikmati suasana di sumber air, kami melanjutkan perjalanan kembali ke rumah Pak Usman. Di sana kami beristirahat dan menyuguhi minuman serta berbagai keripik buah hasil produksi usaha beliau sendiri. Suasananya terasa sangat hangat, seperti bertamu ke rumah keluarga. Tidak hanya itu, kami juga ditraktir kue putu, jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras butiran kasar, biasanya berwarna hijau dari pandan atau putih, berisi gula merah yang lumer di dalamnya, dan dikukus menggunakan tabung bambu kecil. Aroma khas kue putu yang harum dan rasanya yang manis membuat suasana semakin akrab dan menyenangkan. Sambil menikmati suguhan, kami berbincang banyak hal, tertawa bersama, dan saling berbagi cerita. Waktu berjalan terasa sangat cepat karena suasananya begitu seru dan hangat. Saat kami hendak pulang, Pak Usman kembali memberi kami oleh-oleh berupa keripik buah dan buah apel. Hal tersebut menjadi penutup yang manis dari rangkaian kegiatan hari itu. Keseluruhan pengalaman pada kunjungan kedua ini menjadi salah satu pengalaman paling menarik dan paling berkesan selama kegiatan KKM. Bukan hanya karena kegiatannya yang beragam, tetapi juga karena kehangatan dan kebaikan Pak Usman dan Mbak Carissa yang membuat kami merasa diterima dengan penuh rasa kekeluargaan.

Thumbnail
3 months ago
Menyusuri Keindahan Alam: Jalan Santai ke Kusuma Agrowisata

LAILATUL FIRDAUSIYAH

Pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) salah satunyadiisi dengan kegiatan yang menyegarkan raga sekaligus mempererat tali silaturahmi. Kami berkesempatan untuk mengadakan kegiatan Jalan Sehat bersama menuju kawasan Agrowisata setempat. Keakraban di Tengah Hamparan Hijau Tak hanya sekadar berjalan kaki, momen ini menjadi ruang bagi kami, para mahasiswa, untuk berinteraksi lebih dekat dengan Calon Jamaah Haji. Sambil menikmati udara pagi yang masih bersih dan pemandangan gunung yang memukau, kami berbincang santai mengenai kegiatan setiap hari yang dilakukan oleh Calon jamaah haji. Membangun Kedekatan, Menciptakan Kenangan Melihat senyum dari Calon Jamaah Haji setelah melakukan kegiatan membuat lelah jadi tak terasa. Kami percaya bahwa pengabdian yang baik dimulai dari kedekatan emosional yang tulus. Agrowisata ini bukan hanya soal pemandangan, tapi tentang bagaimana kami belajar menghargai harmoni antara manusia dan alam.

Thumbnail
3 months ago
Menjaga Isthitaah Kesehatan Calon Jamaah Haji

MUHAMMAD SALMAN ROFIUDDIN

Pelaksanaan ibadah haji bukan hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan yang optimal. Konsep istithaah dalam konteks kesehatan menjadi salah satu syarat penting agar jamaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman dan khusyuk. Hal inilah yang menjadi fokus program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang saya jalani, khususnya dalam upaya meningkatkan pemahaman kesehata n pada calon jamaah haji di tingkat keluarga. Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama KKM adalah ketika saya melakukan edukasi kesehatan terkait hipertensi kepada seorang calon jamaah haji. Edukasi ini dilakukan secara langsung di rumah, menggunakan media poster edukatif agar pesan kesehatan dapat tersampaikan dengan lebih sederhana dan mudah dipahami. Pada awal kegiatan, saya memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tekanan darah, termasuk angka normal tekanan darah serta batasan yang digunakan untuk mendiagnosis hipertensi. Penjelasan ini menjadi penting karena masih banyak masyarakat yang menganggap tekanan darah tinggi hanya sebagai “penyakit biasa” tanpa memahami risikonya, terutama dalam konteks ibadah haji yang menuntut aktivitas fisik tinggi dan kondisi lingkungan ekstrem. Saat proses pengukuran tekanan darah dilakukan, didapatkan hasil yang relatif tinggi. Namun, setelah dilakukan anamnesis sederhana dan diskusi lebih lanjut, muncul dugaan bahwa kondisi tersebut mengarah pada white coat hypertension. Saya kemudian menjelaskan bahwa white coat hypertension adalah kondisi di mana tekanan darah seseorang meningkat saat diperiksa oleh tenaga kesehatan atau dalam situasi yang menimbulkan rasa cemas, sementara pada kondisi sehari-hari tekanan darahnya bisa berada dalam batas normal. Penjelasan ini penting untuk mengurangi kecemasan pasien sekaligus mencegah kesalahpahaman bahwa setiap hasil tekanan darah tinggi selalu berarti hipertensi menetap. Setelah menjelaskan konsep white coat hypertension, saya melanjutkan edukasi dengan menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah secara berkala di rumah serta tidak hanya bergantung pada satu kali pengukuran. Dalam konteks calon jamaah haji, pemahaman ini sangat krusial karena status kesehatan akan sangat memengaruhi kelayakan (istithaah) serta keamanan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Bagian terpenting dari edukasi ini adalah pemberian rekomendasi gaya hidup. Saya menjelaskan bahwa meskipun white coat hypertension bukan hipertensi kronis, kondisi ini tetap menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi di kemudian hari. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup menjadi langkah pencegahan utama. Saya menyampaikan pentingnya menjaga pola makan rendah garam, mengurangi konsumsi makanan berlemak, memperbanyak asupan sayur dan buah, serta menjaga berat badan ideal. Selain itu, aktivitas fisik ringan dan teratur seperti berjalan kaki juga sangat dianjurkan, terutama sebagai persiapan fisik menjelang ibadah haji. Tidak kalah penting, saya juga menjelaskan faktor-faktor yang perlu dihindari, seperti kebiasaan merokok, konsumsi kafein berlebihan, kurang tidur, serta stres emosional yang tidak terkelola. Dalam diskusi tersebut, saya menekankan bahwa ketenangan psikologis memiliki pengaruh besar terhadap tekanan darah, sehingga pengelolaan stres melalui pendekatan spiritual dan sosial juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan. Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa edukasi kesehatan di tingkat keluarga memiliki dampak yang sangat nyata. Intervensi sederhana berupa komunikasi yang baik, penjelasan yang mudah dipahami, dan pendekatan yang empatik mampu meningkatkan kesadaran calon jamaah haji terhadap kondisi kesehatannya sendiri. Program KKM ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi saya sebagai mahasiswa kesehatan tentang pentingnya peran edukasi preventif dalam menjaga istithaah jamaah haji. Pengalaman ini menguatkan keyakinan saya bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan spiritual, tetapi juga oleh kesiapan fisik yang dijaga sejak jauh hari. Edukasi kesehatan yang tepat, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan individu menjadi kunci dalam mewujudkan jamaah haji yang sehat, mandiri, dan siap menjalankan ibadah dengan optimal.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKN 09 UIN Malang Dorong Literasi Digital Ibu PKK Melalui Sharing Session Instagram

AINUL LUTFIYAH

Mahasiswa KKN 09 - Karsa Nawasena UIN Malang menggelar kegiatan sharing session literasi digital bersama ibu PPK di Balai RW 13 Pandanwangi pada Sabtu (04/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja untuk mendorong pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana penyebaran informasi dan dokumentasi kegiatan PKK  secara lebih aktif dan profesional.  Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan bulanan oleh masing-masing kelompok kerja (Pokja) PPK, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi bertema “How to Use Instagram” oleh mahasiswa KKN yang dikemas dalam bentuk diskusi interaktif. Selain pemaparan materi, tim KKN juga memberikan pendampingan praktik langsung kepada peserta yang mengalami kendala teknis, seperti kesulitan masuk ke akun Instagram atau lupa password. Pendampingan dilakukan secara personal agar peserta dapat langsung mempraktikkan solusi sesuai dengan permasalahan masing-masing.  Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi berlangsung, terutama terkait keamanan digital. Salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai risiko di dunia maya, “Apa saja sih dampak negatif Instagram yang harus kita waspadai agar tidak salah langkah?” Menanggapi hal itu, perwakilan mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak, termasuk cara menyaring informasi hoaks dan menjaga privasi data pribadi di internet. Pada kesempatan yang sama, mahasiswa KKN turut menyampaikan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian guna mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya ibu-ibu PPK dalam berbagai kegiatan sosial dan edukatif.  Kehadiran para mahasiswa KKN mendapat apresiasi dari para kader PKK. Ibu Supadi, salah satu peserta, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bimbingan yang diberikan. “Kami menerima adik-adik mahasiswa dengan baik di sini. Semoga program kerja yang dijalankan bisa berjalan lancar serta dimudahkan, karena ilmu digital seperti ini memang sangat kami butuhkan,” ujarnya di sela-sela kegiatan. Selain pelatihan digital, para peserta juga memberikan saran agar mahasiswa KKN mengadakan pelatihan keterampilan fisik seperti membatik untuk mendongkrak ekonomi kreatif warga. Usulan tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa KKN dalam menyusun dan mengembangkan program kerja lanjutan. Menutup rangkaian acara, mahasiswa dan ibu-ibu PKK melakukan sesi dokumentasi bersama yang nantinya akan diunggah ke akun Instagram PKK sebagai bentuk praktik nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Malang berharap dapat meningkatkan literasi digital masyarakat setempat demi terciptanya pemberdayaan masyarakat yang lebih produktif dan berkelanjutan.  

Thumbnail
3 months ago
Cegah Bullying Sejak Dini: Program Kerja Sosialisasi KKM Samudaya 107 UIN Malang

SEFTY RAVIKA ANGGARANI

Bullying masih kerap dianggap sebagai candaan di lingkungan sekolah, padahal dampaknya bisa memengaruhi kondisi psikologis anak dalam jangka panjang. Berangkat dari kondisi tersebut, KKM Samudaya 107 melaksanakan program sosialisasi anti-bullying di SDN Gunungsari pada 23 Januari 2026 sebagai upaya membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan partisipatif agar siswa tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Dengan begitu, pesan yang disampaikan diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi diawali dengan ice breaking yang bertujuan menciptakan suasana santai dan menyenangkan. Mahasiswa KKM Samudaya 107 mengajak siswa berinteraksi melalui permainan ringan agar rasa canggung berkurang. Suasana kelas menjadi lebih hidup dan siswa terlihat lebih terbuka untuk berpartisipasi. Tahap ini menjadi bagian penting karena topik bullying termasuk isu yang sensitif. Dengan suasana yang nyaman, siswa lebih siap mengikuti sesi sosialisasi berikutnya. Setelah suasana mencair, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai bullying. Materi mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampaknya bagi korban maupun pelaku. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa SDN Gunungsari. Dalam sesi ini, KKM Samudaya 107 menekankan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ejekan, pengucilan, maupun perkataan yang melukai perasaan. Siswa diajak untuk lebih peka terhadap perilaku tersebut. Sebagai penutup, kegiatan dilengkapi dengan sesi refleksi diri menggunakan sticky notes. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menuliskan perasaan, keresahan, atau pengalaman yang pernah dialami, termasuk jika pernah menjadi korban bullying. Siswa juga dapat menuliskan pesan positif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman. Sticky notes kemudian ditempelkan pada papan refleksi yang telah disediakan. Tanpa mencantumkan identitas, tulisan-tulisan tersebut menjadi ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan diri secara jujur.     

Thumbnail
3 months ago
Modernisasi Aset Umat, KKM Arkadiakarsa Luncurkan SIMASDIR di Masjid Al Muhajirin

SERINDA FATIMAH AZZAHRA

Upaya peningkatan tata kelola aset keagamaan berbasis teknologi informasi mulai diterapkan di Masjid Al Muhajirin Dirgantara, Kecamatan Kedungkandang. Melalui peluncuran Sistem Informasi Masjid Dirgantara (SIMASDIR), mahasiswa KKM Arkadiakarsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berupaya menghadirkan solusi digital atas kebutuhan pendataan dan pengelolaan inventaris masjid. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus takmir, remaja masjid, serta tokoh masyarakat setempat. Berlangsung di lingkungan masjid, acara peluncuran SIMASDIR menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membahas pentingnya pengelolaan aset umat yang tertib, transparan, dan berkelanjutan. Mahasiswa KKM secara langsung mendampingi para pengurus dalam mengenal dan mencoba sistem yang dikembangkan. Digitalisasi sebagai Solusi Pengelolaan Aset SIMASDIR dikembangkan dengan semangat “Digitalisasi Aset untuk Kemaslahatan Umat”. Sistem ini lahir dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap proses pendataan inventaris masjid yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Cara tersebut dinilai kurang efektif karena berisiko menimbulkan kehilangan data, kesulitan pembaruan informasi, serta keterbatasan akses bagi pengurus. Sebagai solusi, SIMASDIR dirancang dalam bentuk sistem inventaris berbasis web yang dapat diakses melalui laman simasdir-inventory.vercel.app. Sistem ini memungkinkan pengurus masjid untuk memantau kondisi sarana dan prasarana ibadah secara terintegrasi dan tersimpan secara daring. Dengan demikian, proses pencatatan dan pengawasan aset dapat dilakukan secara lebih sistematis dan mudah. Penerapan QR Code pada Aset Masjid Salah satu fitur utama yang diperkenalkan dalam SIMASDIR adalah penggunaan QR Code pada setiap aset masjid. Pada sesi simulasi, pengurus takmir mempraktikkan pemindaian kode yang telah ditempelkan pada beberapa barang inventaris, seperti pendingin ruangan dan lemari penyimpanan. Hasil pemindaian menampilkan informasi detail mengenai aset tersebut, meliputi waktu perolehan, kondisi barang, serta riwayat pemeliharaan. Fitur ini dinilai mempermudah pengurus dalam melakukan pengecekan aset secara cepat dan akurat, tanpa harus membuka catatan manual. Melalui penerapan SIMASDIR, mahasiswa KKM Arkadiakarsa berharap pengelolaan aset Masjid Al Muhajirin Dirgantara dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Program ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjaga serta mengoptimalkan pemanfaatan aset umat untuk jangka panjang.