Thumbnail
9 months ago
Salad, Cerita, dan Hujan di Sore Bersama Pak Husni

DANIA FRIDA AMAZONE

Hari ini adalah kunjungan terakhir kami kepada Pak Husni, dan sejak pagi udara sudah terasa berbeda—seperti halaman terakhir pada sebuah buku yang enggan ditutup. Rumah kosnya yang begitu besar, apik, dan juga rapi menyambut kami dengan aroma kayu tua dan suasana yang nyaman dan hangat seperti pemiliknya. Pak Husni bukan sekadar lelaki berambut memutih yang senang bercerita; ia adalah perpustakaan berjalan. Di setiap kalimatnya tersimpan perjalanan panjang: tentang masa muda yang keras, tentang kegagalan yang membuatnya tegak, juga tentang harapan yang tak pernah ia biarkan layu. Kami duduk melingkar, mendengarkan ia bertutur seperti anak-anak yang menemukan kembali dongeng yang hilang. Siang merambat pelan, dan kami mengajak beliau memasak salad. Dapur kecil itu berubah menjadi ruang penuh keceriaan: suara pisau memotong sayur, aroma segar buah, dan celoteh kami yang saling bersahutan. Pak Husni dengan sabar menunggu dan melihat kami mencampur bumbu, sambil menonton beliau juga menyelipkan nasihat ringan tentang hidup—bahwa segala hal, seperti salad, akan terasa nikmat jika diramu dengan hati yang lapang. Kami tertawa, saling mengejek hasil potongan yang tak rapi, dan untuk sesaat lupa bahwa ini adalah pertemuan terakhir. Menjelang sore kami berjalan keluar, berniat menikmati langkah santai bersama beliau. Langit yang tadinya cerah berubah seperti hati yang mendadak melankolis. Hujan turun tanpa permisi, membuat kami berlarian kecil di jalan kampung. Beberapa dari kami sedikit basah, kerudung menetes, sepatu penuh percikan, namun tak seorang pun mengeluh. Pak Husni justru tertawa paling keras, mengatakan bahwa hujan adalah tepuk tangan dari langit untuk orang-orang yang berani berbahagia. Sore itu, di bawah cuaca yang sendu, kami merasa menjadi bagian dari salah satu cerita yang kelak akan ia kisahkan kepada tamu berikutnya. Aku menyadari, yang membuat Pak Husni hebat bukan hanya pengalamannya yang panjang, tetapi caranya memandang hidup dengan mata yang selalu ingin bersyukur. Ketika kami berpamitan, ada sesuatu yang menggenang di dada—campuran haru dan terima kasih. Kunjungan memang berakhir, tetapi cerita tentang beliau akan terus berjalan dalam ingatan kami, seperti hujan yang diam-diam menumbuhkan kehidupan.

Thumbnail
9 months ago
Masjid Ainul Yaqin Hadirkan Family Corner sebagai Ruang Konsultasi dan Edukasi Keluarga

RENATA DWI YASARAH

Masjid Ainul Yaqin Sawojajar, Kota Malang, kini memperluas perannya tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang penguatan keluarga melalui peluncuran layanan konsultasi keluarga bertajuk Family Corner. Peresmian layanan ini merupakan hasil kolaborasi antara LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa KKM 19 Sattvaghana, serta takmir Masjid Ainul Yaqin, yang dilaksanakan pada Selasa (27/1). Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara terpadu, mulai dari pelantikan pengurus hingga seminar parenting lintas generasi sebagai satu kesatuan program kerja yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemanfaatan sosial. Acara diawali dengan prosesi pelantikan pengurus Family Corner Masjid Ainul Yaqin sebagai langkah strategis untuk menjamin keberlangsungan layanan konsultasi keluarga yang dikelola secara profesional dan terstruktur. Mahasiswa KKM 19 UIN Malang berperan aktif dalam mengawal pembentukan struktur kepengurusan ini, sehingga masyarakat memiliki wadah resmi untuk mengadukan serta mencari solusi atas berbagai persoalan rumah tangga dengan pendekatan yang sistematis dan bernilai keislaman. Agenda selanjutnya adalah peresmian Family Corner oleh Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag., selaku Inisiator Family Corner UIN Malang, yang sekaligus menyampaikan sosialisasi mendalam mengenai konsep dan tujuan pendirian layanan tersebut. Dalam pemaparannya, Prof. Mufidah menegaskan bahwa Family Corner dirancang sebagai ruang aman dan inklusif yang mendekatkan layanan penguatan keluarga ke basis masyarakat terkecil, dengan berlandaskan nilai-nilai religi yang kokoh dan relevan dengan dinamika sosial. Untuk memperkuat aspek edukatif, kegiatan ini dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd., C.HT., dosen Psikologi UIN Malang, sebagai narasumber dengan tema “Peran Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Zaman: Anak, Orang Tua, dan Kakek-Nenek”. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya keselarasan komunikasi antar tiga generasi agar tidak terjadi benturan pola asuh, khususnya di tengah tantangan era digital yang kian kompleks. Antusiasme peserta yang didominasi oleh warga sekitar dan penggiat keluarga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ruang edukasi dan pendampingan keluarga yang mudah diakses dan memiliki legitimasi sosial. Kolaborasi antara LP2M UIN Malang, KKM 19 Sattvaghana, takmir Masjid Ainul Yaqin, serta kepengurusan Family Corner diharapkan mampu menjadi pilar penguatan keluarga yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga kehadiran Family Corner Masjid Ainul Yaqin dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemaslahatan umat.

Thumbnail
9 months ago
Khataman Al-Qur'an sebagai Penutup Program Kerja One Day One Juz KKM Samudaya 107 UIN Malang.

ACHMAD HANAFI

  Program One Day One Juz menjadi salah satu kegiatan rutin yang dijalankan oleh KKM Samudaya 107 UIN Malang sejak awal pelaksanaan KKN. Program ini dirancang sebagai upaya menjaga konsistensi tilawah Al-Qur'an di tengah padatnya aktivitas mahasiswa selama menjalani pengabdian di masyarakat. Sejak hari-hari awal KKN, setiap anggota KKM Samudaya 107 UIN Malang berkomitmen untuk membaca Al-Qur'an secara istiqamah dengan target satu juz per hari. Meski dilaksanakan secara sederhana dan mandiri, program ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kedekatan spiritual di sela-sela kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Sebagai bentuk penutup dari rangkaian program tersebut, KKM Samudaya 107 UIN Malang menyelenggarakan khataman Al-Qur'an pada 25 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama atas proses yang telah dijalani selama KKN, sekaligus wujud rasa syukur karena program One Day One Juz dapat terlaksana secara konsisten hingga akhir. Khataman Al-Qur'an dilaksanakan dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Seluruh anggota KKM Samudaya 107 UIN Malang mengikuti kegiatan ini sebagai penanda selesainya tilawah Al-Qur'an yang telah dijalankan sejak awal KKN. Momen ini tidak hanya bermakna secara spiritual, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan antaranggota kelompok. Sebagai penutup kegiatan, acara dilanjutkan dengan tumpengan sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Tumpengan dipilih sebagai bentuk sederhana namun bermakna, yang mencerminkan nilai gotong royong serta kebersamaan yang terbangun selama pelaksanaan KKN. Makan bersama menjadi ruang refleksi santai atas pengalaman, tantangan, dan pembelajaran yang diperoleh selama menjalani pengabdian di desa. Kegiatan khataman Al-Qur'an dan tumpengan penutup berjalan dengan lancar. Bagi KKM Samudaya 107 UIN Malang, program One Day One Juz tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga sarana membangun kedisiplinan, kebersamaan, dan keseimbangan antara aktivitas sosial dan spiritual selama KKN berlangsung.  

Thumbnail
9 months ago
Sehat Sebelum Berangkat: Edukasi Hipertensi dan Obesitas bagi Calon Jamaah Haji

NAHDA RAHMA SALVIA

Salah satu kegiatan yang saya lakukan saat KKM adalah pelaksanaan edukasi kesehatan yang ditujukan khusus kepada calon jamaah haji yang bernama ibu Sripatun. Kegiatan ini bertujuan pada peningkatan pemahaman mengenai hipertensi dan obesitas sebagai faktor risiko utama gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. Edukasi dilakukan secara langsung dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran, meliputi poster kesehatan, buku saku, jurnal monitoring (tekanan darah pola makan, BB), serta video edukasi. Poster digunakan untuk menjelaskan pengertian hipertensi dan obesitas, faktor risiko, serta dampaknya terhadap kebugaran fisik saat menjalankan rangkaian ibadah haji yang menuntut aktivitas fisik intens. Buku saku dan jurnal monitoring berfungsi sebagai sarana pemantauan mandiri tekanan darah, berat badan, dan pola makan, sehingga calon jamaah dapat lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya sebelum keberangkatan. Video edukasi digunakan untuk memperkuat pemahaman melalui visualisasi yang sederhana dan mudah dipahami. Melalui pendekatan edukatif ini, calon jamaah haji diharapkan mampu mengenali pentingnya pengendalian tekanan darah, menjaga berat badan ideal, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari persiapan fisik dan mental sebelum menunaikan ibadah haji. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena tidak hanya meningkatkan keterampilan komunikasi kesehatan, tetapi juga menegaskan peran promotif dan preventif tenaga kesehatan dalam mendukung kesiapan jamaah haji agar dapat beribadah secara aman, nyaman, dan optimal.

Thumbnail
9 months ago
Jalan Pagi Guna Mempersiapkan Kebugaran Fisik untuk Kelancaran Ibadah Haji

RANIA INSYIRA KHANSA

Jalan pagi bersama teman menjadi salah satu cara sederhana namun efektif untuk mempersiapkan kebugaran fisik menjelang pelaksanaan ibadah haji. Aktivitas ini dilakukan secara rutin di pagi hari ketika udara masih segar dan suasana lingkungan terasa lebih tenang. Dengan berjalan kaki secara teratur, tubuh dilatih agar terbiasa bergerak dalam durasi yang cukup lama. Kehadiran teman membuat kegiatan ini terasa lebih ringan dan menyenangkan. Semangat kebersamaan juga membantu menjaga konsistensi agar tetap rutin berolahraga. Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, jalan pagi bersama teman juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental. Percakapan ringan selama berjalan mampu mengurangi stres dan menumbuhkan rasa bahagia. Kebiasaan ini melatih kesabaran serta ketahanan diri yang sangat dibutuhkan saat menjalani rangkaian ibadah haji. Kebersamaan yang terjalin juga menumbuhkan sikap saling peduli dan mendukung satu sama lain. Dengan mental yang lebih tenang, persiapan ibadah dapat dijalani dengan lebih optimis. Persiapan fisik dan mental yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kelancaran ibadah haji. Rangkaian ibadah seperti thawaf, sa’i, dan wukuf membutuhkan stamina yang cukup serta kondisi tubuh yang prima. Melalui jalan pagi yang dilakukan secara konsisten, kebugaran tubuh dapat terjaga dengan baik. Hal ini menjadi bentuk ikhtiar agar setiap ibadah dapat dilaksanakan dengan maksimal. Dengan tubuh yang sehat dan hati yang siap, ibadah haji diharapkan berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.

Thumbnail
9 months ago
Bimbel Edukatif di Posko KKM, Mahasiswa Kelompok 13 UIN Malang Dampingi Belajar Siswa SD–MI

FRISTYA PRIMANTIWI

ahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang mengadakan kegiatan bimbingan belajar atau bimbel edukatif di posko KKM. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa dan siswi tingkat SD dan MI yang berada di sekitar posko. Bimbel ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan anak-anak di desa setempat. Posko KKM dimanfaatkan sebagai tempat belajar yang nyaman dan mudah dijangkau oleh siswa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar bersama mahasiswa. Suasana belajar dibuat santai agar siswa merasa nyaman dan tidak tertekan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM membagi siswa ke dalam beberapa kelompok belajar kecil. Pembagian kelompok ini bertujuan agar pendampingan belajar bisa lebih fokus dan efektif. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa yang siap membantu kesulitan belajar siswa. Mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan. Anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya dengan bebas selama kegiatan berlangsung. Dengan cara ini, siswa menjadi lebih berani dan percaya diri dalam belajar. Mata pelajaran yang dibimbing dalam kegiatan bimbel ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa. Siswa diperbolehkan membawa tugas sekolah atau materi pelajaran yang belum mereka pahami. Mahasiswa KKM membantu menjelaskan materi sesuai tingkat kelas dan kemampuan siswa. Pelajaran yang sering dibahas antara lain matematika, bahasa Indonesia, dan pelajaran agama. Pendekatan yang digunakan dibuat sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Hal ini membantu siswa lebih cepat mengerti materi yang dipelajari. Selain membantu mengerjakan tugas, mahasiswa juga memberikan motivasi agar siswa semangat dalam belajar. Mahasiswa sering menyelipkan permainan ringan agar suasana tidak membosankan. Anak-anak tampak senang karena belajar tidak hanya duduk dan mendengarkan penjelasan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Orang tua siswa pun memberikan respon positif terhadap adanya bimbel di posko KKM. Mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan belajar ini. Kegiatan bimbel edukatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan belajar siswa SD dan MI di desa setempat. Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak selama masa pengabdian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menanamkan semangat belajar sejak dini. Posko KKM tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukatif. Anak-anak mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM kepada masyarakat desa.