Thumbnail
3 months ago
KKM Reguler Kelompok 99: Survey lokasi Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang

MIFTAHUL JANAH

Lawang, Jawa Timur  – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 99  UIN MALANG   melaksanakan kegiatan  survei lokasi di  Desa Sidodadi ,  Kecamatan Lawang  sebagai tahap awal pelaksanaan program KKM. Kegiatan survei ini dilaksanakan pada  tanggal 6 Desember 2025  dan bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa serta potensi yang dapat dikembangkan selama masa pengabdian. Survei lokasi ini melibatkan mahasiswa KKM bersama perangkat Desa Sidodadi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap kondisi geografis, sarana dan prasarana desa, lingkungan sosial masyarakat, serta potensi di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Selain itu, dilakukan pula wawancara singkat dengan aparat desa (pak timin selaku  RT dusun krajan ) untuk memperoleh informasi terkait kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat. Kegiatan survei ini menjadi dasar dalam penyusunan dan perencanaan program kerja KKM agar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat Desa Sidodadi. Melalui pengumpulan data dan informasi secara langsung, diharapkan program kerja yang dirancang dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa. Pengawasan lokasi berjalan dengan lancar dan mendapat berbagai positif dari pihak desa. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKM diharapkan mampu mewujudkan kerja sama yang baik dengan masyarakat serta berkontribusi secara optimal dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Sidodadi selama pelaksanaan KKM.

Thumbnail
3 months ago
Pembukaan Pojok Baca TPQ Raden Said: Langkah Nyata KKM Bhumi Arsa dalam Mendorong Budaya Literasi

MOH. MUCHLIS MACHFUD ALI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.

Thumbnail
3 months ago
Pembukaan Pojok Baca TPQ Raden Said: Langkah Nyata KKM Bhumi Arsa dalam Mendorong Budaya Literasi

CLAUDI AULIA WULANDARI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.  

Thumbnail
3 months ago
Kegiatan Posyandu Lansia Bersama KKM 67 Kalipare Kaliasri

MUHAMMAD GHIFARIN AZZAM

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui KKM 67 Kalipare Kaliasri, mahasiswa berupaya ikut berkontribusi secara langsung dalam kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat. Salah satu program kerja yang dilaksanakan adalah kegiatan Posyandu Lansia di Desa Kaliasri. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perhatian terhadap kesehatan para lansia. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorang tentu memerlukan pemantauan dan perawatan yang lebih rutin. Oleh karena itu, Posyandu Lansia menjadi wadah yang sangat bermanfaat untuk membantu para lansia menjaga kesehatan mereka secara berkala. Posyandu Lansia di Desa Kaliasri dilaksanakan di balai desa dengan melibatkan para lansia setempat, kader posyandu, petugas kesehatan, serta mahasiswa KKM 67 Kalipare Kaliasri. Suasana kegiatan berlangsung dengan hangat dan penuh kebersamaan. Para lansia terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Kegiatan diawali dengan proses pendaftaran dan pendataan lansia, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tekanan darah dan kondisi kesehatan dasar lainnya. Selain itu, para lansia juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan petugas kesehatan mengenai keluhan yang mereka rasakan. Mahasiswa KKM 67 Kalipare Kaliasri turut berperan aktif dalam membantu jalannya kegiatan, mulai dari menyiapkan tempat, mendampingi pemeriksaan, hingga membantu pendataan dan dokumentasi. Tidak hanya itu, mahasiswa juga memberikan edukasi ringan kepada para lansia mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, melakukan aktivitas fisik ringan, serta mengonsumsi makanan bergizi sesuai dengan kebutuhan usia lanjut. Sebagai bentuk perhatian terhadap asupan gizi, para lansia juga diberikan makanan tambahan yang sehat. Hal ini diharapkan dapat membantu menjaga daya tahan tubuh serta meningkatkan kualitas kesehatan para lansia di Desa Kaliasri. Melalui kegiatan Posyandu Lansia ini, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya para lansia, terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin semakin meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM 67 Kalipare Kaliasri dalam belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Kegiatan Posyandu Lansia di Desa Kaliasri menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan bersama.

Thumbnail
3 months ago
Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Lansia, KKM Giri Laksana 04 Terlibat Aktif dalam Kegiatan Posyandu

NADILA SHIFA AURIA

Kesibukan terlihat sejak pagi hari di Posyandu Kelurahan Purwantoro. Tangisan balita yang hendak ditimbang berpadu dengan obrolan ringan para lansia yang menunggu giliran pemeriksaan kesehatan. Kegiatan Posyandu Balita dan Lansia ini dilaksanakan di dua wilayah, yakni wilayah Barat pada Jumat, 10 Januari 2026, dan wilayah Timur pada Selasa, 14 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Giri Laksana 04 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut ambil bagian membantu pelayanan bersama bidan desa dan kader Posyandu. Pada Posyandu Balita, mahasiswa KKM membantu proses penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pencatatan data perkembangan anak. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Sementara itu, dalam kegiatan Posyandu Lansia, mahasiswa membantu pendataan peserta dan mendampingi pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah. Kehadiran mahasiswa membantu menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman, sehingga para lansia dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Melalui keterlibatan dalam kegiatan Posyandu Balita dan Lansia ini, mahasiswa KKM Giri Laksana 04 berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dapat terus meningkat. Mahasiswa juga mengajak warga untuk rutin mengikuti Posyandu sebagai langkah sederhana namun penting dalam menjaga kesehatan balita dan lansia di lingkungan Kelurahan Purwantoro. Follow us on Instagram: @kkm.girilaksana4 Tiktok: @kkm.giri.laksana

Thumbnail
3 months ago
Optimalisasi Strategi Pengembangan UMKM Kecap Manis Cap Patin oleh KKM Kalcer (Kaliasri Ceria) 67 sebagai Produk Unggulan Desa Kaliasri

DINDA SILVY FARADILA

Desa Kaliasri merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Dengan potensi mata pencaharian yang bersumber dari pertanian, lahirlah salah satu UMKM lokal Desa Kaliasri yang memiliki produk unggulan berupa kecap manis. Kecap Manis cap Patin, begitulah Adi Susanto sebagai pemilik UMKM memberi nama usahanya tersebut. Pada Rabu, 24/12/2025 KKM Kalcer 67 berkunjung untuk pertama kalinya sekaligus berkenalan dengan pemilik sekaligus mengulik sejarah hadirnya UMKM Kecap Manis cap Patin. Pada kunjungan pertama tersebut, KKM Kalcer 67 menyimpulkan bahwa UMKM belum mengoptimalkan kegiatan promosinya menggunakan media sosial yang merupakan salah satu bentuk digitaliasi UMKM. Pada Senin, 05/01/2026 KKM Kalcer 67 melakukan kunjungan yang kedua dengan menawarkan pengembangan UMKM Kecap Manis cap Patin melalui media sosial yang ada. Strategi yang ditawarkan merupakan salah satu bentuk pengembangan pemasaran UMKM Kecap Manis cap Patin agar lebih banyak dikenal oleh masyarakat luar daerah serta meningkatkan produksi Kecap Manis cap Patin. Antusiasme KKM Kalcer 67 dalam mengembangkan UMKM tersebut semakin besar ketika pemilik UMKM menjelaskan bahwa 90% komposisi Kecap Manis cap Patin dihasilkan dari petani lokal, terutama kedelai hitam. Selain itu, sistem swasembada yang digunakan juga menarik perhatian KKM Kalcer 67 karena para pekerja di UMKM tersebut juga diambil dari warga lokal Desa Kaliasri. Dengan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang telah optimal, bukankah UMKM Kecap Manis cap Patin layak untuk dikenal oleh masyarakat luar daerah? Pasca kunjungan yang kedua, KKM Kalcer 67 menyusun strategi pemasaran UMKM Kecap Manis cap Patin melalui media sosial. Beberapa hal yang akan dioptimalkan seperti pembuatan video profil sekaligus promosi UMKM Kecap Manis cap Patin yang akan dikolaborasikan dengan KKM Kalcer 67. Pada hari Minggu, 25/01/2026 KKM Kalcer 67 melakukan kunjungan ketiga sekaligus pengambilan dokumentasi sebagai bekal dan bahan video profil serta promosi Kecap Manis cap Patin. Pada pengambilan dokumentasi tersebut, KKM Kalcer 67 juga berpartisipasi dalam produksi kecap manis sekaligus belajar mengenai bahan dan teknik khusus yang digunakan oleh UMKM Kecap Manis cap Patin. Wawancara kepada pemilik UMKM dilakukan serentak sembari produksi kecap manis dilakukan. “Pembuatan kecap manis ini tidak bisa dibilang rumit ataupun gampang, karena untuk pembuatannya memerlukan waktu yang cukup lama. Seperti fermentasi kedelai hitam membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 6 bulan. Bahan-bahan yang kami gunakan juga hasil panen dari petani lokal yang ada disini.” tutur Adi Susanto ketika menjelaskan proses pembuatan Kecap Manis cap Patin. “Diharapkan kedepannya,  Kecap Manis cap Patin bisa hadir di rumah-rumah panjenengan (kalian) semua dan dapat mewarnai masakan dengan rasanya yang khas.” Pada Rabu 04/02/2026, KKM Kalcer 67 secara resmi mempublikasikan video profil sekaligus promosi UMKM Kecap Manis cap Patin melalui beberapa platform digital seperti Instagram dan lain-lain. KKM Kalcer 67 dan Pemilik UMKM lokal berharap, dengan disebar luaskannya video profil dan promosi UMKM Kecap Manis cap Patin, dapat menarik masyarakat dari luar daerah Kaliasri untuk mengenal salah satu UMKM Lokal unggulan yang didirikan dan dikembangkan oleh salah satu pengusaha asal Desa Kaliasri dan mengenal tujuan serta harapan atas berdirinya UMKM Kecap Manis cap Patin.