Thumbnail
3 months ago
SOSIALISASI PENIPUAN DIGITAL KKM 7 UIN MALANG: MARAKNYA PENIPUAN ONLINE DAN UPAYA PENCEGAHANNYA DI MASYARAKAT

LINA DUROTUS SYAMSIYAH

Mahasiswa KKM Kelompok 7 Pranaseva UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penipuan Digital yang bertempat di Balai RW Lantai 1 yang dihadiri oleh warga setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai maraknya penipuan online, berbagai modus penipuan digital yang sering terjadi, serta upaya pencegahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas digital sehari-hari. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa dengan menyampaikan salam serta penjelasan singkat mengenai alur pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh mahasiswa KKM . Materi yang disampaikan meliputi jenis dan modus penipuan online, antara lain penipuan belanja online, phishing melalui aplikasi WhatsApp, penipuan berkedok undian berhadiah, serta penggunaan akun palsu yang mengatasnamakan pihak tertentu. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dan disertai contoh kasus yang sering ditemui di lingkungan masyarakat guna memudahkan pemahaman terhadap ciri-ciri penipuan digital. Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama warga setempat. Pada sesi ini disampaikan pula langkah-langkah pencegahan penipuan digital, seperti tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, tidak mengakses tautan yang mencurigakan, serta melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, bersikap lebih bijak dalam menggunakan media digital, serta mampu melindungi diri dan lingkungan sekitar dari berbagai bentuk penipuan online.  

Thumbnail
3 months ago
Edukasi Makanan Aman Sejak Dini Ini Cara KKM Kelompok 183 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ajari Siswa SDN Kalikatir Mengenali Makanan Berbahaya

AZIRILDA SALFA AURELYATUZZAHRA

SDN Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto -- Kesadaran akan pentingnya mengonsumsi makanan sehat harus dipupuk sejak dini agar anak-anak tidak terjebak dalam bahaya jajanan sembarangan. Memahami hal tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 183 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan sosialisasi dan uji keamanan pangan di SDN Kalikatir pada Jum'at dan Sabtu (09-10/01/2026). Kegiatan ini dirancang secara terstruktur dan berlangsung kondusif di dalam ruang kelas masing-masing, sehingga materi yang disampaikan dapat diserap dengan maksimal oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Pada hari pertama Jum'at, 9 Januari 2026 kegiatan difokuskan bagi siswa kelas rendah, yakni kelas 1, 2, dan 3. Mahasiswa masuk ke setiap kelas untuk memberikan pemahaman dasar mengenai ciri-ciri makanan sehat dan tidak sehat melalui media visual yang menarik. Dengan suasana yang tenang namun antusias, anak-anak diajarkan untuk lebih waspada terhadap jajanan yang memiliki warna terlalu mencolok atau rasa yang terlalu gurih. Pendekatan di dalam kelas ini memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih personal antara mahasiswa dan siswa, sehingga pesan mengenai pola makan sehat tersampaikan dengan baik. Memasuki hari kedua Sabtu, 10 Januari 2026, giliran siswa kelas 4, 5, dan 6 yang mendapatkan edukasi. Berbeda dengan hari sebelumnya, materi untuk kelas tinggi ini disusun dengan penjelasan yang lebih mendalam mengenai dampak jangka panjang dari penggunaan bahan kimia pada makanan. Siswa diajak berdiskusi secara aktif mengenai kebiasaan jajan mereka di luar sekolah. Suasana belajar di masing-masing kelas tetap terjaga kondusif karena mahasiswa menggunakan metode penyampaian yang santai namun tetap sarat akan muatan ilmiah yang mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar. Fokus utama dari kegiatan ini adalah praktik langsung pengujian zat berbahaya pada jajanan yang sering ditemui di lingkungan sekitar sekolah. Tim KKM 183 membawa sampel makanan yang diambil bukan dari kantin sekolah, melainkan dari pedagang luar, yaitu bakso, tempura, dan mie instan. Pengambilan sampel ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa bahwa risiko kontaminasi bahan tambahan pangan berbahaya justru sering kali muncul dari jajanan yang tidak diawasi oleh standar kebersihan sekolah. Dalam uji coba tersebut, mahasiswa mendemonstrasikan cara mendeteksi boraks menggunakan ekstrak kunyit. Siswa di tiap kelas diajak mengamati bagaimana cairan kunyit berubah warna menjadi merah pekat saat bereaksi dengan sampel yang mengandung boraks. Selain itu, untuk pengujian formalin, mahasiswa memanfaatkan bahan alami berupa ekstrak kulit buah naga. Jika warna ungu alami dari kulit buah naga memudar setelah dicampurkan dengan sampel bakso atau mie, maka hal tersebut menjadi indikasi kuat adanya kandungan pengawet mayat di dalam makanan tersebut. Rangkaian kegiatan selama dua hari ini berjalan sukses dan mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak guru SDN Kalikatir. Dengan metode yang aplikatif, para siswa kini memiliki pengetahuan baru untuk menjadi lebih selektif dalam memilih konsumsi harian mereka. Kelompok 183 KKM UIN Malang berharap melalui edukasi mandiri menggunakan bahan-bahan di dapur seperti kunyit dan kulit buah naga, siswa dapat melindungi diri mereka sendiri serta membagikan ilmu berharga ini kepada orang tua di rumah untuk mewujudkan pola hidup sehat yang berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital, KKM 25 UIN Malang Gelar Sosialisasi di Kelurahan Kauman

AUDY AGUSTINA SINGGIH PUTRI

Malang - Upaya penguatan UMKM terus digencarkan melalui kegiatan berbasis edukasi dan pendampingan. Kelompok KKM 25 Sevanagara UIN Malang telah merealisasikan Sosialisasi UMKM yang berlangsung di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada Minggu, 4 Januari 2026, pukul 13.00–14.30 WIB. Kegiatan ini berjalan tertib dan lancar, serta diikuti oleh sekitar 10 pelaku UMKM setempat yang antusias mengikuti rangkaian acara.   Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Audy Agustina Singgih Putri yang menekankan pentingnya strategi pemasaran yang tepat di tengah perkembangan digital. Mulai dari cara menampilkan produk secara menarik, membangun identitas brand, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan terukur. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan relevan dengan tantangan UMKM saat ini, sehingga peserta dapat langsung mengaitkannya dengan usaha yang mereka jalankan.   Tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, kegiatan ini juga dirancang sebagai program berkelanjutan. Pada pertemuan selanjutnya (sekaligus pertemuan terakhir), KKM 25 Sevanagara UIN Malang akan memberikan dukungan nyata kepada para UMKM yang hadir pada sosialisasi pertama, berupa: Banner usaha yang sudah disesuaikan dengan logo dan nama dagang masing-masing UMKM, Stiker produk untuk memperkuat identitas dan kemasan, Pembuatan konten foto dan video sebagai bahan promosi untuk media sosial, serta pembuatan QRIS guna memudahkan transaksi non-tunai dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.   Melalui rangkaian kegiatan ini, kelompok KKM 25 Sevanagara UIN Malang berharap UMKM di Kelurahan Kauman semakin siap menghadapi persaingan, mampu meningkatkan daya tarik produknya, dan memperluas jangkauan pasar melalui strategi digital yang tepat. Kegiatan ini menjadi langkah kecil yang diharapkan memberi dampak besar. Membantu UMKM lokal lebih dikenal, lebih dipercaya, dan lebih berkembang.

Thumbnail
3 months ago
Mengubah Krisis Menjadi Peluang: Masjid sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat

MUHAMMAD RAIHAN HAFIZI

Podcast bertajuk “Economic Crisis di Era Saat Ini dan Bagaimana Peran Masjid” diselenggarakan di Graha Masjid At-Taqwa Bumi Tunggulwulung Indah, Lowokwaru, Kota Malang, pada 4 Januari 2026. Kegiatan ini digagas oleh Kelompok 121 Swastikara Nawasena, kelompok KKM dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai wujud pengabdian masyarakat yang tidak hanya berfokus pada aktivitas ibadah ritual, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan ekonomi yang dekat dengan kehidupan jamaah. Podcast ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas realitas krisis ekonomi yang dirasakan banyak kalangan sekaligus mendiskusikan bagaimana masjid dapat berperan sebagai pusat solusi dan pemberdayaan umat. Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Amar Alphabet, figur yang aktif menggerakkan ekonomi kreatif di lingkungan Masjid At-Taqwa serta pelaku usaha di bidang teknologi di kawasan ekonomi khusus Singosari. Selain itu, beliau dikenal sebagai vocal point Kota Malang dalam jejaring Kota Kreatif Dunia bidang Media Art dan turut berperan dalam pendirian Malang Creative Center. Berangkat dari pengalaman praktis di dunia usaha, kreativitas, dan komunitas, pandangan yang disampaikan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan berakar pada realitas lapangan. Diskusi pun berlangsung santai dan akrab, namun kaya akan gagasan serta refleksi kritis mengenai kondisi ekonomi saat ini. Dalam perbincangan tersebut, krisis ekonomi dipahami bukan sebagai istilah besar yang hanya muncul dalam laporan resmi atau pemberitaan media, melainkan sebagai kenyataan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Narasumber menggambarkan krisis melalui situasi sederhana, seperti orang tua yang kebingungan membiayai pendidikan anak, pedagang kecil yang kehilangan pembeli, hingga mahasiswa yang harus menghemat kuota internet demi mengikuti perkuliahan. Ia menegaskan bahwa krisis ekonomi sejatinya hadir dalam kecemasan hidup orang-orang biasa, sehingga yang dibutuhkan bukan sekadar keluhan, melainkan upaya mencari solusi bersama. Masjid, menurut pandangan narasumber, memiliki peran strategis dalam menghadapi situasi tersebut. Selama ini masjid kerap dipersepsikan sebatas tempat ibadah ritual, padahal dalam sejarah Islam masjid merupakan pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi umat. Ia menekankan bahwa penguatan peran ekonomi masjid bukanlah upaya memodernisasi secara berlebihan, melainkan mengembalikan fungsi masjid pada jati dirinya. Dengan jamaah yang beragam, ikatan kebersamaan yang kuat, serta landasan spiritual yang kokoh, masjid memiliki modal sosial yang sangat besar untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pelaksanaan podcast di lingkungan masjid juga menunjukkan keterbukaan masjid terhadap perkembangan teknologi dan media digital. Rekaman dilakukan di graha masjid dan disiarkan melalui akun Instagram resmi Masjid At-Taqwa, sehingga dapat diakses oleh masyarakat yang lebih luas. Langkah ini dinilai positif karena menjadikan masjid tetap relevan dengan pola komunikasi generasi muda yang lekat dengan dunia digital. Podcast pun diposisikan bukan sekadar sebagai konten hiburan, melainkan sarana dakwah dan edukasi ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini mendapat apresiasi khusus dari narasumber terhadap Kelompok 121 Swastikara Nawasena selaku penyelenggara. Menurutnya, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program KKM secara formal, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang relevan dan berdampak bagi jamaah. Keterlibatan mahasiswa sebagai pengelola media, moderator, hingga tim dokumentasi menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi ruang pembelajaran sosial yang nyata bagi generasi muda. Diskusi kemudian mengalir pada pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan kreativitas dalam menghadapi krisis ekonomi. Narasumber menekankan bahwa persoalan ekonomi tidak semata berkaitan dengan angka dan materi, tetapi juga ketahanan psikologis. Banyak orang terpuruk bukan hanya karena kehilangan penghasilan, melainkan karena kehilangan harapan. Di sinilah masjid berperan sebagai ruang penguatan batin, yang dari ketenangan hati dapat lahir pikiran jernih dan tindakan ekonomi yang lebih rasional serta kreatif. Dengan demikian, spiritualitas dan ekonomi dipandang saling berkaitan dan saling menguatkan. Selain itu, podcast juga menyoroti potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu jalan keluar dari krisis. Narasumber mendorong generasi muda untuk berani beradaptasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun jejaring komunitas. Krisis dipandang bukan semata ancaman, melainkan juga peluang lahirnya ide-ide baru dan inovasi. Masjid dinilai dapat menjadi titik temu gagasan, ruang diskusi, sekaligus wadah kolaborasi usaha jamaah, mulai dari UMKM, pelatihan keterampilan, hingga program pendampingan. Pada penutup diskusi, narasumber menilai penyelenggaraan podcast ini sebagai langkah awal yang menjanjikan. Ia memandang kegiatan tersebut bukan sekadar produksi konten media sosial, melainkan sebuah gerakan kecil yang menumbuhkan kesadaran kolektif tentang peran strategis masjid di tengah krisis ekonomi. Dengan tema yang relevan, keterlibatan anak muda, dan lokasi di lingkungan masjid, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi dampak yang lebih luas. Masjid pun tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya harapan dan solusi ekonomi bagi masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
PEMAPARAN PROGRAM KERJA KKM 7 UIN MALANG: PERENCANAN, TUJUAN, DAN KONTRIBUSI NYATA BAGI MASYARAKAT

RAIHAN RASYID

Malang – Acara pemaparan program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 Pranaseva UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Masjid Al-Amien, Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKM serta membangun kesepahaman awal antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Acara dibuka oleh moderator dengan penyampaian salam, pengenalan pihak-pihak yang hadir, serta penjelasan singkat mengenai alur kegiatan. Selanjutnya, Ketua KKM Kelompok 7 menyampaikan gambaran umum pelaksanaan KKM, meliputi latar belakang kegiatan, sasaran program, serta arah pelaksanaan kegiatan selama berada di lokasi. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh masing-masing divisi, khususnya Divisi Acara, yang menjelaskan program kerja secara rinci, mulai dari bentuk kegiatan, tahapan pelaksanaan, hingga rencana keterlibatan masyarakat. Penyampaian dilakukan secara sistematis agar mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir.   Setelah pemaparan program kerja selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama masyarakat dan tokoh setempat, seperti pengurus RW, takmir masjid, serta perwakilan warga. Melalui sesi diskusi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, serta tanggapan terhadap program yang telah dipaparkan. Diskusi berlangsung dengan tertib dan kondusif sebagai bentuk upaya penyelarasan program kerja dengan kebutuhan lingkungan setempat. Selain itu, dalam pemaparan program kerja juga dijelaskan rencana kegiatan pemetaan denah desa. Program ini dirancang untuk mempermudah identifikasi dan pencarian alamat warga di wilayah Jodipan yang memiliki kondisi permukiman padat dan akses jalan yang saling berdekatan. Pemetaan denah desa diharapkan dapat membantu mahasiswa, perangkat wilayah, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan administrasi serta pelaksanaan program KKM secara lebih efektif.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa FKIK UIN Malang Inisiasi Edukasi Kesehatan Berbasis Audiovisual untuk Tingkatkan Kesiapan Calon Jemaah Haji

MUHAMMAD NAUVAL DWI AFANDI

Dalam rangka meningkatkan kesiapan fisik dan kesehatan calon jemaah haji (CJH) Kota Batu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Program studi Kedokteran berkolaborasi dengan Program Studi Farmasi melaksanakan program edukasi kesehatan dan monitoring pola hidup sehat berbasis media audiovisual. Program ini ditujukan untuk CJH yang akan berangkat pada akhir April 2026 dengan fokus upaya promotif dan preventif sebelum pelaksanaan ibadah haji. Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat istitha'ah, baik secara fisik dan mental, finansial, dan spiritual. Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang optimal, mengingat rangkaian kegiatan haji melibatkan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat, seperti berjalan kaki dalam jarak jauh, berdiri dalam waktu lama, berdesakan dengan jemaah lain, serta paparan cuaca ekstrem dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah di Arab Saudi. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok usia lanjut Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan melalui media poster, video edukatif, dan booklet kesehatan yang dirancang sederhana dan mudah dipahami oleh CJH. Materi edukasi mencakup pentingnya kebugaran fisik, pola makan dan hidrasi yang tepat, modifikasi gaya hidup bagi penderita hipertensi, pengenalan tanda bahaya yang harus diwaspadai selama ibadah haji. Selain itu, dilakukan pola monitoring sederhana terhadap pola hidup sehat dan keluhan kesehatan CJH sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan. Kolaborasi dengan mahasiswa farmasi memperkuat program melalui edukasi penggunaan obat yang aman, khususnya bagi jemaah lanjut usia, serta pencegahan penggunaan obat bebas secara tidak tepat. Sinergi lintas disiplin ini diharapkan dapat memberikan pendekatan edukasi yang lebih komprehensif dan aplikatif sesuai kebutuhan calon jemaah. Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pembinaan calon jemaah haji yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pencegahan risiko kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam penguatan kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan haji yang aman, sehat, dan ramah lansia.