Thumbnail
3 months ago
PARTISIPASI MAHASISWA KKM PRANASEVA DALAM KEGIATAN POSYANDU LANSIA DAN BALITA DI BALAI RW

SEPTIYANA ADEFATMA HARFARIYONO

Malang - Selasa, 06 Januari 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) PRANASEVA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 7 ikut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di Balai RW lantai 1 dan 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan mahasiswa KKM terhadap program kesehatan masyarakat yang rutin diadakan, khususnya bagi lansia dan balita. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM turut membantu kelancaran pelayanan kesehatan sekaligus belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan posyandu dilakukan pada pagi hari dengan pembagian tempat posyandu. Di lantai 1 Balai RW dilaksanakan Posyandu Lansia yang diikuti oleh para warga lanjut usia. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran lingkar pinggang, serta pengecekan tekanan darah atau tensi. Mahasiswa KKM membantu mendampingi para lansia selama proses pemeriksaan berlangsung, membantu pencatatan hasil pemeriksaan, serta mengarahkan alur kegiatan agar tetap tertib dan nyaman. Sementara itu, di lantai 2 Balai RW dilaksanakan Posyandu Balita yang diikuti oleh anak-anak balita bersama orang tua masing-masing. Kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian imunisasi sesuai dengan arahan dari petugas kesehatan. Mahasiswa KKM turut berperan dalam membantu menyiapkan alat, mengatur antrean peserta, serta mendampingi orang tua dan balita selama proses pemeriksaan berlangsung sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan posyandu berjalan dengan baik berkat kerja sama. Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan lansia dapat terpantau secara rutin dan tumbuh kembang balita dapat diperhatikan sejak dini. Selain itu, keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan posyandu ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat serta upaya untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga di lingkungan setempat.

Thumbnail
3 months ago
Edukasi Tanaman Toga, KKM 78 UIN Malang Pasang Papan Informasi di Pustu Desa Banjarejo

SOFIATUL MAULANA

Pada Senin, 26 Januari 2026, mahasiswa KKM 78 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan salah satu program kerja berupa pemasangan papan informasi tanaman toga di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Banjarejo. Kegiatan ini dilakukan pada sore hari dengan tujuan memberikan edukasi sederhana kepada masyarakat mengenai tanaman obat keluarga (toga). Papan informasi tanaman toga yang dipasang berisi penjelasan tentang pengertian tanaman toga, nama-nama tanaman, manfaat, serta cara pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Informasi tersebut disajikan secara ringkas dan mudah dipahami agar dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui pemasangan papan informasi ini, mahasiswa KKM berharap masyarakat Desa Banjarejo semakin mengenal tanaman toga yang ada di lingkungan sekitar serta memahami manfaatnya bagi kesehatan. Kehadiran papan informasi ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk mengetahui kegunaan tanaman toga sekaligus mendorong pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan alami Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung edukasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui langkah sederhana namun bermanfaat.

Thumbnail
3 months ago
Program Peningkatan Keselamatan Lalu lintas melalui Pemasangan Kaca Cembung di Dusun Baran, Desa Gunungsari, Kec. Tajinan. Kab. Malang

FAIZATUL JANAH

Keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu isu penting di wilayah pedesaan, terutama pada area dengan kondisi jalan yang menanjak dan memiliki banyak tikungan. Menyadari hal tersebut, KKM Samudaya 107 melaksanakan program pemasangan kaca cembung di Dusun Baran, Desa Gunungsari sebagai upaya meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap. Pada Jumat, 30 Januari 2026, mahasiswa KKM Samudaya 107 memulai proses dengan pemasangan tiang kaca cembung. Tahap ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup karena tiang harus ditanam dan diperkuat menggunakan semen. Setelah pemasangan selesai, tiang dibiarkan selama satu hari penuh agar semen dapat mengeras dan menghasilkan konstruksi yang kuat serta aman. Proses menunggu ini menjadi bagian penting dari kegiatan, mengingat kekuatan tiang sangat menentukan efektivitas dan keamanan kaca cembung yang akan dipasang. Selama sehari penuh, mahasiswa memastikan posisi tiang sudah sesuai dengan kebutuhan pandangan di area tikungan. Pada keesokan harinya, Sabtu, 31 Januari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan kaca cembung pada tiang yang telah terpasang. KKM Samudaya 107 memasang kaca cembung di dua titik strategis di Dusun Baran. Pemilihan titik tersebut didasarkan pada kondisi jalan yang memiliki banyak tikungan tajam serta kontur jalan yang menanjak, sehingga berpotensi membatasi jarak pandang pengguna jalan. Meskipun hanya dipasang di dua titik, keberadaan kaca cembung ini dinilai sudah memberikan dampak yang nyata. Pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara, dapat melihat kondisi dari arah berlawanan dengan lebih jelas, sehingga kewaspadaan dapat ditingkatkan saat melintas di area tersebut. Kegiatan pemasangan kaca cembung oleh KKM Samudaya 107 di Dusun Baran, Desa Gunungsari berjalan dengan lancar. Program ini menjadi contoh bahwa langkah sederhana, jika tepat sasaran dan berbasis kebutuhan lapangan, dapat memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat. Bagi KKM Samudaya 107, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian yang berorientasi pada solusi dan keberlanjutan.    

Thumbnail
3 months ago
Mendorong Transaksi Digital: Sosialisasi QRIS oleh KKM UIN Malang Kelompok 67 di Desa Kaliasri

KANDITA DESWIRA HARDANTI

Dalam rangka melaksanakan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025–2026, Kelompok 67 menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada 24 Desember 2025 yang bertempat di Desa Kalisari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai yang aman, praktis, dan efisien. Kegiatan sosialisasi ini dimoderatori oleh Sekretaris Desa Kaliasri, Bapak Wid, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan masyarakat desa dalam menghadapi perkembangan teknologi digital, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan sehari-hari. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Pemuda Penggerak Desa Kaliasri, Mas Edwin, yang berperan sebagai narasumber dalam penyampaian materi. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan QRIS, manfaat penggunaan QRIS bagi masyarakat dan pelaku UMKM, serta tata cara penggunaan QRIS dalam melakukan transaksi melalui aplikasi dompet digital maupun layanan mobile banking. Antusiasme masyarakat Desa Kaliasri terlihat dari keaktifan peserta selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait keamanan transaksi digital dan penerapan QRIS dalam usaha kecil, yang menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya digitalisasi sistem pembayaran. Melalui kegiatan sosialisasi QRIS ini, KKN UIN Malang Kelompok 67 Tahun 2025–2026 berharap masyarakat Desa Kaliasri dapat lebih siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, khususnya dalam sistem pembayaran, serta mampu memanfaatkan QRIS sebagai sarana pendukung peningkatan kegiatan ekonomi desa.

Thumbnail
3 months ago
Pos Bantuan Hukum sebagai Upaya Peningkatan Akses Keadilan Masyarakat Desa Kaliasri

MUHAMMAD RIZKI FAJAR

Pada tanggal 3 Februari 2026, telah dilaksanakan kegiatan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di Balai Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan konsultasi dan pendampingan hukum kepada masyarakat desa, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan hukum formal. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang terbuka dan partisipatif, sehingga masyarakat dapat menyampaikan permasalahan hukumnya secara langsung dan nyaman. Berdasarkan dokumentasi kegiatan, terlihat proses konsultasi hukum yang dilakukan secara tatap muka antara petugas Pos Bantuan Hukum dan warga. Petugas memberikan penjelasan dengan pendekatan komunikatif serta menggunakan perangkat pendukung seperti laptop untuk mencatat dan mengelola informasi hukum yang disampaikan oleh masyarakat. Interaksi dua arah ini menunjukkan bahwa layanan Posbakum tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi hukum secara satu arah, tetapi juga mengedepankan dialog dan pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat desa. Kehadiran Pos Bantuan Hukum di Desa Kaliasri memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Banyak permasalahan hukum yang dihadapi warga desa, seperti sengketa tanah, persoalan administrasi kependudukan, maupun permasalahan keluarga, sering kali tidak ditangani secara tepat karena minimnya pemahaman hukum. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan awal mengenai hak dan kewajiban hukum mereka serta langkah-langkah yang dapat ditempuh sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Secara keseluruhan, pelaksanaan Pos Bantuan Hukum di Balai Desa Kaliasri mencerminkan upaya nyata dalam mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat akar rumput. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi hukum yang berkelanjutan serta mendorong terciptanya masyarakat desa yang lebih sadar hukum, mandiri, dan berkeadilan. Selain itu, sinergi antara aparat desa, penyelenggara Posbakum, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan layanan bantuan hukum di tingkat desa.

Thumbnail
3 months ago
Digitalisasi Potensi Desa Melalui Pembuatan Video Profil Desa Pajaran Kecamatan Poncokusumo

ABBIYI QOBUS SYAMSID

Sebagai langkah strategis dalam mendukung digitalisasi desa, tim KKN kami berinisiatif meluncurkan program kerja pembuatan Video Profil Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo. Mengusung tema besar "Pajaran: Harmoni Tradisi, Inovasi, dan Kemanusiaan", proyek ini bertujuan untuk merekam dan menyajikan potensi desa—mulai dari kekayaan alam hingga kearifan lokal—ke dalam sebuah narasi visual yang terstruktur. Video ini dirancang bukan sekadar sebagai dokumentasi kegiatan, melainkan sebagai aset informasi digital yang vital untuk memperkenalkan identitas dan keunggulan Desa Pajaran kepada masyarakat luas melalui website resmi desa. Dari sisi teknis produksi, kami menerapkan metode pengambilan gambar sinematik yang mengandalkan kekuatan alur cerita dan detail visual tanpa menggunakan drone. Tim dokumentasi memaksimalkan penggunaan kamera handheld dengan bantuan stabilizer atau gimbal untuk menciptakan pergerakan gambar yang stabil dan nyaman dilihat. Teknik pengambilan gambar difokuskan pada sudut pandang (angle) yang humanis, seperti eye-level untuk interaksi warga di pasar dan low-angle untuk menonjolkan kemegahan infrastruktur sekolah. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan pengalaman visual yang lebih dekat dan nyata, mengajak penonton seolah-olah berinteraksi langsung dengan suasana desa. Secara konten, video berdurasi lebih dari 5 menit ini merangkum seluruh aspek kehidupan Desa Pajaran secara komprehensif. Pengambilan gambar mencakup sektor pertanian dan peternakan sebagai fondasi ekonomi utama, dinamika Pasar Tradisional dan Pasar Hewan, hingga proses produksi UMKM unggulan seperti Telur Asin dan Sari Buah. Selain itu, aspek sosial budaya menjadi sorotan utama dengan menampilkan kegiatan Posyandu sebagai bentuk kepedulian kesehatan, serta kesenian Tari dan Bantengan "Mberot" sebagai bukti pelestarian tradisi. Setiap segmen direkam dengan memperhatikan pencahayaan alami untuk menonjolkan keaslian suasana desa. Pada tahap akhir atau pasca-produksi, seluruh hasil rekaman dirangkai melalui proses penyuntingan (editing) yang teliti untuk menyelaraskan visual dengan narasi suara (voice over). Kami memberikan perhatian khusus pada komposisi musik latar, di mana instrumen disesuaikan secara dinamis dengan setiap segmen—mulai dari musik akustik tenang di pembukaan, irama semangat saat membahas ekonomi, hingga nuansa gamelan etnik pada segmen budaya. Hasil akhirnya adalah sebuah video profil yang informatif dan estetik, yang kini telah terintegrasi di website Desa Pajaran sebagai sarana promosi dan informasi digital desa. Link Youtube Video Profile