Thumbnail
3 months ago
PENGAJIAN RUTINAN JUMAT SUBUH MASJID MIFTAHUL JANNAH SAWOJAJAR

BEKTI WIDI ASTUTIK

KEGIATAN PENGAJIAN RUTINAN JUMAT SUBUH MASJID MIFTAHUL JANNAH SAWOJAJAR Pada hari Jumat, tanggal 23 Januari 2026 yang lalu, tepatnya bertempat di Masjid Miftahul Jannah Sawojajar yang beralamat di Jl. Danau Ranau Raya, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, telah dilaksanakan kegiatan Pengajian Rutinan Jumat Subuh dari pukul 04:30 WIB sampai dengan pukul 06:30 WIB. Kegiatan ini merupakan program tetap yang dilakukan setiap minggu untuk memperkuat pemahaman agama Islam dan mempererat tali silaturahmi antarwarga masyarakat setempat, serta didukung sepenuhnya oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Subuh berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ustadz, kemudian dilanjutkan dengan dzikir bersama secara berjamaah. Setelah itu, pengajian utama dengan tema "Bersyukur sebagai Kunci Kebahagiaan Hidup" disampaikan oleh Ustadz selama kurang lebih 1 jam penuh, yang membahas secara mendalam Surah Ibrahim ayat 7 beserta hadits Nabi Muhammad SAW mengenai pentingnya bersyukur dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz sendiri, diikuti dengan acara makan bersama di area masjid guna meningkatkan rasa keakraban dan kekeluargaan antarpeserta. Jumlah jamaah yang hadir mencapai 150 orang atau lebih, terdiri dari kalangan santri, warga masyarakat umum, serta mahasiswa KKM.

Thumbnail
3 months ago
Pelaksanaan seminar family corner oleh kkm 15 sebagai upaya penguatan ketahanan keluarga serta peran orang tua dalam pencegahan stunting

ADINDA NOVI FITRIASARI

Kelompok 15 Pentaswara melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan salah satu program kerja bertema Family Corner di Masjid Miftahul Jannah Sawojajar. Program ini dirancang sebagai ruang edukasi dan refleksi bagi keluarga, khususnya orang tua, untuk kembali menyadari peran penting keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak serta upaya pencegahan stunting sejak dini. Masjid dipilih sebagai pusat kegiatan karena fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang belajar dan penguatan nilai-nilai kehidupan keluarga. Senin pagi, 26 Januari 2026, Masjid Miftahul Jannah Sawojajar menjadi ruang belajar yang hangat sejak pukul 09.00 WIB. Jamaah dan masyarakat umum berkumpul dalam sebuah kegiatan yang mengangkat peran penting orang tua dan anak dalam keluarga. Dengan menghadirkan Fuji Astutik, M.Psi., dosen Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai narasumber, diskusi berlangsung cair dan membumi. Acara yang dipandu oleh Aprilia nur khasanah sebagai MC serta dimoderatori oleh Selvy Puspita Anggraeni, menghadirkan suasana dialog yang akrab dan reflektif. Kegiatan ini bukan sekedar forum berbagi ilmu, namun juga ruang untuk belajar bersama, saling menguatkan, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai fondasi tumbuh kembang anak. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, keluarga sering kali terjebak dalam rutinitas yang padat. Orang tua yang sibuk bekerja, anak-anak larut dalam gawai, dan percakapan hangat perlahan tergeser karena kelelahan. Padahal, keluarga adalah ruang pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun emosional. Dari sinilah konsep family corner menjadi relevan dan penting untuk dibicarakan. Family corner bukan sekadar sudut ruangan dengan sofa atau meja kecil. Ia adalah ruang simbolik tempat keluarga kembali terhubung. Tempat orang tua dan anak bisa berbagi cerita, makan bersama, membaca buku, atau sekadar duduk tanpa gangguan. Di ruang sederhana inilah nilai-nilai dasar keluarga yang ditanamkan, termasuk kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak. Jika ditarik lebih jauh, family corner juga memiliki peran yang sering luput disadari, yaitu sebagai pintu awal pencegahan stunting. Stunting seringkali dipahami sebatas permasalahan gizi dan ekonomi. Padahal, akar masalahnya jauh lebih kompleks. Kurangnya pengetahuan orang tua, minimnya komunikasi dalam keluarga, serta pola asuh yang tidak konsisten turut berkontribusi terhadap risiko stunting pada anak. Melalui family corner, orang tua memiliki ruang untuk lebih peka terhadap kondisi anak. Di sana, orang tua bisa memperhatikan kebiasaan makan anak, mendengar keluhan mereka, dan membangun kedekatan emosional. Anak-anak yang merasa cenderung lebih terbuka, termasuk soal makanan yang tidak mereka sukai atau keluhan kesehatan yang sering dianggap sepele. Tidak sedikit kasus stunting yang berawal dari pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya pendampingan saat anak makan. Makan menjadi aktivitas individu, bahkan sambil menonton atau bermain gawai. Family corner dapat mengembalikan fungsi makan sebagai aktivitas bersama. Saat makan dilakukan dalam suasana hangat, orang tua bisa memastikan asupan gizi anak terpenuhi sekaligus menanamkan kebiasaan makan sehat sejak dini. Lebih dari itu, Family Corner juga berperan dalam meningkatkan literasi keluarga. Diskusi ringan tentang kesehatan, kebiasaan hidup bersih, hingga pentingnya gizi seimbang bisa dimulai dari bincang santai di sudut keluarga ini. Tidak perlu bahasa medis yang rumit, cukup dengan cerita sehari-hari yang mudah dipahami anak. Dari imajinasi kesadaran kolektif terbentuknya keluarga. Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif dan masa depan mereka. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami kesulitan belajar dan produktivitas yang lebih rendah di masa dewasa. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dimulai dari rumah, dari interaksi paling dasar dalam keluarga. Membangun family corner tidak selalu membutuhkan biaya besar. Di rumah sederhana sekalipun, satu sudut kecil yang bersih dan nyaman sudah cukup. Yang terpenting adalah komitmen keluarga untuk meluangkan waktu bersama tanpa gawai, tanpa gangguan, hanya kehadiran utuh satu sama lain. Di era ketika solusi sering dicari dalam program besar dan kebijakan makro, kita sering lupa bahwa perubahan juga bisa dimulai dari ruang paling kecil yaitu rumah. Family corner adalah contoh nyata bahwa upaya pencegahan stunting tidak selalu harus rumit. Dengan membangun kedekatan, komunikasi, dan kepedulian dalam keluarga, kita sedang membangun fondasi kesehatan anak yang jauh lebih kuat. Pada akhirnya, stunting bukan hanya persoalan angka statistik, melainkan cerita tentang anak-anak dan masa depan mereka. Dan mungkin, masa depan itu bisa dijaga dari sebuah sudut kecil bernama family corner. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat yang diberikan kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dipublikasikan. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi simbol terjalinnya kolaborasi antara ilmuwan, pelajar, dan masyarakat dalam upaya bersama meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam pencegahan stunting. Momen ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan keluarga merupakan tanggung jawab bersama yang perlu terus diupayakan secara berkelanjutan.

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Bersama Warga RW 05 Peringati Hari Ibu dan Tahun Baru

APRILIA NUR KHASANAH

Malam tahun baru di RW 05 Kelurahan Sawojajar memiliki cerita yang berbeda. Setiap tahunnya, warga menggelar kegiatan kebersamaan yang dirangkai dengan peringatan Hari Ibu. Tradisi ini sudah menjadi agenda rutin warga sebagai ruang berkumpul, bersilaturahmi, dan melepas penat di akhir tahun. Pada tahun ini, mahasiswa KKM Kelompok 15 UIN Malang mendapat undangan langsung dari Ketua RW 05 untuk ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya hadir sebagai tamu, mahasiswa KKM juga dilibatkan sebagai bagian dari panitia, sehingga dapat terjun langsung dalam pelaksanaan acara bersama warga. Rangkaian kegiatan malam tahun baru berlangsung meriah dan penuh keakraban. Berbagai lomba diselenggarakan untuk menghidupkan suasana, di antaranya lomba karaoke khusus ibu-ibu, lomba karaoke perwakilan tiap RT, serta lomba permainan seperti domino dan remi. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga lintas RT. Suasana kekeluargaan terasa sangat kuat selama acara berlangsung. Ibu-ibu tampil percaya diri mengikuti lomba karaoke, sementara warga lainnya memberikan dukungan dan semangat. Permainan domino dan remi pun menjadi ruang interaksi yang hangat, menghadirkan tawa dan canda sederhana yang justru menjadi inti dari kebersamaan. Bagi mahasiswa KKM, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman sosial yang berharga. Melalui kegiatan tahunan warga, mahasiswa belajar tentang pentingnya tradisi lokal, partisipasi masyarakat, serta nilai gotong royong yang masih terjaga dengan baik di lingkungan RW 05. Kebersamaan yang terjalin antara mahasiswa dan warga juga memperkuat hubungan selama masa KKM berlangsung. Peringatan Hari Ibu yang dirangkai dengan malam tahun baru ini menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perayaan besar. Cukup dengan kebersamaan, partisipasi, dan rasa saling menghargai, kegiatan sederhana pun dapat meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang terlibat. Melalui momen ini, mahasiswa KKM Kelompok 15 UIN Malang tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari tradisi warga RW 05 Kelurahan Sawojajar. Sebuah pengalaman yang memperkaya proses pengabdian sekaligus pembelajaran di tengah masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
PERESMIAN WEB KEUANGAN MASJID BERBASIS DIGITAL

MUHAMMAD SYAH RIZAL

Pada hari Rabu 28 januari 2026, bertempat di Masjid Miftahul Jannah, telah dilaksanakan kegiatan Peresmian Web Keuangan Masjid berbasis digital dengan nama “Buku Masjid”. Kegiatan peresmian ini merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pentaswara, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan tata kelola administrasi dan keuangan masjid agar lebih tertib, transparan, akuntabel, serta mengikuti perkembangan teknologi digital. Web keuangan “Buku Masjid” merupakan sistem berbasis digital yang dikembangkan untuk membantu pengurus Masjid Miftahul Jannah dalam melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran keuangan, pengelolaan kas masjid, serta penyusunan laporan keuangan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pencatatan keuangan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dialihkan ke sistem digital yang lebih efisien, aman, dan mudah diakses. Peresmian web keuangan masjid ini dilakukan oleh: Mahasiswa KKM 15 pentaswara dengan pengurus masjid miftahul jannah Dengan dilaksanakannya peresmian ini, maka Web Keuangan Masjid “Buku Masjid” dinyatakan resmi digunakan sebagai sarana pengelolaan dan pelaporan keuangan Masjid Miftahul Jannah sejak tanggal peresmian tersebut. Mahasiswa KKM Pentaswara telah melaksanakan proses perancangan, pengembangan, serta pengenalan sistem web keuangan ini kepada pengurus masjid, termasuk penjelasan mengenai fitur-fitur utama dan tata cara penggunaannya. Selain itu, mahasiswa KKM juga memberikan pendampingan awal agar pengurus masjid dapat memahami dan mengoperasikan sistem ini secara mandiri hingga masa KKM berakhir. Diharapkan dengan adanya web keuangan masjid berbasis digital ini, pengelolaan keuangan Masjid Miftahul Jannah dapat berjalan lebih tertib, efisien, transparan, dan profesional, serta mampu meningkatkan kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid. Web ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sarana pendukung dalam pengambilan keputusan dan pelaporan keuangan masjid di masa mendatang. Demikian berita acara peresmian ini dibuat dengan sebenar-benarnya sebagai bukti telah dilaksanakannya kegiatan Peresmian Web Keuangan Masjid berbasis digital “Buku Masjid” oleh mahasiswa KKM Pentaswara, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Thumbnail
3 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

MUHAMMAD ILHAM MAULIDA AZIZI

[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.

Thumbnail
3 months ago
Menciptakan Jejak Kebaikan di Dusun Paras

NISA`UL KHARIMAH

Sore itu, tepat pada tanggal 29 Januari 2026, suasana di Dusun Paras, Kecamatan Poncokusumo, Malang, terasa sedikit berbeda. Di tengah udara sejuk khas lereng gunung, riuh suara anak-anak terdengar lebih bersemangat dari biasanya. Hari itu, kami dari Kelompok 129 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berkesempatan untuk menyapa dan belajar bersama adik-adik di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) setempat. Dalam balutan rompi cokelat kebanggaan, kami tidak hanya datang sebagai pengajar, tetapi juga sebagai kakak, teman, dan pendengar bagi mereka. Foto ini menangkap sebuah momen sederhana namun penuh makna: sebuah ruangan yang dipenuhi senyum tulus dan energi positif yang menular. Kegiatan ini bukan sekadar tentang mengeja huruf hijaiyah atau menghafal doa, melainkan sebuah ruang untuk menyelipkan nilai-nilai karakter dan motivasi dalam setiap interaksi yang penuh keceriaan. Di atas karpet sederhana dan di hadapan papan tulis yang mulai memudar, kehangatan terpancar jelas dari semangat adik-adik Dusun Paras yang menjadi api penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi. Inilah wujud nyata sinergi dan kebersamaan tim Kelompok 129, di mana bekal ilmu dari bangku kuliah melebur menjadi satu dengan ketulusan pengabdian langsung di lapangan. Melihat binar mata mereka saat berpose bersama, kami sadar bahwa KKM bukan hanya soal menyelesaikan program kerja, melainkan tentang membangun kedekatan emosional dan meninggalkan jejak inspirasi bagi generasi penerus di Poncokusumo. "Mengajar bukan hanya tentang mengisi wadah yang kosong, tapi tentang menyalakan api rasa ingin tahu dan kasih sayang di hati mereka." Semoga foto ini menjadi pengingat abadi bahwa di Dusun Paras, Kelompok 129 pernah berbagi tawa dan doa.