Thumbnail
3 months ago
Mengukir Identitas, Menjaga Alam: Aksi Kreatif Instalasi Ecobrick di Dusun Paras

NUR AFIFAH

Malang, 1 Februari 2026 — Di tengah udara sejuk Kecamatan Poncokusumo, semangat kolaborasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 129 terpancar jelas dari wajah-wajah mahasiswa yang sedang menjalankan pengabdian masyarakat. Tepat pada awal Februari ini, sebuah instalasi unik resmi berdiri di Dusun Paras, Desa Poncokusumo, bukan sekadar sebagai penanda wilayah, melainkan sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Instalasi bertuliskan "PARAS" yang terpampang gagah di pinggir jalan ini bukan dibuat dari material biasa. Huruf demi huruf disusun dengan teliti menggunakan ecobrick—botol plastik bekas yang diisi padat dengan sampah plastik non-biodegradabel. Warna oranye yang mencolok dari botol-botol tersebut memberikan kontras yang indah dengan hijaunya pepohonan di latar belakang, menciptakan sebuah landmark baru yang ramah lingkungan dan edukatif bagi warga sekitar maupun wisatawan yang melintas. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026 ini melampaui sekadar teknis pemasangan, melainkan menjadi ruang kolaborasi penuh makna di bawah langit Poncokusumo. Di balik kokohnya rangka bambu dan susunan ecobrick tersebut, terselip semangat edukasi untuk mengajak warga melihat "hidup kedua" dari sampah plastik, yang diwujudkan melalui proses gotong royong penuh diskusi dan kebersamaan tim yang solid. Dengan memanfaatkan material lokal yang selaras dengan alam, inovasi berkelanjutan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas mahasiswa mampu menghadirkan solusi lingkungan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat desa. Dengan berdirinya tulisan "PARAS" ini, diharapkan masyarakat tidak hanya melihatnya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pengingat harian akan pentingnya mengurangi dan mengolah limbah plastik. Kegiatan ini menjadi salah satu catatan berharga dalam perjalanan pengabdian kampus tahun ini, meninggalkan jejak fisik yang bermakna di bumi Malang.

Thumbnail
3 months ago
Kelompok KKM 129 Dusun Paras UIN Malang Dampingi MI Al-Ittihad Raih Juara 2 Lomba Cerdas Cermat Kecamatan Poncokusumo

MUHAMMAD ABAN SULAIMAN

Saya bersama teman-teman Kelompok KKM 129 Dusun Paras Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang merasa bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan pendidikan di MI Al-Ittihad. Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi kami adalah membimbing dan mendampingi anak-anak MI Al-Ittihad dalam persiapan mengikuti lomba cerdas cermat tingkat Kecamatan Poncokusumo yang dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2026.   Selama proses persiapan, kami secara rutin mendampingi anak-anak dengan memberikan latihan soal, simulasi lomba, serta pembahasan materi yang sering muncul dalam lomba cerdas cermat. Kami berusaha menciptakan suasana belajar yang santai namun tetap serius agar anak-anak tidak merasa tertekan dan dapat mengikuti bimbingan dengan penuh semangat. Antusiasme dan kemauan belajar anak-anak menjadi motivasi tersendiri bagi kami selama proses pendampingan berlangsung.   Selain penguatan materi, kami juga memberikan motivasi dan dukungan mental kepada para peserta lomba. Anak-anak kami dorong untuk berani menjawab pertanyaan, saling bekerja sama dalam tim, serta menjaga kepercayaan diri saat berada di arena perlombaan. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan akademik, tetapi juga membentuk sikap disiplin, kerja sama, dan sportivitas.   Alhamdulillah, kerja keras dan kebersamaan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Tim MI Al-Ittihad berhasil meraih Juara 2 dalam lomba cerdas cermat tingkat Kecamatan Poncokusumo. Prestasi ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai mahasiswa KKM 129 Dusun Paras, sekaligus menjadi bukti bahwa pendampingan yang konsisten dapat memberikan dampak positif. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan serta menumbuhkan semangat belajar dan berprestasi bagi anak-anak di Dusun Paras dan sekitarnya.

Thumbnail
3 months ago
Upaya Mahasiswa KKM 29 Dampingi Orang Tua Hadapi Transisi Pendidikan Anak: Catatan Program KOMPAS, KKM Kelompok 29 UIN Malang 2026

MAULANA NUR ROKHIM

15 Januari, SDN 2 Jambesari - Kesiapan anak dalam menghadapi jenjang pendidikan baru kerap kali hanya diukur dari kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, aspek mental dan emosional memegang peranan yang tidak kalah penting dalam menunjang keberhasilan anak beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Tanpa kesiapan mental yang matang, anak berisiko mengalami kecemasan, penurunan motivasi belajar, hingga kesulitan bersosialisasi. Menanggapi fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 29 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan seminar parenting bertajuk "KOMPAS" (Komunikasi Orang Tua Membentuk Anak Berkelas) pada Kamis (15/1/2026) di SD Negeri 2 Jambesari. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKM dalam menghadirkan ruang edukasi bagi orang tua agar lebih siap mendampingi anak menghadapi fase transisi pendidikan. Seminar parenting ini diikuti oleh para orang tua dan wali murid kelas 6 SDN 2 Jambesari sebagai sasaran utama kegiatan. Mengusung tema "Membangun Kesiapan Akademik dan Mental Anak Menuju Jenjang Selanjutnya", kegiatan ini bertujuan membekali orang tua dengan pemahaman serta strategi praktis dalam mendukung tumbuh kembang anak secara holistik, tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik semata. Ketua Penanggung Jawab Bidang Parenting, Tazkiyah Amaliah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa transisi dari sekolah dasar ke jenjang pendidikan selanjutnya sering kali menjadi fase krusial dalam perkembangan anak. "Melalui KOMPAS, kami ingin menciptakan ruang refleksi bagi orang tua agar mampu menjadi penunjuk arah yang tepat bagi anaknya, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berbakti bagi nusa, bangsa, dan agama," ujarnya. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.45 WIB ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ibu Diah Mayasari, S.Psi., M.Psi., C.Tr., seorang praktisi psikologi yang memiliki pengalaman luas dalam pendampingan anak dan keluarga. Dalam pemaparannya, Ibu Diah menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sebagai fondasi utama dalam membangun kesiapan mental. Ia juga mengajak peserta untuk lebih peka terhadap kondisi emosional anak, terutama menjelang masa peralihan jenjang pendidikan. Sesi seminar berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi yang membahas berbagai tantangan nyata, seperti kecemasan anak menghadapi lingkungan baru, tekanan akademik, hingga peran orang tua dalam membangun kepercayaan diri anak.  Selain sebagai sarana edukasi parenting, kegiatan ini juga merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Pihak sekolah, yang diwakili oleh Ibu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN 2 Jambesari, menyambut baik terselenggaranya seminar ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam memperkuat sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan wali murid dalam mendukung proses pendidikan anak. Rangkaian acara ditutup dengan sesi doa bersama, penyerahan cinderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi, serta foto bersama yang menjadi simbol terjalinnya kolaborasi dan kebersamaan. Melalui kegiatan seminar parenting KOMPAS ini, diharapkan para orang tua tidak lagi hanya berfokus pada capaian akademik dan angka di rapor, tetapi juga semakin memperhatikan kesehatan mental dan emosional anak sebagai bekal penting dalam meraih keberhasilan belajar di masa depan.    

Thumbnail
3 months ago
Kolaborasi KKM UIN Malang Kelompok 87 (Prabaswara)& Pemuda Arum Bagti dari Desa Sidodadi: Aksi Nyata Menjaga Pesona Pantai Batu Bengkung

DHAMIRAH NURUL AFIQAH

Gajahrejo, Gedangan, Malang - 28 Desember 2025 - Pantai Batu Bengkung, salah satu permata wisata Malang Selatan yang terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, kembali memancarkan pesonanya setelah aksi bersih-bersih yang digelar pada Minggu kemarin. Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 87 dengan nama kelompok Prabaswara dan Pemuda Arum Bagti dari Desa Sidodadi. Pantai Batu Bengkung memang bukan pantai biasa. Terletak di sebelah barat Pulau Sempu yang kini menjadi cagar alam dilindungi, pantai ini menyimpan keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain: kolam alami di bibir pantai yang terbentuk dari deburan ombak yang terjebak dalam cekungan barikade karang. Kolam ajaib ini hanya muncul saat air laut pasang, menjadi tempat favorit pengunjung untuk mandi dan berenang dengan aman. Nama "Batu Bengkung" sendiri diambil dari keberadaan batu melengkung di bibir pantai yang menjadi ciri khas lokasi ini. Dari atas bukit dekat pantai, pemandangan yang tersaji begitu memukau: hamparan pasir putih kecoklatan berpadu dengan bukit karang dan bebatuan, dipeluk oleh ombak besar  yang bergulung-gulung terlalu kuat untuk berenang, namun sempurna untuk dinikmati keindahannya. Siang itu, Sebelum Aksi bersih-bersih di mulai Para Relawan dari KKM UIN malang dan Para pemuda Desa Memulai dengan kegiatan yang tak kalah berkesan yaitu memasak bersama di pantai. Dengan membawa bahan-bahan makanan yang sudah disiapkan sebelum berangkat, mereka mendirikan dapur sederhana di area yang teduh dekat pantai.  Suasana penuh kehangatan tercipta saat mahasiswa KKM dan pemuda lokal bekerja sama menyiapkan masakan. Ada yang menyalakan kompor, memotong Makanan, meracik bumbu, dan memasak dengan latar pemandangan laut yang memukau. Aroma masakan berpadu dengan semilir angin laut menciptakan suasana yang istimewa. Dengan semangat yang sudah terbangun dari kegiatan memasak bersama, Para Relawan dari KKM UIN malang dan Para pemuda Desa kini siap  beraksi untuk kegiatan bersih-bersih pantai. Berbagai jenis sampah berhasil di kumpulkan ada sampah botol plastik, Kresek, styrofoam, puntung rokok, dan lain sebagainya. Setelah beberapa jam bekerja keras membersihkan pantai, tiba saatnya menikmati hasil masakan yang telah disiapkan. Para relawan berkumpul kembali di area yang teduh, membentangkan tikar di bawah pohon dengan latar pemandangan Pantai Batu Bengkung yang kini sudah bersih dan berkilau. Momen makan bersama ini menjadi quality time yang sangat berkesan. Rasa lelah setelah membersihkan pantai terbayar lunas dengan kelezatan masakan dan kehangatan kebersamaan. Sambil menyantap makanan hasil masak bersama di pagi hari, terdengar gelak tawa, cerita-cerita seru tentang pengalaman saat membersihkan pantai, sampah unik yang ditemukan, dan rasa syukur atas keberhasilan aksi hari ini. Sinergi antara mahasiswa KKM UIN Malang dan pemuda lokal terbukti menjadi formula sempurna. Mahasiswa membawa ide-ide segar dan semangat akademis, sementara Pemuda Arum Bagti dengan pengetahuan mendalam tentang kondisi lokal menjadi panduan yang berharga.  

Thumbnail
3 months ago
Kolaborasi KKM UIN Malang dan Masjid Miftahul Jannah dalam Family Corner, Penguatan Administrasi, dan Isra Miraj

SALSABILATUL JANNAH

MALANG, 04 JANUARI 2026 - Rapat sering dianggap sebagai kegiatan formal yang membosankan dan melelahkan. Padahal, dalam kegiatan pengabdian masyarakat seperti KKM, rapat justru menjadi langkah awal yang penting. Dari rapat inilah mahasiswa bisa memahami kebutuhan masjid, menyamakan rencana, dan membangun kerja sama dengan pengurus. Hal tersebut terasa dalam koordinasi antara KKM 15 dan pengurus Masjid Miftahul Jannah yang menjadi awal pelaksanaan berbagai program selama masa KKM. Koordinasi ini dilakukan untuk membicarakan arah kegiatan yang akan dijalankan bersama, mulai dari peringatan Isra' Mi'raj, penguatan administrasi masjid, hingga pelaksanaan Family Corner. Diskusi berlangsung dalam suasana terbuka, di mana pengurus masjid dan mahasiswa KKM saling bertukar pandangan mengenai peran masjid di tengah masyarakat. Salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut adalah rencana peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini tidak dimaknai sekadar sebagai acara seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum untuk menghadirkan pengajian yang tertib, tepat waktu, dan nyaman diikuti jamaah.  Mahasiswa KKM diberi kepercayaan untuk mengelola teknis kegiatan, sementara pengurus masjid menekankan pentingnya koordinasi yang baik agar acara berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini juga direncanakan melibatkan anak-anak TPQ melalui lomba-lomba keagamaan, sebagai upaya menumbuhkan kecintaan mereka terhadap masjid sejak dini. Rapat koordinasi tersebut juga menyinggung peran TPQ Masjid Miftahul Jannah sebagai bagian penting dari kehidupan masjid. Anak-anak TPQ diposisikan bukan hanya sebagai peserta kegiatan, tetapi sebagai generasi penerus yang perlu diberi ruang untuk tumbuh dan belajar. Oleh karena itu, seluruh kegiatan dirancang agar tetap selaras dengan jadwal belajar TPQ dan tidak mengganggu aktivitas rutin yang telah berjalan. Selain kegiatan keagamaan, koordinasi juga membahas penguatan administrasi dan manajemen masjid. Di tengah perkembangan zaman dan tuntutan keterbukaan, pengelolaan masjid memerlukan sistem administrasi yang tertib dan mudah dipahami. Melalui program KKM, mahasiswa berupaya mendampingi pengurus masjid dalam pengenalan sistem pelaporan sederhana yang dapat membantu pengelolaan keuangan dan inventaris.  Pendampingan ini dimaksudkan sebagai upaya saling belajar, bukan untuk menggantikan peran pengurus yang telah ada. Pembahasan berikutnya yang tak kalah penting adalah rencana pelaksanaan Family Corner. Program ini lahir dari kesadaran bahwa masjid memiliki peran strategis dalam penguatan keluarga jamaah. Banyak persoalan keluarga yang membutuhkan ruang dialog dan edukasi, khususnya bagi para ibu. Melalui Family Corner, masjid diharapkan mampu menjadi ruang aman untuk berbagi pengalaman, belajar bersama, dan saling menguatkan.  Kegiatan ini dirancang bekerja sama dengan organisasi ibu-ibu jamaah serta melibatkan narasumber yang kompeten di bidang keluarga dan kesehatan mental. Koordinasi KKM 15 dengan pengurus Masjid Miftahul Jannah juga menjadi sarana pembelajaran bersama. Bagi mahasiswa, rapat ini memberikan pengalaman berharga tentang dinamika bermasyarakat, komunikasi lintas generasi, dan pentingnya kerja kolektif. Sementara bagi pengurus masjid, kehadiran mahasiswa membawa semangat baru dalam menghidupkan program-program kemasjidan yang lebih kontekstual. Pada akhirnya, rapat ini menegaskan bahwa pengabdian tidak selalu dimulai dari kegiatan besar, melainkan dari proses mendengarkan dan berdiskusi bersama. Dari ruang koordinasi inilah kemudian lahir berbagai program yangj diharapkan mampu memperkuat peran Masjid Miftahul Jannah sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kehidupan sosial masyarakat. Karena masjid sejatinya bukan hanya tentang bangunan, tetapi tentang manusia, relasi, dan nilai yang tumbuh di dalamnya.

Thumbnail
3 months ago
KKM Kelompok 70 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan Sosialisasi Stop Bullying di SDN 1 Plandi

RA MEIDI CHUSNUL CHOTIMAH

Bullying merupakan salah satu permasalahan serius yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Perilaku bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan karakter, rasa percaya diri, dan prestasi belajar siswa. Menyadari pentingnya upaya pencegahan sejak dini, kelompok 70 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sosialisasi yang bertema Stop Bullying. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SDN 1 Plandi yang terletak di Dusun Pandan Ploso, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang pada Sabtu (10/01/26). Sekolah ini dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki peran penting dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan pedesaan. Sosialisasi diikuti oleh seluruh siswa yang terdiri dari 44 orang. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh mahasiswa KKM. Sosialisasi dimulai dengan pemaparan materi yang mencakup pengertian bullying, jenis-jenis bullying, dan dampak negatif bullying bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menghargai sesama teman. Pemaparan materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa Sekolah Dasar, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa KKM juga memberikan contoh-contoh bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti mengejek teman, memanggil dengan sebutan yang tidak baik, mengucilkan teman, hingga tindakan fisik seperti mendorong atau memukul. Para siswa diajak untuk mengenali bahwa tindakan-tindakan tersebut termasuk dalam perilaku bullying yang tidak boleh dilakukan. Selain itu, siswa juga diberi pemahaman bahwa bullying bukanlah hal yang sepele dan dapat menimbulkan luka batin yang mendalam bagi korban. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video bertema Stop Bullying. Video tersebut menampilkan ilustrasi sederhana mengenai dampak bullying serta pesan moral tentang pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama. Melalui media audiovisual, siswa terlihat lebih fokus dan tertarik mengikuti kegiatan. Pemutaran video ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya serta menanamkan nilai-nilai positif secara lebih mendalam. Respon siswa selama kegiatan berlangsung sangat positif. Banyak siswa yang mulai berani mengungkapkan pendapat dan pengalaman mereka terkait perilaku bullying yang pernah mereka lihat atau alami di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan mampu membuka ruang diskusi dan meningkatkan kesadaran siswa mengenai isu bullying. Sebelum kegiatan berakhir, mahasiswa KKM mengajak para siswa untuk menuliskan pengalaman pribadi yang pernah mereka rasakan, baik sebagai korban maupun pelaku bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kejujuran, refleksi diri, serta menumbuhkan empati pada diri siswa. Dengan menuliskan pengalaman tersebut, siswa diharapkan dapat memahami perasaan orang lain dan menyadari pentingnya bersikap baik kepada sesama teman. Kegiatan sosialisasi Stop Bullying ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan SDN 1 Plandi. Melalui pemahaman yang diberikan, siswa diharapkan mampu menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendukung pendidikan karakter dan pencegahan perilaku negatif di lingkungan sekolah. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa Kelompok 70 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan para siswa SDN 1 Plandi. Sesi foto bersama ini menjadi simbol kebersamaan serta kenang-kenangan. Dengan adanya kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat terus mengingat pesan-pesan Stop Bullying dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.