Thumbnail
3 months ago
KKM 87 PRABASWARA Peringati Isra Mi’raj: Dari Adzan Sampai Tartil Al-Qur'an Semua Ada di Lomba Isra Mi’raj Dusun Umbulrejo

APRILIA NANDA INDRI ROSITA

SIDODADI, GEDANGAN – Dalam rangka memperingati peristiwa besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kelompok KKM 87 (Prabaswara) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Lomba Isra Mi’raj yang dipusatkan di Masjid Miftahul Huda pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan keagamaan ini dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh santri-santri dari 4 TPQ di Dusun Umbulrejo. Lomba ini diselenggarakan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap ibadah dan Al-Qur’an sejak usia dini. Peringatan Isra Mi’raj kali ini dikemas dalam bentuk perlombaan edukatif yang melibatkan anak-anak sebagai peserta utama. Panitia menyelenggarakan tiga cabang lomba, yaitu lomba adzan, lomba tartil Al-Qur’an Juz Amma, serta lomba bacaan salat. Ketiga lomba tersebut dipilih karena berkaitan langsung dengan praktik ibadah sehari-hari yang menjadi dasar pembentukan karakter religius anak. Setiap TPQ di Dusun Umbulrejo diminta untuk mengirimkan tiga orang perwakilan, dengan ketentuan masing-masing satu anak untuk setiap cabang lomba. Untuk menjaga keadilan dan menyesuaikan kemampuan peserta, panitia juga menetapkan batasan kelas pada setiap lomba. Lomba adzan dan lomba tartil Al-Qur’an Juz Amma diikuti oleh peserta dari kelas 1 hingga 6 Sekolah Dasar, sedangkan lomba bacaan salat dikhususkan bagi anak-anak kelas 1 hingga 4 Sekolah Dasar. Selama pelaksanaan lomba, suasana Masjid Miftahul Huda dipenuhi antusiasme peserta dan dukungan para ustadz, ustadzah, orang tua, serta anggota KKM 87 (Prabaswara) yang bertugas sebagai panitia. Anak-anak tampak percaya diri saat melantunkan adzan, membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil, hingga mempraktikkan bacaan dan gerakan salat secara tertib dan khusyuk. Melalui kegiatan ini, panitia berharap anak-anak tidak hanya terpacu untuk meraih prestasi, tetapi juga termotivasi untuk terus memperbaiki kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, lomba ini menjadi sarana pembinaan mental, keberanian tampil di depan umum, serta penguatan pendidikan agama Islam di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Sosialisasi Anti Bullying

SALVADILA RAHMALIA PUTRI

KKM Dhahawicaksana Selenggarakan Seminar Anti Bullying di SDN Selopanggung 1 Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dhahawicaksana melaksanakan kegiatan seminar anti bullying sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Kegiatan ini diselenggarakan di SDN Selopanggung 1 pada Rabu, 21 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Peserta kegiatan merupakan siswa kelas 5 dan 6 yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian dan antusias. Seminar anti bullying ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Melalui kegiatan ini, KKM Dhahawicaksana berharap siswa dapat lebih peka terhadap perasaan teman, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua. Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi mengenai bullying. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa kelas 5 dan 6. Mahasiswa KKM menjelaskan pengertian bullying, contoh perilaku yang termasuk bullying, serta cara mencegah dan menyikapi tindakan bullying di sekolah. Siswa terlihat aktif menyimak dan beberapa di antaranya merespons dengan pertanyaan maupun pendapat. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi renungan yang berlangsung dengan suasana khidmat. Pada sesi ini, siswa diajak untuk merenungkan kembali sikap dan perilaku mereka terhadap teman-temannya, serta memahami dampak emosional yang dapat ditimbulkan oleh tindakan bullying. Suasana tenang dan penuh makna terasa selama sesi renungan berlangsung. Usai sesi renungan, kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas membuat ungkapan perasaan. Siswa diajak menuliskan dan mengungkapkan bagaimana perasaan mereka apabila menjadi korban bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih empati serta membantu siswa memahami bahwa setiap perilaku negatif dapat meninggalkan luka bagi orang lain. Selanjutnya, siswa diarahkan untuk menulis surat rahasia yang berisi cerita pengalaman pribadi apabila pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Surat tersebut bersifat tertutup dan tidak dibacakan di depan umum, sehingga siswa dapat mengekspresikan perasaannya dengan jujur dan aman. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk menyadari pentingnya saling menghormati di lingkungan sekolah. Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya seminar anti bullying ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Melalui seminar ini, KKM Dhahawicaksana berharap siswa kelas 5 dan 6 SDN Selopanggung 1 dapat lebih memahami pentingnya sikap saling menghargai. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa yang selaras dengan semangat bergerak dan berdampak dalam membentuk generasi yang berkarakter dan peduli terhadap sesama.

Thumbnail
3 months ago
KKM Dhahawicaksana Selenggarakan Psikoedukasi di SDN Selopanggung 1

TALITHA NABILA AULIA RIZKY

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dhahawicaksana menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi dengan tema Peran Orang Tua terhadap Perkembangan Anak yang dilaksanakan di SDN Selopanggung 1. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 14 Januari 2026, pukul 09.00 WIB, dan diikuti oleh wali murid kelas 1 dan 2. Jumlah peserta yang hadir mencapai kurang lebih 50 orang, termasuk para ibu dan bapak wali murid yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan tersebut. Psikoedukasi ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian KKM Dhahawicaksana terhadap pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar. Lingkungan keluarga dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik anak. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan wawasan baru kepada orang tua dalam mendampingi anak di masa pertumbuhan. Dalam kegiatan ini, KKM Dhahawicaksana menghadirkan pemateri ahli di bidang psikologi, yaitu Ibu Hermin Nurbaity Asri, S. Psi., M. Psi., Psikolog, seorang psikolog yang berpengalaman dalam pendampingan perkembangan anak. Materi yang disampaikan meliputi peran orang tua dalam membangun komunikasi yang positif, memberikan pola asuh yang tepat, serta menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung proses belajar anak. Pemateri juga menekankan pentingnya keterlibatan kedua orang tua, baik ibu maupun bapak, dalam proses pengasuhan. Selama penyampaian materi, suasana kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kediri serta Dinas Pendidikan Kediri, yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap upaya peningkatan peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak usia sekolah dasar. Para wali murid tampak aktif menyimak penjelasan dan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan seputar permasalahan yang dihadapi dalam mendampingi anak sehari-hari. Kehadiran bapak-bapak wali murid turut menjadi perhatian tersendiri, karena menunjukkan kesadaran bersama bahwa peran ayah juga sangat penting dalam perkembangan anak. Pihak sekolah menyambut baik terselenggaranya kegiatan psikoedukasi ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Menurut pihak sekolah, kolaborasi antara mahasiswa KKM, sekolah, dan orang tua menjadi langkah positif dalam mendukung kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta didik. Melalui kegiatan psikoedukasi ini, KKM Dhahawicaksana berharap para orang tua dapat lebih memahami perannya dalam mendampingi perkembangan anak secara optimal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di bidang pendidikan dan psikologi, dengan tujuan menciptakan generasi yang sehat secara emosional, cerdas, dan berkarakter.  

Thumbnail
4 months ago
Kenangan dan Pengabdian: Penutupan KKM 87 Prabaswara bersama Arum Bagti di Pantai Batu Bengkung

IRFIQNA DINANA

Kegiatan penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Arum Bagti yang berlangsung pada tanggal 31 Januari 2026 di Pantai Batu Bengkung, pada akhir masa pengabdian mahasiswa, dengan melibatkan mahasiswa KKM dan Arum Bagti, sebagai bentuk penandaan berakhirnya seluruh rangkaian program KKM yang telah dijalankan, melalui acara seremonial dan kebersamaan. Acara penutupan KKM dilaksanakan dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momen refleksi atas berbagai program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa selama berada di tengah masyarakat, mulai dari kegiatan sosial, edukasi, hingga kepedulian terhadap lingkungan sekitar Pantai Batu Bengkung. Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Arum Bagti yang telah memberikan dukungan serta kerja sama selama pelaksanaan KKM. Mahasiswa menilai sinergi yang terjalin menjadi faktor penting dalam menyukseskan berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan potensi wisata dan pelestarian lingkungan pantai. Sementara itu, perwakilan dari Arum Bagti menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM yang telah aktif berpartisipasi dalam kegiatan kepemudaan dan sosial. Kehadiran mahasiswa dinilai mampu memberikan ide-ide baru, semangat kolaborasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya menjaga dan mengembangkan kawasan Pantai Batu Bengkung. Rangkaian acara penutupan diisi dengan doa bersama, penyampaian kesan dan pesan, serta penyerahan cenderamata sebagai simbol berakhirnya program KKM. Acara berlangsung lancar dengan latar keindahan alam Pantai Batu Bengkung yang menambah kekhidmatan suasana. Melalui kegiatan KKM ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa dan Arum Bagti, dapat terus terjalin meskipun program telah berakhir. KKM di Pantai Batu Bengkung diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi langkah awal bagi pengembangan potensi lokal di masa mendatang.

Thumbnail
4 months ago
Pembuatan Insinerator sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Desa Kelompok 70 KKM "Nirmalasara"

RIMA OKTAFIANA ZALIANTI

Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu utama di wilayah pedesaan, khususnya pada desa yang belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menyebabkan penumpukan sampah dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 70 “Nirmalasara” melaksanakan program kerja pembuatan insinerator sebagai salah satu solusi alternatif dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa insinerator yang dibangun dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga dan mendapat respons positif dari masyarakat desa. Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang hingga saat ini belum sepenuhnya tertangani, terutama di wilayah pedesaan. Keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, seperti tidak tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menyebabkan masyarakat cenderung membuang sampah secara sembarangan atau melakukan pembakaran terbuka. Praktik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta menurunnya kualitas hidup masyarakat. Guna menghadapi permasalahan di atas, Desa Plandi, tepatnya Dusun Pandan Ploso, merupakan lokasi pelaksanaan KKM Kelompok 70 “Nirmalasara”. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan perangkat desa serta masyarakat setempat, pengelolaan sampah menjadi salah satu permasalahan utama yang membutuhkan penanganan. Oleh karena itu, Kelompok 70 “Nirmalasara” merancang dan melaksanakan program kerja pembuatan insinerator sebagai upaya pengelolaan sampah yang sederhana, efektif, dan sesuai dengan kondisi desa. Kegiatan pembuatan insinerator ini bertujuan untuk: Menyediakan sarana pengelolaan sampah bagi masyarakat desa. Mengurangi volume sampah yang tidak terkelola akibat ketiadaan TPA. Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan. Mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan pembuatan insinerator dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut. Observasi dan Identifikasi Masalah Kelompok melakukan observasi langsung terhadap kondisi lingkungan desa serta melakukan wawancara singkat dengan perangkat desa dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Perencanaan Program Berdasarkan hasil observasi, kelompok menyusun perencanaan program kerja yang meliputi desain insinerator, pemilihan bahan, serta penentuan lokasi pembangunan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kemudahan penggunaan. Pelaksanaan Pembuatan Insinerator Pembuatan insinerator dilaksanakan secara gotong royong oleh anggota Kelompok 70 “Nirmalasara” dengan melibatkan masyarakat setempat. Proses ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap fasilitas yang dibangun. Sosialisasi kepada Masyarakat Setelah insinerator selesai dibuat, dilakukan peresmian sekaligus sosialisasi kepada masyarakat mengenai fungsi, cara penggunaan, serta perawatan insinerator agar dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah terbangunnya satu unit insinerator yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengolahan sampah rumah tangga di desa. Insinerator tersebut mampu mengurangi volume sampah dan membantu mengatasi permasalahan penumpukan sampah yang sebelumnya terjadi akibat ketiadaan TPA. Partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan menunjukkan antusiasme dan respons yang positif. Masyarakat mulai memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik serta dampaknya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dengan demikian, program kerja ini tidak hanya menghasilkan sarana fisik, tetapi juga memberikan dampak edukatif bagi masyarakat desa. Program kerja pembuatan insinerator yang dilaksanakan oleh Kelompok 70 KKM “Nirmalasara” merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata. Keberadaan insinerator dapat menjadi solusi alternatif dalam pengelolaan sampah di desa yang belum memiliki TPA. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Diharapkan pemerintah desa dan masyarakat setempat dapat menjaga, merawat, serta memanfaatkan insinerator yang telah dibangun secara optimal. Selain itu, diperlukan program lanjutan berupa edukasi pemilahan sampah agar pengelolaan sampah di desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Thumbnail
4 months ago
Program Mengajar Mahasiswa KKM kelompok 87 prabaswara Dukung Peningkatan Pembelajaran di SD Negeri 02 Sidodadi

SOFI RAMADANI

Sidodadi — Program mengajar yang dilaksanakan oleh siswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 02 Sidodadi. Kegiatan ini berlangsung secara terjadwal sebanyak empat kali dalam sepekan, yakni pada hari Senin hingga Kamis, dan dilaksanakan mulai tanggal 05 Januari sampai dengan 15 Januari 2026. Selama pelaksanaan kegiatan, siswa KKM terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas. Kehadiran siswa memberikan warna baru dalam kegiatan belajar mengajar, terutama melalui penggunaan metode pembelajaran yang lebih variatif dan komunikatif. Dengan pendekatan tersebut, siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pelajaran serta lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Program pengajaran ini tidak hanya terfokus pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa. Mahasiswa KKM turut menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kerja sama, dan keberanian dalam berpendapat. Respons positif datang dari pihak sekolah, baik guru maupun siswa. Guru merasa terbantu dengan adanya pendampingan di kelas, sementara siswa menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, pelaksanaan program pengajaran ini memberikan manfaat yang nyata bagi sekolah. Selain menambah pengalaman siswa KKM dalam dunia pendidikan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di SD Negeri 02 Sidodadi.