Thumbnail
4 months ago
Ruang Belajar Jadi Lebih Hidup: Siswa SMPN 3 Gondang Bersama Kelompok KKM 183 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Warnai Pendidikan Di Era Digital

HANIF ABDULLAH AZZAM

Mengawali tahun baru dengan langkah adaptif di era digital, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program digitalisasi dan sosialisasi bijak dalam pemanfaatan gadget untuk pembelajaran di SMP Negeri 3 Gondang pada Senin (19/01/2026). Kegiatan ini dipandu oleh pemateri Kak Hanif Abdullah dan Kak Binnadhier Al Mujibi, yang mengajak siswa melihat handphone tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi sebagai media belajar, sarana berkarya, dan ruang untuk menebar konten yang inspiratif serta edukatif.     Perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan remaja menjadi latar belakang utama terlaksananya program ini. Gadget yang sebelumnya lebih sering digunakan untuk bermain gim dan berselancar di media sosial diarahkan menjadi alat produktif yang mampu menunjang proses belajar. Melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif, mahasiswa KKM 183 berupaya menghidupkan kembali potensi keterampilan digital siswa agar lebih inovatif dan bermanfaat, tidak hanya sebatas konsumsi konten, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bernilai.     Sebelum sesi praktik dimulai, para siswa diajak berdiskusi ringan mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan handphone sehari-hari. Dari dialog tersebut, terlihat bahwa sebagian besar siswa sudah sangat akrab dengan dunia digital, namun belum sepenuhnya memahami bagaimana memanfaatkan gadget secara aman, bijak, dan produktif. Temuan ini menjadi dasar bagi para pemateri untuk menyampaikan materi yang relevan dengan kebutuhan dan keseharian siswa.     Pada sesi pertama, Kak Hanif Abdullah menekankan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan gadget dengan fokus pada pembuatan konten inspiratif dan edukatif. Ia memaparkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang berbagi nilai positif, pengetahuan, dan motivasi jika dikelola dengan baik. Sebagai contoh, Kak Hanif mengenalkan sosok kreator seperti Dzawin Nur serta memperlihatkan akun yang ia kelola sendiri, @zawiyahindonesia, sebagai gambaran bagaimana platform digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan kebaikan, literasi, dan wawasan keislaman secara kreatif dan menarik bagi generasi muda.   Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Kak Binnadhier Al Mujibi yang memfokuskan pembahasan pada keterampilan teknis penggunaan aplikasi desain Canva. Ia menyampaikan bahwa Canva dapat menjadi pintu masuk yang mudah dan menyenangkan bagi siswa SMP Negeri 3 Gondang untuk mengenal dunia desain digital, sekaligus mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri dalam mengolah ide menjadi karya visual yang menarik. Dengan panduan langkah demi langkah, siswa dikenalkan pada fitur dasar seperti memilih template, mengatur tata letak, memadukan warna, dan menyusun teks agar pesan visual tersampaikan secara jelas dan komunikatif. Sebagai tindak lanjut dari sesi edukasi, mahasiswa KKM 183 mengadakan lomba membuat poster yang diikuti oleh seluruh siswa.    Melalui kegiatan ini, siswa memadukan nilai-nilai bijak dalam penggunaan gadget dengan keterampilan desain yang telah dipelajari. Suasana lomba berlangsung meriah dengan beragam ide dan kreativitas yang ditampilkan, sementara karya terbaik dipajang di lingkungan sekolah sebagai pengingat visual untuk menjadikan gadget sebagai sarana belajar dan berkarya. Melalui rangkaian kegiatan ini, KKM 183 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan budaya belajar digital yang sehat, kreatif, dan berkelanjutan di SMP Negeri 3 Gondang.

Thumbnail
4 months ago
Silaturrahmi ke tokoh masyarakat setempat

ACHMAD MAHBUBY

https://kkm-27-argantara.blogspot.com/2026/01/silaturahmi-ke-tokoh-masyarakat-setempat.html?m=1

Thumbnail
4 months ago
Kegiatan Mengajar KKM di SMP 4 PGRI Gedangan Kabupaten Malang

SANIA FAWWAIZA ADHIYYA

Gedangan, Kabupaten Malang — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan kegiatan mengajar di SMP 4 PGRI Gedangan, Kabupaten Malang, yang berlangsung selama kurang lebih sepuluh hari, mulai 5 Januari hingga 15 Januari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran serta meningkatkan motivasi belajar siswa. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKM terlibat langsung dalam aktivitas pembelajaran di kelas dengan mendampingi guru mata pelajaran. Mahasiswa membantu menyampaikan materi, mengelola kelas, serta memberikan pendampingan belajar kepada siswa. Metode pembelajaran yang digunakan dibuat interaktif dan menyenangkan agar siswa lebih aktif dan mudah memahami materi yang disampaikan. Selain kegiatan mengajar, mahasiswa KKM juga berperan dalam memberikan motivasi belajar kepada siswa, menanamkan nilai kedisiplinan, serta membangun suasana belajar yang kondusif. Kehadiran mahasiswa KKM disambut dengan antusias oleh pihak sekolah dan para siswa karena memberikan variasi baru dalam proses pembelajaran sehari-hari. Pihak SMP 4 PGRI Gedangan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM yang telah membantu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi siswa maupun mahasiswa, terutama dalam mengasah kemampuan mengajar, komunikasi, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan mengajar ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Thumbnail
4 months ago
Upacara Pembukaan Kegiatan KKM Kelompok 27 Argantara di Desa Argosuko

MUHAMMAD HAIKAL ADAM

https://kkm-27-argantara.blogspot.com/2026/01/upacara-pembukaan-kegiatan-kkm-kelompok.html?m=1 Pada 24 Desember 2025, setelah pelaksanaan pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 27 Argantara secara resmi melaksanakan upacara pembukaan kegiatan KKM yang bertempat di Kantor Balai Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa KKM di Desa Argosuko, sekaligus sebagai bentuk pengenalan awal kepada perangkat desa dan masyarakat setempat. Upacara pembukaan dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta jajaran perangkat Desa Argosuko. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana kekeluargaan, mencerminkan sinergi antara mahasiswa, pihak akademik, dan pemerintah desa dalam mendukung pelaksanaan program KKM agar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua KKM Kelompok 27 Argantara, Haikal, yang memaparkan gambaran umum serta beberapa program kerja utama yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKM. Program tersebut di antaranya meliputi seminar di MI dan MTs, serta sosialisasi sertifikasi halal yang ditujukan untuk mendukung peningkatan pemahaman masyarakat di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi berbasis kehalalan produk. Sambutan kedua disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang menyampaikan harapan agar seluruh program kerja KKM dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Argosuko. DPL juga menekankan pentingnya kerja sama, komunikasi yang baik, serta sikap tanggung jawab mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Sambutan terakhir disampaikan oleh Bapak Sucipto selaku penanggung jawab desa, yang menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM Kelompok 27 Argantara di Desa Argosuko. Beliau berharap seluruh kegiatan yang direncanakan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta berjalan selaras dengan kebutuhan dan kondisi desa. Dengan dilaksanakannya upacara pembukaan ini, diharapkan kolaborasi antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Argosuko dapat terjalin dengan baik dan berkelanjutan. Melalui pelaksanaan upacara pembukaan ini, Kelompok 27 Argantara secara resmi memulai seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa di Desa Argosuko. Momen ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya program kerja, tetapi juga sebagai awal terbangunnya hubungan kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Dengan adanya dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan serta perangkat Desa Argosuko, Kelompok 27 Argantara optimis seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana secara maksimal dan tepat sasaran. Setiap kegiatan akan dilaksanakan dengan mengedepankan nilai tanggung jawab, partisipasi aktif masyarakat, serta semangat pengabdian yang berkelanjutan. Upacara pembukaan ini sekaligus menjadi penguat komitmen mahasiswa KKM untuk menjalankan perannya tidak hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam proses pemberdayaan. Diharapkan, kehadiran Kelompok 27 Argantara dapat memberikan kontribusi nyata dan meninggalkan kesan positif selama masa pengabdian di Desa Argosuko.

Thumbnail
4 months ago
Kelompok 88 KKM UIN Malang Kunjungi Sentra Gula Merah Desa Sukolilo, Pelajari Warisan Budaya Turun-Temurun Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kelompok 88 KKM UIN Malang Kunjungi Sentra Gula Merah Desa Sukolilo, Pelajari Warisan Bud

LUTFIANI RATNA WIJAYA

Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan edukatif ke sentra produksi gula merah di Dusun Napel, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi lokal yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun di desa tersebut.  Kunjungan yang dilaksanakan pada awal Januari 2026 ini disambut hangat oleh para pengusaha gula merah setempat. Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung proses produksi gula merah dari hulu hingga hilir, mulai dari penggilingan tebu, pemasakan nira, hingga pengemasan dan produk akhir Yang menarik, pada awal produksi, penggilingan tebu menggunakan alat dari kayu dan tenaga sapi. Sejak tahun 1982, tenaga sapi mulai digantikan oleh mesin diesel berbahan solar yang kemudian berganti dengan listrik. Transformasi teknologi ini menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi produksi tradisional. Pemilik pabrik menjelaskan bahwa kapasitas produksi dalam satu hari dapat mencapai satu ton, dengan perbandingan 10 Ton tebu menghasilkan satu ton gula merah. Angka ini menunjukkan bahwa produksi gula merah membutuhkan bahan baku yang sangat besar, menjadikan ketersediaan tebu lokal Mata pencaharian warga Desa Sukolilo didominasi oleh perkebunan tebu yang sudah dilakukan secara turun-temurun, didukung oleh keberadaan Pabrik Gula Krebet (PG Krebet) di Bululawang. Kondisi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang unik di mana petani tebu memiliki dua pilihan pasar: menjual ke PG Krebet untuk diolah menjadi gula pasir, atau menjual ke pengrajin lokal untuk diolah menjadi gula merah Dalam diskusi dengan mahasiswa, pengusaha gula merah menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi, antara lain fluktuasi harga tebu sebagai bahan baku, persaingan dengan gula merah impor yang lebih murah, dan regenerasi pengrajin muda yang semakin berkurang karena pekerjaan ini dianggap berat dan kurang menjanjikan oleh generasi muda. Para mahasiswa Kelompok 88 melihat kunjungan ini sebagai kesempatan emas untuk memahami dinamika ekonomi desa. "Kami belajar bahwa industri tradisional seperti gula merah punya potensi besar jika dikelola dengan baik. Mungkin kami bisa membantu dalam hal branding, pemasaran digital, atau diversifikasi produk seperti gula semut atau sirup gula merah yang sedang tren," ungkap salah satu anggota timBeberapa ide program yang muncul dari kunjungan ini antara lain: pembuatan konten media sosial untuk promosi gula merah Sukolilo, pendampingan pengemasan produk agar lebih menarik, workshop pemasaran online untuk pengrajin muda, dan dokumentasi proses produksi sebagai aset promosi wisata edukasi. Kegiatan kunjungan industri ini merupakan bagian dari program kerja Kelompok 88 KKM dalam bidang studi potensi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memahami secara mendalam tantangan dan peluang industri lokal, mahasiswa diharapkan dapat merumuskan program-program yang tepat sasaran dan berdampak nyata.

Thumbnail
4 months ago
Tahlilan Rutinan Malam Jumat: Wujud Kebersamaan Warga Dusun Umbelrejo

FAQIH MUHAMMAD RIZKY

Kehidupan masyarakat Dusun Umbelrejo, Desa Sidodadi, tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Salah satu kegiatan yang masih rutin dilaksanakan hingga sekarang adalah tahlilan setiap malam Jumat. Kegiatan ini telah menjadi kebiasaan warga yang dijaga secara turun-temurun dan dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu. Bagi masyarakat setempat, tahlilan bukan sekadar kegiatan membaca doa bersama. Lebih dari itu, tahlilan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menguatkan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, warga bersama-sama mendoakan para leluhur serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Dusun Umbelrejo. Pelaksanaan tahlilan dilakukan secara bergantian dari rumah ke rumah sesuai kesepakatan warga. Setiap malam Jumat, rumah yang menjadi tuan rumah akan berbeda. Sistem bergiliran ini mencerminkan kuatnya rasa gotong royong dan kekeluargaan yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Tahlilan biasanya dilaksanakan setelah salat Isya. Warga berkumpul di rumah yang telah ditentukan, kemudian kegiatan dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Setelah acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana. Suasana yang tercipta terasa hangat, penuh kekhidmatan, dan sarat akan nilai kebersamaan. Di tengah perubahan zaman, tahlilan rutinan ini tetap bertahan berkat kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dan sosial masih hidup dan dijaga dengan baik oleh warga Dusun Umbelrejo. Harapannya, tradisi tahlilan malam Jumat ini dapat terus dilestarikan dan menjadi warisan positif bagi generasi berikutnya.