MUBAARAK DWI AL-FARRAAS
Bunutwetan, Pakis — Kegiatan belajar mengajar di MI NU Pakis, Bunutwetan, Pakis, resmi dimulai kembali pada Jumat, 9 Januari 2026 setelah berakhirnya masa libur semester. Hari pertama masuk sekolah dimanfaatkan dengan kegiatan bersih-bersih perpustakaan yang melibatkan siswa kelas 4 hingga kelas 6 sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan belajar. Kegiatan bersih-bersih perpustakaan ini dilaksanakan secara bersama-sama oleh guru dan siswa. Para siswa dengan antusias membersihkan ruangan perpustakaan, menata rak buku, serta merapikan koleksi bacaan agar lebih tertata dan nyaman digunakan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong kepada siswa sejak dini. Melalui kegiatan ini, MI NU Pakis berharap perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat literasi madrasah. Lingkungan perpustakaan yang nyaman diharapkan mampu meningkatkan minat baca siswa serta mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan berkelanjutan.
ANGELIA TRIYANA
Pada Kamis pagi 25 Desember 2025, kelompok 78 ArthaBhumi UIN Malang bersama dengan warga lokal memanen sayur sawi sebagai aksi pegabdian ke masyarakat lokal. Sayur sawi menjadi salah satu sayur terbanyak di desa Banjarejo Pakis Kabupaten Malang selain bayam dan kangkung. Ketiga sayur tersebut terkenal banyak di desa Banjarejo pakis Kabupaten Malang yang dihasilkan langsung oleh petani lokal dan menjadi sumber utama pendapatan petani di desa ini. Kegiatan berkebun menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk membangun kedekatan sosial sekaligus memahami secara langsung kehidupan dan mata pencaharian masyarakat setempat. Kelompok 78 ArthaBhumi diberikan kesempatan untuk memanen sayur sawi milik warga lokal yang dikenal sebagai yai rus. Beliau mempersilahkan mahasiswa untuk memanen secara langsung dalam jumlah yang banyak dan menjawab segala pertanyaan seperti bagaimana perawatannya, dan jangka waktu panen. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 78 ArthaBhumi, kegiatan panen sawi ini menjadi pengalaman berharga dalam mengimplementasikan nilai pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, mahasiswa belajar bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui program besar, tetapi juga melalui kehadiran, kebersamaan, dan kemauan untuk terlibat langsung bersama masyarakat. Kegiatan panen sawi bersama warga ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa, sekaligus memperkuat semangat gotong royong sebagai bagian dari nilai sosial yang terus dijaga.
NURUL AISYAH ALHAK
Bunutwetan, Pakis — Pemerintah Desa Bunutwetan menggelar kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang bertempat di Balai Desa Bunutwetan pada Minggu pagi, 28 Desember 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian pemerintah desa terhadap penyandang disabilitas serta sebagai upaya membangun lingkungan desa yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bunutwetan beserta perangkat desa, perwakilan lembaga desa, tokoh masyarakat, pendamping disabilitas, serta warga penyandang disabilitas yang berada di wilayah Desa Bunutwetan. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Bunutwetan yang menyampaikan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan setara bagi penyandang disabilitas. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak dan potensi yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun pembangunan desa. Selain sambutan, kegiatan peringatan Hari Disabilitas ini juga diisi dengan sesi silaturahmi, edukasi, serta bentuk perhatian dan apresiasi kepada penyandang disabilitas. Suasana acara berlangsung dengan penuh kehangatan, kekeluargaan, dan rasa saling menghargai antara seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Bunutwetan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sikap saling menghargai dan menerima penyandang disabilitas, serta menghilangkan pandangan negatif yang masih ada di tengah masyarakat. Peringatan Hari Disabilitas ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen desa dalam mendukung berbagai program yang memberikan perhatian dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas ke depannya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Desa Bunutwetan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya desa yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh warganya tanpa terkecuali.
HANIFAH RAMADHANI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Nuswara UIN Malang bersama Dusun Klandungan melaksanakan kegiatan rutin pembersihan-bersih Masjid Baitul Akbar yang dirangkaikan dengan program persiapan Jumat Berkah pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam rangka mendukung kenyamanan ibadah serta memperkuat nilai kepedulian sosial di lingkungan masjid. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota KKM serta partisipasi aktif masyarakat Dusun Klandungan RT 1 dan RT 2 RW 03. Sejak pagi hari, para peserta secara gotong royong melaksanakan kerja bakti membersihkan berbagai fasilitas Masjid Baitul Akbar sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan bersih-bersih masjid dimulai pada pukul 05.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 07.00 WIB. Aktivitas yang dilakukan antara lain pembersihan karpet masjid, sanitasi area toilet, penyapuan dan pengepelan lantai, serta penataan kembali perlengkapan dan properti masjid. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, tertata, dan kondusif, khususnya menjelang pelaksanaan salat Jumat. Setelah kegiatan kebersihan, agenda dilanjutkan dengan program persiapan Jumat Berkah yang dimulai pada pukul 07.00 WIB oleh anggota putri. Program ini difokuskan pada penyediaan konsumsi yang akan dibagikan kepada jamaah salat Jumat sebagai bentuk pendistribusian amal warga serta penguatan nilai kepedulian sosial di lingkungan masjid. Menu yang disiapkan pada kegiatan Jumat Berkah kali ini berupa nasi sop dengan minuman pendamping berupa es jeruk peras. Dalam proses persiapan, KKM mahasiswi ikut aktif dalam membantu pengolahan dan pengaturan konsumsi, menyiapkan peralatan makan, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis kegiatan terpenuhi secara tertib dan higienis. Seluruh rangkaian persiapan selesai sekitar pukul 11.00 WIB, bertepatan dengan dimulainya datangnya jamaah salat Jumat ke Masjid Baitul Akbar. Makanan yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada jamaah setelah pelaksanaan salat Jumat sebagai bagian dari pelaksanaan program Jumat Berkah yang berfokus pada aspek sosial dan kemaslahatan umat. Kegiatan Jumat Berkah berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dan ditutup dengan pembersihan area masjid, pencucian peralatan masak, serta penataan kembali tempat yang digunakan selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, namun juga berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan masjid serta penguatan nilai solidaritas sosial melalui budaya berbagi di lingkungan Dusun Klandungan, Landungsari.
MOHAMMAD WILDAN NUR AKBAR
Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 33 dari UIN Malang, yang bertugas di Dusun Lesti, secara aktif membangun kebiasaan baik melalui program "One Day One Juz" selama masa pengabdian mereka. Program ini bertujuan memperkuat spiritualitas dan menciptakan rutinitas bermakna di tengah masyarakat desa. Kegiatan ini dimulai dengan kesadaran akan pentingnya membaca Al-Qur'an secara rutin, di mana setiap hari satu juz menjadi target utama. Mahasiswa mengintegrasikan aktivitas ini ke dalam jadwal harian, sering kali dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushalla setempat, melibatkan warga Dusun Lesti untuk menciptakan semangat kolektif. Kebiasaan "One Day One Juz" yang dibangun selama KKM tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai. Mahasiswa UIN Malang melanjutkannya sebagai bagian dari gaya hidup, sementara warga Dusun Lesti mengadopsinya secara mandiri, menciptakan efek riak positif di komunitas. Selama KKM di Dusun Lesti, mahasiswa UIN Malang merasakan transformasi mendalam dari rutinitas "One Day One Juz". Mereka berbagi cerita tentang peningkatan fokus belajar, ketenangan batin, dan rasa syukur yang lebih dalam setelah tadarus harian. Program ini menunjukkan bagaimana kegiatan pengabdian bisa jadi katalisator transformasi diri dan masyarakat, mengajarkan bahwa kebiasaan kecil harian mampu membentuk karakter kuat dan hubungan spiritual yang erat.
ANDINI AULIA PUTRI
Kegiatan arisan PKK yang diikuti oleh mahasiswa ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di wilayah RT 02 dan RT 03 RW 02 Kelurahan Kedungkandang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK sebagai mitra sosial di lingkungan setempat. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusias oleh para ibu PKK yang melihat kegiatan ini sebagai ruang silaturahmi sekaligus diskusi bersama. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban sejak awal acara dimulai. Acara diawali dengan penyampaian program kerja kolaborasi yang dirancang oleh mahasiswa untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan di lingkungan RT dan RW. Dalam penyampaian tersebut, mahasiswa menjelaskan beberapa rencana kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan partisipasi warga, serta penguatan hubungan sosial antarwarga. Penjelasan program kerja disampaikan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir. Ibu-ibu PKK pun tampak aktif menyimak dan memberikan respons positif terhadap pemaparan yang disampaikan. Selain memaparkan program kerja, mahasiswa juga membuka ruang diskusi agar ibu-ibu PKK dapat menyampaikan saran dan masukan terkait rencana kolaborasi yang akan dijalankan. Diskusi ini menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi antara mahasiswa dan ibu PKK mengenai kebutuhan serta potensi yang ada di lingkungan setempat. Beberapa ibu PKK turut menyampaikan pengalaman dan ide yang dapat dikembangkan bersama dalam kegiatan ke depan. Melalui diskusi tersebut, terbangun komunikasi dua arah yang semakin mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Setelah sesi penyampaian program kerja dan diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan arisan ibu-ibu PKK sebagaimana agenda rutin yang biasa dilaksanakan. Mahasiswa turut mengikuti rangkaian arisan dengan penuh kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Kegiatan arisan berlangsung sederhana namun sarat dengan nilai kebersamaan dan kekompakan antaranggota PKK. Momen ini dimanfaatkan mahasiswa untuk lebih mengenal ibu-ibu PKK secara personal dalam suasana yang santai dan akrab. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan arisan PKK ini diharapkan dapat memperkuat ikatan emosional antara mahasiswa dan ibu-ibu PKK di lingkungan RT 02 dan RT 03. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam membangun lingkungan yang harmonis. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang aktif berbaur. Hal ini menjadi langkah awal yang baik untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kolaborasi yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan penuh dari ibu-ibu PKK. Sinergi antara mahasiswa dan PKK diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Kedungkandang secara keseluruhan. Kegiatan arisan PKK ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin, tetapi juga wadah untuk memperkuat silaturahmi dan kerja sama sosial. Dengan adanya kegiatan seperti ini, hubungan antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan semakin solid dan berkelanjutan.