Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM 13 Dharmasena UIN Malang Gelar Inventarisasi Sarana dan Prasarana Masjid

IMAM SAFI I

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 13 Dharmasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana masjid. Kegiatan ini mulai dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2025 dan berlokasi di Masjid Nashruddin, Kecamatan Kedungkandang. Inventarisasi dilakukan sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang fokus pada penguatan tata kelola masjid. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya membantu pengurus masjid dalam menata dan mendokumentasikan aset yang dimiliki. Pelaksanaan inventarisasi diawali dengan koordinasi antara mahasiswa KKM dan pengurus Masjid Nashruddin. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman terkait ruang lingkup dan mekanisme pendataan. Mahasiswa kemudian melakukan pendataan secara langsung terhadap berbagai fasilitas yang ada di lingkungan masjid. Proses ini dilakukan secara sistematis agar data yang diperoleh akurat dan mudah digunakan. Sarana dan prasarana yang didata meliputi perlengkapan ibadah, peralatan kebersihan, serta fasilitas pendukung kegiatan keagamaan dan sosial. Setiap barang dicatat berdasarkan jenis, jumlah, dan kondisi fisiknya. Pendataan ini diharapkan dapat memudahkan pengurus masjid dalam melakukan perawatan dan pengawasan aset. Selain itu, data inventaris juga dapat digunakan sebagai arsip resmi masjid. Kegiatan inventarisasi ini mendapat sambutan positif dari pengurus Masjid Nashruddin. Pengurus masjid menilai bahwa pendataan aset sangat penting untuk menunjang pengelolaan masjid yang tertib dan transparan. Kehadiran mahasiswa KKM 13 Dharmasena dinilai memberikan kontribusi nyata bagi penegakan administrasi masjid. Kerja sama yang terjalin mencerminkan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 13 Dharmasena berharap dapat meningkatkan kualitas manajemen sarana dan prasarana masjid. Inventarisasi yang dilakukan diharapkan menjadi dasar perencanaan program masjid di masa mendatang. Selain memberikan manfaat bagi masjid, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar. Dengan demikian, pengabdian yang dilakukan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kedungkandang.

Thumbnail
4 months ago
Pelatihan Tashih Al-Fatihah Oleh KKM 184 UIN Malang Tingkatkan Bacaan Sesuai Standarisasi Imam

MOCH ROPIK AL JAMAL

Pelatihan tashih Al-Fatihah dengan Nagham Kurdi digelar di Masjid Baitul Akbar pada Selasa--Rabu, 27--28 Januari 2026, selepas salat Isya, yang diikuti oleh anggota KKM 184 Nuswara UIN Malang bersama remaja masjid setempat. Kegiatan ini bertujuan memperbaiki bacaan Al-Fatihah sebagai rukun utama salat sekaligus membekali peserta dengan lagu bacaan Kurdi yang sesuai standar imam salat berjamaah. Pelatihan berlangsung selama dua malam dengan suasana khidmat dan interaktif. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Buya Nashrulloh. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya bacaan Al-Fatihah yang fasih sebagai dasar sahnya ibadah salat. Ia juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM yang menghadirkan program pembinaan keagamaan bagi remaja masjid. Materi pelatihan disampaikan oleh Moch. Ropik Al Jamal, salah satu anggota KKM Nuswara yang memiliki kompetensi dalam bidang tahsin dan nagham Al-Qur'an. Sekitar 15 peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif dari awal hingga akhir. Ustadz Ropik menjelaskan setiap ayat Al-Fatihah secara rinci, mulai dari makhraj huruf hingga panjang pendek bacaan. Selain teori, peserta juga diajak mempraktikkan langsung bacaan secara bergiliran. Dalam setiap sesi, pemateri menyimak bacaan peserta satu per satu untuk memberikan koreksi langsung. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami kesalahan dan segera memperbaikinya. Antusiasme terlihat dari kesungguhan peserta dalam mengulang bacaan hingga sesuai standar. Diskusi ringan juga berlangsung untuk memperdalam pemahaman tajwid dan irama bacaan Kurdi. Hingga malam kedua pelatihan, sekitar 70%  persen peserta menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan sebelum mengikuti kegiatan. Bacaan Al-Fatihah peserta menjadi lebih fasih, tertib, dan sesuai kaidah tajwid. Program ini diharapkan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari. Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan mampu melahirkan calon imam salat yang kompeten di lingkungan masjid. Melalui pelatihan tashih Al-Fatihah Nagham Kurdi ini, KKM 184 Nuswara UIN Malang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan keagamaan masyarakat, khususnya remaja masjid. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki bacaan salat, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar Al-Qur'an secara berkelanjutan di Masjid Baitul Akbar.

Thumbnail
4 months ago
Bersih Masjid dan Jumat Berkah Warnai Pengabdian KKM 184 Nuswara di Dusun Klandungan

NAAILAH FATKHIYAH

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Nuswara UIN Malang bersama masyarakat Dusun Klandungan melaksanakan kegiatan rutin bersih-bersih Masjid Baitul Akbar yang dirangkaikan dengan persiapan program Jumat Berkah pada Jumat, 2 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam rangka mendukung kenyamanan ibadah serta penguatan nilai kepedulian sosial di lingkungan masjid. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh anggota KKM serta partisipasi aktif masyarakat Dusun Klandungan RT 1 dan RT 2 RW 03. Sejak pagi hari, para peserta secara gotong royong melaksanakan kerja bakti membersihkan berbagai fasilitas Masjid Baitul Akbar sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan bersih-bersih masjid dimulai pada pukul 05.30 WIB dan berlangsung hingga 07.00 WIB. Aktivitas yang dilakukanan anggota putra mencakup pembersihan karpet masjid, sanitasi area toilet, penyapuan dan pengepelan lantai, serta penataan kembali perlengkapan dan properti masjid. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menciptakan lingkungan ibadah yang bersih, tertata, dan kondusif, khususnya menjelang pelaksanaan salat Jumat. Usai kegiatan kebersihan, agenda dilanjutkan dengan persiapan program Jumat Berkah yang dimulai pada pukul 07.00 WIB oleh anggota putri. Program ini difokuskan pada penyediaan konsumsi yang akan dibagikan kepada jamaah salat Jumat sebagai bentuk pendistribusian amal warga serta penguatan nilai kepedulian sosial di lingkungan masjid. Menu yang disiapkan pada kegiatan Jumat Berkah kali ini berupa nasi sop dengan minuman pendamping berupa es jeruk peras. Dalam proses persiapan, mahasiswi KKM berperan aktif dalam membantu pengolahan dan penataan konsumsi, menyiapkan peralatan makan, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis kegiatan terpenuhi secara tertib dan higienis. Seluruh rangkaian persiapan selesai sekitar pukul 11.00 WIB, bertepatan dengan mulai berdatangannya jamaah salat Jumat ke Masjid Baitul Akbar. Makanan yang telah disiapkan kemudian dibagikan kepada jamaah setelah pelaksanaan salat Jumat sebagai bagian dari implementasi program Jumat Berkah yang berorientasi pada aspek sosial dan kemaslahatan umat. Kegiatan Jumat Berkah berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dan ditutup dengan pembersihan area masjid, pencucian peralatan masak, serta penataan kembali tempat yang digunakan selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan masjid serta penguatan nilai solidaritas sosial melalui budaya berbagi di lingkungan masyarakat Dusun Klandungan, Landungsari.  

Thumbnail
4 months ago
Menanamkan Nilai Karakter Islami Melalui Gema Isra Mi’raj di Masjid Miftahul Jannah dan pembukaan acara Isra Mi'raj

NOUVAL RAYHAN FAHMI ALIMUDIN

Menanamkan Nilai Karakter Islami Melalui Gema Isra Mi’raj di Masjid Miftahul Jannah ​MALANG – Momentum peringatan hari besar Islam seringkali menjadi ruang efektif untuk melakukan edukasi karakter bagi generasi muda. Hal inilah yang tercermin dalam rangkaian acara Tabligh Akbar Isra Mi’raj yang diselenggarakan di Masjid Miftahul Jannah pada Minggu, 14 Januari 2024. Dengan mengusung tema “Meneladani Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW untuk Meningkatkan Iman dan Akhlak Anak serta Masyarakat”, kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah langkah nyata dalam pembinaan mentalitas religius sejak dini. ​Peresmian yang Simbolis dan Sarat Doa ​Acara dimulai dengan suasana khidmat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, sesepuh masjid, hingga para mahasiswa KKM Pentaswara. Kehadiran para mahasiswa ini memberikan warna tersendiri dalam pengorganisasian acara yang lebih dinamis namun tetap menjaga marwah kesantunan. ​Puncak dari sesi pembukaan ditandai dengan prosesi pemotongan pita secara simbolis. Dilakukan oleh perwakilan sesepuh masjid bersama koordinator mahasiswa, pemotongan pita tersebut menjadi representasi dari dimulainya perjuangan kecil anak-anak dalam mengasah keberanian mereka melalui perlombaan keagamaan. Prosesi ini ditutup dengan untaian doa bersama, memohon agar kegiatan ini menjadi wasilah (perantara) datangnya keberkahan bagi seluruh warga di lingkungan Masjid Miftahul Jannah. ​Mengasah Keberanian Melalui Adzan dan Tartil ​Memasuki agenda inti di hari pertama, perhatian jamaah tertuju pada panggung utama yang diisi oleh para peserta cilik. Dua cabang lomba yang dipertandingkan adalah Lomba Adzan dan Lomba Tartil Al-Qur’an. Penyelenggara tampaknya ingin menitikberatkan pada aspek dasar ibadah, yakni panggilan shalat dan interaksi dengan kitab suci. ​Satu per satu peserta maju dengan penuh percaya diri. Pada cabang lomba adzan, suara lantang para peserta terdengar merdu memenuhi setiap sudut ruang masjid, merefleksikan kefasihan mereka dalam melantunkan kalimat-kalimat suci. Sementara itu, pada lomba tartil, suasana mendadak hening dan penuh kekhusyukan saat ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan dengan teknik tajwid yang terjaga. ​Tim juri yang terdiri dari mahasiswa KKM dan tokoh agama setempat melakukan penilaian secara komprehensif. Indikator penilaian tidak hanya terpaku pada keindahan vokal semata, namun juga mencakup adab saat di panggung, ketepatan makhraj, serta kelancaran bacaan. ​Apresiasi sebagai Motivasi Berkelanjutan ​Salah satu aspek menarik dari kegiatan ini adalah pendekatan panitia dalam memberikan apresiasi. Menjelang penutupan hari pertama, seluruh peserta mendapatkan bingkisan (goodie bag) sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan keberanian mereka. Langkah ini diambil untuk menanamkan pemahaman bahwa dalam proses belajar agama, partisipasi dan usaha jauh lebih berharga daripada sekadar predikat juara. ​Senyum puas dan binar bahagia terlihat jelas saat sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan dewan juri. Dokumentasi tersebut menjadi penutup yang manis sekaligus pengingat bahwa masjid harus selalu menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. ​Melalui kegiatan ini, diharapkan ghirah (semangat) keagamaan di lingkungan Masjid Miftahul Jannah terus terjaga. Lebih dari sekadar kompetisi, acara ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk lebih mencintai masjid dan menjadikan nilai-nilai yang dibawa oleh Rasulullah dalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam berakhlak di kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
4 months ago
Canda, Tawa, dan Kehangatan Warga Dusun Lesti dalam Lomba Ibu-Ibu dan Anak-Anak Bersama KKM Kelompok 33 UIN Malang

GENDHIS IRMA DWIANINDYA

Kegiatan perlombaan yang melibatkan ibu-ibu dan anak-anak di Dusun Lesti menjadi salah satu agenda paling semarak selama pelaksanaan KKM Kelompok 33 UIN Malang. Acara ini berlangsung selama dua hari dan berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan, antusiasme, serta keakraban antarwarga. Setiap sore, mulai sekitar pukul 15.30 WIB, warga mulai berdatangan dan berkumpul di depan rumah Bu Khoir yang dijadikan sebagai lokasi utama kegiatan. Rangkaian lomba pada hari Jumat difokuskan untuk anak-anak. Beragam permainan sederhana namun menghibur diselenggarakan, seperti lomba pukul air, cukurukuk, dan estafet karet. Anak-anak mengikuti setiap lomba dengan penuh semangat. Gelak tawa, teriakan gembira, serta saling memberi dukungan menjadi pemandangan yang menghiasi jalannya kegiatan. Sorakan dari ibu-ibu yang menyaksikan turut menambah kemeriahan suasana. Walaupun permainan yang dilombakan tergolong sederhana, keceriaan anak-anak terpancar jelas dari raut wajah mereka. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai keberanian, sportivitas, serta kebersamaan sejak dini. Mahasiswa KKM Kelompok 33 hadir mendampingi dan mengarahkan jalannya lomba agar tetap aman dan tertib. Keseruan kegiatan berlanjut ke hari Sabtu. Acara diawali dengan lomba makan kerupuk untuk anak-anak yang kembali mengundang tawa warga. Setelah itu, para ibu turut ambil bagian dalam perlombaan seperti lomba sarung balon dan makan kerupuk. Antusiasme ibu-ibu terlihat jelas dari semangat mereka saat berlomba, diselingi canda dan tawa yang mencairkan suasana. Perlombaan ibu-ibu menjadi salah satu momen paling berkesan karena menghadirkan nuansa kekeluargaan yang kuat. Tidak ada persaingan yang berlebihan, melainkan kebersamaan dan kegembiraan yang dirasakan bersama. Anak-anak dan warga sekitar pun ikut menyaksikan serta memberikan dukungan dengan penuh semangat. Melalui kegiatan lomba yang melibatkan ibu-ibu dan anak-anak ini, rasa kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Dusun Lesti semakin terjalin erat. Kegiatan yang sederhana namun dilakukan bersama-sama ini mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus memperkuat hubungan antara warga dan mahasiswa KKM Kelompok 33 UIN Malang.

Thumbnail
4 months ago
Sosialisasi Program Edukatif, Mahasiswa KKM Kunjungi MI Nurul Huda 1 Kedungkandang

ADYATMA TAAJ UBADAH

Mahasiswa KKM UIN Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi program edukatif di MI Nurul Huda 1 Kedungkandang dengan menyasar siswa kelas 3. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM dibagi menjadi tiga kelompok kecil untuk masuk ke kelas 3B, 3C, dan 3D. Pembagian ini bertujuan agar penyampaian materi dapat berjalan lebih efektif dan interaktif. Setiap kelompok didampingi oleh wali kelas masing-masing selama kegiatan berlangsung. Suasana sekolah terlihat antusias menyambut kedatangan mahasiswa KKM. Kegiatan di masing-masing kelas diawali dengan pembukaan yang sederhana namun penuh keakraban. Mahasiswa KKM memperkenalkan diri serta menyampaikan tujuan kedatangan mereka kepada para siswa. Pembukaan dilakukan dengan bahasa yang ringan agar mudah dipahami oleh anak-anak. Hal ini membuat siswa merasa lebih dekat dan tidak canggung selama kegiatan berlangsung. Interaksi awal ini menjadi langkah penting untuk membangun suasana yang menyenangkan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai game seru-seruan yang melibatkan seluruh siswa. Permainan tersebut dirancang untuk meningkatkan semangat belajar sekaligus melatih kerja sama dan keberanian siswa. Anak-anak tampak sangat antusias mengikuti setiap permainan yang diberikan. Gelak tawa dan keceriaan memenuhi ruang kelas selama kegiatan berlangsung. Melalui game ini, mahasiswa KKM juga menyisipkan nilai-nilai edukatif secara sederhana. Selanjutnya, mahasiswa KKM menyampaikan sosialisasi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Siswa diberi penjelasan mengenai perlengkapan apa saja yang perlu dibawa serta baju apa yang harus dikenakan. Penyampaian dilakukan secara jelas dan berulang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Selain itu, mahasiswa KKM juga mengajak siswa untuk membuat konten bersama, seperti foto dan video singkat. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kedekatan serta mengabadikan momen kebersamaan. Di akhir kegiatan, mahasiswa KKM berpamitan kepada seluruh siswa dan guru di masing-masing kelas. Ucapan terima kasih disampaikan atas sambutan hangat dan kerja sama yang telah diberikan. Para siswa terlihat enggan berpisah dan berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan. Dengan penuh kesan positif, mahasiswa KKM kemudian meninggalkan kelas dan kegiatan sosialisasi pun resmi selesai. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi seluruh pihak yang terlibat.