Thumbnail
4 months ago
Sosialisasi Cybercrime Pada Dunia Anak, Upaya KKM UIN Malang Membangun Kesadaran Digital Sejak Dini

RAHMAD HIDAYAT AL FAHRIZZI

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan baru, khususnya bagi anak-anak. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 78 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema Cybercrime pada Dunia Anak di MI Al-Fatah, Desa Banjarejo, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai bahaya kejahatan siber yang kerap mengintai anak-anak dalam aktivitas digital sehari-hari. Di era di mana gawai dan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan anak, edukasi mengenai penggunaan teknologi secara aman menjadi hal yang sangat penting. Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKM menjelaskan pengertian cybercrime atau kejahatan siber dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan berbagai jenis kejahatan siber yang sering terjadi pada dunia anak, seperti cyberbullying, paparan konten tidak pantas, penipuan dalam game online, serta penyalahgunaan akun media sosial dan game. Para siswa MI Al-Fatah terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti jalannya kegiatan. Mereka aktif menyimak penjelasan, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman yang pernah mereka alami saat menggunakan gawai atau bermain game online. Antusiasme ini menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Agar suasana tetap menyenangkan dan tidak membosankan, penyampaian materi diselingi dengan berbagai ice breaking yang seru dan interaktif. Kegiatan ini berhasil mencairkan suasana dan membuat para siswa semakin bersemangat mengikuti sosialisasi hingga akhir. Selain itu, mahasiswa KKM juga mengadakan kuis ringan seputar materi yang telah disampaikan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 78 berharap dapat menanamkan kesadaran digital sejak dini kepada anak-anak, agar mereka lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Edukasi semacam ini menjadi langkah awal yang penting dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan sehat di era digital. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui edukasi yang kontekstual dan bermanfaat. Dengan adanya kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa, diharapkan upaya pencegahan kejahatan siber pada anak dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Thumbnail
4 months ago
Ngaji Budaya Peringatan Isra Mi'raj: Kolaborasi KKM UIN Malang dan IPNU-IPPNU Desa Banjarejo Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ngaji Budaya Peringatan Isra Mi'raj: Kolaborasi KKM UIN Malang dan IPNU-IPPNU Desa Banjarejo", Kli

SAINAWI

Dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKM 78 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan IPNU–IPPNU Desa Banjarejo menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk Ngaji Budaya. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Banjarejo dan menjadi ruang refleksi spiritual yang dikemas dengan pendekatan budaya. Ngaji Budaya mengusung tema “Menggali Perjalanan Spiritual Nabi dengan Pandangan Budaya”. Tema ini dipilih sebagai upaya untuk memahami makna Isra Mi’raj tidak hanya sebagai peristiwa historis dan teologis, tetapi juga sebagai sumber nilai spiritual yang dapat diinternalisasi dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Acara diawali dengan opening ceremony berupa penampilan pentas seni pencak silat Kera Sakti dari Desa Banjarejo. Penampilan ini menjadi simbol harmonisasi antara budaya lokal dan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh dari peringatan Isra Mi’raj. Suasana balai desa pun terasa hidup, meriah, dan penuh antusiasme dari para hadirin. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang dipandu oleh dua orang Master of Ceremony, masing-masing merupakan delegasi dari IPNU–IPPNU Desa Banjarejo dan KKM 78 UIN Malang ArthaBhumi. Setelah itu, pembacaan ayat suci AlQur’an dilantunkan dengan khidmat oleh A. Muzakky Abdur Rahman, menambah kekhusyukan suasana peringatan Isra Mi’raj. Acara berlanjut dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Suko Mulyono selaku Kepala Desa Banjarejo yang mengapresiasi sinergi mahasiswa dan pemuda desa dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang bernilai edukatif dan kultural. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ustadz Darmansyah selaku Ketua Tanfidziyah, serta sambutan Ketua Pelaksana kegiatan, Prada Ayu Sahara, yang menyampaikan harapan agar kegiatan Ngaji Budaya dapat menjadi agenda positif yang berkelanjutan. Memasuki inti acara, pemaparan materi pertama disampaikan oleh Nur Latifatul Qolbi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak peserta untuk merefleksikan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj melalui perspektif budaya, serta bagaimana nilai-nilai keteladanan Nabi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Sebelum beralih ke pemateri kedua, acara diselingi dengan penampilan musik religi yang dibawakan oleh grup musik Arema Al-Qulub dari Desa Banjarejo. Lantunan musik religi tersebut menghadirkan suasana yang hangat dan reflektif, sekaligus memperkuat nuansa spiritual dalam peringatan Isra Mi’raj. Materi kedua kemudian disampaikan oleh Gus Syifaul Anam dan dimoderatori oleh Ahmad Dahri. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan pembahasan yang mendalam mengenai makna Isra Mi’raj, spiritualitas, serta relevansinya dengan budaya dan kehidupan masyarakat masa kini. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama sesi diskusi. Acara ditutup dengan doa penutup yang disampaikan oleh Ustadz Dani, kemudian secara resmi ditutup oleh MC. Setelah rangkaian acara utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama, makan bersama, serta pembagian buku kepada peserta yang aktif bertanya terkait materi yang disampaikan oleh para pemateri. Melalui kegiatan Ngaji Budaya dalam rangka memperingati Isra Mi’raj ini, KKM 78 UIN Malang bersama IPNU–IPPNU Desa Banjarejo berharap dapat menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan nilai keislaman, spiritualitas, dan budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan hari besar Islam dapat dikemas secara kreatif, edukatif, dan tetap membumi di tengah masyarakat.

Thumbnail
4 months ago
Kegiatan Edukatif dan Kreatif Mahasiswa KKM Warnai Proses Belajar di MI Nurul Huda 1 Kedungkandang

RACHMAT NUR HIDAYAT

Kegiatan edukatif dan kreatif yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKM di MI Nurul Huda 1 Kedungkandang diawali dengan senam pagi bersama. Senam pagi ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh semangat sejak pagi hari. Mahasiswa KKM memandu gerakan senam agar siswa dapat mengikuti dengan tertib dan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani serta meningkatkan semangat belajar siswa. Suasana ceria dan kebersamaan tampak jelas selama senam pagi berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap siswa lebih siap mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya. Setelah senam pagi selesai, siswa diberikan waktu istirahat bersama. Waktu istirahat dimanfaatkan siswa untuk makan bekal dari rumah dan berinteraksi dengan teman-teman. Mahasiswa KKM turut mendampingi siswa selama waktu istirahat berlangsung. Pendampingan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta keamanan lingkungan sekolah. Selain itu, mahasiswa KKM juga membangun kedekatan dengan siswa melalui interaksi ringan. Suasana istirahat berjalan dengan tertib dan penuh keakraban. Usai waktu istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan masuk ke dalam kelas untuk melaksanakan pembelajaran kreatif. Mahasiswa KKM mengajak siswa membuat kolase pada gambar yang telah disiapkan sebelumnya. Bahan utama kolase berasal dari sampah plastik bekas snack yang telah dikumpulkan dan dikeringkan. Sampah plastik tersebut dipilih agar aman digunakan dan mudah dibentuk. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus melatih motorik halus siswa. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada pemanfaatan limbah plastik menjadi karya yang bernilai. Dalam proses pembuatan kolase, siswa terlihat sangat antusias dan aktif mengikuti arahan mahasiswa KKM. Setiap siswa bebas menuangkan ide dan kreativitasnya dengan menyusun potongan plastik berwarna. Mahasiswa KKM memberikan pendampingan agar siswa dapat menempelkan bahan dengan rapi. Kegiatan ini juga melatih kesabaran, ketelitian, dan kerapian siswa. Interaksi positif antara mahasiswa KKM dan siswa terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Hasil kolase yang dibuat siswa tampak beragam dan menarik. Melalui kegiatan edukatif dan kreatif ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa. Pemanfaatan sampah plastik bekas snack menjadi kolase juga menjadi sarana edukasi tentang kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak memahami pentingnya mengurangi dan mengelola sampah plastik sejak dini. Selain meningkatkan kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kesadaran lingkungan. Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM tersebut. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi siswa MI Nurul Huda 1 Kedungkandang.

Thumbnail
4 months ago
TRAINING SERTIFIKASI HALAL KKM 184 NUSWARA FASILITASI PENDAMPINGAN UMKM LANDUNGSARI

NADILA APRILIA NING TIAS

Pelatihan Sertifikasi Halal diselenggarakan oleh Kelompok KKM 184 Nuswara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 8 Januari 2026 di Masjid Baitul Akbar sebagai upaya pembimbingan usaha mikro kecil dan menengah melalui pendampingan pembimbingan izin halal. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ihwanoratama Bella Indriasandi, M.Hum., serta didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Prof. Dr. KH. Nasrulloh, Lc., M.Th.I. Seluruh anggota KKM 184 hadir dan aktif sejak pembukaan hingga . Agenda dimulai tepat pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari Acara dibuka dengan Berbagai Ketua Kelompok KKM 184, Ilman Lismana, yang menyatakan mendesaknya sertifikasi halal dalam mendorong UMKM lokal agar semakin kompetitif. Ia menilai bahwa akses terhadap informasi legalitas produk masih terbatas di kalangan pelaku usaha. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi pintu awal pengurusan literasi sertifikasi halal bagi warga desa Landungsari. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Buya Nashrulloh selaku DPL, yang turut menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, seluruh anggota KKM 184 akan melakukan pendataan UMKM di Desa Landungsari melalui koordinasi dengan RT dan RW setempat. Pegumpulan informasi ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat segera didampingi dalam proses verifikasi sertifikasi halal. Harapannya, produk yang mendapat label halal mampu menumbuhkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan penjualan. Pelaksanaan pelatihan ini dinilai berhasil memberikan wawasan baru yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi masyarakat sekitar.      

Thumbnail
4 months ago
Hari Ketiga Lomba Isra Mi’raj di TPQ Nashruddin, KKM 13 UIN Malang Tanamkan Nilai Islami Sejak Dini

KHARISMA RAHMATUN NUBUWAH

Peringatan Isra Mi’raj hari ketiga di TPQ Nashruddin berlangsung dengan penuh semangat dan nuansa religius yang kental. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang sebagai bentuk kontribusi dalam pembinaan keagamaan anak-anak. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu ustadz TPQ setempat. Doa bersama tersebut bertujuan memohon kelancaran dan keberkahan selama rangkaian lomba berlangsung. Seluruh peserta lomba, panitia, serta para pendamping mengikuti doa dengan khidmat. Suasana kebersamaan dan kekhusyukan terasa sejak awal kegiatan dimulai. Setelah doa bersama, ustadz TPQ Nashruddin menyampaikan pengumuman mengenai tempat pelaksanaan lomba serta pembagian kelas untuk setiap cabang perlombaan. Pengumuman tersebut bertujuan agar seluruh santri mengetahui lokasi lomba yang akan diikuti sesuai dengan kategori masing-masing. Setelah pengumuman disampaikan, para santri diarahkan menuju ruangan atau kelas lomba yang telah ditentukan. Setibanya di ruang lomba, juri masing-masing cabang perlombaan membacakan petunjuk teknis secara rinci. Penyampaian juknis dilakukan agar peserta memahami aturan dan ketentuan lomba dengan jelas. Para santri tampak antusias dan siap mengikuti perlombaan sesuai arahan yang diberikan. Cabang lomba pertama yang dilaksanakan adalah lomba adzan yang diikuti oleh santri putra. Lomba ini bertujuan melatih keberanian serta memperbaiki bacaan adzan sejak usia dini. Para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan suara lantang dan penuh penghayatan. Dewan juri menilai dari segi makhraj, tajwid, serta irama adzan. Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari para pendamping dan orang tua santri. Suasana lomba berlangsung khidmat dan penuh semangat religius. Selain lomba adzan, panitia juga menyelenggarakan lomba hafalan Juz Amma dan lomba sambung ayat Juz 30. Kedua lomba ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an. Peserta diuji kemampuan hafalan serta ketepatan dalam melanjutkan ayat yang dibacakan. Anak-anak menunjukkan kemampuan yang membanggakan dengan hafalan yang lancar. Mahasiswa KKM memberikan motivasi kepada peserta agar tetap percaya diri. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus evaluasi hafalan santri Lomba praktik sholat juga menjadi salah satu cabang lomba yang dilaksanakan pada hari ketiga ini. Lomba ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tata cara sholat yang benar sejak dini. Peserta diminta mempraktikkan gerakan dan bacaan sholat sesuai tuntunan. Dewan juri menilai ketepatan gerakan, bacaan, serta kekhusyukan peserta. Anak-anak mengikuti lomba dengan serius dan penuh tanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan sholat yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Selain lomba yang bersifat praktik ibadah, panitia juga mengadakan lomba mewarnai dan lomba hafalan doa harian. Lomba mewarnai bertujuan melatih kreativitas dan motorik halus anak-anak. Sementara itu, lomba hafalan doa harian bertujuan membiasakan santri mengamalkan doa dalam aktivitas sehari-hari. Anak-anak tampak ceria dan antusias mengikuti kedua lomba tersebut. Suasana kegiatan menjadi semakin meriah dengan berbagai ekspresi ceria peserta. Seluruh lomba dirancang agar tetap edukatif dan menyenangkan. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai dilaksanakan, acara ditutup dengan doa penutupan bersama. Doa penutupan dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan hari ketiga lomba Isra Mi’raj. Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara. Para peserta kemudian diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing dengan tertib. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengalaman berharga bagi para santri. Peringatan Isra Mi’raj ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Islami sejak dini.

Thumbnail
4 months ago
Wujud Kepedulian Sosial, Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 13 Ikuti Tahlilan 7 Hari di RT 2 RW 2 Kedungkandang

KHALA SUTON NISAK

Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 13 mengikuti kegiatan tahlilan tujuh hari yang dilaksanakan di RT 2 RW 2 Kelurahan Kedungkandang. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat yang dilakukan untuk mendoakan almarhum. Kehadiran mahasiswa KKM menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus wujud partisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Mahasiswa hadir dengan penuh rasa hormat dan mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Warga menyambut baik keikutsertaan siswa dalam kegiatan tersebut. Suasana tahlilan berlangsung khidmat dan tertib. Kebersamaan antara mahasiswa dan warga terlihat sangat harmonis. Kegiatan tahlilan ini diikuti oleh tokoh masyarakat, ketua RT dan RW, serta warga sekitar. Mahasiswa KKM duduk bersama warga dan mengikuti pembacaan tahlil serta doa bersama. Seluruh rangkaian acara dipimpin oleh tokoh agama setempat. Mahasiswa mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan dan kekhusyukan. Tidak hanya sebagai peserta, siswa juga membantu menyiapkan perlengkapan kegiatan. Hal ini menunjukkan sikap gotong royong yang terus dijaga. Kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti. Melalui kegiatan tahlilan ini, mahasiswa KKM belajar langsung tentang nilai-nilai sosial dan keagamaan masyarakat. Tradisi tahlilan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga. Mahasiswa merasakan kedekatan emosional dengan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga merupakan wadah pembelajaran tentang pentingnya empati dan kepedulian. Mahasiswa menyadari bahwa keterlibatan dalam kegiatan warga sangat penting selama menjalani KKM. Nilai kebersamaan terasa kuat selama acara berlangsung. Hal ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Partisipasi mahasiswa dalam tahlilan menunjukkan komitmen KKM untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa nonformal. Selain program kerja utama, mahasiswa juga aktif mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan. Hal tersebut bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan warga. Warga merasa senang atas kehadiran siswa dalam setiap kegiatan. Interaksi yang berlangsung berlangsung secara alami dan hangat. Kehadiran siswa memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 13 berharap kegiatan seperti ini dapat terus terjalin selama masa pengabdian. Tahlilan menjadi momen untuk memperkuat silaturahmi antara mahasiswa dan warga. Mahasiswa juga berharap dapat terus belajar dari kearifan masyarakat lokal. Nilai-nilai religius yang ada menjadi bekal penting bagi siswa. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Mahasiswa semakin memahami peran mereka di tengah masyarakat. Kebersamaan ini diharapkan terus terjaga dengan baik. Dengan mengikuti tahlilan tujuh hari ini, mahasiswa KKM memperoleh pengalaman yang bermakna. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menanamkan kehidupan bermasyarakat. Tradisi yang dijalankan warga memberikan pelajaran tentang solidaritas dan kepedulian. Kehadiran siswa diharapkan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar. Warga dan pelajar saling mendukung satu sama lain. Kegiatan ini menjadi salah satu kenangan berharga selama pelaksanaan KKM.