Thumbnail
4 months ago
Bimbel Edukatif di Posko KKM, Mahasiswa Kelompok 13 UIN Malang Dampingi Belajar Siswa SD–MI

UMI NURUL AZIZAH

Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang mengadakan kegiatan bimbingan belajar atau bimbel edukatif di posko KKM. Kegiatan ini ditujukan untuk siswa dan siswi tingkat SD dan MI yang berada di sekitar posko. Bimbel ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan anak-anak di desa setempat. Posko KKM dimanfaatkan sebagai tempat belajar yang nyaman dan mudah dijangkau oleh siswa. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan belajar bersama mahasiswa. Suasana belajar dibuat santai agar siswa merasa nyaman dan tidak tertekan.   Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM membagi siswa ke dalam beberapa kelompok belajar kecil. Pembagian kelompok ini bertujuan agar pendampingan belajar bisa lebih fokus dan efektif. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa yang siap membantu kesulitan belajar siswa. Mahasiswa berusaha menciptakan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan. Anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya dengan bebas selama kegiatan berlangsung. Dengan cara ini, siswa menjadi lebih berani dan percaya diri dalam belajar.   Mata pelajaran yang dibimbing dalam kegiatan bimbel ini bersifat fleksibel dan menyesuaikan kebutuhan masing-masing siswa. Siswa diperbolehkan membawa tugas sekolah atau materi pelajaran yang belum mereka pahami. Mahasiswa KKM membantu menjelaskan materi sesuai tingkat kelas dan kemampuan siswa. Pelajaran yang sering dibahas antara lain matematika, bahasa Indonesia, dan pelajaran agama. Pendekatan yang digunakan dibuat sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Hal ini membantu siswa lebih cepat mengerti materi yang dipelajari.   Selain membantu mengerjakan tugas, mahasiswa juga memberikan motivasi agar siswa semangat dalam belajar. Mahasiswa sering menyelipkan permainan ringan agar suasana tidak membosankan. Anak-anak tampak senang karena belajar tidak hanya duduk dan mendengarkan penjelasan. Interaksi antara mahasiswa dan siswa terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Orang tua siswa pun memberikan respon positif terhadap adanya bimbel di posko KKM. Mereka merasa terbantu dengan adanya pendampingan belajar ini.   Kegiatan bimbel edukatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan belajar siswa SD dan MI di desa setempat. Mahasiswa KKM Kelompok 13 UIN Malang berkomitmen untuk terus mendampingi anak-anak selama masa pengabdian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin menanamkan semangat belajar sejak dini. Posko KKM tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukatif. Anak-anak mendapatkan tambahan ilmu dan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa KKM kepada masyarakat desa.

Thumbnail
4 months ago
Bangun Keakraban, Mahasiswa Adakan Bakar-Bakar dan Makan Bersama dengan Argam (Anak Gang Masjid)

IZZATUN NAFISAH

KKM 13 DHARMASENA Januari, 02 2026 Kegiatan bakar-bakar dan makan bersama yang diikuti oleh mahasiswa bersama Argam dilaksanakan pada hari Jumat, 2 Januari 2026. Acara ini berlangsung setelah pelaksanaan salat Isya dan diawali dengan berkumpulnya seluruh peserta di lokasi yang telah disepakati. Suasana kebersamaan sudah terasa sejak awal kegiatan ketika para mahasiswa saling berinteraksi dan berbincang santai. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat keakraban dan memperkuat rasa kebersamaan antar peserta. Setelah seluruh peserta berkumpul, acara dilanjutkan dengan persiapan bakar-bakar. Mahasiswa bersama Argam bekerja sama menyiapkan bahan makanan seperti ayam dan sosis. Proses membakar dilakukan secara bergantian dengan penuh semangat dan canda tawa. Kegiatan ini menciptakan suasana yang hangat dan akrab di antara seluruh peserta. Bakar-bakar ayam dan sosis menjadi inti dari kegiatan kebersamaan tersebut. Aroma makanan yang dibakar menambah semangat dan antusiasme para peserta. Selama proses berlangsung, mahasiswa dan Argam saling membantu dan berbagi tugas. Hal ini menunjukkan kekompakan dan kerja sama yang baik dalam suasana santai namun penuh makna. Setelah proses bakar-bakar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Seluruh peserta menikmati hidangan yang telah disiapkan dengan penuh rasa syukur. Momen makan bersama dimanfaatkan untuk saling berbincang dan mempererat hubungan kekeluargaan. Kebersamaan ini menjadi sarana untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antar mahasiswa dan Argam. Suasana keakraban semakin terasa ketika seluruh peserta larut dalam kebersamaan. Tidak ada sekat antara satu dengan yang lain, semua menyatu dalam suasana kekeluargaan. Kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa karena dapat melepas penat setelah aktivitas sehari-hari. Selain itu, kebersamaan ini juga memperkuat rasa solidaritas dan persaudaraan. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama. Foto bersama menjadi simbol kebersamaan dan kenangan dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Seluruh peserta terlihat antusias dan bahagia saat mengabadikan momen tersebut. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan mahasiswa dan Argam semakin erat dan harmonis ke depannya.

Thumbnail
4 months ago
PERAYAAN ISRA MIRAJ: SANTRI TPQ BAITUL AKBAR PERKUAT IMAN LEWAT PEMBELAJARAN INTERAKTIF

AYU CENDANA KIRANA

Peringatan Isra Miraj digelar meriah di Masjid Baitul Akbar pada Jumat (16/1/2026). Kegiatan yang melibatkan santri TPQ Baitul Akbar dan Kelompok KKM 184 Nuswara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi ajang mengingat kembali peristiwa luar biasa perjalanan Nabi Muhammad SAW serta penegasan pentingnya salat lima waktu. Kegiatan dimulai pukul 15.30 WIB dan dibuka dengan penyampaian rundown oleh pembawa acara. Para santri tampak bersemangat mengikuti setiap sesi yang disiapkan, mulai dari edukasi hingga permainan tebak-tebakan. Antusiasme mereka terlihat sejak awal acara dimulai. Sesi pertama menampilkan tayangan video edukasi yang menjelaskan makna Isra Miraj. Cerita perjalanan nabi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa hingga naik ke langit ketujuh disampaikan dengan bahasa sederhana dan visual menarik, memudahkan santri memahami inti pesan di dalamnya. Selanjutnya, para santri diajak menyanyikan lagu-lagu islami bertema Isra Miraj dan menghafal dua belas bulan hijriah. Suasana belajar terasa lebih santai karena santri tidak hanya mendengarkan, tetapi ikut aktif menyuarakan hafalan mereka melalui nyanyian. Permainan tebak-tebakan yang digelar setelahnya menjadi sesi paling ditunggu. Beberapa santri berani maju menjawab pertanyaan terkait materi yang baru dipelajari. Mereka yang berhasil menjawab tepat mendapat hadiah, membuat suasana semakin hidup dan penuh tawa. Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian snack sebelum seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing. Melalui rangkaian kegiatan ini, asatidz berharap pemahaman santri tentang Isra Miraj semakin kuat dan kewajiban salat lima waktu tetap menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
4 months ago
Merajut Taqwa Melalui Kreasi: Kemeriahan Peringatan Isra' Mi'raj di MI Al-Ittihad Bersama Mahasiswa KKM

DANENDRA VEDA JABBARUL AFIF SUKAJI

Dusun Paras, Poncokusumo – Semangat religiusitas dan keceriaan anak-anak menyelimuti Dusun Paras, Kecamatan Poncokusumo, Malang pada tanggal 19 Januari 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 129 sukses berkolaborasi dengan MI Al-Ittihad untuk menyelenggarakan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang meriah dan penuh makna. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan wadah bagi para siswa untuk menggali potensi diri sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini. Peringatan tahun ini diisi dengan berbagai cabang lomba yang memicu antusiasme tinggi dari para siswa, di mana halaman sekolah seketika berubah menjadi panggung kreativitas bagi setiap anak untuk berani menunjukkan bakat terbaiknya. Kemeriahan tersebut tercermin dalam Lomba Adzan yang menguji kemerduan suara serta ketepatan makhraj para muadzin cilik, bersanding dengan cerianya lomba mewarnai sebagai ruang ekspresi visual bagi siswa kelas rendah. Tak hanya itu, bakat seni suara juga ditampilkan secara apik melalui lomba menyanyi lagu religi yang sarat akan pesan-pesan islami yang menyentuh hati. Sisi spiritualitas pun semakin kental dengan adanya MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an) sebagai ajang uji hafalan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang berlangsung khidmat. Sebagai pelengkap, lomba pidato dan puisi hadir menjadi sarana efektif bagi para siswa untuk melatih kepercayaan diri serta mengasah kemampuan retorika mereka di hadapan publik. Puncak kemeriahan semakin terasa saat seluruh siswa, guru, dan mahasiswa KKM tumpah ruah ke jalan dalam kegiatan Pawai MI Al-Ittihad. Dengan rute mengelilingi Dusun Paras, pawai ini berhasil menarik perhatian warga sekitar. Gema salawat dan atribut kreatif yang dibawa oleh para siswa menciptakan suasana syiar Islam yang kental di sepanjang jalan Kecamatan Poncokusumo. Pawai ini menjadi simbol kebersamaan antara institusi pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat setempat. "Kegiatan ini adalah bentuk nyata pengabdian kami. Melihat senyum dan semangat adik-adik di MI Al-Ittihad dalam memperingati perjalanan agung Rasulullah adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami tim KKM." Acara diakhiri dengan sesi foto bersama (seperti yang tertangkap dalam potret di atas), yang mengabadikan momen hangat antara mahasiswa dan keluarga besar MI Al-Ittihad. Melalui kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi tetap terjaga dan semangat Isra' Mi'raj dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dan berakhlakul karimah.

Thumbnail
4 months ago
Menguatkan Kebiasaan Ibadah dari Masjid Jami’ Siti Maimunah: One Day One Juz hingga Khataman Al-Qur’an

MUHAMMAD SYAFIQ AL KATIRI

Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang — Program One Day One Juz merupakan salah satu kegiatan penguatan nilai spiritual yang dilaksanakan oleh mahasiswa selama masa pengabdian di Desa Tanggung. Seluruh rangkaian kegiatan program ini dipusatkan di Masjid Jami’ Siti Maimunah, yang menjadi ruang utama pembinaan keagamaan sekaligus pusat aktivitas spiritual masyarakat dan mahasiswa selama masa KKM. Program ini dirancang sebagai bentuk pembiasaan ibadah harian, khususnya membaca Al-Qur’an secara rutin dan konsisten di tengah padatnya aktivitas pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan program One Day One Juz dimulai sejak awal masa KKM dengan konsep sederhana namun penuh komitmen, yakni menyelesaikan satu juz Al-Qur’an setiap hari secara kolektif. Kegiatan dilaksanakan secara rutin di Masjid Jami’ Siti Maimunah setelah sholat Subuh, dengan harapan dapat menjadi awal yang baik sebelum memulai berbagai kegiatan lapangan. Pemilihan waktu dan tempat ini bertujuan membentuk kedisiplinan waktu serta membiasakan mahasiswa memulai hari dengan aktivitas ibadah di masjid sebagai pusat pembinaan spiritual. Dalam pelaksanaannya, program One Day One Juz dilakukan dengan sistem pembagian bacaan Al-Qur’an kepada seluruh anggota. Setiap anggota mendapatkan bagian bacaan yang disesuaikan dengan jumlah peserta yang hadir pada hari tersebut, sehingga satu juz dapat diselesaikan bersama dalam satu hari di Masjid Jami’ Siti Maimunah. Pola ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target bacaan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama, kebersamaan, serta kesadaran kolektif dalam menjalankan program keagamaan secara berkelanjutan. Selama pelaksanaan program, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, terutama terkait pengkondisian anggota untuk bangun dan berkumpul di masjid setelah sholat Subuh. Waktu pelaksanaan yang relatif pagi menjadi tantangan tersendiri, khususnya ketika anggota telah menjalani aktivitas lapangan yang cukup padat pada hari sebelumnya. Selain itu, adanya agenda kegiatan lain yang harus dilaksanakan pada pagi hari juga berpotensi menimbulkan benturan jadwal dengan pelaksanaan One Day One Juz di masjid. Untuk mengatasi kendala tersebut, dilakukan evaluasi dan koordinasi internal secara berkala. Upaya yang dilakukan meliputi penyusunan jadwal pembagian tugas untuk membangunkan anggota menjelang waktu Subuh, pemberian pengingat pelaksanaan kegiatan, serta penyesuaian waktu pelaksanaan apabila terdapat kegiatan lain yang bersifat mendesak. Penyesuaian ini dilakukan tanpa mengurangi esensi dan tujuan program, sehingga kegiatan One Day One Juz tetap dapat berjalan secara konsisten di Masjid Jami’ Siti Maimunah. Secara keseluruhan, program One Day One Juz memberikan dampak positif bagi anggota yang terlibat. Kebiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari di masjid membantu meningkatkan kedisiplinan waktu, konsistensi ibadah, serta kesadaran spiritual selama masa pengabdian. Selain itu, pelaksanaan program secara kolektif juga memperkuat kekompakan dan solidaritas antaranggota, karena seluruh peserta terikat dalam komitmen yang sama untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Sebagai penutup rangkaian program One Day One Juz, dilaksanakan kegiatan Khataman Al-Qur’an pada Sabtu (24/01/2026) yang bertempat di Masjid Jami’ Siti Maimunah Desa Tanggung. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual yang sarat makna, sekaligus wujud rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan program sejak awal masa pengabdian. Khataman ini menandai selesainya pembacaan 30 juz Al-Qur’an secara bersama-sama yang telah dijalani dengan penuh komitmen dan kesungguhan. Rangkaian kegiatan khataman berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan di dalam masjid. Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan doa khatmil Qur’an serta doa bersama. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib, menciptakan suasana religius yang menenangkan dan memperkuat ikatan spiritual di antara peserta yang selama ini menjalankan program One Day One Juz di Masjid Jami’ Siti Maimunah. Selain rangkaian ibadah, kegiatan khataman juga dirangkaikan dengan tumpengan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas nikmat kelancaran, kesehatan, dan kesempatan untuk menyelesaikan program keagamaan ini. Tumpengan dilaksanakan di lingkungan masjid sebagai simbol kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur atas proses yang telah dilalui bersama selama masa pengabdian. Lebih dari sekadar seremoni penutup, khataman Al-Qur’an ini menjadi refleksi atas proses panjang yang telah dijalani selama program One Day One Juz berlangsung. Konsistensi membaca Al-Qur’an setiap hari di masjid menuntut komitmen, kedisiplinan, dan kesungguhan, terutama di tengah padatnya aktivitas pengabdian dan kegiatan lapangan. Namun demikian, program ini justru menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan spiritual sebagai penopang utama dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks kehidupan yang semakin dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai tantangan modern, rangkaian kegiatan One Day One Juz dan khataman Al-Qur’an di Masjid Jami’ Siti Maimunah ini menjadi bentuk ikhtiar sederhana untuk menanamkan kembali nilai-nilai keagamaan dalam keseharian. Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga dihayati sebagai pedoman hidup yang memberi arah, ketenangan, dan kekuatan spiritual. Pelaksanaan khataman Al-Qur’an pada 24 Januari 2026 tersebut menjadi penutup yang bermakna bagi keseluruhan rangkaian program One Day One Juz. Suasana syukur dan haru terasa ketika seluruh juz Al-Qur’an berhasil diselesaikan bersama, menandai berakhirnya satu proses sekaligus tumbuhnya harapan agar kebiasaan baik membaca Al-Qur’an di Masjid Jami’ Siti Maimunah dapat terus terjaga. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dapat terus berlanjut dan tidak berhenti pada berakhirnya program semata. Program One Day One Juz dan khataman Al-Qur’an ini menjadi simbol bahwa pengabdian sejati tidak hanya tercermin dari kerja nyata di tengah masyarakat, tetapi juga dari upaya memperbaiki diri dan memperkuat nilai spiritual sebagai fondasi kehidupan bersama.

Thumbnail
4 months ago
Sinergi Mahasiswa dan Desa: Penutupan KKM Kelompok 185 Bawa Harapan Baru bagi Ngembal

DINA AUDINA HASAN BIARI

Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan menjadi saksi penutupan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Kelompok 185 pada Senin, 2 Februari 2026, pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai Desa Ngembal. Acara ini berlangsung khidmat sekaligus penuh antusiasme, menandai berakhirnya periode pengabdian mahasiswa yang telah berlangsung sejak 23 Desember 2025 hingga 02 Februari 2026 di tengah masyarakat. Penutupan KKM diawali dengan serangkaian acara seremonial, mulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, hingga momen puncak berupa penyerahan policy brief hasil gagasan Mahasiswa KKM Mandiri Integrasi Kelompok 185. Dokumen tersebut mengusung tajuk utama “Penguatan Fasilitas Dasar Desa sebagai Fondasi Pengembangan Bentang Alam dan Pertumbuhan Ekonomi Desa Ngembal”, yang berisi rekomendasi kebijakan strategis untuk berbagai sektor, seperti pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), PKK, hingga lingkup pendidikan. Dalam sambutannya, perwakilan perangkat kecamatan menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama melaksanakan KKM. Ia menekankan bahwa peran mahasiswa sangat penting sebagai agen perubahan dan calon akademisi masa depan. “Mahasiswa sebagai penerus dari pertumbuhan bangsa sangat kami harapkan, karena kalian akan menjadi akademisi hebat kala nanti,” ungkapnya. Tak hanya menyerahkan policy brief, mahasiswa juga memberikan peta potensi Desa Ngembal yang memuat gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan peluang desa, mulai dari potensi alam, sosial, hingga ekonomi. Peta ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam merancang program pengembangan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Salah satu produk unggulan lainnya adalah desain ulang kantor desa sebagai pusat layanan publik. Desain ini ditujukan untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih nyaman, representatif, dan fungsional sehingga mampu meningkatkan kualitas interaksi antara pemerintah desa dan masyarakat. Selama periode KKM berlangsung, Kelompok 185 juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan edukatif. Di antaranya adalah peringatan Isra’ Mi’raj di salah satu TPQ di Dusun Andong, sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Selain itu, mahasiswa mengadakan sosialisasi Parenting dengan tema “Mengasuh dengan Hati, Mendidik dengan Nilai” di TK KB PKK Mutiara Bunda, yang menyasar para wali murid sebagai audiens utama. Melalui rangkaian program tersebut, Mahasiswa KKM Mandiri Integrasi Kelompok 185 berharap kehadiran mereka tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga jejak kontribusi nyata yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Ngembal. Penutupan KKM ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian, sekaligus awal dari harapan baru bagi pengembangan desa ke arah yang lebih maju dan mandiri.