ABRE RATU WAFA
Kelompanggubug, 20 Januari 2026 Pada Selasa, 20 Januari 2026, kami kembali mengikuti aktivitas keseharian masyarakat Desa Kelompanggubug, khususnya kegiatan rutinan yang dilakukan oleh ibu-ibu desa, yakni Selawat Nariyah atau yang lebih akrab disebut Selawat Nariyah oleh warga setempat. Kegiatan ini sejatinya dilaksanakan setiap hari Senin, namun dalam praktiknya juga menyesuaikan dengan kesepakatan warga. Selawat Nariyah biasanya dimulai setelah waktu Dhuhur, sekitar pukul 12.30 WIS (Waktu Indonesia Setempat). Selama menjalani KKM, kami tercatat sudah tiga hingga empat kali mengikuti kegiatan rutinan ini. Bagi kami, kegiatan tersebut bukan sekadar ibadah bersama, tetapi juga ruang silaturahmi yang hangat antara mahasiswa dan warga desa, khususnya para ibu. Pada pertemuan kali ini, ada momen yang terasa lebih spesial. Setelah selawat selesai dilantunkan, kami diajak rujakan bersama oleh ibu-ibu setempat. Rujakan ini bukan rujak biasa, melainkan kuliner khas yang disebut "Bihun Petis." Awalnya terdengar asing, bahkan sulit dibayangkan rasanya. Namun setelah mencicipinya, kami justru dibuat terkejut karena rasanya sangat nyaman dan nikmat,perpaduan bihun lembut dengan petis yang gurih dan khas. Sambil menikmati Bihun Petis, obrolan pun mengalir panjang. Kami berbincang tentang kehidupan desa, kebiasaan masyarakat Bawean, hingga cerita tentang Malang dan Batu yang merupakan daerah asal salah satu mahasiswa KKM. Percakapan sederhana itu terasa begitu dekat, tanpa sekat, seolah kami sudah lama menjadi bagian dari keluarga besar desa ini. Dari kegiatan Selawat Nariyah hingga rujakan bersama, kami kembali belajar bahwa kebersamaan tidak selalu hadir dalam acara besar. Terkadang, ia tumbuh dari duduk melingkar, doa yang dilantunkan bersama, makanan sederhana, dan obrolan hangat yang penuh canda. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang membuat KKM bukan sekadar program pengabdian, tetapi juga perjalanan batin yang bermakna.
VEBY ZYLVIANA HASYIM
Mahasiswa KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut membantu kegiatan belajar mengajar di TPQ Nurus Salam, Desa Klampisan, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa ini difokuskan pada pendampingan santri dalam membaca dan menulis Al-Qur’an serta penanaman nilai-nilai akhlak dasar. Partisipasi mahasiswa KKM memberikan suasana belajar yang lebih hidup dan interaktif, sehingga santri terlihat lebih antusias mengikuti kegiatan TPQ. Selain membantu tenaga pengajar, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa untuk memahami realitas pendidikan keagamaan di lingkungan desa. Kolaborasi antara TPQ Nurus Salam dan mahasiswa KKM 109 diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di Desa Klampisan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pengabdian di tengah masyarakat.
KHARISMA ANANDA ARIFFANI
Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga. Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun kompetisi yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini. Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat dengan warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh golongan masyarakat dari yang muda sampai dengan yang tua. Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah. Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah terdiam meresapi makna ayat yang dibacakan. Dalam sambutannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan sambutan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta apresiasi kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid. Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah. Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut. Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.
MUHAMMAD HELMI AL AZHAR
https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan
NURIL INDAH HUMAIROH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 09 UIN Malang mengawali rangkaian program pengabdian kepada masyarakat dengan melaksanakan survei sosial di lingkungan Masjid An-Nur. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memperoleh data lapangan yang akurat terkait kondisi sosial, kebutuhan warga, serta potensi yang dimiliki masyarakat sekitar masjid. Survei sosial tersebut dilaksanakan dengan cara mendatangi rumah warga satu per satu. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menggali informasi seputar kondisi sosial, kegiatan keagamaan, serta berbagai permasalahan dan harapan warga terhadap program KKM yang akan dijalankan. Pendekatan ini dipilih agar data yang diperoleh lebih objektif dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan survei dilakukan dengan melewati koordinasi bersama Rukun Warga (RW) daan Rukun Tetangga (RT) terlebih dahulu, baru kemudian dilanjutkan dengan mendatangi masyarakat secara langsung. Selain sebagai metode pengumpulan data, kegiatan ini juga menjadi sarana pendekatan awal antara mahasiswa KKM dan warga. Melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah, mahasiswa dapat membangun komunikasi yang lebih akrab, memperkenalkan keberadaan KKM, serta menumbuhkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap program-program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Ketua KKM 09 UIN Malang menyampaikan, “Survei ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung agar program kerja yang kami susun benar-benar sesuai kebutuhan warga.”ujarnya Survei sosial ini menjadi fondasi penting dalam perencanaan program kerja. Dengan memahami kondisi masyarakat secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menyusun kegiatan yang lebih relevan, bermanfaat, dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan warga di sekitar Masjid An-Nur. Dalam pelaksanaannya, kegiatan survei juga melibatkan koordinasi dengan pengurus masjid dan perangkat setempat agar proses pengumpulan data berjalan tertib dan sesuai dengan kondisi lingkungan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa informasi yang dihimpun benar-benar merepresentasikan keadaan masyarakat secara menyeluruh. Data hasil survei yang telah dikumpulkan tidak hanya digunakan sebagai dasar penyusunan program kerja KKM, tetapi juga akan dilaporkan dan diserahkan kepada pihak UIN Malang sebagai bahan dokumentasi dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, hasil survei ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program KKM di masa mendatang. Melalui kegiatan survei sosial ini, mahasiswa KKM 09 UIN Malang menunjukkan komitmennya untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara terencana, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan nyata di lapangan. Diharapkan, seluruh program yang akan dijalankan nantinya dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung peran Masjid An-Nur sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
ADHITYA RAMDANI ZUHDY
Malang -- PAUD Budi Utomo Dusun Sundan, Desa Plaosan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Malang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Stunting dan Parenting pada Kamis, 23 Januari 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKM Kelompok 72 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan diikuti oleh wali murid PAUD Budi Utomo serta para orang tua yang memiliki balita di wilayah sekitar Dusun Sundan. Kegiatan sosialisasi tersebut mengusung tema "Optimalisasi Peran Keluarga melalui Parenting dan Pemenuhan Gizi dalam Pencegahan Stunting". Tema ini diangkat sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini, khususnya dalam pencegahan stunting. Materi parenting disampaikan oleh Kepala Sekolah PAUD Budi Utomo, Ibu Nanik. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak. Pola asuh yang tepat, komunikasi yang baik, serta pendampingan orang tua secara konsisten dinilai memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak. Sementara itu, materi mengenai stunting disampaikan oleh Ibu Dewi Nurfiana, selaku Bidan Lansia Posyandu. Ia menjelaskan pengertian stunting, faktor penyebab terjadinya stunting, dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang dan penerapan pola hidup bersih dan sehat. Peserta kegiatan mengikuti rangkaian acara dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, khususnya terkait pola asuh anak, pemenuhan gizi balita, serta upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga. Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 72 UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peran keluarga dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa, lembaga pendidikan anak usia dini, serta masyarakat dalam mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "PAUD Budi Utomo Gelar Sosialisasi Stunting dan Parenting di Dusun Sundan", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/dharmasevana20257990/69808c44c925c42db4587ed3/paud-budi-utomo-gelar-sosialisasi-stunting-dan-parenting-di-dusun-sundan Kreator: KKM 72 Dharmasevana 2025