Thumbnail
4 months ago
Bersih-Bersih Musholla Al-Aamiin: Membangun Moderasi Melalui Gotong Royong Mahasiswa KKM Mandhaloka

ABD. ROHMAN

  Pada hari Minggu, 4 Januari 2026, Musholla Al-Aamiin menggelar kegiatan bersih-bersih yang dimulai pada pukul 08:00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Kegiatan ini melibatkan seluruh mahasiswa/I yang tergabung dalam Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandhaloka, yang turun tangan dengan penuh semangat untuk membersihkan area sekitar musholla. Mereka tidak hanya fokus pada pembersihan ruang utama tempat ibadah, tetapi juga mencakup halaman depan, tempat wudhu, saluran drainase, serta fasilitas penunjang lainnya seperti ruang pengajian dan parkir. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di dalam musholla, tetapi juga mencakup seluruh area luar untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.    Para mahasiswa/I KKM Mandhaloka bekerja bersama-sama dengan pengurus musholla dan masyarakat sekitar dalam suasana kebersamaan yang harmonis. Gotong royong ini mencerminkan semangat moderasi yang menjadi nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu saling menghormati dan bekerja sama untuk tujuan bersama. Meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, semua pihak terlibat dalam kegiatan ini tanpa melihat perbedaan, sehingga memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara warga dan mahasiswa. Kegiatan ini bukan hanya tentang kebersihan fisik musholla, tetapi juga tentang membangun rasa saling peduli dan toleransi antarwarga yang berada dalam satu komunitas.    Kegiatan bersih-bersih ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan kenyamanan musholla sebagai tempat ibadah. Selama kegiatan, mahasiswa/I KKM Mandhaloka terlihat kompak dan antusias dalam melaksanakan tugas mereka, dari mulai membersihkan lantai dan dinding musholla hingga merapikan taman dan fasilitas luar. Para peserta saling berbagi tugas dan membantu satu sama lain dengan penuh semangat. Selesai pembersihan, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu pengurus musholla, berharap agar keberkahan dan kenyamanan senantiasa ada di musholla Al-Aamiin.    Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari pengurus musholla serta warga setempat, yang merasa kegiatan tersebut dapat meningkatkan kerukunan antarwarga dan memberikan contoh nyata dalam memperkuat nilai moderasi, yaitu bersatu dalam keberagaman. Dengan adanya kolaborasi yang solid antara mahasiswa KKM Mandhaloka, pengurus musholla, dan masyarakat, diharapkan kebersihan dan kenyamanan musholla dapat terjaga, menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi para jamaah dalam menjalankan ibadah. Diharapkan juga, kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.        

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM Kelompok 92 Mengadakan Kegiatan Senam Pagi, Jadi Hidup Lebih Sehat

MUHAIMIN SAIFULLAH

Mahasiswa KKM Kelompok 92 Wirasaharsa dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan kegiatan senam pagi pada hari Jumat pukul 07.00 WIB yang bertempat di Balai Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. Kegiatan ini menjadi salah satu program untuk mengajak masyarakat memulai hari dengan aktivitas yang menyehatkan.     Senam pagi ini diikuti oleh ibu-ibu Desa Pandanmulyo dengan suasana yang ceria dan penuh senda gurau. Tawa dan canda terdengar di sela-sela gerakan senam, sehingga kegiatan berlangsung santai namun tetap bersemangat. Antusiasme peserta terlihat dari keikutsertaan mereka sejak awal hingga akhir kegiatan.     Melalui kegiatan senam pagi ini, mahasiswa KKM Kelompok 92 Wirasaharsa berharap dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat. Selain bermanfaat bagi kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ajang kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan warga Desa Pandanmulyo.

Thumbnail
4 months ago
Survei dan Rencana Renovasi Embung Park

NISA`UL FITRI DWI RAMADHANI

Kelompok 92 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah melaksanakan survei lapangan di Embung Park, Desa Pandanmulyo, sebagai langkah awal program kerja renovasi fasilitas desa. Berdasarkan hasil observasi langsung, berikut adalah kondisi terkini dan potensi yang ditemukan di lokasi:  - Kondisi Infrastruktur: Terdapat bangunan gazebo dua lantai yang saat ini kondisinya sudah rusak dan memerlukan perbaikan intensif.  - Fasilitas Air: Embung Park memiliki fasilitas kolam renang yang menjadi salah satu aset utama lokasi tersebut.  - Area Perikanan: Terdapat kolam pancing yang saat ini aktivitasnya terhenti karena stok ikan habis, meski masih ditemukan populasi ikan mujair kecil dan lele secara liar.  - Ketahanan Pangan: Fasilitas greenhouse sudah tersedia dan telah beberapa kali dibersihkan, namun hingga saat ini belum pernah dioptimalkan untuk kegiatan penanaman.  - Fasilitas Sosial: Terdapat ruang perpustakaan yang aktif digunakan oleh warga, khususnya sebagai tempat pertemuan rutin bagi ibu hamil.  - Sumber Daya Manusia: Saat ini, pengelolaan operasional di Embung Park didukung oleh 3 orang pekerja lapangan. Tujuan dan Rencana Pengabdian Melalui hasil survei ini, Kelompok KKM 92 berkomitmen untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan guna menghidupkan kembali potensi wisata dan edukasi di Desa Pandanmulyo. Program kerja yang disusun akan difokuskan pada renovasi fisik dan optimalisasi fungsi fasilitas yang ada agar dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa dan pengelola desa, diharapkan revitalisasi Embung Park dapat berjalan lancar sehingga menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan potensi lokal.

Thumbnail
4 months ago
Merajut Nilai Keislaman melalui Peringatan Isra’ Mi’raj di SDN Pandanmulyo

ROIHANA QUROTUL`AINI

       15 Januari 2026       Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pandanmulyo merupakan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah sebagai sarana penanaman nilai-nilai keislaman sejak dini kepada siswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Wirasaharsa Kelompok 92 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ikut berpartisipasi dengan membantu pelaksanaan acara agar berjalan tertib dan lancar.       Kegiatan diawali dengan pembacaan istigasah dan doa bersama yang diikuti oleh seluruh siswa. Mahasiswa KKM membantu mengondisikan siswa selama kegiatan berlangsung serta mendampingi jalannya acara agar tetap khidmat. Suasana keagamaan terasa sejak awal kegiatan, menciptakan pembiasaan spiritual yang positif bagi peserta didik.       Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) video kisah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Melalui media audio visual, siswa diajak mengenal peristiwa Isra' Mi'raj secara sederhana dan menarik. Setelah pemutaran video, siswa KKM membantu memberikan penjelasan singkat mengenai makna Isra' dan Mi'raj dengan bahasa yang mudah dipahami oleh adik-adik sekolah dasar.       Setelah kegiatan rangkaian edukatif selesai, siswa melaksanakan makan MBG (Makan Bergizi Gratis) bersama. Mahasiswa KKM berperan dalam membantu pengaturan dan pendampingan siswa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba mewarnai bertema Islami yang dilaksanakan di kelas masing-masing. Dalam lomba ini, mahasiswa KKM turut membantu mengondisikan kelas serta mendampingi siswa agar kegiatan berjalan dengan tertib dan menyenangkan.       Melalui keterlibatan siswa KKM dalam peringatan Isra' Mi'raj ini, diharapkan siswa SDN Pandanmulyo dapat memahami makna peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW serta menumbuhkan sikap religius dan semangat belajar. Kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi mahasiswa KKM dalam mendukung kegiatan pendidikan dan keagamaan di lingkungan sekolah dasar.

Thumbnail
4 months ago
SOSIALISASI PARENTING KEPADA IBU-IBU ANAK BUTA AKSARA DAN PUTUS SEKOLAH OLEH KKM 92 UIN MALANG

SALWA ANAS

    Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 92 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan salah satu program pengabdian masyarakat di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Program tersebut berupa kegiatan sosialisasi parenting yang ditujukan khusus kepada ibu-ibu yang memiliki anak dengan kondisi buta aksara dan putus sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keluarga dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya peran pengasuhan dalam perkembangan anak.   Kegiatan sosialisasi parenting dilaksanakan di balai desa dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme dari para peserta. Ibu-ibu yang hadir berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi, namun memiliki kesamaan tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Banyak di antara mereka menghadapi keterbatasan akses pendidikan serta kurangnya pemahaman mengenai metode pengasuhan yang mendukung perkembangan kognitif dan emosional anak.   Acara ini menghadirkan pemateri dari dosen psikologi UIN Malang yang memiliki kompetensi di bidang perkembangan anak dan keluarga. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran orang tua sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pendidik yang membentuk karakter, kebiasaan belajar, serta kepercayaan diri anak sejak usia dini.   Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar mengenai perkembangan psikologis anak, dampak putus sekolah terhadap masa depan, serta strategi sederhana yang dapat diterapkan orang tua di rumah. Pemateri menekankan bahwa keterbatasan pendidikan orang tua bukanlah penghalang untuk tetap memberikan dukungan belajar kepada anak. Hal terpenting adalah membangun komunikasi yang baik, memberikan motivasi, dan menciptakan lingkungan rumah yang aman serta mendukung.   Selain itu, dibahas pula faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, seperti kondisi ekonomi keluarga, kurangnya dukungan lingkungan, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Melalui diskusi interaktif, para ibu diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman mereka. Sesi ini menjadi ruang berbagi yang sangat bermakna, karena banyak peserta merasa didengar dan mendapatkan solusi praktis yang relevan dengan kondisi sehari-hari.   Mahasiswa KKM 92 berperan aktif sebagai fasilitator kegiatan. Mereka membantu mengoordinasikan peserta, mempersiapkan media pembelajaran sederhana, serta mendampingi ibu-ibu selama sesi diskusi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemateri dan masyarakat, sehingga materi dapat diterima dengan bahasa yang mudah dipahami.   Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah penanaman kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang jika mendapat dukungan yang tepat. Orang tua diajak untuk tidak menyerah pada kondisi, melainkan berusaha mencari alternatif pendidikan nonformal, seperti paket kejar paket, bimbingan belajar komunitas, atau kegiatan literasi desa. Langkah kecil yang konsisten dinilai mampu membawa perubahan besar bagi masa depan anak.   Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat desa. Para ibu mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara mendampingi anak, mengelola emosi saat menghadapi kesulitan, serta pentingnya memberi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga merasa lebih termotivasi untuk kembali memperhatikan pendidikan anak meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.   Kepala desa dan perangkat setempat turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM 92 UIN Malang. Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mengatasi persoalan sosial. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan menjadi pemicu lahirnya program-program pemberdayaan lainnya.   Melalui sosialisasi parenting ini, mahasiswa KKM 92 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan keluarga. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial masyarakat, sekaligus memperkuat nilai pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.   Diharapkan, setelah kegiatan ini, para orang tua semakin percaya diri dalam menjalankan perannya sebagai pendidik di rumah. Dengan dukungan keluarga yang kuat, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk keluar dari lingkaran buta aksara dan putus sekolah. Sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih sadar pendidikan, mandiri, dan berdaya.

Thumbnail
4 months ago
Merajut Harmoni di Pandanmulyo: Saat Doa dan Silaturahmi Menyatu ✨

FARHANAH RHANA HIDAYATI

TAJINAN – Mahasiswa KKM Kelompok 92 Wirasaharsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya melebur dengan kearifan lokal. Pada Minggu (28/12), mereka juga hadir dalam tradisi keagamaan diba'iah yang digelar di kediaman salah satu warga di RT 21, Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. Kehadiran para mahasiswa ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa, menciptakan suasana hangat yang instan antara mahasiswa dan penduduk desa sejak awal acara dimulai.   ​ Acara diba'iah ini bukan sekedar rutinitas keagamaan biasa, melainkan sebuah momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai batin sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Kami merasa sangat beruntung bisa duduk ikut bersila dan serta secara aktif dalam seluruh rangkaian acara yang akan makna ini. Di balik lantunan doa-doa yang syahdu, terpancar semangat kebersamaan yang menjadi landasan kuat kehidupan sosial di Desa Pandanmulyo.   Terlibat langsung dalam kegiatan yang bertempat di rumah warga ini memberikan kami pelajaran berharga tentang keterbukaan dan ketulusan. Suasana kekeluargaan yang begitu kental membuat batasan antara “mahasiswa” dan “warga” seolah sirna, berganti dengan harmoni yang penuh keakraban. Hal ini menjadi bukti nyata betapa masyarakat Desa Pandanmulyo memiliki kedekatan emosional dan keterbukaan yang luar biasa terhadap kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang.   ​ Salah satu anggota Kelompok 92 menuturkan bahwa pengalaman ini menjadi salah satu pengalaman paling berharga selama masa pengabdian. Melalui kegiatan diba'iah, kami tidak hanya memperdalam pemahaman spiritual, tetapi juga belajar menyelami lebih dekat tradisi serta kehidupan sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pengalaman autentik seperti inilah yang memberikan perspektif baru bagi kami dalam memahami kearifan lokal secara mendalam.         Sebagai penutup, partisipasi aktif ini merupakan wujud nyata pengabdian Kelompok 92 Wirasaharsa untuk memberikan dampak positif yang membekas di hati masyarakat. Kami berharap langkah kecil ini dapat memperkokoh hubungan harmonis yang telah terjalin dan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan bagi warga maupun pelajar. Mari terus melangkah bersama, bertukar harmoni, dan menebar manfaat bagi sesama! ??