Thumbnail
4 months ago
PEMBUKAAN KULIAH KERJA MAHASISWA (KKM) KELOMPOK 92 UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG DI DESA PANDANMULYO

MUHAMMAD RIZQI MUBAROK

Kelompok 92 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melaksanakan pembukaan kegiatan KKM di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa selama 40 hari di Desa Pandanmulyo.  Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 92 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan pembukaan KKM dilaksanakan pada Jum’at, 25 Desember 2025, bertempat di Desa Pandanmulyo, dan berlangsung dengan tertib serta penuh semangat kebersamaan. Acara pembukaan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKM 92. Kegiatan tersebut menjadi tanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Pandanmulyo selama 40 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026. Melalui kegiatan KKM, mahasiswa UIN Malang diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung kegiatan desa serta memahami kondisi sosial, budaya, dan potensi lokal yang ada di Desa Pandanmulyo. Kelompok KKM 92 telah menyiapkan berbagai program kerja yang mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan Potensi Desa dengan tujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dilaksanakannya KKM ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat Desa Pandanmulyo. Besar harapan, keberadaan Kelompok KKM 92 UIN Malang dapat memberikan kontribusi positif bagi desa sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa pengabdian kepada masyarakat. Kelompok 92 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melaksanakan pembukaan kegiatan KKM di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa selama 40 hari di Desa Pandanmulyo.  Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 92 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan pembukaan KKM dilaksanakan pada Jum’at, 25 Desember 2025, bertempat di Desa Pandanmulyo, dan berlangsung dengan tertib serta penuh semangat kebersamaan. Acara pembukaan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKM 92. Kegiatan tersebut menjadi tanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Pandanmulyo selama 40 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026. Melalui kegiatan KKM, mahasiswa UIN Malang diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung kegiatan desa serta memahami kondisi sosial, budaya, dan potensi lokal yang ada di Desa Pandanmulyo. Kelompok KKM 92 telah menyiapkan berbagai program kerja yang mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan Potensi Desa dengan tujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dilaksanakannya KKM ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat Desa Pandanmulyo. Besar harapan, keberadaan Kelompok KKM 92 UIN Malang dapat memberikan kontribusi positif bagi desa sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa pengabdian kepada masyarakat.  

Thumbnail
4 months ago
Panduan Lengkap Digitalisasi Desa Daftar QRIS & Google Maps untuk Bisnis Lokal

MUHAMAD FRAN DAHLAN GIBRAN

Program digitalisasi desa menjadi salah satu kegiatan utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 92 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. Program ini difokuskan pada pendampingan pelaku usaha lokal agar dapat memanfaatkan teknologi digital melalui pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps.   Kegiatan pendampingan pembuatan QRIS dan pendaftaran Google Maps dilaksanakan di berbagai lokasi di Desa Pandanmulyo. Pendampingan dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku usaha lokal yang antusias untuk mempelajari cara membuat QRIS sebagai sarana pembayaran digital dan menambahkan lokasi usahanya di Google Maps. Melalui pendampingan ini, peserta tidak hanya diajarkan langkah-langkah teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang manfaat digitalisasi bagi perkembangan usaha di desa.   Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil di Desa Pandanmulyo yang sebagian besar masih menjalankan transaksi secara tunai dan belum memiliki identitas digital usaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM ingin membantu masyarakat desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang pembayaran digital dan pemasaran online.   Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Kelompok 92 membantu masyarakat memahami manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang mudah, cepat, dan aman. Selain itu, peserta juga diajarkan langkah-langkah membuat akun usaha di aplikasi mitra bank, melakukan aktivasi QRIS, hingga mencetak kode QR yang siap digunakan oleh pembeli. Sementara pada sesi lain, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam menambahkan lokasi usahanya ke Google Maps, mulai dari pembuatan akun Google Business Profile, pengisian data alamat, kategori usaha, hingga verifikasi lokasi.   Proses pendampingan dilakukan dengan metode belajar langsung (hands-on) dan pendekatan personal agar setiap peserta dapat memahami tahapan dengan baik. Mahasiswa juga menyediakan contoh praktik langsung, seperti memindai QRIS untuk simulasi transaksi dan melihat cara bisnis tampil di Google Maps setelah diverifikasi.   Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Pandanmulyo, terutama oleh para pelaku UMKM dan pemilik warung yang mulai merasakan manfaat digitalisasi. Mereka merasa lebih mudah menerima pembayaran tanpa uang tunai serta senang karena usaha mereka kini dapat ditemukan dengan mudah oleh pembeli melalui pencarian di Google Maps.   Melalui kegiatan digitalisasi ini, mahasiswa KKM Kelompok 92 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong ekonomi desa menuju era digital. Program ini tidak hanya membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar, tetapi juga menjadi langkah awal menuju desa yang lebih modern dan berdaya saing. Dengan adanya QRIS dan Google Maps, diharapkan Desa Pandanmulyo dapat menjadi contoh desa cerdas (smart village) yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Thumbnail
4 months ago
KKM Wirasaharsa Pasang Pembatas Jalan demi Keselamatan Warga Desa Pandanmulyo

RAFI HARA JINAN AL-GHAZY

Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kota Malang. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wirasaharsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan pembatas jalan pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di lingkungan desa.     Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan proses persiapan bahan dan alat oleh mahasiswa bersama warga setempat. Pembatas jalan dibuat secara sederhana namun fungsional, kemudian dipasang di beberapa titik rawan yang sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kehadiran pembatas jalan ini diharapkan dapat membantu mengatur arus lalu lintas sekaligus mengurangi potensi kecelakaan.     Selain sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap infrastruktur desa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Pandanmulyo. Warga menyambut baik inisiatif tersebut dan turut serta membantu dalam proses pemasangan, sehingga tercipta suasana gotong royong yang penuh kebersamaan.        Koordinator KKM Wirasaharsa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan lingkungan sekitar. “Kami berharap pembatas jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga dan pengguna jalan, serta menjadi contoh kecil dari peran mahasiswa dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya.     Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Wirasaharsa tidak hanya belajar tentang pengabdian sosial secara langsung, tetapi juga mengasah nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Diharapkan program-program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi Desa Pandanmulyo ke depannya.

Thumbnail
4 months ago
Observasi Kedua dan Kegiatan Bersih-Bersih Taman Edukasi D’Embung Park Desa Pandanmulyo Kecamatan Tajinan

FAHMI AMRU AR-RIFA`I

    Kegiatan survei atau observasi kedua di Taman Edukasi D’Embung Park dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari observasi awal yang telah dilakukan sebelumnya. Pada saat kegiatan ini berlangsung, D’Embung Park masih berada dalam tahap renovasi besar-besaran, termasuk pembangunan Koperasi Merah Putih di area taman. Proses renovasi tersebut menyebabkan beberapa bagian taman terlihat kurang rapi dan membutuhkan penataan sementara agar tetap layak sebagai kawasan edukasi dan wisata.     Berdasarkan kondisi tersebut, pada tanggal 13 Januari 2026 dilaksanakan observasi lanjutan yang dirangkaikan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan D’Embung Park. Kegiatan observasi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih detail terkait kondisi terkini taman, sekaligus sebagai dasar dalam merancang denah dan visualisasi tata letak kawasan. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Desa yang meminta bantuan mahasiswa KKM kelompok 92 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menyusun rancangan visualisasi serta penataan ruang di dalam area D’Embun Park.     Selain observasi, kegiatan bersih-bersih dilakukan untuk mendukung kerapian lingkungan selama proses renovasi berlangsung. Kegiatan diawali dengan pemotongan rumput-rumput liar yang sudah cukup panjang, dilanjutkan dengan pembersihan jalur wisata di area taman, serta pengumpulan dan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).     Melalui kegiatan ini, diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai rencana pengembangan dan tata letak baru D’Embung Park. Selain itu, kegiatan bersih-bersih turut memberikan dampak positif terhadap kerapian lingkungan taman, sehingga area D’Embung Park menjadi lebih tertata meskipun masih dalam tahap renovasi.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 119 Lakukan Sowan ke Tokoh Masyarakat Desa Tanggung

BILLY TRIANDREANSYAH

Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang - Selasa (23/12/2025), usai mengikuti upacara pelepasan pemberangkatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa KKM Reguler Kelompok 119 langsung menuju lokasi pengabdian di Desa Tanggung. Kedatangan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan KKM yang akan berlangsung selama 40 hari ke depan. Setibanya di Desa Tanggung, para mahasiswa tidak langsung melaksanakan program kerja, melainkan terlebih dahulu melakukan kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat dan perangkat desa. Kegiatan sowan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan, perkenalan, sekaligus permohonan izin atas keberadaan mahasiswa KKM selama menjalankan pengabdian di desa tersebut. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 119 melakukan sowan kepada Ketua RT 04, Ketua RW 07, Carik Desa Tanggung, Kepala Desa Tanggung, Ibu Pamong, Bapak Ludang, serta Bapak Mudin. Sowan merupakan adat istiadat yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat, yang mencerminkan nilai sopan santun, penghargaan terhadap tokoh desa, serta upaya membangun kedekatan sosial antara pendatang dan warga. Kegiatan sowan ini disambut dengan penuh kehangatan oleh para tokoh masyarakat dan perangkat desa. Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa menyampaikan apresiasi atas sikap mahasiswa yang mengedepankan adab dan etika dalam memulai kegiatan KKM. Hal tersebut dinilai sebagai langkah awal yang baik dalam membangun hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Carik Desa Tanggung menyampaikan beberapa pesan kepada mahasiswa, salah satunya dengan ungkapan, “sing kerasan ya ten mriki”, yang bermakna harapan agar mahasiswa merasa betah dan nyaman selama tinggal dan mengabdi di Desa Tanggung. Pesan tersebut memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa, sekaligus mencerminkan penerimaan dan perhatian masyarakat desa terhadap kehadiran mereka. Selain penyampaian pesan, beberapa tokoh yang dikunjungi juga berbagi cerita mengenai kondisi sosial masyarakat, adat istiadat yang berlaku, serta sejarah Desa Tanggung. Informasi tersebut menjadi bekal awal yang penting bagi mahasiswa KKM dalam memahami karakter dan kebutuhan desa, sehingga program kerja yang akan dilaksanakan dapat disesuaikan dengan kondisi dan nilai-nilai lokal. Melalui kegiatan sowan ini, diharapkan terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 119 dengan masyarakat Desa Tanggung. Dengan landasan saling menghormati dan memahami, pelaksanaan KKM diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat selama masa pengabdian berlangsung.

Thumbnail
4 months ago
Seminar Psikologi Ibu PKK Masjid At-Taqwa : Polah Asuh Hangat Untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat

MUHAMMAD NAZIL RAIHAN HADI

Sekitar 60 ibu-ibu PKK Masjid At-Taqwa Bumi Tunggul Wulung Indah, Kota Malang, mengikuti Seminar Psikologi bertema “Pola Asuh Hangat untuk Anak yang Berbahagia dan Berbakat”, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dan berlangsung di NK Caf, Jalan Raya Kasin, Karangploso, Kabupaten Malang. Sejak awal kegiatan, suasana seminar terasa hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif menyimak materi, mencatat, serta terlibat dalam diskusi yang relevan dengan pengalaman mereka sehari-hari sebagai orang tua. Seminar ini menghadirkan Ibu Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pola asuh hangat memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kesehatan mental, serta potensi anak sejak usia dini. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah atau lembaga formal, melainkan bermula dari rumah. Relasi emosional yang sehat antara orang tua dan anak menjadi fondasi utama bagi tumbuh kembang anak secara optimal. “Anak bukan hanya membutuhkan makan dan pendidikan formal, tetapi juga kelekatan emosional, komunikasi yang baik, serta rasa aman. Dari situ anak bisa tumbuh bahagia sekaligus mengembangkan bakatnya,” ujar Fuji di hadapan peserta. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu stunting tidak dapat dipahami semata-mata sebagai masalah fisik. Dampaknya juga menyentuh aspek psikologis anak, seperti kemampuan berpikir, pengendalian emosi, hingga rasa percaya diri. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dimulai dari lingkungan keluarga, baik melalui pola makan sehat maupun interaksi yang positif antara orang tua dan anak. “Stunting bukan sekadar tubuh pendek. Dampaknya bisa sampai pada kognitif dan mental anak. Maka pencegahannya harus dimulai dari rumah, dari cara orang tua memperlakukan dan merawat anak,” tambahnya. Selama sesi berlangsung, seminar dikemas secara interaktif. Para ibu tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga diberi ruang untuk berbagi cerita dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam pengasuhan, mulai dari penggunaan gawai pada anak, pengelolaan emosi, hingga kebiasaan makan sehari-hari. Salah satu peserta, Ibu Siti, mengaku mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti kegiatan ini. “Biasanya kami mendidik anak dengan cara lama, kadang marah atau memaksa. Dari sini saya belajar bahwa pendekatan yang hangat justru lebih efektif,” tuturnya. Hal serupa juga disampaikan Ibu Nur, peserta lainnya. Ia menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan dekat dengan realitas kehidupan keluarga. “Materinya ringan tapi mengena. Kami jadi tahu bagaimana mendampingi anak, bukan hanya menyuruh. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujarnya. Ketua panitia dari KKM 121 Swastikara Nawasena menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program kerja pemberdayaan keluarga di lingkungan Masjid At-Taqwa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Program seminar psikologi tersebut mendapat apresiasi dari pemateri. Fuji Astutik menilai mahasiswa KKM mampu membaca kebutuhan masyarakat dengan baik. “Mahasiswa KKM 121 tidak hanya datang mengabdi, tetapi membawa program yang berdampak. Parenting dan pencegahan stunting adalah isu penting bagi keluarga,” ungkapnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat berlanjut ke tahap pendampingan. “Akan lebih baik jika ada tindak lanjut berupa diskusi rutin atau pendampingan, agar ibu-ibu semakin terampil menerapkan pola asuh hangat di rumah,” tambahnya. Melalui seminar ini, Peserta KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena UIN Malang berupaya memperkuat peran ibu sebagai pilar utama dalam membangun generasi yang sehat, bahagia, dan berkualitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, masjid, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.