Thumbnail
9 months ago
CERDAS CERMAT ANTAR BIMBEL KKM SE PONCOKUSUMO

GANDES OKTA SINTYA

Kegiatan Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo merupakan salah satu program kerja di bidang pendidikan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Tahun 2025–2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2026 bertempat di MI Al-Amin. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKM sebagai panitia pelaksana serta peserta didik tingkat Sekolah Dasar sebagai peserta lomba. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan minat belajar, kemampuan berpikir kritis, kepercayaan diri, serta sikap sportivitas peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan panitia, dilanjutkan dengan pembukaan acara dan pengarahan teknis perlombaan. Lomba cerdas cermat diikuti oleh dua tim, dengan masing-masing tim terdiri dari tiga orang peserta. Selama pelaksanaan lomba, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, kemampuan akademik yang baik, kerja sama tim yang solid, serta sikap sportivitas yang terjaga dengan baik. Selain pelaksanaan lomba cerdas cermat, kegiatan ini juga diselingi dengan pengenalan permainan tradisional kepada peserta didik. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan dan keceriaan di lingkungan sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang, penyerahan hadiah, dan sesi foto bersama. Kegiatan Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, serta diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi peserta didik dan lingkungan sekolah.

Thumbnail
9 months ago
KKM Aruna Dorong Inovasi Digital Lewat Launching SIMANTAP dan Jumeneng Batik

YUSUF GIAN ADI PRATAMA

Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional.  Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.

Thumbnail
9 months ago
Seminar Pengembangan UMKM Desa Wringinanom

IFROKHATUL FUADATI

Senin, 29 Desember 2025 mahasiswa KKM kelompok 40 mengikuti kegiatan seminar UMKM bersama masyarakat penggerak UMKM Desa Wringinnaom.  Diskusi bersama UMKM Karya Lestari dilaksanakan di Dusun Besuki, tepatnya di kediaman Bapak Sumaji selaku ketua UMKM. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai namun tetap produktif, dengan melibatkan pengurus serta anggota UMKM Karya Lestari. Adapun agenda utama diskusi meliputi evaluasi dan pelaporan kegiatan yang telah dilaksanakan, pembahasan program kerja serta rencana kegiatan ke depan, hingga penampungan aspirasi, masukan, dan kendala yang dirasakan oleh para pengurus maupun anggota. Melalui forum ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih terbuka dan tercipta kesepahaman bersama dalam upaya pengembangan UMKM Karya Lestari. Kelompok masyarakat atau komunitas UMKM Karya Lestari di Desa Wringinanom secara aktif melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan eksistensi dan pemasaran produk anggotanya. Kegiatan tersebut antara lain pameran antar kecamatan, bazar produk UMKM, serta kegiatan arisan rutin yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana kebersamaan, tetapi juga sebagai media bertukar informasi dan memperkuat solidaritas antar anggota. Rangkaian kegiatan ini menjadi wadah penting dalam mendukung keberlanjutan UMKM serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.  

Thumbnail
9 months ago
KKM Aruna Dorong Inovasi Digital Lewat Launching SIMANTAP dan Jumeneng Batik

ARYA DUTA AL HAJRY

Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional.    Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan.   Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.

Thumbnail
9 months ago
Launching Website Simantap dan Jumeneng Batik Arum Tirto Wojo oleh KKM 39 ARUNA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo

MUHAMAD AKBAR KHAIRULLOH

Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional.  Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.

Thumbnail
9 months ago
Program Bimbingan Belajar untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SD/MI

ASFIYAK NUR FITRI SOLEH

Bimbingan belajar (kursus gratis) dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan waktu yang fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan anak-anak. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan pada ba’da Maghrib, sekitar pukul 18.00–19.00 WIB, bertempat di posko mahasiswa. Selain itu, bimbingan belajar juga diselenggarakan di posko Rumah Membaca (Babakan Literasi) Dusun Simpar pada hari Senin dan Jumat, yakni pada pukul 13.00–14.30 WIB. Fleksibilitas waktu dan tempat ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak serta memberikan ruangbelajar yang nyaman dan mudah diakses oleh masyarakat. Materi pembelajaran yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman anak-anak, dengan fokus utama pada mata pelajaran Matematika,Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPA dan IPS), Bahasa Inggris, serta Pendidikan Kewarganegaraan. Metode pembelajaran yang diterapkan bersifat non-formal, yaitu belajar sambil bermain, sehingga anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan perasaan senang dan tidak tertekan. Dalam prosesnya, anak-anak dikenalkan pada istilah-istilah penting dalam dunia pendidikan melalui kata kunci sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga materi lebih mudah dipahami, diingat,dan diaplikasikan dalam aktivitas belajar mereka.