Thumbnail
9 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Hadirkan Semangat Belajar di TPQ Sunan Muria melalui Kegiatan Calistung

NINIS FITRIANI

Mahasiswa KKM Unggulan HC UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan peran aktifnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata kontribusi tersebut diwujudkan melalui kegiatan mengajar di TPQ Sunan Muria, dengan fokus pada pembelajaran calistung (membaca, menulis, dan berhitung) bagi anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh antusias dan keceriaan. Anak-anak TPQ Sunan Muria tampak bersemangat mengikuti setiap sesi pembelajaran yang dikemas secara sederhana, santai, namun tetap edukatif. Mahasiswa KKM berusaha menyesuaikan metode pengajaran dengan usia dan kemampuan anak-anak, sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Dalam pembelajaran membaca, anak-anak diajak mengenal huruf dan mengeja kata secara perlahan. Sementara itu, pada sesi menulis, mereka dilatih menuliskan huruf dan angka dengan rapi. Tak kalah menarik, pembelajaran berhitung dilakukan melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang di TPQ Sunan Muria tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan dasar calistung, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan minat belajar pada diri anak-anak. Interaksi yang hangat antara mahasiswa dan santri TPQ menciptakan suasana belajar yang akrab dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan dasar anak-anak. Selain itu, pengalaman mengajar di TPQ Sunan Muria menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial, kesabaran, serta kemampuan berkomunikasi dengan anak-anak. Kegiatan mengajar calistung di TPQ Sunan Muria ini menjadi salah satu bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya sebatas program formal, tetapi juga tentang berbagi ilmu, waktu, dan perhatian demi masa depan generasi yang lebih baik.  

Thumbnail
9 months ago
BIMBINGAN BELAJAR MENGAJI (TPQ)

FINDIAH FARAH SYAFIRA MADJID

Kegiatan bimbingan belajar mengaji dilaksanakan di beberapa Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang ada di Desa Wringinanom. TPQ tersebut tersebar di tiga lokasi, yaitu TPQ Sabilul Mustaqin yang berada di Dusun Kunci, TPQ Roudhotul Muhlisin di Dusun Simpar, serta TPQ Baiturrahim yang juga berlokasi di Dusun Simpar. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam satu minggu, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Dalam pelaksanaannya, bimbingan belajar mengaji dibagi ke dalam kelompok-kelompok tetap. Setiap TPQ didampingi oleh empat mahasiswa yang bertugas membantu proses pembelajaran serta mendampingi para santri selama kegiatan berlangsung. Metode pembelajaran yang digunakan menyesuaikan dengan kebiasaan dan ketentuan di masing-masing TPQ. TPQ Sabilul Muttaqin menggunakan metode Yanbu’a, TPQ Roudhotul Muhlisin menerapkan metode An-Nashr, sedangkan TPQ Baiturrahim menggunakan metode Qiro’ati. Kegiatan mengaji pada umumnya berlangsung selama kurang lebih 90 menit, dimulai pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Namun, terdapat perbedaan waktu pelaksanaan di TPQ Baiturrahman yang menyelenggarakan kegiatan mengaji pada pagi hari, yaitu pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Melalui kegiatan bimbingan belajar mengaji ini, diharapkan anak-anak dapat lebih lancar membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kegiatan keagamaan sejak usia dini.  

Thumbnail
9 months ago
Tadarus Pagi Kelompok KKM 40 Satyakarsa di Masjid Sabilal Mustaqin

NANDA AULIA

Tadarus pagi menjadi salah satu rutinitas spiritual yang dijalankan oleh Kelompok KKM 40 Satyakarsa selama pengabdian di Desa Wringinanom. Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi setelah sholat Subuh di Masjid Sabilal Mustaqin, Dusun Kunci, sebagai bentuk pembiasaan ibadah dan refleksi diri sebelum memulai aktivitas harian. Kegiatan tadarus diikuti secara khusus oleh seluruh anggota Kelompok KKM 40. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an secara bergiliran sesuai dengan pembagian bacaan yang telah ditentukan. Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh ketenangan, mencerminkan komitmen mahasiswa dalam menjaga konsistensi ibadah selama menjalani program KKM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkuat hubungan spiritual dengan Al-Qur'an, tetapi juga membangun waktu kedisiplinan serta kebersamaan antaranggota kelompok. Tadarus pagi menjadi ruang sederhana namun bermakna untuk menanamkan nilai keistiqamahan dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan doa penutup sebagai harapan agar seluruh rangkaian pengabdian KKM 40 Satyakarsa dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar.

Thumbnail
9 months ago
40 Hari Menabur Arti, Menanam Jejak yang Takkan Mati: KKM 117 Arthaseva Pamit Undur Diri

ADISYA GITA FIRDA MASAYU

[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.

Thumbnail
9 months ago
Peresmian Babakan Literasi dan Launching Website Babakan Literasi sebagai Upaya Penguatan Budaya Literasi Masyarakat

AHMAD FAUZAN ADHIMA

Pada tanggal 14 Januari Babakan Literasi secara resmi diresmikan sebagai taman membaca masyarakat dalam sebuah kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan launching website resmi Babakan Literasi yang dapat diakses melalui babakan-literasi.site. Acara peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam upaya penguatan budaya literasi di tingkat masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Karang Taruna Wringinanom, serta komunitas Republik Gubuk sebagai mitra pendukung. Peresmian Babakan Literasi merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan ruang edukatif yang inklusif dan berkelanjutan. Taman membaca ini dirancang sebagai sarana pembelajaran nonformal yang dapat diakses oleh masyarakat secara bebas. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi wadah alternatif bagi anak-anak untuk meningkatkan minat baca, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif di luar lingkungan pendidikan formal. Mahasiswa KKM berperan aktif dalam proses perencanaan, pengembangan, hingga pelaksanaan kegiatan peresmian Babakan Literasi. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan konsep literasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya mengimplementasikan peran pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan program yang berdampak langsung dan berkelanjutan. Selain itu, Karang Taruna Wringinanom turut memberikan kontribusi penting dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Sebagai organisasi kepemudaan di tingkat desa, Karang Taruna berperan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat serta membangun sinergi antarwarga. Keterlibatan Karang Taruna menunjukkan adanya kepedulian generasi muda terhadap pengembangan sumber daya manusia melalui peningkatan literasi dan pendidikan masyarakat. Komunitas Republik Gubuk juga menjadi salah satu elemen penting dalam terlaksananya kegiatan ini. Dengan pengalaman dan kepeduliannya di bidang sosial dan pendidikan, Republik Gubuk memberikan dukungan dalam bentuk pendampingan kegiatan literasi serta penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kreativitas. Kolaborasi lintas organisasi ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi akan lebih efektif apabila dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi, peresmian Babakan Literasi juga dirangkaikan dengan launching website babakan-literasi.site. Website ini berfungsi sebagai media informasi, dokumentasi, serta publikasi berbagai kegiatan literasi yang dilaksanakan. Kehadiran website tersebut diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara pengelola Babakan Literasi dengan masyarakat luas, sekaligus memperluas jangkauan gerakan literasi secara digital. Melalui peresmian Babakan Literasi dan peluncuran website resminya, diharapkan tercipta ekosistem literasi yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Babakan Literasi diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat kegiatan edukatif yang mendorong tumbuhnya generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun budaya literasi sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

Thumbnail
9 months ago

SALSABILA NUR FADHILAH