SYAHRANI ALYA PUTRI
Literasi dasar sering kali dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis, padahal di era digital saat ini, maknanya berkembang jauh lebih luas. Anak-anak tidak hanya dituntut mampu memahami teks, tetapi juga perlu dibekali kecakapan berpikir kritis dalam menyikapi arus informasi yang semakin deras. Realitas ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dasar di wilayah pedesaan, termasuk SDN 1 Nglebeng, yang tengah beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok KKM 190 Darmabaksya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan literasi dasar dan pemanfaatan digital secara bijak bagi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam mendampingi dunia pendidikan dasar, khususnya dalam menyiapkan generasi yang tidak gagap teknologi namun tetap berpijak pada nilai-nilai pembelajaran yang sehat. Mahasiswa KKM 190 Darmabaksya memandang bahwa pengenalan teknologi sejak dini harus disertai dengan pemahaman yang tepat agar tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan sarana belajar yang bermakna. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak bersifat menggurui, melainkan edukatif dan kontekstual sesuai dengan usia peserta didik. Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SDN 1 Nglebeng, yang berada pada fase transisi penting dalam perkembangan kognitif dan karakter. Pada usia ini, rasa ingin tahu anak mulai meningkat dan ketertarikan terhadap gawai semakin kuat. Melalui program literasi dasar, siswa diajak untuk membaca, memahami, dan menceritakan kembali informasi dengan bahasa mereka sendiri. Aktivitas ini bertujuan melatih kemampuan berpikir, meningkatkan pemahaman bacaan, serta menumbuhkan keberanian dalam mengemukakan pendapat. Pada sesi pemanfaatan digital, mahasiswa KKM memperkenalkan teknologi sebagai alat bantu belajar, bukan sebagai sumber kebenaran mutlak. Siswa dikenalkan dengan konsep kecerdasan buatan secara sederhana, seperti penggunaan GPT untuk membantu memahami materi pelajaran. Penekanan utama diberikan pada sikap kritis, bahwa teknologi dapat membantu menjelaskan, tetapi manusia tetap harus berpikir dan memverifikasi informasi. Anak-anak juga dibekali aturan dasar dalam menggunakan teknologi, seperti tidak menyalin jawaban secara mentah, membandingkan dengan buku, serta menggunakan gawai dengan pendampingan guru atau orang tua. Pendekatan interaktif menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Mahasiswa KKM 190 Darmabaksya mengemas materi dalam bentuk diskusi ringan, tanya jawab, dan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini membuat anak-anak lebih mudah memahami bahwa literasi dan teknologi bukan hal yang menakutkan, melainkan dapat menjadi sahabat belajar jika digunakan dengan bijak. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan menyampaikan pendapat selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan pengabdian ini, KKM 190 Darmabaksya berharap dapat menanamkan fondasi awal bagi tumbuhnya generasi yang cerdas literasi dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi. Penguatan literasi dasar yang dibarengi dengan edukasi digital menjadi langkah strategis untuk membentuk siswa yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kritis dan mandiri. Upaya kecil yang dilakukan di SDN 1 Nglebeng ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun pendidikan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
I`AMA FIATMILA
Sebagai langkah awal, pada hari Selasa, 6 Januari 2026, mahasiswa KKM Kelompok 78 ArthaBhumi melaksanakan kegiatan survei ke sejumlah sekolah yang berada di wilayah Desa Banjarejo dan sekitarnya, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi awal sekaligus memetakan kesiapan sekolah dalam menerima program sosialisasi yang akan dilaksanakan. Total terdapat tiga sekolah yang dikunjungi dalam kegiatan survei tersebut, yaitu SD Negeri 01 Banjarejo, Madrasah Ibtidaiyah Al-Fatah, dan SMP Negeri 02 Pakis. Dalam kunjungan ini, mahasiswa KKM menyampaikan gambaran umum program sosialisasi cybercrime yang dirancang secara edukatif dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing sekolah. Respon dari pihak sekolah terbilang sangat positif. Kepala sekolah maupun guru-guru menyambut baik rencana program kerja tersebut dan mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKM terhadap isu keamanan digital yang semakin relevan di era sekarang. Sikap terbuka dan dukungan dari pihak sekolah menjadi modal penting bagi keberhasilan pelaksanaan program ke depan. Meski demikian, pelaksanaan sosialisasi belum dilakukan dalam kunjungan ini. Mahasiswa KKM bersama pihak sekolah sepakat untuk melakukan koordinasi lebih lanjut terkait waktu, teknis pelaksanaan, serta penyesuaian materi agar selaras dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik di masing-masing sekolah. Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 78 ArthaBhumi berharap program sosialisasi cybercrime dapat menjadi langkah preventif dalam membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai etika dan keamanan bermedia digital. Upaya kecil ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejak dini agar generasi muda lebih bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.
MARSYA ADELINE DESWINTARANI
MALANG – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 ARKADIAKARSA Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan inovasi sosial melalui program unggulan Sedekah Limbah. Pada Kamis, 22 Januari 2026, mahasiswa menerapkan sistem Jemput Bola dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga di Perumahan Dirgantara Permai untuk mengumpulkan donasi. Program ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam bersedekah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa harus datang ke lokasi, warga cukup menyiapkan barang bekas di rumah masing-masing, kemudian mahasiswa KKM akan menjemputnya secara langsung. Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu dan sarana angkut. Jenis limbah yang dikumpulkan difokuskan pada sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomis, seperti minyak jelantah, perangkat elektronik rusak (e-waste), botol plastik, serta kardus dan kertas bekas. Limbah-limbah tersebut selanjutnya dikelola dan dijual melalui mitra pengelolaan sampah untuk menghasilkan dana sosial. Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Sejumlah warga dengan senang hati menyerahkan barang bekas yang selama ini menumpuk di rumah. Bagi mereka, program Sedekah Limbah tidak hanya membantu membersihkan rumah, tetapi juga menjadi sarana amal yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Meski cuaca sempat tidak menentu, semangat mahasiswa tidak surut. Menggunakan kendaraan roda tiga (motor tosa/viar), tim KKM menyusuri lorong-lorong perumahan untuk memastikan seluruh donasi dapat terangkut dengan baik. Seluruh hasil pengelolaan Sedekah Limbah ini nantinya akan disalurkan untuk mendukung operasional dan kemakmuran Masjid Al Muhajirin Dirgantara. Melalui program ini, KKM Arkadiakarsa berharap dapat menumbuhkan budaya baru di masyarakat: bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber keberkahan dan kepedulian sosial.
ROIS FATHONI AL HASAN
MALANG – Pertemuan rutin Ibu-Ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Perumahan Dirgantara Permai, Kamis (08/01/2026), terasa istimewa. Selain agenda biasa, forum itu digunakan untuk meluncurkan sosialisasi program inovatif "Sedekah Sampah" yang diinisiasi Mahasiswa KKM Kelompok 18 "ARKADIAKARSA" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bertempat di Balai Warga, puluhan anggota PKK hadir seragam batik hijau tosca. Acara dibuka oleh pengurus inti PKK yang memandu jalannya pertemuan dengan teratur. Inovasi lingkungan berbasis kemasjidan jadi fokus utama. Perwakilan mahasiswa KKM ARKADIAKARSA membawakan presentasi berjudul "Optimalisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Rumah Tangga Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat", menjelaskan konsep pengelolaan limbah domestik yang sekaligus bernilai sosial. Program "Sedekah Sampah" menawarkan pendekatan berbeda dari bank sampah konvensional. Sampah anorganik bernilai ekonomis—seperti botol plastik, kardus, dan besi—yang dikumpulkan warga akan didonasikan, dan hasil pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada manajemen Masjid Al Muhajirin Dirgantara untuk kepentingan umat. Respon warga sangat positif. Saat mahasiswa memaparkan teknis pemilahan lewat proyektor, ibu-ibu PKK menyimak serius; beberapa mencatat poin penting sosialisasi. "Program ini menarik karena menggabungkan kebersihan lingkungan dengan nilai ibadah. Jadi ibu-ibu tidak hanya membuang sampah, tapi juga bersedekah untuk masjid," kata salah satu mahasiswa KKM saat mempresentasikan. Dengan kolaborasi PKK, Mahasiswa KKM, dan Takmir Masjid, diharapkan tercipta ekosistem pengolahan limbah yang mandiri di Perumahan Dirgantara sekaligus memperkuat kas masjid secara kreatif dan ramah lingkungan.
CANDRA PRASETYA KINANTI
Asosiasi Remaja Masjid Ainul Yaqin bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 251 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan tema “Refleksi Perjalanan Agung Rasulullah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Januari 2026, bertempat di lingkungan Masjid Ainul Yaqin. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk ikhtiar dalam menumbuhkan semangat keislaman, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi'raj. Acara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan mendapat berbagai positif dari jamaah serta warga sekitar.n Rangkaian acara diisi dengan pembacaan shalawat, doa bersama, serta pertanda tausiyah yang mengangkat hikmah perjalanan Isra Mi'raj sebagai momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan. Dalam tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk memahami makna Isra Mi'raj sebagai peristiwa agung yang meneguhkan kewajiban shalat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan manusia dengan Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, panitia berharap peringatan Isra Mi'raj tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, namun mampu menjadi sarana refleksi bersama dalam membangun karakter umat yang lebih religius, berakhlak mulia, serta aktif memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan dan persatuan masyarakat. “Isra Mi'raj bukan sekedar peristiwa untuk dikenang, namun pelajaran untuk diteguhkan, agar iman semakin kuat, doa semakin terjaga dan akhlak semakin mulia”
AHMAD HUSEIN ABDILLAH
Bencana alam kembali melanda wilayah Sumatra Barat. Hujan deras yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah. Musibah ini mengakibatkan kerusakan rumah warga, mengganggu aktivitas masyarakat, serta menimbulkan duka mendalam bagi para korban. Peristiwa ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga sesama, terutama kepada saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah Sebagai bentuk kepedulian tersebut, TPQ Al-Falah Desa Kalikatir bersama KKM Mandiri 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025 menggelar kegiatan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Sumatera Barat. Kegiatan ini melibatkan para santri TPQ Al-Falah Desa Kalikatir sebagai upaya menanamkan nilai empati dan solidaritas sejak usia dini. Dengan semangat kebersamaan, para santri diajak untuk memahami bahwa membantu sesama merupakan bagian dari akhlak mulia. Dalam kegiatan ini, anak-anak TPQ Al-Falah Desa Kalikatir turun langsung ke lingkungan sekitar pada hari selasa (30/12/2025). untuk melakukan penggalangan dana. Mereka membawa kotak donasi dan menyampaikan ajakan dengan sopan kepada masyarakat. Meski masih berusia dini, para santri tampak antusias dan berani mengajak warga untuk ikut berdonasi demi meringankan beban para korban bencana. Selain mengumpulkan bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak-anak. Mereka belajar untuk peduli, berbagi, dan merasakan langsung bagaimana membantu orang lain yang membutuhkan. Kegiatan turun langsung ke lapangan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati yang lebih mendalam dalam diri para santri. Ibu pengasuh TPQ Al-Falah Desa Kalikatir dalam Arahnya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian sejak dini. “Anak-anak perlu diajarkan bukan hanya mengaji dan menghafal, tetapi juga memiliki rasa peduli terhadap sesamanya. Dengan turun langsung, mereka belajar arti berbagi dan bersyukur,” ujar beliau. Melalui kegiatan penggalangan dana ini, TPQ Al-Falah Desa Kalikatir berharap bantuan yang terkumpul dapat bermanfaat bagi korban bencana di Sumatera Barat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.