Thumbnail
9 months ago
Mengubah Krisis Menjadi Peluang: Masjid sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat

MUHAMMAD RAIHAN HAFIZI

Podcast bertajuk “Economic Crisis di Era Saat Ini dan Bagaimana Peran Masjid” diselenggarakan di Graha Masjid At-Taqwa Bumi Tunggulwulung Indah, Lowokwaru, Kota Malang, pada 4 Januari 2026. Kegiatan ini digagas oleh Kelompok 121 Swastikara Nawasena, kelompok KKM dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai wujud pengabdian masyarakat yang tidak hanya berfokus pada aktivitas ibadah ritual, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan ekonomi yang dekat dengan kehidupan jamaah. Podcast ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas realitas krisis ekonomi yang dirasakan banyak kalangan sekaligus mendiskusikan bagaimana masjid dapat berperan sebagai pusat solusi dan pemberdayaan umat. Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Amar Alphabet, figur yang aktif menggerakkan ekonomi kreatif di lingkungan Masjid At-Taqwa serta pelaku usaha di bidang teknologi di kawasan ekonomi khusus Singosari. Selain itu, beliau dikenal sebagai vocal point Kota Malang dalam jejaring Kota Kreatif Dunia bidang Media Art dan turut berperan dalam pendirian Malang Creative Center. Berangkat dari pengalaman praktis di dunia usaha, kreativitas, dan komunitas, pandangan yang disampaikan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan berakar pada realitas lapangan. Diskusi pun berlangsung santai dan akrab, namun kaya akan gagasan serta refleksi kritis mengenai kondisi ekonomi saat ini. Dalam perbincangan tersebut, krisis ekonomi dipahami bukan sebagai istilah besar yang hanya muncul dalam laporan resmi atau pemberitaan media, melainkan sebagai kenyataan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Narasumber menggambarkan krisis melalui situasi sederhana, seperti orang tua yang kebingungan membiayai pendidikan anak, pedagang kecil yang kehilangan pembeli, hingga mahasiswa yang harus menghemat kuota internet demi mengikuti perkuliahan. Ia menegaskan bahwa krisis ekonomi sejatinya hadir dalam kecemasan hidup orang-orang biasa, sehingga yang dibutuhkan bukan sekadar keluhan, melainkan upaya mencari solusi bersama. Masjid, menurut pandangan narasumber, memiliki peran strategis dalam menghadapi situasi tersebut. Selama ini masjid kerap dipersepsikan sebatas tempat ibadah ritual, padahal dalam sejarah Islam masjid merupakan pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi umat. Ia menekankan bahwa penguatan peran ekonomi masjid bukanlah upaya memodernisasi secara berlebihan, melainkan mengembalikan fungsi masjid pada jati dirinya. Dengan jamaah yang beragam, ikatan kebersamaan yang kuat, serta landasan spiritual yang kokoh, masjid memiliki modal sosial yang sangat besar untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Pelaksanaan podcast di lingkungan masjid juga menunjukkan keterbukaan masjid terhadap perkembangan teknologi dan media digital. Rekaman dilakukan di graha masjid dan disiarkan melalui akun Instagram resmi Masjid At-Taqwa, sehingga dapat diakses oleh masyarakat yang lebih luas. Langkah ini dinilai positif karena menjadikan masjid tetap relevan dengan pola komunikasi generasi muda yang lekat dengan dunia digital. Podcast pun diposisikan bukan sekadar sebagai konten hiburan, melainkan sarana dakwah dan edukasi ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini mendapat apresiasi khusus dari narasumber terhadap Kelompok 121 Swastikara Nawasena selaku penyelenggara. Menurutnya, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program KKM secara formal, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang relevan dan berdampak bagi jamaah. Keterlibatan mahasiswa sebagai pengelola media, moderator, hingga tim dokumentasi menunjukkan bahwa masjid dapat menjadi ruang pembelajaran sosial yang nyata bagi generasi muda. Diskusi kemudian mengalir pada pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan kreativitas dalam menghadapi krisis ekonomi. Narasumber menekankan bahwa persoalan ekonomi tidak semata berkaitan dengan angka dan materi, tetapi juga ketahanan psikologis. Banyak orang terpuruk bukan hanya karena kehilangan penghasilan, melainkan karena kehilangan harapan. Di sinilah masjid berperan sebagai ruang penguatan batin, yang dari ketenangan hati dapat lahir pikiran jernih dan tindakan ekonomi yang lebih rasional serta kreatif. Dengan demikian, spiritualitas dan ekonomi dipandang saling berkaitan dan saling menguatkan. Selain itu, podcast juga menyoroti potensi ekonomi kreatif sebagai salah satu jalan keluar dari krisis. Narasumber mendorong generasi muda untuk berani beradaptasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun jejaring komunitas. Krisis dipandang bukan semata ancaman, melainkan juga peluang lahirnya ide-ide baru dan inovasi. Masjid dinilai dapat menjadi titik temu gagasan, ruang diskusi, sekaligus wadah kolaborasi usaha jamaah, mulai dari UMKM, pelatihan keterampilan, hingga program pendampingan. Pada penutup diskusi, narasumber menilai penyelenggaraan podcast ini sebagai langkah awal yang menjanjikan. Ia memandang kegiatan tersebut bukan sekadar produksi konten media sosial, melainkan sebuah gerakan kecil yang menumbuhkan kesadaran kolektif tentang peran strategis masjid di tengah krisis ekonomi. Dengan tema yang relevan, keterlibatan anak muda, dan lokasi di lingkungan masjid, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberi dampak yang lebih luas. Masjid pun tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya harapan dan solusi ekonomi bagi masyarakat.

Thumbnail
9 months ago
PEMAPARAN PROGRAM KERJA KKM 7 UIN MALANG: PERENCANAN, TUJUAN, DAN KONTRIBUSI NYATA BAGI MASYARAKAT

RAIHAN RASYID

Malang – Acara pemaparan program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 Pranaseva UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Masjid Al-Amien, Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKM serta membangun kesepahaman awal antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Acara dibuka oleh moderator dengan penyampaian salam, pengenalan pihak-pihak yang hadir, serta penjelasan singkat mengenai alur kegiatan. Selanjutnya, Ketua KKM Kelompok 7 menyampaikan gambaran umum pelaksanaan KKM, meliputi latar belakang kegiatan, sasaran program, serta arah pelaksanaan kegiatan selama berada di lokasi. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh masing-masing divisi, khususnya Divisi Acara, yang menjelaskan program kerja secara rinci, mulai dari bentuk kegiatan, tahapan pelaksanaan, hingga rencana keterlibatan masyarakat. Penyampaian dilakukan secara sistematis agar mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir.   Setelah pemaparan program kerja selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama masyarakat dan tokoh setempat, seperti pengurus RW, takmir masjid, serta perwakilan warga. Melalui sesi diskusi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, serta tanggapan terhadap program yang telah dipaparkan. Diskusi berlangsung dengan tertib dan kondusif sebagai bentuk upaya penyelarasan program kerja dengan kebutuhan lingkungan setempat. Selain itu, dalam pemaparan program kerja juga dijelaskan rencana kegiatan pemetaan denah desa. Program ini dirancang untuk mempermudah identifikasi dan pencarian alamat warga di wilayah Jodipan yang memiliki kondisi permukiman padat dan akses jalan yang saling berdekatan. Pemetaan denah desa diharapkan dapat membantu mahasiswa, perangkat wilayah, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan administrasi serta pelaksanaan program KKM secara lebih efektif.

Thumbnail
9 months ago
Mahasiswa FKIK UIN Malang Inisiasi Edukasi Kesehatan Berbasis Audiovisual untuk Tingkatkan Kesiapan Calon Jemaah Haji

MUHAMMAD NAUVAL DWI AFANDI

Dalam rangka meningkatkan kesiapan fisik dan kesehatan calon jemaah haji (CJH) Kota Batu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Program studi Kedokteran berkolaborasi dengan Program Studi Farmasi melaksanakan program edukasi kesehatan dan monitoring pola hidup sehat berbasis media audiovisual. Program ini ditujukan untuk CJH yang akan berangkat pada akhir April 2026 dengan fokus upaya promotif dan preventif sebelum pelaksanaan ibadah haji. Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat istitha'ah, baik secara fisik dan mental, finansial, dan spiritual. Pelaksanaan ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang optimal, mengingat rangkaian kegiatan haji melibatkan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat, seperti berjalan kaki dalam jarak jauh, berdiri dalam waktu lama, berdesakan dengan jemaah lain, serta paparan cuaca ekstrem dengan suhu tinggi dan kelembapan rendah di Arab Saudi. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok usia lanjut Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan melalui media poster, video edukatif, dan booklet kesehatan yang dirancang sederhana dan mudah dipahami oleh CJH. Materi edukasi mencakup pentingnya kebugaran fisik, pola makan dan hidrasi yang tepat, modifikasi gaya hidup bagi penderita hipertensi, pengenalan tanda bahaya yang harus diwaspadai selama ibadah haji. Selain itu, dilakukan pola monitoring sederhana terhadap pola hidup sehat dan keluhan kesehatan CJH sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan. Kolaborasi dengan mahasiswa farmasi memperkuat program melalui edukasi penggunaan obat yang aman, khususnya bagi jemaah lanjut usia, serta pencegahan penggunaan obat bebas secara tidak tepat. Sinergi lintas disiplin ini diharapkan dapat memberikan pendekatan edukasi yang lebih komprehensif dan aplikatif sesuai kebutuhan calon jemaah. Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pembinaan calon jemaah haji yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pencegahan risiko kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam penguatan kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan haji yang aman, sehat, dan ramah lansia.

Thumbnail
9 months ago
KKM Reguler Kelompok 99: Survey lokasi Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang

MIFTAHUL JANAH

Lawang, Jawa Timur  – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 99  UIN MALANG   melaksanakan kegiatan  survei lokasi di  Desa Sidodadi ,  Kecamatan Lawang  sebagai tahap awal pelaksanaan program KKM. Kegiatan survei ini dilaksanakan pada  tanggal 6 Desember 2025  dan bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi desa serta potensi yang dapat dikembangkan selama masa pengabdian. Survei lokasi ini melibatkan mahasiswa KKM bersama perangkat Desa Sidodadi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap kondisi geografis, sarana dan prasarana desa, lingkungan sosial masyarakat, serta potensi di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Selain itu, dilakukan pula wawancara singkat dengan aparat desa (pak timin selaku  RT dusun krajan ) untuk memperoleh informasi terkait kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat setempat. Kegiatan survei ini menjadi dasar dalam penyusunan dan perencanaan program kerja KKM agar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat Desa Sidodadi. Melalui pengumpulan data dan informasi secara langsung, diharapkan program kerja yang dirancang dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi desa. Pengawasan lokasi berjalan dengan lancar dan mendapat berbagai positif dari pihak desa. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKM diharapkan mampu mewujudkan kerja sama yang baik dengan masyarakat serta berkontribusi secara optimal dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa Sidodadi selama pelaksanaan KKM.

Thumbnail
9 months ago
Pembukaan Pojok Baca TPQ Raden Said: Langkah Nyata KKM Bhumi Arsa dalam Mendorong Budaya Literasi

MOH. MUCHLIS MACHFUD ALI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.

Thumbnail
9 months ago
Pembukaan Pojok Baca TPQ Raden Said: Langkah Nyata KKM Bhumi Arsa dalam Mendorong Budaya Literasi

CLAUDI AULIA WULANDARI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.