SALWA ANAS
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 92 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan salah satu program pengabdian masyarakat di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Program tersebut berupa kegiatan sosialisasi parenting yang ditujukan khusus kepada ibu-ibu yang memiliki anak dengan kondisi buta aksara dan putus sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan keluarga dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya peran pengasuhan dalam perkembangan anak. Kegiatan sosialisasi parenting dilaksanakan di balai desa dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme dari para peserta. Ibu-ibu yang hadir berasal dari berbagai latar belakang sosial ekonomi, namun memiliki kesamaan tantangan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Banyak di antara mereka menghadapi keterbatasan akses pendidikan serta kurangnya pemahaman mengenai metode pengasuhan yang mendukung perkembangan kognitif dan emosional anak. Acara ini menghadirkan pemateri dari dosen psikologi UIN Malang yang memiliki kompetensi di bidang perkembangan anak dan keluarga. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya peran orang tua sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pendidik yang membentuk karakter, kebiasaan belajar, serta kepercayaan diri anak sejak usia dini. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar mengenai perkembangan psikologis anak, dampak putus sekolah terhadap masa depan, serta strategi sederhana yang dapat diterapkan orang tua di rumah. Pemateri menekankan bahwa keterbatasan pendidikan orang tua bukanlah penghalang untuk tetap memberikan dukungan belajar kepada anak. Hal terpenting adalah membangun komunikasi yang baik, memberikan motivasi, dan menciptakan lingkungan rumah yang aman serta mendukung. Selain itu, dibahas pula faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah, seperti kondisi ekonomi keluarga, kurangnya dukungan lingkungan, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan. Melalui diskusi interaktif, para ibu diberi kesempatan untuk menceritakan pengalaman mereka. Sesi ini menjadi ruang berbagi yang sangat bermakna, karena banyak peserta merasa didengar dan mendapatkan solusi praktis yang relevan dengan kondisi sehari-hari. Mahasiswa KKM 92 berperan aktif sebagai fasilitator kegiatan. Mereka membantu mengoordinasikan peserta, mempersiapkan media pembelajaran sederhana, serta mendampingi ibu-ibu selama sesi diskusi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara pemateri dan masyarakat, sehingga materi dapat diterima dengan bahasa yang mudah dipahami. Salah satu poin penting dalam sosialisasi ini adalah penanaman kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang jika mendapat dukungan yang tepat. Orang tua diajak untuk tidak menyerah pada kondisi, melainkan berusaha mencari alternatif pendidikan nonformal, seperti paket kejar paket, bimbingan belajar komunitas, atau kegiatan literasi desa. Langkah kecil yang konsisten dinilai mampu membawa perubahan besar bagi masa depan anak. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat desa. Para ibu mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara mendampingi anak, mengelola emosi saat menghadapi kesulitan, serta pentingnya memberi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga merasa lebih termotivasi untuk kembali memperhatikan pendidikan anak meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Kepala desa dan perangkat setempat turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM 92 UIN Malang. Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan desa dalam mengatasi persoalan sosial. Harapannya, kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan menjadi pemicu lahirnya program-program pemberdayaan lainnya. Melalui sosialisasi parenting ini, mahasiswa KKM 92 tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan keluarga. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami realitas sosial masyarakat, sekaligus memperkuat nilai pengabdian dan kepedulian terhadap sesama. Diharapkan, setelah kegiatan ini, para orang tua semakin percaya diri dalam menjalankan perannya sebagai pendidik di rumah. Dengan dukungan keluarga yang kuat, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk keluar dari lingkaran buta aksara dan putus sekolah. Sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih sadar pendidikan, mandiri, dan berdaya.
FARHANAH RHANA HIDAYATI
TAJINAN – Mahasiswa KKM Kelompok 92 Wirasaharsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berupaya melebur dengan kearifan lokal. Pada Minggu (28/12), mereka juga hadir dalam tradisi keagamaan diba'iah yang digelar di kediaman salah satu warga di RT 21, Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. Kehadiran para mahasiswa ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa, menciptakan suasana hangat yang instan antara mahasiswa dan penduduk desa sejak awal acara dimulai. Acara diba'iah ini bukan sekedar rutinitas keagamaan biasa, melainkan sebuah momentum spiritual untuk memperkuat nilai-nilai batin sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga. Kami merasa sangat beruntung bisa duduk ikut bersila dan serta secara aktif dalam seluruh rangkaian acara yang akan makna ini. Di balik lantunan doa-doa yang syahdu, terpancar semangat kebersamaan yang menjadi landasan kuat kehidupan sosial di Desa Pandanmulyo. Terlibat langsung dalam kegiatan yang bertempat di rumah warga ini memberikan kami pelajaran berharga tentang keterbukaan dan ketulusan. Suasana kekeluargaan yang begitu kental membuat batasan antara “mahasiswa” dan “warga” seolah sirna, berganti dengan harmoni yang penuh keakraban. Hal ini menjadi bukti nyata betapa masyarakat Desa Pandanmulyo memiliki kedekatan emosional dan keterbukaan yang luar biasa terhadap kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang. Salah satu anggota Kelompok 92 menuturkan bahwa pengalaman ini menjadi salah satu pengalaman paling berharga selama masa pengabdian. Melalui kegiatan diba'iah, kami tidak hanya memperdalam pemahaman spiritual, tetapi juga belajar menyelami lebih dekat tradisi serta kehidupan sosial yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pengalaman autentik seperti inilah yang memberikan perspektif baru bagi kami dalam memahami kearifan lokal secara mendalam. Sebagai penutup, partisipasi aktif ini merupakan wujud nyata pengabdian Kelompok 92 Wirasaharsa untuk memberikan dampak positif yang membekas di hati masyarakat. Kami berharap langkah kecil ini dapat memperkokoh hubungan harmonis yang telah terjalin dan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan bagi warga maupun pelajar. Mari terus melangkah bersama, bertukar harmoni, dan menebar manfaat bagi sesama! ??
MUHAMMAD RIZQI MUBAROK
Kelompok 92 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melaksanakan pembukaan kegiatan KKM di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa selama 40 hari di Desa Pandanmulyo. Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 92 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan pembukaan KKM dilaksanakan pada Jum’at, 25 Desember 2025, bertempat di Desa Pandanmulyo, dan berlangsung dengan tertib serta penuh semangat kebersamaan. Acara pembukaan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKM 92. Kegiatan tersebut menjadi tanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Pandanmulyo selama 40 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026. Melalui kegiatan KKM, mahasiswa UIN Malang diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung kegiatan desa serta memahami kondisi sosial, budaya, dan potensi lokal yang ada di Desa Pandanmulyo. Kelompok KKM 92 telah menyiapkan berbagai program kerja yang mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan Potensi Desa dengan tujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dilaksanakannya KKM ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat Desa Pandanmulyo. Besar harapan, keberadaan Kelompok KKM 92 UIN Malang dapat memberikan kontribusi positif bagi desa sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa pengabdian kepada masyarakat. Kelompok 92 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melaksanakan pembukaan kegiatan KKM di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini menandai dimulainya pengabdian mahasiswa selama 40 hari di Desa Pandanmulyo. Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 92 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan pembukaan KKM dilaksanakan pada Jum’at, 25 Desember 2025, bertempat di Desa Pandanmulyo, dan berlangsung dengan tertib serta penuh semangat kebersamaan. Acara pembukaan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKM 92. Kegiatan tersebut menjadi tanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Pandanmulyo selama 40 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026. Melalui kegiatan KKM, mahasiswa UIN Malang diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung kegiatan desa serta memahami kondisi sosial, budaya, dan potensi lokal yang ada di Desa Pandanmulyo. Kelompok KKM 92 telah menyiapkan berbagai program kerja yang mencakup bidang pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan masyarakat. Program-program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan Potensi Desa dengan tujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan dilaksanakannya KKM ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan masyarakat Desa Pandanmulyo. Besar harapan, keberadaan Kelompok KKM 92 UIN Malang dapat memberikan kontribusi positif bagi desa sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa pengabdian kepada masyarakat.
MUHAMAD FRAN DAHLAN GIBRAN
Program digitalisasi desa menjadi salah satu kegiatan utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 92 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan. Program ini difokuskan pada pendampingan pelaku usaha lokal agar dapat memanfaatkan teknologi digital melalui pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps. Kegiatan pendampingan pembuatan QRIS dan pendaftaran Google Maps dilaksanakan di berbagai lokasi di Desa Pandanmulyo. Pendampingan dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku usaha lokal yang antusias untuk mempelajari cara membuat QRIS sebagai sarana pembayaran digital dan menambahkan lokasi usahanya di Google Maps. Melalui pendampingan ini, peserta tidak hanya diajarkan langkah-langkah teknis, tetapi juga diberikan pemahaman tentang manfaat digitalisasi bagi perkembangan usaha di desa. Program ini menyasar pelaku usaha mikro dan kecil di Desa Pandanmulyo yang sebagian besar masih menjalankan transaksi secara tunai dan belum memiliki identitas digital usaha. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM ingin membantu masyarakat desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang pembayaran digital dan pemasaran online. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Kelompok 92 membantu masyarakat memahami manfaat penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran yang mudah, cepat, dan aman. Selain itu, peserta juga diajarkan langkah-langkah membuat akun usaha di aplikasi mitra bank, melakukan aktivasi QRIS, hingga mencetak kode QR yang siap digunakan oleh pembeli. Sementara pada sesi lain, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam menambahkan lokasi usahanya ke Google Maps, mulai dari pembuatan akun Google Business Profile, pengisian data alamat, kategori usaha, hingga verifikasi lokasi. Proses pendampingan dilakukan dengan metode belajar langsung (hands-on) dan pendekatan personal agar setiap peserta dapat memahami tahapan dengan baik. Mahasiswa juga menyediakan contoh praktik langsung, seperti memindai QRIS untuk simulasi transaksi dan melihat cara bisnis tampil di Google Maps setelah diverifikasi. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Pandanmulyo, terutama oleh para pelaku UMKM dan pemilik warung yang mulai merasakan manfaat digitalisasi. Mereka merasa lebih mudah menerima pembayaran tanpa uang tunai serta senang karena usaha mereka kini dapat ditemukan dengan mudah oleh pembeli melalui pencarian di Google Maps. Melalui kegiatan digitalisasi ini, mahasiswa KKM Kelompok 92 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong ekonomi desa menuju era digital. Program ini tidak hanya membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar, tetapi juga menjadi langkah awal menuju desa yang lebih modern dan berdaya saing. Dengan adanya QRIS dan Google Maps, diharapkan Desa Pandanmulyo dapat menjadi contoh desa cerdas (smart village) yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kesejahteraan masyarakatnya.
RAFI HARA JINAN AL-GHAZY
Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kota Malang. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wirasaharsa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan pembatas jalan pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di lingkungan desa. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan proses persiapan bahan dan alat oleh mahasiswa bersama warga setempat. Pembatas jalan dibuat secara sederhana namun fungsional, kemudian dipasang di beberapa titik rawan yang sering dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kehadiran pembatas jalan ini diharapkan dapat membantu mengatur arus lalu lintas sekaligus mengurangi potensi kecelakaan. Selain sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap infrastruktur desa, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Pandanmulyo. Warga menyambut baik inisiatif tersebut dan turut serta membantu dalam proses pemasangan, sehingga tercipta suasana gotong royong yang penuh kebersamaan. Koordinator KKM Wirasaharsa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan lingkungan sekitar. “Kami berharap pembatas jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga dan pengguna jalan, serta menjadi contoh kecil dari peran mahasiswa dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Wirasaharsa tidak hanya belajar tentang pengabdian sosial secara langsung, tetapi juga mengasah nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Diharapkan program-program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi Desa Pandanmulyo ke depannya.
FAHMI AMRU AR-RIFA`I
Kegiatan survei atau observasi kedua di Taman Edukasi D’Embung Park dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari observasi awal yang telah dilakukan sebelumnya. Pada saat kegiatan ini berlangsung, D’Embung Park masih berada dalam tahap renovasi besar-besaran, termasuk pembangunan Koperasi Merah Putih di area taman. Proses renovasi tersebut menyebabkan beberapa bagian taman terlihat kurang rapi dan membutuhkan penataan sementara agar tetap layak sebagai kawasan edukasi dan wisata. Berdasarkan kondisi tersebut, pada tanggal 13 Januari 2026 dilaksanakan observasi lanjutan yang dirangkaikan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan D’Embung Park. Kegiatan observasi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih detail terkait kondisi terkini taman, sekaligus sebagai dasar dalam merancang denah dan visualisasi tata letak kawasan. Hal ini sejalan dengan arahan Kepala Desa yang meminta bantuan mahasiswa KKM kelompok 92 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menyusun rancangan visualisasi serta penataan ruang di dalam area D’Embun Park. Selain observasi, kegiatan bersih-bersih dilakukan untuk mendukung kerapian lingkungan selama proses renovasi berlangsung. Kegiatan diawali dengan pemotongan rumput-rumput liar yang sudah cukup panjang, dilanjutkan dengan pembersihan jalur wisata di area taman, serta pengumpulan dan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Melalui kegiatan ini, diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai rencana pengembangan dan tata letak baru D’Embung Park. Selain itu, kegiatan bersih-bersih turut memberikan dampak positif terhadap kerapian lingkungan taman, sehingga area D’Embung Park menjadi lebih tertata meskipun masih dalam tahap renovasi.